Kalimat yang Membuat Setan Menjadi Lebih Kecil dari Lalat – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid

Kalimat yang Membuat Setan Menjadi Lebih Kecil dari Lalat – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid

التَّسْمِيَةُ شَيْءٌ عَظِيمٌ

At-Tasmiyah (bacaan BISMILLAH) adalah perkara agung.

بِسْمِ اللهِ الْبَاءُ هَذِهِ بَاءُ الِاسْتِعَانَةِ وَالتَّبَرُّكِ

Huruf Ba’ dalam kalimat (بِسْمِ اللهِ) adalah untuk memohon pertolongan dan keberkahan.

هَذِهِ بِسْمِ اللهِ تُشْرَعُ عِنْدَ

Kalimat BISMILLAH ini disyariatkan untuk dibaca sebelum…

الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ وَالْجِمَاعِ وَرُكُوبِ الدَّابَّةِ مِنْ أَذْكَارِ الصَّبَاحِ وَالْمَسَاءِ

makan, minum, berhubungan suami istri (jima’), berkendara, dan termasuk zikir di pagi dan petang hari.

وَلَهَا أَثَرٌ عَجِيبٌ فِي رَدِّ كَيْدِ الشَّيْطَانِ وَوَسْوَسَتِهِ

Ia sangat berguna untuk menolak tipu daya dan was-was setan.

فَإِنَّهَا إِذَا قِيْلَتْ تَتَصَاغَرُ الشَّيْطَانُ حَتَّى يَصِيرَ مِثْلَ الذُّبَابِ

Jika BISMILLAH dibaca, maka setan akan menjadi kerdil hingga menjadi seperti lalat.

بِالتَّسْمِيَةِ تُصَانُ الْعَوْرَاتُ عَنْ أَعْيُنِ الْجِنِّ

Dengan BISMILLAH, aurat akan terlindung dari pandangan jin.

بِالتَّسْمِيَةِ تُحْفَظُ الْفُرُوجُ أَنْ يَمَسَّهَا الشَّيْطَانُ

Dengan BISMILLAH, kemaluan akan terlindung dari gangguan setan.

إِنَّ الشَّيْطَانَ تَعَهَّدَ أَنْ يُشَارِكَنَا فِي الْأَمْوَالِ وَالأَوْلَادِ

Setan telah bertekad untuk menyertai kita dalam harta dan keturunan kita.

وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالأَوْلَادِ

“Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.” (QS. Al-Isra: 64)

وَلِذَلِكَ قَالَ بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ

Oleh sebab itu disyariatkan berdoa: “BISMILLAAH, ALLAAHUMMA JANNIBNASY SYAITHOONA…

وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا عِنْدَ الْجِمَاعِ

WA JANNIBISY SYAITHOONA MAA ROZAQTANAA.” ketika seseorang hendak berhubungan suami istri (jima’)

بِالتَّسْمِيَةِ تُحْفَظُ الْفُرُوجُ أَنْ يَمَسَّهَا الشَّيْطَانُ

Dengan BISMILLAH, kemaluan akan terlindung dari gangguan setan.

وَتُحْفَظُ الذُّرِّيَّةُ مِنْ كَيْدِ الشَّيْطَانِ

Anak keturunan akan terjaga dari tipu daya setan.

وَيُحْفَظُ الْمُسْلِمُ عِنْدَ خُرُوجِهِ مِنْ بَيْتِهِ

Seorang muslim akan terjaga ketika keluar rumah.

وَيُحْفَظُ طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ أَنْ يَمَسَّهُ الشَّيْطَانُ

Makanan dan minumannya akan terlindung dari sentuhan setan.

وَيُمْنَعُ مِنْ مُشَارَكَتِهِ لَهُ فِي بَيْتِهِ

Setan akan terhalang untuk ikut ke dalam rumahnya,

مَبِيتِهِ فِرَاشِهِ طَعَامِهِ شَرَابِهِ

ketika bermalam, saat di tempat tidur, dan ketika makan dan minum.

تُحْفَظُ الْمَرَاكِبُ أَنْ يَنَالَهَا الشَّيْطَانُ

Kendaraan akan terlindung dari gangguan setan.

يُرْزَقُ الْمُسْلِمُ خَيْرَ زَوْجَتِهِ وَخَيْرَ دَابَّتِهِ

Seorang muslim akan dikaruniai pasangan dan hewan tunggangan yang terbaik.

بِالتَّسْمِيَةِ تُحْفَظُ الْمَنَازِلُ وَالْأَوَانِي

Dengan BISMILLAH, tempat tinggal dan wadah-wadah akan terlindung.

غَطِّ الْإِنَاءَ أَوْكُوا السِّقَاءَ أَغْلِقِ الْبَابَ أَجِيْفُوا الْأَبْوَابَ

(Dalam hadits): “Tutuplah wadah, ikatlah tempat air, tutuplah pintu, dan rapatkanlah pintu-pintu.”

غَطُّوا الْآنِيَةَ أَوْكُوا الأَسْقِيَةَ قُولُوا بِسْمِ اللهِ

“Tutuplah wadah-wadah, ikatlah tempat air, dan ucapkanlah BISMILLAH.”

لَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللهِ شَيْءٌ

Tidak ada perkara yang berat di hadapan kalimat BISMILLAH.

فِيهِ قِصَّةٌ لَطِيفَةٌ حَدَثَتْ لِصَحَابِيّ

Terdapat kisah yang terjadi pada seorang sahabat…

يُقَالُ لَهُ أَبُو تَمِيمَةَ الْهُجَيْمِيُّ

yang bernama Abu Tamimah al-Hujaimi.

يَقُولُ
Ia berkata,…

عَمَّنْ كَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Siapa yang pernah dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

قَالَ كُنْتُ رَدِيفُهُ عَلَى حِمَارٍ

Lalu ia melanjutkan, “Aku pernah dibonceng Nabi di atas keledai,…

فَعَثَرَ الْحِمَارُ

kemudian keledai itu terpeleset…

فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ

maka aku berkata, “Celakalah setan!”

يَعْنِي لَمَّا تَعَثَّرَ الْحِمَارُ

Yakni dia berkata ketika keledai itu terpeleset.

سَبَّ الشَّيْطَانَ الصَّحَابِيُّ هَذَا

Sahabat tersebut mencela setan.

فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ

“Janganlah kamu katakan, ‘Celakalah setan!’”

يَعْنِي سَبُّهُ مَا فِيْهِ فَائِدَةٌ
Yakni mencela setan tidak ada manfaatnya!

سَبُّهُ مَا فِيْهِ فَائِدَةٌ

Mencela setan tidak ada faidahnya!

لَكِنَّ الَّذِي يَنْفَعُ

Namun apa yang bermanfaat?

قَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ

Beliau bersabda, “Janganlah kamu katakan, ‘Celakalah setan!’…

فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ تَعِسَ الشَّيْطَانُ

Karena jika kamu mengatakan ‘Celakalah setan!’…

تَعَاظَمَ الشَّيْطَانُ فِي نَفْسِهِ

maka setan akan menyombongkan diri;

وَقَال صَرَعْتُهُ بِقُوَّتِي

Dan ia akan berkata, ‘Aku telah mengalahkannya dengan kekuatanku’.

يَعْنِي الشَّيْطَانَ يَخْتَالُ

Yakni setan akan merasa sombong.

فَإِذَا قُلْتَ بِسْمِ اللهِ

Namun jika kamu berkata, ‘BISMILLAH’…

تَصَاغَرَتْ إِلَيْهِ نَفْسُهُ الشَّيْطَانُ

maka setan akan menjadi kerdil…

حَتَّى يَكُونَ أَصْغَرَ مِنْ ذُبَابٍ

hingga ia menjadi lebih kecil daripada seekor lalat.”

رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَهُوَ حَدِيثٌ صَحِيحٌ

Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan ini adalah hadits yang shahih.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.