Inilah Puncak Kelezatan Iman yang Semoga Allah Berikan Pada Kita – Syaikh Shalih As -Sindi

Karena itu, perkara terbesar yang bergejolak di dalam hati orang-orang beriman yang jujur dalam kehidupan dunia mereka adalah rasa rindu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Alangkah indahnya ucapan Ibnul Qayyim rahimahullah, “Demi Allah, tidak ada di dunia ini yang lebih lezat daripada kerinduan seorang hamba kepada Ar-Rahman. Demikian pula melihat wajah-Nya Subhanahu wa Ta’ala, itulah kelezatan yang paling sempurna bagi manusia.” (Al-Qashidah An-Nuniyyah)

Di dunia, nikmat terbesar dan kelezatan paling sempurna adalah engkau mengenal Allah, mencintai-Nya, dan merindukan-Nya. Sebagaimana nikmat terbesar di akhirat adalah engkau melihat-Nya, mendengar firman-Nya, dan mendapatkan keridaan-Nya.

Itulah kelezatan terbesar di akhirat, sebagaimana nikmat terbesar di dunia adalah engkau dianugerahi kerinduan kepada Allah. Siapa yang mendapatkan karunia ini, sungguh ia telah mendapatkan bagian yang besar. Karena itu, di antara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dalam hadis ‘Ammar radhiyallahu ‘anhu, riwayat An-Nasa’i dan selainnya:

“Aku memohon kepada-Mu kelezatan memandang wajah-Mu, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu.” (HR. An-Nasa’i)

Jadi, rindu bertemu Allah ‘Azza wa Jalla adalah perkara yang agung. Sangat layak bagimu untuk terus-menerus memohon hal itu kepada Rabbmu Jalla wa ‘Ala. Orang-orang beriman yang jujur merindukan pertemuan dengan Rabb mereka. Orang-orang beriman yang jujur berharap bertemu Rabb mereka.

“Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang.” (QS. Al-Ankabut: 5).

Alangkah agungnya pengaruh ayat ini pada jiwa-jiwa yang beriman. Seakan-akan di dalamnya ada penenang bagi mereka, sementara hati mereka telah terbang karena rindu kepada-Nya Subhanahu wa Ta’ala.

Jika kalian mengharapkan pertemuan dengan Allah, maka bersabarlah dan tetaplah teguh. Sebab, ketetapan waktu dari Allah itu dekat. Pertemuan dengan Allah ‘Azza wa Jalla yang kalian dambakan itu dekat.

Tidak ada jarak antara kalian dan pertemuan itu, selain berlalunya detik-detik kehidupan ini. Kemudian kalian akan beruntung dengan bertemu Zat yang paling dicintai, Subhanahu wa Ta’ala.

Orang-orang beriman yang jujur mencintai pertemuan dengan Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mencintai pertemuan dengan Allah, Allah pun mencintai pertemuan dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, dalam jiwa orang-orang beriman ada keinginan yang sangat kuat untuk melihat Allah Jalla wa ‘Ala. Inilah Nabi Musa ‘alaihis salam. Ketika beliau mendengar firman Allah, jiwanya sangat ingin melihat-Nya, lalu berkata, “Wahai Rabbku, tampakkanlah diri-Mu kepadaku agar aku dapat melihat-Mu.” (QS. Al-A’raf: 143)

Para sahabat radhiyallahu ‘anhum dahulu bersama Nabi ‘alaihis shalatu was salam, sebagaimana disebutkan dalam Ash-Shahihain dari hadis Abu Hurairah dan Abu Sa’id. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami akan melihat Rabb kami pada hari kiamat?” (HR. Bukhari dan Muslim). Seakan-akan aku melihat mereka sedang mencari jawaban yang dapat menenangkan kerinduan yang bergolak di dalam hati mereka. Karena sesungguhnya kerinduan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kerinduan yang sangat besar.

Rindu adalah hajat hati untuk bertemu dengan yang dicintai, dan perjalanan hati untuk mencarinya. Semakin besar iman seseorang, semakin besar pula rindunya untuk bertemu Allah dan melihat-Nya Subhanahu wa Ta’ala.

Kerinduan ini lahir dari dua perkara. Pertama, mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Semakin engkau mengenal Allah, semakin kuat kerinduan kepada-Nya. Kedua, kokohnya rasa cinta kepada Allah di dalam hatimu. Semakin besar cintamu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semakin besar pula kerinduanmu kepada-Nya.

Karena itu, diriwayatkan dari Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata, “Aku mencintai kematian karena rindu kepada Rabbku.” (Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam kitab Az-Zuhd).

Subhanallah. Keadaan mereka menakjubkan. Mereka merasa kematian begitu lambat datang, dan merasa kehidupan ini terlalu panjang. Sebab, kehidupan dunia inilah penghalang antara mereka dan sampainya mereka kepada kelezatan terbesar serta tujuan agung yang mereka damba-dambakan.

Bahwasanya tidak ada kesempatan melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali di negeri akhirat. Karena itulah kerinduan mereka kepada-Nya Subhanahu wa Ta’ala begitu besar.

Ibnul Jauzi menukil dalam kitab Shifatush Shafwah, dari sebagian ahli ibadah, bahwasanya ia menangis selama 60 tahun karena rindu kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Ibnu Rajab juga menukil dari Abu ‘Inabah Al-Khaulani bahwa ia berkata, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian lebih mencintai pertemuan dengan Allah daripada madu.” (Majmu’ Rasa’il Ibnu Rajab; Al-Jihad Ibnul Mubarak, no. 128)

Demikianlah jiwa-jiwa yang beriman, mereka rindu bertemu Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersungguh-sungguh dalam upayanya menempuh jalan yang mengantarkan kepada Allah Jalla wa ‘Ala.

Adapun orang yang keadaannya berbeda dari itu, maka sungguh ia berada di lembah yang lain.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, merasa puas dengan kehidupan dunia, dan merasa tenteram dengannya…” (QS. Yunus: 7).

Inilah keadaan orang yang berpaling dari Allah, berpaling dari ketaatan kepada-Nya, dan berpaling dari mencintai-Nya. Ia kembali dengan membawa kerugian.

Adapun orang-orang yang berharap bertemu Allah, mereka memperoleh keberuntungan yang besar. Nikmat yang agung pun telah menanti mereka.

Maka, buah dari kerinduan ini adalah mereka akan meraih apa yang mereka harapkan dan apa yang mereka rindukan. Yaitu Allah Yang Maha Agung Subhanahu wa Ta’ala memberikan karunia-Nya dan mengizinkan orang-orang beriman, yang mencintai-Nya lagi jujur ini, untuk melihat-Nya.

Bagaimanapun, wahai muslim, pembahasan ini sangat layak untuk engkau renungkan. Sebab, pembahasan ini bisa menjadi timbangan untuk menilai sehat atau sakitnya hatimu. Semakin sehat hatimu, semakin besar kerinduanmu kepada Rabbmu. Sebaliknya pun demikian.

Maka berbahagialah orang yang berusaha, bersungguh-sungguh, mengawasi dirinya, dan menghisab dirinya hingga ia sampai pada perkara agung ini. Jadikan salah satu tujuan besarmu dalam hidup ini adalah mencapai kedudukan yang agung ini, yaitu engkau rindu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjadi orang yang berharap bertemu dengan-Nya, dan mencintai pertemuan dengan-Nya. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

=====

وَلِذَلِكَ الْمُؤْمِنُونَ الصَّادِقُونَ أَعْظَمُ شَيْءٍ يَهِيجُ فِي قُلُوبِهِم فِي دُنْيَاهُمْ هُوَ الشَّوْقُ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

وَمَا أَحْسَنَ مَا قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ وَاللهِ مَا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا أَلَذُّ مِنِ اشْتِيَاقِ الْعَبْدِ لِلرَّحْمَنِ وَكَذَاكَ رُؤْيَةُ وَجْهِهِ سُبْحَانَهُ هِيَ أَكْمَلُ اللَّذَّاتِ لِلْإِنْسَانِ

فِي الدُّنْيَا أَعْظَمُ نَعِيمٍ وَأَكْمَلُ لَذَّةٍ هِيَ أَنْ تَعْرِفَ اللهَ وَتُحِبَّهُ وَتَشْتَاقَ إِلَيْهِ كَمَا أَنَّ أَعْظَمَ نِعْمَةٍ فِي الْآخِرَةِ هِيَ أَنْ تَرَاهُ وَتَسْمَعَ كَلَامَهُ، وَأَنْ يَحِلَّ عَلَيْكَ رِضْوَانُهُ

فَهَذِهِ أَعْظَمُ اللَّذَّاتِ فِي الْآخِرَةِ، كَمَا أَنَّ أَعْظَمَ نِعْمَةٍ فِي الدُّنْيَا هِيَ أَنْ تُرْزَقَ الشَّوْقَ إِلَى اللهِ مَنْ فَازَ بِهَذَا فَازَ بِحَظٍّ عَظِيمٍ، وَلِذَا كَانَ مِنْ دُعَائِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا فِي حَدِيثِ عَمَّارٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عِنْدَ النَّسَائِيِّ وَغَيْرِهِ

وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ

إِذًا الشَّوْقُ إِلَى لِقَاءِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ شَيْءٌ عَظِيمٌ، يَسْتَحِقُّ أَنْ تُلِحَّ عَلَى رَبِّكَ جَلَّ وَعَلَا فِي طَلَبِهِ الْمُؤْمِنُونَ الصَّادِقُونَ يَشْتَاقُونَ إِلَى لِقَاءِ رَبِّهِمْ، وَالْمُؤْمِنُونَ الصَّادِقُونَ يَرْجُونَ لِقَاءَ رَبِّهِمْ

مَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ

مَا أَعْظَمَ وَقْعَ هَذِهِ الْآيَةِ عَلَى النُّفُوسِ الْمُؤْمِنَةِ كَأَنَّ فِيهَا تَسْكِينًا لَهُمْ، وَقَدْ طَارَتْ قُلُوبُهُمْ شَوْقًا إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

إِنْ كُنْتُمْ تَرْجُونَ لِقَاءَ اللهِ فَاصْبِرُوا وَاثْبُتُوا، فَإِنَّ أَجَلَ اللهِ قَرِيبٌ لِقَاءُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ الَّذِي تَطْمَحُونَ إِلَيْهِ قَرِيبٌ

لَيْسَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ إِلَّا أَنْ تَنْقَضِيَ لَحَظَاتُ هَذِهِ الْحَيَاةِ ثُمَّ تَفُوزُونَ بِلِقَاءِ الْمَحْبُوبِ الْأَعْظَمِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

الْمُؤْمِنُونَ الصَّادِقُونَ يُحِبُّونَ لِقَاءَ اللهِ، قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَهُ

وَلِذَلِكَ كَانَ هُنَاكَ رَغْبَةٌ جَامِحَةٌ فِي نُفُوسِ أَهْلِ الْإِيمَانِ لِرُؤْيَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلَا فَهَذَا مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ سَمِعَ كَلَامَ اللهِ، فَتَاقَتْ نَفْسُهُ إِلَى رُؤْيَتِهِ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ

وَالصَّحَابَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ كَانُوا مَعَ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَمَا فِي الصَّحِيحَيْنِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَمِنْ حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، هَلْ نَرَى رَبَّنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ كَأَنِّي بِهِمْ يَبْحَثُونَ عَنْ جَوَابٍ يُسَكِّنُ هَذَا الشَّوْقَ الَّذِي يَعْتَلِجُ فِي قُلُوبِهِمْ فَإِنَّ شَوْقَهُمْ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى شَوْقٌ عَظِيمٌ

الشَّوْقُ احْتِيَاجُ الْقَلْبِ إِلَى لِقَاءِ الْمَحْبُوبِ وَسَفَرُهُ فِي طَلَبِهِ وَكُلَّمَا كَانَ الْإِنْسَانُ أَعْظَمَ إِيمَانًا كُلَّمَا كَانَ أَكْثَرَ شَوْقًا إِلَى لِقَاءِ اللهِ وَرُؤْيَتِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

وَهَذَا الشَّوْقُ يَنْتُجُ عَنْ أَمْرَيْنِ: عَنْ مَعْرِفَةٍ لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ كُلَّمَا كُنْتَ بِاللهِ أَعْرَفَ كُنْتَ أَشَدَّ اشْتِيَاقًا إِلَيْه وَالْأَمْرُ الثَّانِي: تَمَكُّنُ مَحَبَّتِهِ فِي قَلْبِكَ كُـلَّمَا كُنْتَ أَعْظَمَ مَحَبَّةً لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى كُـلَّمَا كَانَ شَوْقُكَ إِلَيْهِ أَعْظَمَ

وَلِذَلِكَ جَاءَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: أُحِبُّ الْمَوْتَ اشْتِيَاقًا إِلَى رَبِّي

سُبْحَانَ اللهِ! شَأْنُهُمْ عَجِيبٌ، يَسْتَبْطِئُونَ الْمَوْتَ وَيَسْتَطِيلُونَ الْحَيَاةَ لِأَنَّهَا هِيَ الْحَائِلُ، هِيَ الْمَانِعُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْوُصُولِ إِلَى اللَّذَّةِ الْعُظْمَى وَالْغَايَةِ الْكُبْرَى الَّتِي يَطْمَحُونَ إِلَيْهَا

إِنَّهُ لَا رُؤْيَةَ لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى إِلَّا فِي دَارِ الْآخِرَةِ وَلِذَلِكَ هُمْ أَعْظَمُ شَوْقًا إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

قَدْ نَقَلَ ابْنُ الْجَوْزِيِّ فِي صِفَةِ الصَّفْوَةِ عَنْ بَعْضِ الْعَابِدِينَ أَنَّهُ بَكَى سِتِّينَ سَنَةً شَوْقًا إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

وَنَقَلَ ابْنُ رَجَبٍ عَنْ أَبِي عَنْبَسَةَ الْخَوْلَانِيِّ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ لِقَاءُ اللهِ أَحَبُّ إِلَيْهِمْ مِنَ الشَّهْدِ

هَكَذَا النُّفُوسُ الْمُؤْمِنَةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى لِقَاءِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، مُجْتَهِدَةٌ فِي السَّعْيِ إِلَى مَا يُوْصِلُ إِلَيْهِ جَلَّ وَعَلَا

وَأَمَّا مَنْ كَانَ عَلَى خِلَافِ ذَلِكَ فَإِنَّهُ فِي وَادٍ آخَرَ

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا

هَذِهِ حَالُ مَنْ كَانَ مُعْرِضًا عَنِ اللهِ، مُعْرِضًا عَنْ طَاعَتِهِ، مُعْرِضًا عَنْ مَحَبَّتِهِ، يَبُوءُ بِالْخُسْرَانِ

لَكِنَّ الَّذِينَ يَرْجُونَ لِقَاءَ اللهِ فَازُوا فَوْزًا عَظِيمًا، وَيَنْتَظِرُهُم نِعْمَةٌ كُبْرَى

فَثَمْرَةُ هَذَا الشَّوْقِ أَنْ يَنَالُوا مَا تَمَنَّوْا وَمَا اشْتَاقُوا إِلَيْهِ وَهُوَ أَنْ يَمُنَّ اللهُ الْعَظِيمُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَيَأْذَنَ أَنْ يَرَاهُ هَؤُلَاءِ الْمُؤْمِنُونَ الْمُحِبُّونَ الصَّادِقُونَ

وَعَلَى كُلِّ حَالٍ، هَذَا الْمَوْضُوعُ حَرِيٌّ بِكَ يَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُ أَنْ تَتَأَمَّلَهُ فَإِنَّ هَذَا الْمَوْضُوعَ يُمْكِنُ أَنْ يَكُونَ مِيزَانًا تَزِنُ بِهِ صَلَاحَ قَلْبِكَ مِنْ مَرَضِ قَلْبِكَ فَكُلَّمَا كَانَ قَلْبُكَ أَصَحَّ كَانَ الشَّوْقُ إِلَى رَبِّكَ أَعْظَمَ، وَالْعَكْسُ بِالْعَكْسِ

فَهَنِيئًا لِمَنْ سَعَى وَاجْتَهَدَ وَرَاقَبَ نَفْسَهُ وَحَاسَبَهَا حَتَّى يَصِلَ إِلَى هَذَا الْأَمْرِ الْعَظِيمِ اجْعَلْ مِنْ أَهْدَافِكَ الْكُبْرَى فِي الْحَيَاةِ أَنْ تَصِلَ إِلَى هَذِهِ الرُّتْبَةِ الْعَظِيمَةِ وَهِيَ أَنْ تَشْتَاقَ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، وَتَكُونَ مِمَّنْ يَرْجُو لِقَاءَهُ، وَمَنْ يُحِبُّ لِقَاءَهُ وَاللهُ الْمُسْتَعَانُ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.