Ketika Hatimu Condong pada Kebaikan – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Ketika Hatimu Condong pada Kebaikan – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

ثُمَّ تَأَمَّلْ رَعَاكَ اللهُ فِي تَمَامِ هَذَا السِّيَاقِ فِي هَذِهِ الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ

Kemudian, -semoga Allah menjaga Anda.- Perhatikanlah penghujung kalimat pada ayat yang mulia ini

قَالَ: وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ- اَلْأَنْفَالُ: ٢٤

Allah berfirman, “Dan ketahuilah bahwa Allah-lah yang menghalangi antara manusia dan hatinya.” (QS. Al-Anfal: 24)

اِنْتَبِهْ تَيَقَّظْ- وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ- الْأَنْفَالُ: ٢٤

Sadar dan bangunlah! “Dan ketahuilah bahwa Allah-lah yang menghalangi antara manusia dan hatinya.” (QS. Al-Anfal: 24)

وَهَذَا تَنْبِيهٌ وَإِيْقَاظٌ لِلْقُلُوبِ إِذَا أَقْبَلَ عَلَيْكَ الْخَيْرُ

Ini adalah peringatan dan penggugah jiwa, bahwa ketika kebaikan mendatangi Anda.

أَقْبَلَتْ عَلَيْكَ مَوَاسِمُهُ فَاغْتَنِمْهَا

Ketika datang kepada Anda musim-musim kebaikan, maka manfaatkan baik-baik.

إِذَا وَجَدْتَ مِنْ صَدْرِكَ شَيئًا مِنَ الْاِنْشِرَاحِ لِلطَّاعَةِ

Ketika Anda dapati kelapangan dalam dada Anda untuk berbuat ketaatan

وَالْإِقْبَالِ عَلَى الْعِبَادَةِ إِيَّاكَ ثُمَّ إِيَّاكَ أَنْ تُسَوِّفَ

dan kecondongan untuk melakukan ibadah, waspadalah dan waspadalah! Jangan sampai Anda menangguhkannya

أَوْ أَنْ تُؤَجِّلَ أَوْ أَنْ تُؤَخِّرَ عَمَلَ الْيَوْمِ إِلَى الْغَدِ

atau menundanya, atau mengakhirkan yang bisa diamalkan hari ini hingga esok hari!

اِحْذَرْ أَشَدَّ الْحَذَرِ مِنْ ذَلِكَ

Berhati-hatilah dengan perbuatan seperti itu!

فَهَذِهِ النَّفْسُ الَّتِي قَدْ تُقْبِلُ حِيْنًا مِنَ الدَّهْرِ عَلَى الْخَيْرِ

Karena jiwa ini, yang terkadang condong pada kebaikan pada waktu tertentu,

فَتُسَوِّفُ أَنْتَ يَا صَاحِبَهَا وَتُؤَجِّلُ

namun Anda, sang pemilik jiwa, memilih untuk menunda dan mengakhirkannya.

قَدْ لَا تُقْبِلُ مَرَّةً أُخْرَى

Terkadang jiwa ini terlanjur enggan pada kebaikan.

أَنَّ اللهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ- الْأَنْفَالُ: ٢٤

“Karena Allah yang menghalangi antara manusia dan hatinya.” (QS. Al-Anfal: 24)

قَدْ لَا تُقْبِلُ مَرَّةً أُخْرَى

Terkadang jiwa terlanjur enggan pada kebaikan.

وَكَمْ مِنْ إِنْسَانٍ أَقْبَلَتْ نَفْسُهُ فَأَعْرَضَ عَنْ إِقْبَالِهَا

Karena betapa banyak orang yang jiwanya menginginkan kebaikan namun dia palingkan jiwanya darinya,

وَأَجَّلَ فِي الطَّاعَةِ وَسَوَّفَ

dan dia menunda-nunda dalam ketaatan tersebut dan menangguhkannya.

ثُمَّ بَقِيَتْ مُدْبِرَةً إِلَى أَنْ مَاتَ

Kemudian akhirnya jiwanya terus-menerus enggan hingga ajal tiba.

ثُمَّ بَقِيَتْ مُعْرِضَةً إِلَى أَنْ مَاتَ

Akhirnya jiwanya terus-menerus berpaling hingga ajal menjemput.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ- الْأَنْفَالُ: ٢٤

Dan ketahuilah, …”Dan ketahuilah bahwa Allah-lah yang menghalangi antara manusia dan hatinya.” (QS. Al-Anfal: 24)

لَيْسَ كُلُّ وَقْتٍ تُقْبِلُ النَّفْسُ لَيْسَ كُلُّ الْوَقْتِ يَنْشَرِحُ الصَّدْرُ

Tidak setiap waktu jiwa ini condong pada kebaikan dan tidak setiap saat hati ini terasa lapang.

فَإِذَا وَجَدَ الْإِنْسَانُ مِنْ نَفْسِهِ شَيْئًا مِنَ الْاِنْشِرَاحِ وَالْإِقْبَالِ

Jadi, ketika seseorang dapati dalam dirinya kelapangan dan kecondongan pada kebaikan,

فَلْيَغْتَنِمْ ذَلِكَ وَلْيُبَادِرْ وَلْيُسَارِعْ

hendaknya dia manfaatkan itu baik-baik, bersegera, dan langsung memenuhi

إِلَى الْاِسْتِجَابَةِ لِلهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

panggilan tersebut karena Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi.

وَالنَّفْسُ لَهَا إِقْبَالٌ وإِدْبَارٌ

Karena jiwa kadang condong pada kebaikan dan kadang berpaling darinya,

تُقْبِلُ وَتُدْبِرُ

kadang menginginkannya dan kadang enggan…

وَالْعَاقِلُ يَغْتَنِمُ… يَغْتَنِمُ إِقْبَالَ نَفْسِهِ

Dan orang cerdas akan memanfaatkan kesempatan ketika jiwanya sedang condong pada kebaikan.

وَيَحْرِصُ عَلَى اغْتِنَامِ ذَلِكَ

Dan bersungguh-sungguh untuk memaksimalkan kesempatan tersebut.

فِي مَوَاسِمِ الْخَيْرَاتِ وَخَاصَّةً رَمَضَانَ تَتَهَيَّجُ النُّفُوسُ وَتَتَحَرَّكُ

Pada musim-musim kebaikan, terutama bulan Ramadan, jiwa akan bergelora dan bersemangat,

وَيَحْصُلُ مِنْهَا إِقْبَالٌ

sehingga memunculkan kecondongan pada kebaikan.

هَذَا يَنْبَغِي أَنْ يُغْتَنَمَ فِي تَحْقِيقِ الْاِسْتِجَابَةِ لِلهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

Seperti ini harus dimanfaatkan untuk menjawab seruan Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.