Pada bulan Ramadhan, banyak orang yang membaca Kitab Allah ‘Azza wa Jalla. Tentu ini bagus, keutamaannya amat besar dan agung. Namun, setelah Ramadhan berlalu, sering kali Al-Qur’an kembali ditinggalkan hingga datang Ramadhan berikutnya, hanya tersimpan di rak-rak buku. Apa nasihat Anda bagi kami dan segenap kaum muslimin dalam menghadapi hal ini?
Kami menasihatkan kepada seluruh kaum muslimin, terutama para penghafal Al-Qur’an, agar senantiasa membaca Al-Qur’an. Tujuannya agar mereka meraih pahala dan hubungan dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla tetap kuat. Hendaknya pula mereka tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja, kecuali dalam kebaikan, baik ucapan maupun perbuatan.
Saya sangat menganjurkan bagi saudara-saudaraku, para penghafal Al-Qur’an, untuk untuk menjaga hafalannya. Sebab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan hal tersebut. Beliau bersabda: “Jagalah Al-Qur’an! Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh hafalan Al-Qur’an itu lebih cepat hilangnya daripada seekor unta yang lepas dari ikatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Atau beliau bersabda dengan redaksi: “…lebih cepat lepas daripada unta dari ikatannya.”Maka para penghafal Al-Qur’an sepatutnya tidak mengabaikannya. Sebab, sikap abai dan berpaling dari Al-Qur’an hingga hafalannya hilang dapat berkonsekuensi dosa besar.
Ada satu perkara penting di sini yang ingin saya ingatkan, karena ada sebagian pemuda yang takut menghafal Al-Qur’an. Mereka berkata: “Saya tidak mau menghafal Al-Qur’an karena khawatir nanti akan lupa, sehingga saya berdosa karenanya.” Ini tidak diragukan lagi adalah bentuk bisikan setan dan upaya setan dalam menghalanginya dari kebaikan.
Wahai Saudaraku, selagi Anda masih muda, hafalkanlah Al-Qur’an. Jagalah hafalan Al-Qur’an dan mohonlah pertolongan kepada Allah agar dimudahkan. Teruslah tekun agar ayat-ayat tersebut tetap teguh di dalam hati Anda. Apabila Anda lupa suatu ayat, padahal Anda sudah berusaha, maka Anda sama sekali tidak berdosa.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengimami shalat pada suatu malam, dan beliau terlupa satu ayat saat membacanya. Lalu Ubay bin Ka’ab mengingatkan beliau setelah shalat selesai. Beliau bertanya: “Mengapa tadi engkau tidak segera mengingatkanku?”
Di lain waktu, beliau melewati seseorang yang sedang membaca Al-Qur’an, lalu beliau bersabda: “Semoga Allah merahmati si Fulan, ia telah mengingatkanku pada suatu ayat yang sempat aku dilupakan darinya.”
Kesimpulannya, jika seseorang sudah bertekad kuat menghafal Al-Qur’an dan rajin mengulangnya, lalu lupa beberapa darinya, maka tidak diragukan bahwa ia tidaklah berdosa.
Maka bagi Anda, wahai para pemuda, hendaknya memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Mintalah pula pertolongan kepada-Nya ‘Azza wa Jalla dalam menghafalkan Kitab suci-Nya. Mulailah langkah Anda untuk menghafal Al-Qur’an sekarang juga. Jagalah pula waktu Anda agar tidak terbuang sia-sia tanpa memberikan manfaat.
Alhamdulillah, di negeri kita ini banyak halaqah Al-Qur’an. Mulai dari halaqah hafalan hingga kelas khusus untuk kelancaran membaca Al-Qur’an. Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar ini juga tersebar di seluruh negeri muslim dan bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
=======
تَقُولُ فِي رَمَضَانَ يَكْثُرُ الْقُرَّاءُ لِكِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهَذَا طَيِّبٌ وَفَضْلُهُ كَبِيرٌ وَعَظِيمٌ وَلَكِنْ بَعْدَ رَمَضَانَ قَدْ يُهْجَرُ هَذَا الْقُرْآنُ حَتَّى يَأْتِيَ رَمَضَانُ الْآخَرُ وَيَبْقَى عَلَى الرُّفُوفِ فَمَاذَا تَنْصَحُونَنَا َتَنْصَحُونَ الْمُسْلِمِينَ بِهَذَا
ننْصَحُ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِينَ وَلَا سِيَّمَا حَفَظَةُ الْقُرْآنِ أَنْ يَتَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ بِالتِّلَاوَةِ لِيَنَالُوا الْأَجْرَ وَيَكُوْنَ بِارْتِبَاطٍ مَعَ كَلَامِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَلَّا يَدَعُوا وَقْتًا مِنْ أَوْقَاتِهِمْ إِلَّا وَلَهُمْ فِيهِ خَيْرٌ مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَحُثُّ إِخْوَانِي حُفَّاظَ الْقُرْآنِ عَلَى تَعَاهُدِهِ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِذَلِكَ فَقَالَ تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا أَوْ قَالَ تَفَصِّيًا مِنَ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا فَيَنْبَغِي لِحَفَظَةِ الْقُرْآنِ أَلَّا يُهْمِلُوهُ لِأَنَّ إِهْمَالَهُ وَالْإِعْرَاضَ عَنْهُ حَتَّى يُنْسَى قَدْ يَكُونُ فِيهِ إِثْمٌ كَبِيرٌ
وَهُنَا مَسْأَلَةٌ أُحِبُّ أَنْ أُنَبِّهَ عَلَيْهَا وَهِيَ أَنَّ بَعْضَ الشَّبَابِ يَتَهَيَّبُ مِنْ حِفْظِ الْقُرْآنِ وَيَقُولُ أَنَا لَا أَحْفَظُهُ أَخْشَى أَنْ أَنْسَاهُ فَأَكُونَ عَلَى إِثْمٍ وَهَذَا لَا شَكَّ مِنْ وَسَاوِسِ الشَّيْطَانِ وَتَثْبِيْطِهِ عَنِ الْخَيْرِ
فَأَنْتَ يَا أَخِي مَا دُمْتَ فِي زَمَنِ الشَّبَابِ احْفَظِ الْقُرْآنَوَتَعَاهَدْهُ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ عَلَيْهِ وَاحْرِصْ عَلَى ثَبَاتِهِ فِي قَلْبِكَ وَإِذَا نَسِيتَ آيَةً مَعَ الِاجْتِهَادِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْكَ إِطْلَاقًا
فَقَدْ ثَبَتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ يَوْمٍ بَلْ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ وَقَرَأَ وَنَسِيَ آيَةً مِنَ الْقُرْآنِ فَذَكَّرَهُ بِهَا أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَقَالَ هَلَّا كُنْتَ ذَكَّرْتَنِيهَا
وَمَرَّ بِرَجُلٍ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَقَالَ يَرْحَمُ اللَّهُ فُلَانًا لَقَدْ ذَكَّرَنِي آيَةً كُنْتُ نُسِيتُهَا
فَالْحَاصِلُ أَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا اجْتَهَدَ وَحَفِظَ الْقُرْآنَ وَتَعَاهَدَهُ ثُمَّ نَسِيَ مِنْهُ مَا نَسِيَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لَا شَكَّ
فَعَلَيْكَ أَيُّهَا الشَّابُّ أَنْ تَتَعَوَّذَ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَأَنْ تَسْتَعِينَ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى حِفْظِ كِتَابِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَأَنْ تَبْدَأَ بِحِفْظِ الْقُرْآنِ وَأَنْ تَحْفَظَ أَوْقَاتَكَ مِنْ إِضَاعَتِهَا بِلَا فَائِدَةٍ
وَفِي بِلَادِنَا وَلِلَّهِ الْحَمْدُ حَلَقَاتٌ كَثِيرَةٌ مِنْ حِلَقِ تَعْلِيمِ الْقُرْآنِ حِفْظًا وَنَظَرًا فَنَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى أَنْ يَعُمَّ بِهَا جَمِيعَ بِلَادِ الْإِسْلَامِ وَأَنْ يَنْفَعَ بِهَا عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِينَ