Cerita Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin tentang Gurunya #NasehatUlama Ia berkata, “Syaikh yang terhormat, orangtuaku dan syaikhku, yang terhormat asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin. Amma ba’du: – Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh – Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Setiap kali aku membaca kitab karangan al-Imam al-‘Allamah, asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’di; maka kitab itu akan menarik hatiku dan metodenya membuatku takjub, …
Begini Cara Nabi Sholat Tarawih dan Witir – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid #NasehatUlama
Nabi ‘alaiṣ ṣalātu was salām dulu melaksanakan Salat Tarawih sebelas rakaat, tapi bagaimana caranya?
“Beliau salat dua rakaat kemudian salam, setelah itu dua rakaat kemudian salam, dan jangan tanya tentang panjang dan bagusnya salat beliau kemudian beliau salat dua rakaat kemudian salam, setelah itu dua rakaat kemudian salam, dan jangan tanya tentang panjang dan bagusnya salat beliau
kemudian beliau Salat Witir tiga rakaat.” (HR. Bukhari)
Beliau pernah mengawali bacaannya (setelah Al-Fatihah) dengan Al-Baqarah, kemudian An-Nisa, dan kemudian Ali Imran dalam satu rakaat. Jumlah rakaat lebih dari sebelas rakaat juga benar.
Namun sunahnya adalah sebelas rakaat secara santai namun jika seseorang ingin menambahnya, tidak mengapa
Nabi ‘alaiṣ ṣalātu was salām bersabda, “Salat malam adalah dua rakaat – dua rakaat, jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu subuh, maka hendaknya kemudian dia salat satu rakaat yang menjadi Salat Witir dari salat yang telah dia laksanakan.” (HR. Bukhari)
Jika seseorang telah Salat Witir bersama imam namun ingin melanjutkan lagi salat dua rakaat – dua rakaat
tanpa mengulangi witir lagi, maka tidak mengapa.
3 Kelompok Manusia yang Tidak Allah Terima Shalat Mereka – Syaikh Shalih al-Fauzan #NasehatUlama Hadis dari Ibnu Umar -radhiallahu ‘anhuma- secara marfu’, “Ada 3 kelompok manusia yang tidak Allah terima shalat mereka: Pertama: Orang yang mengimami suatu kaum (sekelompok orang) namun mereka membenci dia, … Kedua: Orang yang melaksanakan shalat setelah terlewat waktunya, … Ketiga: …
164 Contoh Amalan di Bulan Dzulhijjah – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama
Segala puji hanya bagi Allah.
“Tidak ada hari dimana amal-amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini.” (HR. Bukhari)
Yaitu pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan amal saleh ada banyak sekali, alḥamdulillāh.
Allah mensyariatkan bagi kita berbagai amalan yang dapat meningkatkan iman kita.
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh niscaya akan mendapatkan ampunan, surga-surga, dan kenikmatan yang kekal. Mari, sekarang kami akan tunjukkan beberapa amal saleh.
Saya yang akan menyebutkannya, sedangkan Anda menghafal dan mencatatnya ya…
Di antara amal-amal tersebut adalah: (1) Salat Wajib, (2) Puasa sunah, (3) Wukuf di Arafah, (4) Bersedekah, (5) Membaca tahlil (Laa ilaaha illallaah), tasbih (Subhanallaah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allaahu Akbar), dan (6) Membaca kalimat ‘Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh’ adalah harta karun (HR. Bukhari dan Muslim), (7) Mengikuti bacaan muadzin, (8) Beristighfar, (9) Berdoa, (10) Bershalawat kepada Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, (11) Membaca al-Quran serta mentadaburinya, menghafalnya, mempelajarinya, membaca tafsirnya, dan mengajarkannya, terutama mengajarkan al-Fatihah untuk anak-anak, (12) Taubat, (13) Berbakti kepada orang tua, (14) Menjalin hubungan dengan kerabat dan teman-teman orang tua, (15) Memuliakan tamu dan mengantarnya, maksudnya ketika dia hendak pulang, Anda ikut keluar menyertai dia,
(16) Berperilaku baik dengan tetangga, (17) Menyebarkan salam, (18) Memberi makanan, (19) Bertutur kata yang baik, (20) Salat malam, (21) Salat sunah rawatib, (22) Salat Ḍuḥā, (23) Zikir pagi dan sore, serta zikir-zikir lain dalam berbagai kesempatan, seperti (24) Doa ketika masuk dan keluar masjid, (25) Doa ketika masuk rumah, (26) Doa sebelum tidur, dan banyak sekali doa yang lainnya, (27) Tidur dalam keadaan berwudu, (28) Mandi untuk salat Jumat, (29) Menggunakan wewangian untuk salat Jumat, (30) Datang ke masjid lebih awal, dan (31) Duduk di dekat imam, (32) Mengisi shaf yang kosong. Ini semua adalah amal saleh, bahkan ketika berjalan melangkah untuk menutup shaf yang kosong dan menyamakan shaf dari kedua sisinya, mengisi shaf terdepan dulu baru shaf belakangnya,
kemudian (33) Tersenyum, (34) Merenungkan tanda-tanda keagungan Allah di alam ini, seperti matahari, bulan, dan bintang, (35) Menahan diri dan bersabar terhadap perilaku buruk muslim yang lain, serta bergaul dengan baik, berkasih sayang, dan berlemah lembut kepada mereka, (36) Menampakkan wajah yang ceria, (37) Mengendalikan amarah, tidak marah, (38) Memenuhi janji, (39) Salat Taubat, (40) Salat dua rakaat setelah wudu, (41) Memberi nasehat, (42) Mengajari orang yang tidak paham, (43) Mengajak pada kebaikan dan mencegah terjadinya kemungkaran (amar maruf nahi munkar), (44) Menolong orang yang terzalimi, (45) Menundukkan pandangan, (46) Mengunjungi saudara sesama muslim,
(47) Datang melayat jenazah, (48) Mengunjungi orang yang tertimpa musibah, (49) Menjenguk orang yang sakit, (50) Memenuhi undangan saudara Anda, (51) Menghibur orang yang sedang bersedih hingga sirna murung di wajahnya, (52) Selepas salat menunggu salat berikutnya, (53) Mendatangi pengajian di masjid, menjawab bacaan muazin (lihat no. 7), (54) Memuliakan orang yang berilmu, (55) Membantah pemikiran menyimpang, (56) Menyebarkan sunah Nabi, (57) Memberikan hadiah, (58) Berjabat tangan karena Allah, (59) Memuliakan orang yang lebih tua, (60) Melunasi hutang orang yang terlilit hutang, (61) Menghutangi orang yang membutuhkan, (62) Memberi penundaan bagi orang yang kesulitan melunasi hutang, (63) Membatalkan hutang atau meringankannya, (64) Membantu melunasi hutang orang-orang yang terlilit hutang,
(65) Mencukupi kebutuhan orang-orang yang sedang kesulitan, 66) Memberikan rekomendasi dalam kebaikan, (67) Menghilangkan kekecewaan orang lain, yaitu dalam akad jual beli atau sewa menyewa, Anda menyetujuinya membatalkan akad atau Anda relakan hak Anda, padahal dia sudah terikat pada akad tersebut (iqalatu al-bai’), (68) Menyingkirkan gangguan, (69) Memudahkan dalam berjual beli, (70) Menutupi aib muslim yang lain, (71) Memelihara anak yatim, (72) Menolong para janda dan membantu kebutuhan dan urusan mereka, (73) Membangun masjid, (74) Menunjukkan kebaikan, (75) Mencetak buku, (76) Menyebarkan ilmu di dunia maya, (77) Memberi nasehat ataupun mendengarkannya, (78) Memberikan hadiah kepada fakir miskin, misalnya, memberikan kambing agar mereka dapat berkurban, (79) Menikah, dan ini adalah amal saleh yang sangat agung, termasuk juga menolong orang yang hendak menikah,
(80) Menikahkan orang yang tidak mampu, (81) Mendamaikan dua orang yang berselisih, (82) Bersahabat dengan orang yang baik, (83) Memberikan wakaf, Anda berwakaf karena Allah, (84) Haji mabrur, (85) Mencintai karena Allah, (86) Memberi maaf, (87) Anda membantu orang yang bekerja atau Anda bantu orang yang tidak punya pekerjaan (HR. Muslim), atau (88) Memberi pelatihan secara gratis atau mengajarkan keterampilan tertentu, misalnya pemrograman, (89) Membuat orang senang, memberi makan (lihat no. 18), (90) Membelai kepala anak yatim, begitu pula (91) Menjaga wudu, setiap kali wudu Anda batal, Anda berwudu lagi, (92) Menanggung kebutuhan anak-anak perempuan dan saudara-saudara perempuan, (93) Menafkahi anak dan istri, (94) Seora g istri yang memenuhi ajakan suaminya untuk tidur (jima’), taat kepadanya, dan memelihara rumahnya, (95) Membersihkan masjid, (96) Memberikan air dengan berbagai cara untuk mendatangkan air, seperti menggali sumur, membuat parit, menyediakan lemari es, (97) Berterima kasih, memberi imbalan, dan mendoakan orang yang berbuat baik kepada Anda, oleh karena itu mengucapkan “Jazākallāhu khairā” (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) adalah amalan yang agung,
(98) Menangis karena Allah, (99) Memohon mati syahid kepada Allah, (100) Berkumpul ketika makan, (101) Mengenakan pakaian putih, (102) Menyemir uban (dengan warna selain hitam), (103) Menanam tanaman dengan niat baik, memenuhi hajat dan kebutuhan kaum muslimin (lihat no. 65), (104) Memohonkan ampun untuk kaum muslimin yang pria ataupun wanita, (105) Menjaga kehormatan pasangannya (suami istri), (106) Mengharap pahala ketika meruqyah, maksudnya Anda meruqyah dengan gratis, membacakan ruqyah, ruqyah! (107) Menolong anak-anak Anda, (108) Memandikan dan mengkafani jenazah dengan hanya mengharap pahala, (109) Membunuh cicak, (110) Menyegerakan berbuka ketika puasa dan (111) Mengakhirkan makan sahur, (112) Memberikan ucapan selamat kepada seorang muslim atas nikmat yang dia dapatkan, (113) Anda menulis wasiat sesuai syariat, (114) Memberi pakaian kepada seorang muslim, (115) Mendahulukan kaki kanan ketika memakai sandal dan mendahulukan kaki kiri saat melepasnya, (116) Minum sambil duduk, (117) Men-talqin “Lā ilāha illallāh” kepada orang yang hampir meninggal,
(118) Mengawali segala perkara yang baik dengan lafal “Bismillāh”, (119) Merutinkan menggunakan siwak, (120) Melunasi hutang dengan yang lebih baik, (121) Salat Istikhārah, (122) Sujud syukur, (123) Membatalkan sumpah karena alasan yang dibenarkan syariat dengan tetap melakukan kafārahnya, (124) Membantu istri di rumah, (125) Berjalan ke masjid, (126) Salat menghadap sutrah, (127) Memperbagus bacaan al-Quran, (128) Izin sebelum masuk suatu tempat, (129) Menahan (menutup mulut) ketika menguap, (130) Menggemukkan binatang kurban, (131) Duduk setelah Salat Subuh hingga matahari terbit, (132) Mengirimkan hewan sembelihan ke kota Mekkah bagi orang yang tidak berhaji, ini adalah salah satu sunah yang dilupakan, mengirimkan hewan sembelihan ke kota Mekkah bagi orang yang tidak berhaji, seseorang mengirimkan binatang sembelihan ke Mekkah untuk disembelih di sana (133) Memerintahkan istri dan anak untuk melaksanakan salat, (134) Salat dua rakaat ketika masuk rumah dan sebelum keluar rumah,
(135) Mengusap wajah dengan telapak tangan ketika terbangun dari tidur untuk Salat Malam kemudian (136) Membaca beberapa ayat terakhir surat Ali Imran, (137) Menyempurnakan wudu, (138) Mendoakan orang yang bersin, (139) Memberi arahan orang yang tanya jalan jika membutuhkan, (140) Mengucapkan “Subḥānal malikil quddūs” tiga kali setelah Salat Witir, (141) Tidur dalam keadaan suci, (142) Menenangkan orang sedang panik, (143) Memberi tempat istirahat bagi musafir, (144) Memberikan wewangian untuk masjid, (145) Menjadi haji pengganti untuk keluarganya dengan cara yang baik, atau untuk keluarga yang di penjara atau yang semisalnya, (146) Membagi-bagikan mushaf al-Quran di masjid-masjid,
(147) Menyebarkan ilmu melalui aplikasi, situs web, channel, siaran TV dan radio, dan media-media lainnya, (148) Menyelenggarakan pembelajaran, kajian, dan daurah-daurah ilmiah, (149) Salat ‘Idul Aḍḥā, (150) Meminjamkan pakaian, perhiasan, perabotan, perkakas, atau segala hal yang bermanfaat, (151) Mendirikan lembaga dan yayasan amal, (152) Menanggung kebutuhan orang yang sedang melaksanakan haji, atau (153) Anda membiayai orang pergi berhaji, (154) Meringankan beban penuntut ilmu dan menanggung kebutuhan mereka, (155) Menyusun untuk anak-anak kaum muslimin buku atau aplikasi yang bermanfaat untuk mereka, (156) Menukil ilmu dengan amanah, “Semoga Allah memuliakan orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia menjaganya, menghafalnya, dan menyampaikannya pada orang lain.” (HR. Tirmizi),
(157) Membela kehormatan kaum muslimin, (158) Mendengarkan Al-Quran, (159) Memberi hadiah dan motivasi dalam ilmu dan kebaikan, (160) Berkasih sayang dengan anak-anak, (161) Mengingatkan orang saat ada momen-momen kebaikan, (162) Menjaga dan menunaikan amanah, (163) Mengobati orang sakit karena Allah, bagi mereka yang ahli dalam hal tersebut, (164) Berbuat baik kepada binatang dan burung.
Inilah sejumlah amal kebaikan dan amal saleh. Semoga kita bisa mengamalkan sebagiannya dalam sepuluh hari bulan Dzulhijjah ini. Kita memohon kepada Allah subhānahu wa ta’alā agar menerima amal-amal kita
dan menolong kita agar selalu mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya, dan beribadah dengan baik kepada-Nya.
Mau Bahagia Dunia & Akhirat? Lakukan Amalan Ini! – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr Dan salah satu faedah dari kisah ini bahwa takwa kepada Allah dan menjalankan tuntutan iman termasuk sebab-sebab untuk meraih kenikmatan dunia, keturunan yang banyak, rezeki, dan kekuatan tubuh. Faedah ini dapat diambil dari kisah Nabi Nuh dalam surat Nuh ketika beliau menyeru kaumnya …
Nasehat Salaf Untuk Pemuda: Bekerjalah! – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama
Di antara nasehat para salaf bagi para pemuda adalah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya yang berjudul al-Wara’: Dari Abdul Wahab ats-Tsaqafi ia berkata, Ayyub as-Sikhtiyani mendatangi kami lalu berkata, “Wahai para pemuda, bekerjalah!” “Wahai para pemuda, bekerjalah! …sehingga kalian tidak perlu mendatangi pintu-pintu rumah mereka.” Lalu ia menyebutkan orang-orang yang ia benci. Lalu ia menyebutkan orang-orang yang ia benci.
“Bekerjalah!” Lihat para salaf rahimahumullahu Ta’ala menghimpun dalam nasehat mereka bagi para pemuda agar memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu dan hendaknya setiap mereka juga memiliki pekerjaan yang dengan pekerjaan itu ia dapat memperoleh harta atau rezeki untuk menafkahi dirinya serta keluarga dan anaknya kelak, dan janganlah ia menjadi beban bagi orang lain. Jika ia telah lanjut usia maka ia tidak butuh lagi untuk pergi kepada Si Fulan dan Si Fulan untuk meminta bantuan, pertolongan, dan lain sebagainya. Namun hendaklah ia memiliki pekerjaan dan suatu pintu yang dapat ia gunakan untuk memperoleh rezeki.
Dan rezeki yang paling banyak membawa berkah, manfaat, dan kebaikan adalah rezeki yang berasal dari usahanya sendiri. Maka hendaklah di masa mudanya, seseorang memiliki pekerjaan yang dia kuasai dan ia menjalani pekerjaan atau keterampilan tersebut untuk memperoleh rezeki, di samping ia juga tetap menjalani prosesnya dalam menuntut dan mencari ilmu.