Engkau saat ini masih diberi kesempatan. Maka manfaatkanlah waktumu! Tetapkan pada dirimu untuk membaca Al-Qur’an setiap hari. Sediakan waktu untuk dirimu beramal saleh. Bangunlah di akhir malam, meskipun hanya setengah jam sebelum Subuh. Bermunajatlah kepada Rabbmu, berdoalah kepada-Nya. Karena Allah Ta’ala turun ke langit dunia, lalu berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan?”
“Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri? Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni?” (HR. Bukhari dan Muslim). Siapakah yang tidak mampu bangun setengah jam sebelum Subuh? Ini perkara yang sangat mudah.
Kita memohon kepada Allah agar merahmati kita dengan rahmat-Nya. Mungkin kita belum mampu bangun pada sepertiga atau pertengahan malam. Namun, tidak mungkinkah kita bangun setengah jam saja? Untuk berzikir kepada Allah di waktu itu. Kita berwudu, salat semampu yang Allah mudahkan, lalu menutupnya dengan witir. Saya rasa ini perkara yang sangat mudah.
Demikian pula, kita jadikan seluruh hidup kita dipenuhi dengan zikir kepada Allah. Karena seorang mukmin, yang cerdas, adalah orang yang menjadikan seluruh hidupnya sebagai zikir kepada Allah. Sebab, dalam segala sesuatu yang ada di hadapan kita, terdapat tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah.Ia adalah salah satu tanda kekuasaan Allah.
Apabila kita menyadari bahwa apa yang ada di hadapan kita termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah, maka hal itu akan mengingatkan kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Kita pun mengingat Allah. Dengan demikian, seseorang akan senantiasa mengingat Allah ‘Azza wa Jalla, melalui tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta yang ia saksikan. Bahkan melalui apa yang ia saksikan pada dirinya sendiri dan keadaannya yang silih berganti.
Sekarang, saya bertanya kepada kalian, apakah hati kalian selalu berada dalam keadaan yang sama? Tidak! Terkadang lalai. Terkadang bertaubat kepada Allah. Terkadang ingat kepada Allah. Terkadang dalam keadaan penuh kehidupan. Terkadang hatimu benar-benar hidup, dan kenikmatannya masih engkau rasakan serta kenang dalam waktu yang panjang.
Mungkin engkau teringat saat berdiri di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla dalam shalat dan sujudmu, meskipun itu telah berlalu tiga puluh tahun atau lebih, sesuai umur seseorang. Sebab momen itu membekas dalam hatinya. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya kita manfaatkan. Kita harus memanfaatkannya dan tidak lalai, karena kelalaian adalah kematian. Kelalaian adalah kerasnya dan matinya hati.
Ibnul Qayyim berkata, “Demi Allah, seandainya hati ini masih bersih, niscaya ia akan tercabik-cabik karena sedih akibat terhalang dari kebaikan.” Hati tercabik-cabik karena sedih akibat terhalang dari kebaikan. “Namun, hati ini sedang mabuk oleh cinta kepada kehidupan dunia.”
=====
أَنْتَ الْآنَ فِي مُهْلَةٍ اِغْتَنِمِ الْوَقْتَ اجْعَلْ لِنَفْسِكَ حِزْبًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اجْعَلْ لِنَفْسِكَ وَقْتًا لِلْعَمَلِ الصَّالِحِ قُمْ فِي آخِرِ اللَّيْلِ وَلَوْ نِصْفَ سَاعَةٍ قَبْلَ الْفَجْرِ نَاجِ رَبَّكَ ادْعُهُ فَإِنَّهُ تَعَالَى يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ
مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ مَنِ الَّذِي لَا يَقْدِرُ أَنْ يَقُومَ قَبْلَ الْفَجْرِ بِنِصْفِ سَاعَةٍ أَمْرٌ بَسِيطٌ جِدًّا
نَحْنُ نَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَرْحَمَنَا بِرَحْمَتِهِ لَا نَقُومُ فِي ثُلُثِ اللَّيْلِ وَنِصْفِ اللَّيْلِ لَكِنْ أَفَلَا يُمْكِنُ أَنْ نَقُومَ نِصْفَ سَاعَةٍ فَقَطْ نَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا نَتَوَضَّأُ نُصَلِّي مَا شَاءَ اللَّهُ نُوتِرُ هَذَا أَمْرٌ أَظُنُّهُ بَسِيطًا جِدًّا
كَذَلِكَ أَيْضًا نَجْعَلُ حَيَاتَنَا كُلَّهَا ذِكْرًا لِلَّهِ فَإِنَّ الْمُؤْمِنَ الْكَيِّسَ هُوَ الَّذِي يَجْعَلُ حَيَاتَهُ كُلَّهَا ذِكْرًا لِلَّهِ لِأَنَّ فِي كُلِّ شَيْءٍ أَمَامَنَا آيَةً مِنْ آيَاتِ اللَّهِ آيَةً مِنْ آيَاتِ اللَّهِ
فَإِذَا ذَكَرْنَا هَذَا الشَّيْءَ الَّذِي أَمَامَنَا مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ذَكَرْنَا بِذَلِكَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ذَكَرْنَا اللَّهَ فَيَكُونُ الْإِنْسَانُ دَائِمًا يَذْكُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا يُشَاهِدُ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ الْكَوْنِيَّةِ بَلْ بِمَا يُشَاهِدُ مِنْ نَفْسِهِ وَتَقَلُّبَاتِهِ
الْقَلْبُ الْآنَ أَنَا أَسْأَلُكُمْ هَلْ قُلُوبُكُمْ عَلَى وَتِيرَةٍ وَاحِدَةٍ دَائِمًا لَا فِي غَفْلَةٍ أَحْيَانًا فِي إِنَابَةٍ أَحْيَانًا فِي تَذَكُّرٍ أَحْيَانًا فِي حَيَاةٍ بَيِّنَةٍ أَحْيَانًا أَحْيَانًا يَحْيَا قَلْبُكَ حَيَاةً تَتَمَتَّعُ بِهَا مُدَّةً مِنَ الزَّمَنِ تَتَذَكَّرُهَا
رُبَّمَا تَتَذَكَّرُ حَالَةً وَقَفْتَ فِيهَا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مُصَلِّيًا سَاجِدًا وَلَوْ قَبْلَ ثَلَاثِينَ سَنَةً أَوْ أَكْثَرَ حَسَبَ عُمُرِ الْإِنْسَانِ لِأَنَّهَا أَثَّرَتْ فِي قَلْبِهِ فَمِثْلُ هَذِهِ الْأَشْيَاءِ يَنْبَغِي أَنْ نَسْتَغِلَّهَا يَنْبَغِي أَنْ نَسْتَغِلَّهَا وَأَنْ لَا نَغْفَلَ فَالْغَفْلَةُ مَوْتٌ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَمَوْتٌ لِلْقَلْبِ
يَقُولُ وَاللَّهِ لَوْ أَنَّ الْقُلُوبَ سَلِيمَةٌ لَتَقَطَّعَتْ أَسَفًا مِنَ الْحِرْمَانِ حُزْنًا تَتَقَطَّعُ مِنْ حِرْمَانِهَا لَكِنَّهَا سَكْرَى لِحُبِّ حَيَاتِهَا الدُّنْيَا