Kalau Mau Hidayah, Lawan Nafsumu! Hidayah Tidak Datang Tanpa Perjuangan – Syaikh Sa’ad al-Khatslan

Sebagian orang, ketika dinasihati dalam suatu perkara, berkata, “Doakan saya agar mendapat hidayah.” Atau ia berkata, “Semoga Allah memberi saya hidayah,” dan ucapan semisalnya. Hidayah tidak datang kepada seseorang begitu saja. Namun, hidayah adalah buah dari kesungguhan melawan diri sendiri.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-‘Ankabut: 69)

Maka siapa yang menginginkan hidayah, hendaklah ia bersungguh-sungguh melawan dirinya. Ia bersungguh-sungguh memaksa dirinya untuk taat, dan bersungguh-sungguh menahan dirinya dari melakukan maksiat. Niscaya hidayah akan datang kepadanya. Allah Ta’ala Maha Adil, Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui.

Jika kamu ingin hidayah datang kepadamu dan ingin benar-benar mendapat petunjuk, maka lawanlah dirimu. Renungkanlah ayat yang agung ini.

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-‘Ankabut: 69)

Perhatikan bagaimana Allah menjadikan hidayah sebagai buah dari kesungguhan. Bersungguh-sungguhlah melakukan ketaatan! Bersungguh-sungguhlah menjaga salat berjamaah di masjid! Seorang wanita pun bersungguh-sungguh menjaga salat pada waktunya. Bersungguh-sungguhlah dalam melaksanakan seluruh kewajiban! Bersungguh-sungguhlah mengerjakan amalan-amalan sunah, setelah amalan-amalan wajib. Bersungguh-sungguhlah menahan diri dari maksiat. Niscaya hidayah akan datang kepadamu.

Adapun seseorang yang berdalih bahwa andai Allah Ta’ala memberinya hidayah, tentu dia akan mendapat hidayah, maka ini bukan alasan yang benar. Allah Ta’ala telah menyebutkan ini dalam firman-Nya: “Supaya jangan ada orang yang mengatakan: ‘Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah…’” (QS. Az-Zumar: 56). Hingga firman-Nya, “Atau supaya jangan ada yang berkata: ‘Kalau sekiranya Allah memberiku petunjuk, tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa.’” (QS. Az-Zumar: 57) “Tidaklah demikian. Sungguh, ayat-ayat-Ku telah datang kepadamu…” (QS. Az-Zumar: 59).

Jadi, ketika seseorang berkata, “Seandainya Allah memberiku hidayah,” atau, “Doakan saja saya agar mendapat hidayah,” itu bukanlah alasan. Itu hanya sikap menghindar. Jika kamu menginginkan hidayah, tempuhlah jalan mujahadah. Lawanlah dirimu. Paksa dirimu untuk taat! Tahan dirimu dari maksiat, niscaya hidayah akan datang kepadamu.

=====

بَعْضُ النَّاسِ عِنْدَمَا يُنْصَحُ فِي أَمْرٍ يَقُولُ: ادْعُ اللَّهَ لِي بِالْهِدَايَةِ أَوْ: اللَّهُ يَهْدِينِي، وَنَحْوِ ذَلِكَ الْهِدَايَةُ لَا تَأْتِي لِلْإِنْسَانِ فَجْأَةً وَإِنَّمَا الْهِدَايَةُ ثَمَرَةُ مُجَاهَدَةِ النَّفْسِ

كَمَا قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

فَمَنْ أَرَادَ الْهِدَايَةَ فَلْيُجَاهِدْ نَفْسَهُ يُجَاهِدُ نَفْسَهُ عَلَى الطَّاعَةِ وَيُجَاهِدُ نَفْسَهُ عَنِ الْمَعَاصِي تَأْتِيهِ الْهِدَايَةُ اللَّهُ تَعَالَى عَدْلٌ وَحَكِيمٌ عَلِيمٌ

إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَأْتِيَكَ الْهِدَايَةُ وَأَنْ تَهْتَدِي فَجَاهِدْ نَفْسَكَ وَتَأَمَّلْ هَذِهِ الْآيَةَ الْعَظِيمَةَ

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

فَانْظُرْ كَيْفَ أَنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ جَعَلَ الْهِدَايَةَ ثَمَرَةً لِلْمُجَاهَدَةِ جَاهِدْ نَفْسَكَ عَلَى فِعْلِ الطَّاعَاتِ جَاهِدْ نَفْسَكَ عَلَى أَدَاءِ الصَّلَاةِ مَعَ الْجَمَاعَةِ فِي الْمَسْجِدِ وَالْمَرْأَةُ تُجَاهِدُ نَفْسَهَا عَلَى أَنْ تَأْتِيَ بِالصَّلَاةِ فِي وَقْتِهَا جَاهِدْ نَفْسَكَ عَلَى فِعْلِ جَمِيعِ الْوَاجِبَاتِ جَاهِدْ نَفْسَكَ عَلَى الْإِتْيَانِ بِالنَّوَافِلِ بَعْدَ الْوَاجِبَاتِ جَاهِدْ نَفْسَكَ عَلَى الْكَفِّ عَنِ الْمَعَاصِي تَأْتِيكَ الْهِدَايَةُ

وَكَوْنُ الْإِنْسَانِ يَحْتَجُّ بِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَوْ هَدَاهُ لَاهْتَدَى هَذِهِ لَيْسَتْ بِحُجَّةٍ وَقَدْ ذَكَرَ اللَّهُ تَعَالَى هَذَا فِي قَوْلِهِ أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللَّهِ إِلَى قَوْلِهِ: أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ بَلَى قَدْ جَاءَتْكَ آيَاتِي

فَكَوْنُ الْإِنْسَانِ يَقُولُ: لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي أَوْ: ادْعُ اللَّهَ لِي بِالْهِدَايَةِ هَذِهِ لَيْسَتْ بِحُجَّةٍ، هَذَا تَهَرُّبٌ إِذَا أَرَدْتَ الْهِدَايَةَ فَالْزَمْ طَرِيقَ الْمُجَاهَدَةِ جَاهِدْ نَفْسَكَ، جَاهِدْ نَفْسَكَ عَلَى الطَّاعَةِ وَجَاهِدْ نَفْسَكَ عَنِ الْمَعْصِيَةِ، تَأْتِيكَ الْهِدَايَةُ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.