Jangan Benci Ujianmu Hari Ini… Bisa Jadi Itu Jalan Bahagiamu Esok

Bisa jadi, jalan untuk meraih kebaikan dan kemuliaan dari Allah, terkadang melalui sesuatu yang dibenci dan tidak disukai jiwa, tapi ternyata kesudahannya begitu indah.

Renungkanlah apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kisahkan dalam cerita Nabi Yusuf yang menakjubkan dan agung di Surah Yusuf. Dimulai dari mimpi yang beliau lihat, lalu ayahnya berpesan agar tidak menceritakan tentang mimpinya kepada saudara-saudaranya. Lalu berlanjut pada kedengkian saudara-saudara beliau, hingga dibuang ke dalam sumur. Lalu datangnya rombongan musafir, beliau pun ditemukan dan dijual di Mesir.

Kemudian beliau tinggal di rumah Al-Aziz, lalu menghadapi godaan dari istri Al-Aziz, lalu menghadapi godaan dari para wanita lainnya dengan tujuan yang sama. Kemudian beliau dipenjara dan harus mendekam di sana selama beberapa tahun. Setelah berbagai peristiwa yang terus silih berganti, lalu sang raja mengalami mimpi yang aneh itu. Mimpi yang tak seorang pun mampu menafsirkannya, kecuali Yusuf yang saat itu berada di penjara. Momen itulah yang menjadi sebab raja mengenalnya lalu mendekatkannya kepadanya.

Beliau lalu diangkat menjadi bendahara negara, hingga akhirnya saudara-saudaranya datang menghadap. Di akhir kisah, saat beliau mengenang kembali segala nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala atasnya, beliau berkata: “Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Yusuf: 100).

Inilah wujud kelembutan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Segala musibah, kesempitan yang datang bertubi-tubi, penderitaan yang menyakitkan, mengganggu, dan mencemaskan itu, ternyata inilah kesudahan yang indah itu. Kesudahan yang indah ini, semuanya adalah berkat kelembutan Allah.

Maka, Nabi Yusuf Alaihis Salam mengungkapkannya dengan menjelaskan bahwa semua ini merupakan bentuk kelembutan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau berkata: “Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Yusuf: 100). Maksudnya, Allah menakdirkan berbagai kejadian yang tampak di permukaan, akhirnya semua itu berbuah indah bagi Yusuf dan ayahnya.

Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba selalu berharap kepada kelembutan Allah. Hingga ketika berbagai kesempitan dan kesulitan semakin menghimpit dirinya, dalam keadaan seperti itu, hendaknya harapannya akan kelembutan Allah kepadanya semakin besar, dan bahwa semua itu akan menjadi sebab datangnya jalan keluar.

Karena sesungguhnya kemudahan dari Allah itu disebutkan dalam Al-Qur’an, berada di antara dua kesulitan. “Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5 – 6).

Terkadang segala persoalan dan kesusahan kian memuncak, tapi ternyata di balik itu semua mengandung kelembutan sangat besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya. Maka, ketika persoalan kian mencekik dan urusan terasa kian menghimpit seorang hamba, hendaknya harapan dalam dirinya semakin besar untuk mendapatkan kelembutan Allah. “Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Yusuf: 100).

Maka hendaknya ia berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar senantiasa berlemah lembut kepadanya dan menjadikan untuknya kesudahan yang indah, serta akhir perjalanan yang baik lagi penuh petunjuk.

=====

تَكُونُ الطَّرِيقَةُ الَّتِي يُنَالُ بِهَا الْخَيْرُ وَالْمَكْرُمَةُ مِنَ اللهِ قَدْ يَكُونُ الطَّرِيقُ شَيْئًا يَكْرَهُهُ لَا تُحِبُّهُ نَفْسُهُ لَكِنْ تَكُونُ الْعَاقِبَةُ حَمِيدَةً

وَانْظُرْ فِي هَذَا مَا ذَكَرَهُ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِي قِصَّةِ يُوسُفَ الْعَجِيبَةِ الْعَظِيمَةِ فِي سُورَةِ يُوسُفَ بَدْءًا مِنَ الرُّؤْيَا الَّتِي رَآهَا وَطَلَبَ وَالِدُهُ أَلَّا يُحَدِّثَ بِهَا إِخْوَتَهُ ثُمَّ حَسَدِ إِخْوَتِهِ لَهُ ثُمَّ إِلْقَائِهِ فِي الْبِئْرِ ثُمَّ مَجِيءِ السَّيَّارَةِ وَالْتِقَاطِهِ مِنَ الْبِئْرِ ثُمَّ بَيْعِهِ فِي مِصْرَ

ثُمَّ كَوْنِهِ فِي بَيْتِ الْعَزِيزِ ثُمَّ تَعَرُّضِ امْرَأَةِ الْعَزِيزِ لَهُ ثُمَّ تَعَرُّضِ النِّسْوَةِ أَيْضًا لِلْغَرَضِ نَفْسِهِ ثُمَّ السِّجْنِ وَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ تَوَالَتْ أُمُورٌ كَثِيرَةٌ ثُمَّ رَأَى الْمَلِكُ تِلْكَ الرُّؤْيَا الْعَجِيبَةَ الَّتِي لَمْ يَجِدُوا مَنْ يُفَسِّرُهَا إِلَّا يُوسُفُ فِي السِّجْنِ فَكَانَتْ سَبَبًا لِمَعْرِفَةِ الْمَلِكِ بِهِ وَتَقْرِيبِهِ

وَجَعْلِهِ عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ ثُمَّ مَجِيءِ إِخْوَتِهِ إِلَيْهِ فِي نِهَايَةِ أَمْرٍ وَهُوَ يَذْكُرُ نِعْمَةَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَيْهِ قَالَ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ

يَعْنِي هَذَا لُطْفُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَهَذِهِ الْأُمُورُ الَّتِي تَوَالَتْ عَلَيْهِ الْمَصَائِبُ وَالشَّدَائِدُ وَالْكُرَبُ الْمُؤْلِمَةُ الْمُزْعِجَةُ الْمُقْلِقَةُ كَانَتِ الْعَاقِبَةُ هِيَ هَذِهِ كَانَتِ الْعَاقِبَةُ وَهَذَا مِنَ اللَّطْفِ

وَلِهَذَا عَبَّرَ وَأَخْبَرَ يُوسُفُ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِأَنَّ هَذَا مِنْ لُطْفِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَقَالَ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ أَيْ حَيْثُ قَدَّرَ أُمُورًا كَثِيرَةً خَارِجِيَّةً عَادَتْ عَاقِبَتُهَا الْحَمِيدَةُ إِلَى يُوسُفَ وَأَبِيهِ

وَلِهَذَا دَائِمًا الْعَبْدُ يَطْمَعُ فِي لُطْفِ اللهِ حَتَّى إِذَا اشْتَدَّتْ بِهِ الشَّدَائِدُ وَالْكُرَبُ عَلَيْهِ فِي مِثْلِ هَذِهِ الْمَوَاقِفِ أَنْ يَعْظُمَ رَجَاؤُهُ فِي لُطْفِ اللهِ بِهِ وَأَنْ تَكُونَ هَذِهِ سَبَبًا لِلْفَرَجِ

فَإِنَّ يُسْرَ اللهِ وَتَيْسِيرَهُ جَاءَ فِي الْقُرْآنِ بَيْنَ عُسْرَيْنِ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

فَقَدْ تَشْتَدُّ الْأُمُورُ وَالْخُطُوبُ وَالْكُرَبُ وَتَعْظُمُ لَكِنْ تَكُونُ فِي طَيَّاتِهَا مُتَضَمِّنَةً لُطْفًا عَظِيمًا مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِعَبْدِهِ وَلِهَذَا إِذَا اشْتَدَّتْ بِالْعَبْدِ وَضَاقَتِ الْأُمُورُ عَلَيْهِ أَنْ يَعْظُمَ الرَّجَاءُ عِنْدَهُ فِي الْفَوْزِ بِلُطْفِ اللهِ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ

فَيَرْجُو مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ يَلْطُفَ بِهِ وَأَنْ يَجْعَلَ لَهُ مِنْ ذَلِكَ الْعَاقِبَةَ الْحَمِيدَةَ وَالْمَآلَ الطَّيِّبَ الرَّشِيدَ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.