Rezeki Seret? Inilah “Kunci Rahasia” dari Al-Qur’an untuk Membuka Pintu yang Tertutup

Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya: “Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberimu rezeki. Dan akibat (yang baik) itu bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132). Dalam ayat ini terdapat dalil yang disebut oleh para ulama sebagai dalalatul iqtiran (dalil penyandingan). Yaitu ketika Allah menyandingkan antara perintah shalat dengan jaminan rezeki. Ini menunjukkan bahwa menjaga shalat adalah sebab datangnya rezeki.

Ada riwayat dari seorang ulama salaf, Bakar bin Abdullah Al-Muzani, bahwa jika keluarganya sedang terdesak oleh suatu keperluan atau kesulitan hidup, bahwa jika keluarganya sedang terdesak oleh suatu keperluan atau kesulitan hidup, dan mereka menginginkan sebuah harapan terwujud, maka beliau memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat. Beliau berpegang pada ayat ini: “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberimu rezeki. Dan akibat (yang baik) itu bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132).

Abu Hafsh Al-Ukbari menukil penjelasan dari Ibnul Qayyim, bahwa kisah serupa juga diriwayatkan dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu. Diceritakan bahwa jika ada seseorang yang mengeluhkan himpitan hajat hidup kepada Hudzaifah bin Al-Yaman, atau menginginkan suatu urusannya tercapai, maka beliau akan memerintahkannya untuk segera mendirikan shalat. Beliau pun berkata kepadanya: “Bantulah aku untuk menolong dirimu sendiri dengan memperbanyak sujud.”

Inti dari semua ini, wahai hamba yang diberi taufik, bahwa memperbanyak sujud dan menjaga shalat dengan khusyuk demi Allah ‘Azza wa Jalla, merupakan sebab terbukanya rezeki dunia dan akhirat. Adapun rezeki akhirat, terdapat hadis masyhur tentang seorang sahabat yang datang meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar ia bisa mendampingi beliau di surga. Nabi lalu bersabda kepadanya: “Maka bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu itu dengan memperbanyak sujud.” Adapun bukti mengenai rezeki dunia, saya telah memaparkan beberapa riwayat tersebut sebelumnya. Pengalaman nyata mengenai hal ini sangatlah banyak, baik pada orang-orang terdahulu maupun sekarang.

Betapa banyak orang yang merasa dunianya begitu sempit, meski bumi ini amat luas, dan dunia terasa lebih sempit daripada lubang jarum. Namun, ketika ia segera menunaikan shalat, berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan membaca firman-Nya, lalu dalam sujudnya ia bermunajat, memanggil, memohon, dan dan berharap kepada Allah, ia menumpahkan segala kegundahan hatinya kepada Allah, maka Allah pun menurunkan jalan keluar baginya.

Betapa banyak orang yang saat dunianya terjepit, ia segera bersimpuh dalam shalat, kemudian Allah membukakan apa yang sebelumnya tertutup, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Akan tetapi, sebagian orang merasa rezekinya lambat datang, dan ini merupakan tanda lemahnya iman. Sebagian orang berdoa kepada Allah, tapi tidak tahu mana yang terbaik bagi dirinya. Bisa jadi, pilihan terbaik baginya adalah doanya belum dikabulkan saat itu. Sebab, ada beberapa doa yang jika dikabulkan, justru akan mendatangkan bahaya bagi hamba tersebut tanpa ia sadari.

Iman yang sempurna adalah saat Anda berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan terus berdoa kepada-Nya, dan saat terbaik untuk berdoa adalah ketika Anda sedang bersujud (dalam shalat). Saat terbaik untuk berdoa adalah ketika Anda sedang bersujud dalam shalat. Maka, jika Anda telah berdoa kepada Allah, lalu Anda tutup doa tersebut dengan penyerahan hati kepada-Nya, agar Allah memilihkan yang paling maslahat bagi Anda, baik itu dalam urusan duniamu, urusan jual beli, urusan menikah atau tidak, dan dalam segala urusanmu.

Selama Anda telah bersungguh-sungguh meminta dan menempuh segala sebab agar doa terkabul, maka yakinlah bahwa Allah pasti akan menetapkan pilihan yang terbaik. Minimal Anda akan diberi apa yang Anda minta, atau yang lebih luar biasa, Allah memberi yang lebih baik dari permintaan Anda, atau menghindarkan Anda dari keburukan terselubung di balik doa itu.

=====

ثُمَّ خَتَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَذِهِ الْآيَةَ بِقَوْلِهِ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى هَذِهِ فِيهَا دَلَالَةٌ أَخَذَهَا أَهْلُ الْعِلْمِ تُسَمَّى دَلَالَةَ الِاقْتِرَانِ فَلَمَّا قَرَنَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَبَيْنَ الرِّزْقِ دَلَّ عَلَى أَنَّ مُلَازَمَةَ الصَّلَاةِ سَبَبٌ لِلرِّزْقِ

وَقَدْ جَاءَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ وَهُوَ بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيُّ أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَ لِأَهْلِهِ خَصَاصَةٌ أَيْ حَاجَةٌ وَشِدَّةٌ وَأَرَادُوا أَنْ يَتَحَقَّقَ لَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأُمُورِ أَمَرَهُمْ بِالصَّلَاةِ لِأَجْلِ هَذِهِ الْآيَةِ وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

وَنَقَلَ أَبُو حَفْصٍ الْعُكْبَرِيُّ وَنَقَلَهُ عَنِ ابْنِ الْقَيِّمِ أَنَّ هَذَا الْأَثَرَ رُوِيَ نَحْوُهُ عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَدْ جَاءَ أَنَّ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ كَانَ إِذَا اشْتَكَى لَهُ امْرُؤٌ حَاجَةً أَوْ رَغِبَ أَنْ يَتَحَقَّقَ لَهُ شَيْءٌ مِنَ الْأُمُورِ أَمَرَهُ بِأَنْ يَفْزَعَ إِلَى الصَّلَاةِ وَقَالَ لَهُ أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

فَالْمَقْصُودُ مِنْ هَذَا أَيُّهَا الْمُوفَّقُ أَنَّ كَثْرَةَ السُّجُودِ وَكَثْرَةَ الصَّلَاةِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالْقُنُوتِ فِيهَا سَبَبٌ لِفَتْحِ رِزْقِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ أَمَّا رِزْقُ الْآخِرَةِ فَالْحَدِيثُ الْمَعْرُوفُ لَمَّا جَاءَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَأَلَهُ أَنْ يُصَاحِبَهُ فِي الْجَنَّةِ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ وَأَمَّا رِزْقُ الدُّنْيَا فَقَدْ نَقَلْتُ لَكَ بَعْضَ هَذِهِ الْآثَارِ وَأَمَّا التَّجَارِبُ فِيهَا فَكَثِيرَةٌ عِنْدَ الْأَوَّائِلِ وَالْأَوَاخِرِ

فَكَمْ مِنِ امْرِئٍ ضَاقَتْ بِهِ الدُّنْيَا وَضَاقَتْ بِهِ الدُّنْيَا بِمَا رَحُبَتْ وَأَصْبَحَتِ الدُّنْيَا فِي عَيْنِهِ أَضْيَقَ مِنْ شَقِّ الْإِبْرَةِ فَلَمَّا فَزَعَ إِلَى الصَّلَاةِ يَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَتْلُو كَلَامَهُ ثُمَّ فِي سُجُودِهِ يُنَاجِي رَبَّهُ وَيُنَادِيهِ وَيَدْعُوهُ وَيَرْجُوهُ يَبُثُّ إِلَيْهِ هُمُومَهُ وَيَطْرَحُ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مَا فِي قَلْبِهِ فَيُنْزِلُ بِهِ رِكَابَهُ

كَمْ مِنِ امْرِئٍ لَمَّا ضَاقَتْ بِهِ الدُّنْيَا لَجَأَ إِلَى الصَّلَاةِ فَفَتَحَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ مَا أُغْلِقَ وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَلَكِنَّ بَعْضَ النَّاسِ يَسْتَبْطِئُ الرِّزْقَ وَهَذَا مِنْ ضَعْفِ إِيمَانِهِ وَبَعْضَ النَّاسِ يَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا يَعْلَمُ مَا الْخِيَرَةُ فَقَدْ تَكُونُ الْخِيَرَةُ فِي أَلَّا يُسْتَجَابَ دُعَاؤُهُ فَإِنَّ بَعْضَ الدُّعَاءِ إِذَا اسْتُجِيبَ قَدْ يَكُونُ فِيهِ ضَرَرٌ عَلَى الْعَبْدِ وَهُوَ لَا يَعْلَمُ

فَكَمَالُ الْإِيمَانِ أَنْ تَلْتَجِئَ إِلَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَتَدْعُوَهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ مَا كَانَ فِي السُّجُودِ أَفْضَلُ الدُّعَاءِ مَا كَانَ فِي السُّجُودِ وَأَنْتَ فِي صَلَاةٍ فَإِذَا دَعَوْتَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ خَتَمْتَ هَذَا الدُّعَاءَ بِتَفْوِيضِ الْقَلْبِ لَهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ يَخْتَارَ لَكَ الْأَصْلَحَ فِي أَمْرِكَ فِي أَمْرِ دُنْيَاكَ فِي أَمْرِ بَيْعٍ وَشِرَاءٍ فِي أَمْرِ زَوَاجٍ وَعَدَمِهِ فِي أَيِّ أَمْرٍ مِنْ أُمُورِكَ

وَقَدْ أَلْحَحْتَ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَبَذَلْتَ الْوَسَائِلَ فِي إِجَابَةِ الدُّعَاءِ فَثِقْ بِأَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ سَيَكْتُبُ لَكَ الْخِيَرَةَ أَقَلُّ الْأَحْوَالِ أَنْ تُعْطَى مَا سَأَلْتَ وَأَعْظَمُهُ أَنْ يُعْطِيَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتَ وَرُبَّمَا حُرِمْتَ مَا سَأَلْتَ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.