Belum Punya Anak? Simak Nasihat Syaikh yang Akan Membuat Hatimu Kembali Tenang

Qurratu ‘ain bermakna ketetapan hati, kedamaian, dan ketenangan batin. Jadi, Anda memohon kepada Allah agar menganugerahkan ketenangan hati tersebut melalui pasangan Anda. Permohonan ini mencakup pasangan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

Adapun di akhirat, seseorang tidak mungkin berpasangan kecuali jika ia berada di surga. Sebab di surgalah ia akan memiliki pasangan. Sedangkan di dunia, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salehah.

Diriwayatkan secara shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga hal yang termasuk dalam kebahagiaan…” Nabi menyebutkan salah satunya adalah ketika seseorang dianugerahi istri yang salehah selama hidup di dunia.

Maka dari itu, wahai saudaraku muslim, hendaklah Anda memohon kepada Allah agar dikaruniai istri yang benar-benar menjadi penyejuk pandangan bagi Anda. Lihat, inilah kesempurnaan dalam berdoa! Jangan hanya sekadar meminta kecantikan. Jangan sekadar meminta harta. Jangan sekadar meminta kriteria-kriteria tertentu yang bersifat materi. Pasrahkanlah urusan itu sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mintalah agar Anda mendapat istri yang salehah, dan ia menjadi penyejuk pandangan bagi Anda. Allah ‘Azza wa Jalla jauh lebih mengetahui apa yang terbaik bagi Anda daripada diri Anda sendiri. Terkadang di waktu tertentu ada hal yang mengganggu dan tidak baik padanya. Namun, yang menjadi tolak ukur sebenarnya adalah akhir dan penutup dari segala urusan. “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk pandangan bagi kami.” (QS. Al-Furqan: 74).

Saat Anda merenungkan ketika meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla penyejuk pandangan pada keturunan, ketahuilah bahwa terkadang bentuk “penyejuk” itu justru berupa tidak diberinya keturunan. Saya mulai dengan membahas kondisi “tidak diberi” ini sebelum membahas kondisi “diberi”. Sebab, di antara bentuk nikmat Allah ‘Azza wa Jalla atas sebagian hamba-Nya adalah ketika Allah tidak memberinya keturunan. sebab di antara keturunan ada yang bisa menjadi sebab kebinasaan bagi orang tuanya.

Bukankah ada kisah Musa bersama Khidir, dan mereka berdua adalah Nabi ‘alaihimassalam. Nabi Khidir membunuh seorang anak karena khawatir anak itu menjadi sebab kebinasaan kedua orang tuanya. Jadi, sebagian keturunan bisa saja menjadi penyebab hancurnya hidup orang tua, baik di dunia maupun di akhirat. Hancur di dunia karena terus-menerus didera kegundahan dan kesedihan karena ulah sang anak, serta berbagai kesulitan hidup lainnya yang menyengsarakan. Hingga hancur di akhirat, karena sang anak justru menjadi sebab bagi kesesatan orang tuanya.

=====

قُرَّةُ الْعَيْنِ هِيَ اسْتِقْرَارُهَا وَطُمَأْنِينَتُهَا فَأَنْتَ تَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَهَبَ لَكَ مِنْ أَزْوَاجِكَ فَيَشْمَلُ ذَلِكَ أَزْوَاجَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

أَمَّا الْآخِرَةُ فَلَا يَكُونُ لِلْمَرْءِ أَزْوَاجًا إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي الْجَنَّةِ فَإِنَّهُ يَكُونُ لَهُ زَوْجٌ وَأَمَّا فِي الدُّنْيَا فَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

وَثَبَتَ عَنْهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ ثَلَاثٌ مِنَ السَّعَادَةِ وَذَكَرَ مِنْ هَذِهِ السَّعَادَةِ أَنْ يُرْزَقَ الْمَرْءُ زَوْجَةً صَالِحَةً فِي الدُّنْيَا

إِذًا أَيُّهَا الْمُسْلِمُ أَنْتَ تَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَهَبَ لَكَ الزَّوْجَةَ الَّتِي تَقَرُّ عَيْنُكَ بِهَا انْظُرْ هَذَا هُوَ كَمَالُ الدُّعَاءِ لَا تَسْأَلْ جَمَالًا لَا تَسْأَلْ مَالًا لَا تَسْأَلْ تَفْصِيلًا مُعَيَّنًا كِلِ الْأَمْرَ لِلَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

وَاسْأَلْهُ أَنْ تَكُونَ امْرَأَةً صَالِحَةً وَأَنْ تَكُونَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَكَ وَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَعْلَمُ بِكَ مِنْ نَفْسِكَ قَدْ يَكُونُ فِي بَعْضِ أَوْقَاتِهَا ضَيْرٌ وَسُوءٌ لَكِنَّ الْعِبْرَةَ بِالْخَوَاتِيمِ وَأَوَاخِرِ الْأَمْرِ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

عِنْدَمَا تَتَأَمَّلُ أَنَّكَ حِينَمَا تَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قُرَّةَ الْعَيْنِ بِالذُّرِّيَّةِ إِنَّ قُرَّةَ الْعَيْنِ بِالذُّرِّيَّةِ تَارَةً تَكُونُ بِالْحِرْمَانِ وَأَبْدَأُ بِالْحِرْمَانِ قَبْلَ الْإِعْطَاءِ إِنَّ مِنْ نِعْمَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى بَعْضِ النَّاسِ أَنْ يَحْرِمَهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الذُّرِّيَّةَ إِذْ مِنَ الذُّرِّيَّةِ مَنْ يَكُونُ هَلَاكُ الْمَرْءِ بِهِمْ

لَمْ تَكُ قِصَّةُ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ مَعَ الْخَضِرِ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَقَدْ كَانَا نَبِيَّيْنِ عَلَيْهِمَا الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فَقَتَلَ رَجُلًا لِكَوْنِهِ خَشِيَ أَنْ يَكُونَ مُهْلِكًا لِوَالِدَيْهِ إِذًا قَدْ يَكُونُ بَعْضُ الذُّرِّيَّةِ سَبَبًا لِهَلَاكِ وَالِدَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ هَلَاكِ الدُّنْيَا بِالْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْأُمُورِ الشَّدِيدَةِ وَفِي الْآخِرَةِ بِأَنْ يَكُونَ سَبَبًا فِي إِضْلَالِهِمَا

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.