Maka, waspadalah terhadap dirimu sendiri. Oleh karena itu, disebutkan dalam sebuah hadis: “Sungguh, ada seseorang yang beramal dengan amalan penduduk surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal satu hasta saja, tapi takdir mendahuluinya. Lalu ia justru melakukan amalan penduduk neraka dan wafat dalam keadaan itu…” (HR. Bukhari dan Muslim). Begitu pula sebaliknya.Namun, terdapat sebuah riwayat yang menjelaskan: “Berdasarkan apa yang tampak di mata manusia.” Yaitu seseorang yang terlihat melakukan amalan penduduk surga hanya dalam pandangan manusia saja.
Maka dari itu, saya mengingatkan diri saya sendiri sebelum mengingatkan kalian, mengenai perkara-perkara tersembunyi di kala sunyi. Perhatikanlah apa yang Allah lihat darimu, bukan pada apa yang tampak di mata manusia. Jika engkau melakukan apa yang Allah kehendaki sesuai dengan apa yang Dia ridhai, semata-mata demi meraih keridhaan-Nya dan mengharap apa yang ada di sisi-Nya, maka engkau berada dalam kebaikan.
Perbanyaklah amalan antara engkau dan Allah yang tak seorang pun manusia mengetahuinya. Perbanyaklah ketaatan di kala sunyi, karena itu adalah penolongmu dengan izin Allah, sebagaimana dosa di kala sunyi itu sangat membinasakan. Dosa yang dilakukan saat sendirian itu merusak dan menyengsarakan, menyeret pelakunya menuju kehancuran dan kenistaan, serta melemahkan ketakwaan dan imannya.
Sebagaimana dosa di kala sunyi berdampak buruk, maka ketaatan di kala sunyi pun berdampak besar, mulai dari Shalat Malam hingga sedekah secara sembunyi-sembunyi. Berupa infak dan berbuat baik kepada yang memerlukan, tanpa ada seorang pun yang tahu.
Berupa puasa dan Shalat Malam yang tak diketahui siapa pun, hingga tetesan air mata yang jatuh (di kesunyian).
Itulah mengapa di antara tujuh golongan yang Allah naungi di bawah naungan-Nya, pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, terdapat amalan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi: “Seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu meneteslah air matanya,” (HR. Bukhari dan Muslim). “Seseorang yang bersedekah hingga tangan kirinya tak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya.” Maka, perkara-perkara inilah yang menjadi penolongmu.
Dalam pengajaran ilmu kepada orang lain, waspadalah, jangan sampai engkau mengajar, tapi justru menyelisihinya. Sebab itulah, ada orang yang menyeret ususnya, dan ia berputar-putar seperti penggilingan di dalam neraka Jahanam, layaknya seekor keledai. Ia adalah orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, tapi ia sendiri tidak mengamalkannya. “Bukankah engkau dulu mengajari kami?” Ia menjawab: “Dulu aku memerintah dan melarang kalian, tapi aku sendiri tidak menaatinya.” Maka waspadalah! Jagalah dirimu sendiri dari segala perkara rahasiamu di hadapan Rabbmu.
Jagalah matamu, telingamu, lisanmu, dan kemaluanmu. Selalulah engkau merasa diawasi oleh Allah, sebelum engkau merasa diawasi oleh makhluk-Nya. Oleh sebab itu, ada golongan yang pahala kebaikan mereka sirna meski sebesar gunung-gunung di Tihamah, Allah menjadikannya debu yang beterbangan. Seorang Sahabat Nabi bertanya: “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Karena jika mereka sedang sendirian, mereka berani melanggar larangan-larangan Allah.” (HR. Ibnu Majah, disampaikan secara makna).
Waspadalah terhadap dosa yang dilakukan saat sendirian. Semoga Allah melindungi kita semua, membimbing kita, menjadi penolong saat kita sedang sendirian. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan kejahatan amal perbuatan kami. Jadi, inilah yang menentukan akhir kehidupan. Segala perbuatanmu, dan apa yang engkau lakukan, engkaulah orang yang paling tahu tentang dirimu sendiri. Engkaulah yang paling tahu tentang apa yang kau perbuat, kau nafkahkan, dan kau niatkan. Lalu apa yang kau inginkan? Kejarlah apa yang ada di sisi Allah, karena apa yang ada pada manusia akan sirna, sedangkan apa yang ada di sisi Allah akan kekal.
=====
فَانْتَبِهْ لِنَفْسِكَ وَلِذَلِكَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّ الرَّجُلَ يَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَمُوتُ عَلَى ذَلِكَ وَالْعَكْسُ لَكِنْ هُنَاكَ رِوَايَةٌ فِيمَا يَظْهَرُ لِلنَّاسِ أَنَّ الرَّجُلَ يَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَظْهَرُ لِلنَّاسِ
إِذًا أُنَبِّهُ نَفْسِي قَبْلَكُمْ فِي أُمُورِ الْخَفَاءِ احْرِصْ عَلَى مَا يَرَى اللهُ مِنْكَ لَا مَا يَرَاهُ النَّاسُ مِنْكَ فَإِنْ كُنْتَ تُمَارِسُ مَا يُرِيدُهُ اللهُ وِفْقَ مَا أَرَادَ اللهُ بِمَا يُرْضِي اللهَ نَظَرًا فِيمَا عِنْدَ اللهِ فَأَنْتَ عَلَى خَيْرٍ
وَأَكْثِرْ مِنَ الْأُمُورِ الَّتِي بَيْنَكَ وَبَيْنَ اللهِ لَا يَعْلَمُهَا النَّاسُ طَاعَاتُ الْخَلَوَاتِ أَكْثِرْ مِنْهَا فَهِيَ مُعِينَةٌ بِإِذْنِ اللهِ كَمَا أَنَّ ذُنُوبَ الْخَلَوَاتِ مُرْدِيَةٌ ذُنُوبُ الْخَلَوَاتِ مُرْدِيَةٌ مُؤْذِيَةٌ قَائِدَةُ صَاحِبِهَا إِلَى الرَّدَى وَالْخَنَى وَتُضْعِفُ تَقْوَاهُ وَتُضْعِفُ إِيمَانَهُ
وَكَمَا أَنَّ لِذُنُوبِ الْخَلَوَاتِ أَثَرٌ لِطَاعَاتِ الْخَلَوَاتِ أَثَرٌ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ مِنْ صَدَقَةِ الْخَفَاءِ مِنَ الْإِنْفَاقِ وَالْإِحْسَانِ عَلَى مَنْ يَحْتَاجُ دُونَ أَنْ يَعْلَمَ عَنْهَا أَحَدٌ مِنْ صِيَامٍ لَا يَعْلَمُ عَنْهُ أَحَدٌ مِنْ قِيَامٍ لَا يَعْلَمُ عَنْهُ أَحَدٌ مِنْ دَمَعَاتٍ خَرَجَتْ
وَلِذَلِكَ تَجِدُ فِي السَّبْعَةِ الَّذِينَ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ أَعْمَالٌ مِنْهَا مَا يَتَعَلَّقُ بِالْخَفَاءِ رَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ رَجُلٌ أَنْفَقَ صَدَقَةً يَمِينُهُ لَا تَعْلَمُهَا شِمَالُهُ إِذًا هَذِهِ الْأُمُورُ مِمَّا يُعِينُكَ أَنْتَ
فِي تَعْلِيمِكَ لِلنَّاسِ انْتَبِهْ تُعَلِّمُ وَأَنْتَ تُخَالِفُ وَلِذَلِكَ مِمَّنْ يَجُرُّ أَقْتَابَهُ وَيَدُورُ كَالرَّحَى فِي جَهَنَّمَ كَالْحِمَارِ هُوَ مَنْ كَانَ يُعَلِّمُ النَّاسَ الْخَيْرَ وَلَا يَعْمَلُ أَلَمْ تَكُنْ تُعَلِّمُنَا؟ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ وَأَنْهَاكُمْ وَلَا أَمْتَثِلُ انْتَبِهْ أَنْتَ انْتَبِهْ مِنْ نَفْسِكَ عَلَى نَفْسِكَ مِنْ أُمُورِ نَفْسِكَ الْخَفِيَّةِ مَعَ رَبِّكَ
عَيْنَكَ أُذُنَكَ لِسَانَكَ فَرْجَكَ رَاقِبِ اللهَ قَبْلَ تُرَاقِبُ خَلْقَ اللهِ وَلِذَلِكَ مِمَّنْ تَذْهَبُ حَسَنَاتُهُمُ الَّتِي كَجِبَالِ تِهَامَةَ يَجْعَلُهَا اللهُ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ لِأَنَّهُمْ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللهِ انْتَهَكُوهَا
انْتَبِهْ مِنْ ذُنُوبِ الْخَلَوَاتِ حَمَانَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ وَتَوَلَّانَا وَكَانَ لَنَا فِي خَلَوَاتِنَا عَوْنًا وَمُعِينًا وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا إِذًا هَذِهِ الْخَوَاتِيمُ أَفْعَالُكَ وَمَا تُمَارِسُ أَنْتَ أَعْلَمُ النَّاسِ بِنَفْسِكَ أَنْتَ أَعْلَمُ النَّاسِ بِمَا تَفْعَلُ وَتُنْفِقُ وَتَقْصِدُ فَمَاذَا تُرِيدُ؟ عَلَيْكَ بِمَا عِنْدَ اللهِ فَمَا عِنْدَ النَّاسِ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ