Kenapa Amalmu Sulit Bertahan? Rahasia Istiqamah yang Sering Dilupakan

Amal yang terus-menerus dan berkesinambungan lebih baik, lebih dicintai, dan lebih utama, daripada amal yang pelakunya begitu bersungguh-sungguh melakukannya hingga menyambung malam dengan siang, tetapi itu hanya dilakukan sehari, dua hari, atau tiga hari saja dalam setahun.

Wahai kaum muslimin, bukan seperti ini cara meraih ketaatan. Bukan seperti ini pula cara meraih karunia Allah. Karunia dan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla diraih dengan istiqamah dalam amal saleh. Inilah sunah Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wahai hamba Allah, bacalah Al-Qur’an—baik engkau laki-laki maupun perempuan. Tetapkanlah untuk dirimu bagian dari Kitabullah, walaupun hanya satu hizib, atau bahkan seperempat hizib setiap hari. Namun, itu terus dilakukan sepanjang tahun, tanpa terputus. Bukan hanya di akhir pekan atau pertengahannya saja, tidak hanya saat sehat atau ketika sakit, tidak pula hanya ketika safar atau saat mukim. Jumlah yang sedikit ini, yang hanya beberapa halaman saja, dengan wirid harian dari Kitabullah yang terus dijaga, itu lebih baik daripada orang yang meninggalkan Al-Qur’an sepanjang tahun, lalu ketika Ramadan tiba, ia mengkhatamkannya sepuluh kali.

Ini bukanlah makna berlomba-lomba dalam amal saleh. Benar, musim-musim kebaikan dan hari-hari yang mulia, di dalamnya seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh. Namun, kesungguhan itu dibangun di atas fondasi terlebih dahulu, yaitu amal saleh yang kontinu, walaupun sedikit.

Adapun bersungguh-sungguh dalam arti berlomba, bersegera, dan saling berpacu dalam kebaikan, lalu setelah itu terputus—atau sebelumnya memang sudah sering terputus—maka ini tidak sesuai dengan tuntunan yang benar. Ini bukanlah keadaan seorang hamba yang ingin termasuk golongan orang-orang terdepan.Orang yang terdepan adalah yang terus banyak melangkah menuju Allah, yang terus melanjutkan perlombaan di jalan yang panjang, menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Demikian pula dalam ibadah puasa. Orang yang berpuasa sehari setiap pekan atau tiga hari setiap bulan saja, lalu ia istiqamah melakukannya dan menjadikannya sebagai amal saleh yang tetap, itu lebih baik daripada orang yang meninggalkan puasa sepanjang tahun, lalu ketika datang hari-hari tertentu, ia baru bersemangat, bersungguh-sungguh dan memperbanyak berpuasa, lalu setelah itu terhenti total.

Demikian pula dalam sedekah. Demikian pula dalam salat. Demikian pula dalam seluruh amal saleh. Amal saleh yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu, meskipun sedikit. Jangan terlalu terpaku pada amal yang engkau lakukan, apakah sedikit atau banyak. Namun, raihlah amal saleh yang terus-menerus, yang Anda catatkan dalam lembaran catatan amal saleh Anda.

Sekarang, tanyakanlah kepada dirimu satu pertanyaan. Periksalah catatan amal Anda, wahai hamba Allah, dan lihatlah dengan jujur! Apakah Anda dapati amal saleh yang telah Anda tetapkan untuk diri Anda, tanpa Anda tinggalkan siang dan malam? Carilah! Bisa jadi itu berupa zikir, wirid, bacaan Al-Qur’an, atau salat. Carilah amal saleh yang engkau tetapkan untuk dirimu secara terus-menerus, sehingga ketika lembaran amal dibuka dan disebarkan kepada para hamba, dan engkau menerima catatan amalmu dengan tangan kanan, engkau dapati amal saleh itu bagaikan cahaya yang berkilauan, yang menghiasi setiap lembarnya. Ternyata amal itu terus ada tanpa terputus. Inilah amal yang paling dicintai Allah.

=====

الْمُسْتَمِرُّ الدَّائِمُ خَيْرٌ وَأَحَبُّ وَأَفْضَلُ مِنْ عَمَلٍ يَجْتَهِدُ فِيهِ صَاحِبُهُ يَصِلُ فِيهِ اللَّيْلَ بِالنَّهَارِ، لَكِنْ يَكُونُ يَوْمًا فِي الْعَامِ أَوْ يَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً

مَا هَكَذَا تُؤْتَى الطَّاعَاتُ أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ وَلَا هَكَذَا يُنَالُ فَضْلُ اللهِ يُنَالُ فَضْلُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَرَحْمَتُهُ بِالدَّيْمُومَةِ عَلَى الْعَمَلِ الصَّالِحِ وَهَذِهِ هِيَ سُنَّةُ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

اقْرَأْ مِنَ الْقُرْآنِ عَبْدَ اللهِ، وَأَنْتِ أَمَةَ اللهِ اجْعَلْ لَكَ وَلَكِ نَصِيبًا مِنْ كِتَابِ اللهِ، وَلَوْ حِزْبًا وَلَوْ رُبعَ حِزْبٍ فِي الْيَوْمِ لَكِنَّهُ يَسْتَمِرُّ طِيلَةَ الْعَامِ، لَا يَنْقَطِعُ لَا فِي آخِرِ الْأُسْبُوعِ وَلَا فِي وَسطِهِ لَا فِي أَيَّامِ الصِّحَّةِ وَلَا فِي أَيَّامِ الْمَرَضِ لَا فِي أَيَّامِ السَّفَرِ وَلَا فِي أَيَّامِ الْحَضَرِ هَذَا الْمِقْدَارُ الْيَسِيرُ الَّذِي هُوَ صَفَحَاتٌ مَعْدُودَاتٌ بِوِرْدٍ دَائِمٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ خَيْرٌ مِنْ ذَاكَ الَّذِي يَهْجُرُ الْقُرْآنَ طِيلَةَ عَامٍ ثُمَّ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ خَتَمَهُ عَشْرَ مَرَّاتٍ

هَذَا لَيْسَ هُوَ الِاسْتِبَاقُ بِالصَّالِحَاتِ نَعَمْ، مَوَاسِمُ الْخَيْرَاتِ وَالْأَيَّامُ الْفَاضِلَاتُ يَجْتَهِدُ فِيهَا الْمُسْلِمُ لَكِنْ يَجْتَهِدُ بَعْدَ أَنْ يَكُونَ أَصْلًا عَلَى عَمَلٍ صَالِحٍ مُسْتَمِرٍّ وَإِنْ قَلِيلٌ

أَمَّا الِاجْتِهَادُ بِمَعْنَى الْمُسَابَقَةِ وَالتَّشْمِيرِ وَالْمُنَافَسَةِ ثُمَّ يَتْلُوهُ انْقِطَاعٌ أَوْ يَسْبِقُهُ انْقِطَاعٌ هَذَا مُخَالِفٌ وَمَا هَذَا شَأْنُ عَبْدٍ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّابِقِينَ السَّابِقُ كَثِيرُ السَّيْرِ إِلَى اللهِ مُسْتَمِرُّ السِّبَاقِ فِي الطَّرِيقِ الطَّوِيلِ نَحْوَ جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ

قُلْ مِثْلَ ذَلِكَ فِي الصِّيَامِ مَنْ يَصُومُ يَوْمًا فِي الْأُسْبُوعِ أَوْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فِي الشَّهْرِ فَحَسْبُ وَيَسْتَمِرُّ عَلَى ذَلِكَ وَيُثْبِتُُهُ عَمَلًا دَائِمًا صَالِحًا لَهُ خَيْرٌ مِنْ ذَاكَ الَّذِي يَهْجُرُ الصِّيَامَ طِيلَةَ الْعَامِ ثُمَّ إِذَا أَقْبَلَتْ أَيَّامٌ مَعْدُودَاتٌ نَشِطَ فِيهَا وَاجْتَهَدَ وَأَكْثَرَ الصِّيَامَ ثُمَّ انْقَطَعَ عَنْهُ عَلَى الدَّوَامِ

قُلْ مِثْلَ ذَلِكَ فِي الصَّدَقَةِ قُلْ مِثْلَ ذَلِكَ فِي الصَّلَاةِ قُلْ مِثْلَ ذَلِكَ فِي كُلِّ عَمَلٍ صَالِحٍ أَحَبُّ الْعَمَلِ الصَّالِحِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ لَا تَلْتَفِتْ إِلَى مَا عِنْدَكَ مِنْ عَمَلٍ أَنْ يَكُونَ قَلِيلًا أَوْ كَثِيرًا لَكِنِ اظْفَرْ بِعَمَلٍ مُسْتَمِرٍّ صَالِحٍ تُسَجِّلُهُ فِي صَفَحَاتِ سِجِلَّاتِكَ

وَالْآنَ اسْأَلْ نَفْسَكَ السُّؤَالَ فَتِّشْ فِي صَحَائِفِكَ عَبْدَ اللهِ، وَانْظُرْ حَقِيقَةً هَلْ تَجِدُ عَمَلًا صَالِحًا قَدْ أَثْبَتَّهُ لِنَفْسِكَ لَا تَتْرُكُهُ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ؟ فَتِّشْ، أَنْ يَكُونَ ذِكْرًا، وِرْدًا، قُرْآنًا، صَلَاةً فَتِّشْ عَنْ عَمَلٍ صَالِحٍ أَثْبَتَّهُ لِنَفْسِكَ دَائِمًا بِحَيْثُ إِذَا كُشِفَتِ الصَّحَائِفُ وَنُشِرَتْ عَلَى الْعِبَادِ وَاسْتَلَمْتَ كِتَابَكَ بِيَمِينِكَ، وَجَدْتَ هَذَا الْعَمَلَ الصَّالِحَ كَالنُّورِ الْمُتَلَأْلِئِ الَّذِي لَا تَخْلُو مِنْهُ صَفْحَةٌ مِنَ الصَّفَحَاتِ وَإِذَا بِهِ مُسْتَمِرٌّ عَلَى الدَّوَامِ هَذَا أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَى اللهِ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.