Cara Berdakwah kepada Teman Kerja Tanpa Menggurui – Syaikh Shalih Alu Syaikh #NasehatUlama

Adapun di tempat kerja, medannya sangat berbeda dengan rumah. Membina orang-orang di rumah lebih mudah daripada membina rekan-rekan kerja. Mengapa? Karena mereka sudah dewasa. Mereka memiliki keyakinan dan karakter masing-masing.

Namun tidak diragukan, keadaan mereka berbeda-beda. Karena itu, jangan memandang mereka semua dengan cara pandang yang sama. Setiap orang memiliki keadaan, cara berpikir, dan perasaan yang berbeda.

Di antara cara terbaik untuk memberi pengaruh kepada rekan kerja adalah adanya dua atau tiga orang yang berinisiatif mengadakan pertemuan rutin. Tiga kali dalam sebulan, mereka berkumpul dan berbincang santai tentang apa saja. Lalu sekali dalam sebulan, seorang ahli ilmu datang dan berdiskusi bersama mereka sekitar satu jam tentang suatu pembahasan.

Ini salah satu cara membangun kedekatan, tanpa memaksakan figur tertentu kepada mereka. Sebab, di antara mereka ada yang tidak menerima jika setiap kali selalu didatangkan seseorang untuk berbicara tentang masalah agama. Namun jika pada awalnya dilakukan sekali dalam dua bulan atau sekali sebulan, itu masih bisa diterima. Ini salah satu sarana dakwah.

Sarana kedua: menyebarkan materi bermanfaat di tempat kerja, seperti fatwa sebagian ulama, baik secara langsung maupun tidak langsung, menyebarkan rekaman kajian yang bermanfaat dan memberi pengaruh, atau menjalin pertemanan secara khusus, membantu sebagian mereka, menjadi perantara kebaikan bagi mereka, serta berusaha memberi manfaat melalui akhlak yang telah kita sebutkan. Maksudnya, ketika berinteraksi di tempat kerja, orang lain melihat darinya perhatian dan pengorbanan yang tidak mereka dapatkan dari orang lain. Ini sarana yang penting, karena dapat memasukkan kebaikan ke dalam hati, meskipun hasilnya baru tampak setelah sekian lama.

Demikian pula jika ada orang yang bertanggung jawab di tempat kerja. Ketika kita mengatakan “penanggung jawab”, jangan dibayangkan hanya sebagai jabatan struktural resmi tertentu. Jika penanggung jawab itu orang yang baik dan saleh, dapat diadakan pertemuan bagi seluruh karyawan, yang melalui pertemuan itu mereka dapat diarahkan kepada kebaikan.

Artinya, di hadapanmu ada banyak peluang untuk melakukan upaya dakwah secara pribadi di tempat kerja, yang dapat menghasilkan berbagai kebaikan. Tentu kita tidak bisa membahas seluruh caranya. Namun siapa yang telah mencobanya, hendaknya ia berbagi pengalamannya dengan orang lain. Jika seseorang baru hendak memulainya, hendaknya ia bermusyawarah dengan saudara-saudaranya. Tentu ada banyak pengalaman berharga dalam bidang ini.

=====

بِالنِّسْبَةِ لِلْعَمَلِ، الْعَمَلُ مَيْدَانٌ آخَرُ مُخْتَلِفٌ تَمَامًا عَنِ الْبَيْتِ مُعَالَجَةُ الْبُيُوتِ أَسْهَلُ مِنْ مُعَالَجَةِ زُمَلَاءِ الْعَمَلِ لِيش؟ لِأَنَّ هَؤُلَاءِ قَدْ بَلَغُوا مِنَ الْعُمْرِ مَا بَلَغُوا، لَهُمْ قَنَاعَاتُهُمْ، وَلَهُمْ شَخْصِيَّاتُهُمْ

لَكِنَّ هَؤُلَاءِ لَا شَكَّ أَنَّهُمْ دَرَجَاتٌ يَخْتَلِفُونَ هَؤُلَاءِ لَا تَنْظُرْ إِلَيْهِمْ نَظَرًا وَاحِدًا بَلْ كُلُّ وَاحِدٍ لَهُ وَضْعُهُ، لَهُ تَفْكِيرُهُ، وَلَهُ عَوَاطِفُهُ الَّتِي فِي دَاخِلِهِ

زُمَلَاءُ الْعَمَلِ مِنْ أَحْسَنِ مَا يُؤَثَّرُ بِهِ عَلَيْهِمْ، أَنْ يَكُونَ هُنَاكَ اثْنَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ يَبْتَدِئُونَ بِوَضْعِ شَيْءٍ مِمَّا يُسَمِّيهِ بَعْضُ النَّاسِ دَوْرِيَّةً، وَيَكُونُ فِيهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فِي الشَّهْرِ جَلْسَةٌ عَامَّةٌ يَتَحَدَّثُونَ كَمَا يَشَاؤُونَ وَمَرَّةً فِي الشَّهْرِ يَأْتِيهِمْ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ، وَيَتَنَاقَشُونَ مَعَهُ فِي سَاعَةٍ مِنَ الزَّمَانِ فِي أَمْرٍ مِنَ الْأُمُورِ

هَذَا نَوْعٌ مِنَ الرَّبْطِ، الرَّبْطُ الَّذِي مَعَهُ عَدَمُ فَرْضِ الشَّخْصِيَّاتِ عَلَى أُولَئِكَ لِأَنَّ مِنْهُمْ مَنْ لَا يَقْبَلُ أَنْ يَأْتِيَ كُلَّ مَرَّةٍ وَاحِدٌ يَتَحَدَّثُ لَهُمْ فِي هَذِهِ الْمَجَالَاتِ، يَعْنِي الْمَجَالَاتِ الدِّينِيَّةِ لَكِنْ إِذَا كَانَ مَرَّةً فِي الشَّهْرَيْنِ أَوْ مَرَّةً فِي الشَّهْرِ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ، هَذَا مَقْبُولٌ. هَذِهِ وَسِيلَةٌ مِنَ الْوَسَائِلِ

الْوَسِيلَةُ الثَّانِيَةُ: نَشْرُ أَشْيَاءَ فِي الْعَمَلِ، مِنْ جِهَةِ فَتَاوَى لِبَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ بِطَرِيقَةٍ مُبَاشِرَةٍ أَوْ غَيْرِ مُبَاشِرَةٍ مِنْ نَشْرِ أَشْرِطَةٍ نَافِعَةٍ يَكُونُ فِيهَا الْأَثَرُ، مِنْ قَبِيلِ صُحْبَةٍ خَاصَّةٍ نَفْعٍ لِبَعْضِهِمْ، التَّوَسُّطِ لِبَعْضِهِمْ، السَّعْيِ فِي نَفْعِهِمْ بِالْأَخْلَاقِيَّاتِ الَّتِي ذَكَرْنَا يَعْنِي أَنْ يَكُونَ الْمَرْءُ فِي عَمَلِهِ الَّذِي يُخَاطِبُ الْآخَرِينَ يَكُونُ رَأَى مِنْهُ ذَاكَ، أَنَّهُ يَبْذُلُ لَهُ مَا لَا يَبْذُلُهُ غَيْرُهُ وَهَذِهِ وَسِيلَةٌ مُهِمَّةٌ لِأَنَّهَا تُدْخِلُ الْخَيْرَ فِي النُّفُوسِ وَلَوْ بَعْدَ زَمَنٍ

كَذَلِكَ إِذَا كَانَ هُنَاكَ مَسْؤُولُ الْعَمَلِ يَعْنِي وَإِذَا قُلْنَا مَسْؤُولَ عَمَلٍ، لَا يُتَصَوَّرُ أَنَّهُ مَثَلًا وَظِيفَةٌ رَسْمِيَّةٌ فِي أَيِّ مَجَالٍ مِنْ مَجَالَاتِ الْعَمَلِ إِذَا كَانَ مَسْؤُولُ الْعَمَلِ رَجُلًا جَيِّدًا وَصَالِحًا يُمْكِنُ أَنْ تُعْقَدَ لِقَاءَاتٍ لِكُلِّ الْعَامِلِينَ وَيُؤَثَّرَ عَلَيْهِمْ عَنْ طَرِيقِهَا

يَعْنِي أَمَامَكَ مَجَالَاتٌ لِجُهْدٍ فَرْدِيٍّ فِي الْعَمَلِ يُمْكِنُ أَنْ تَبْذُلَهُ، وَيَكُونَ مَعَهُ أَشْيَاءُ مِنَ الْخَيْرِ وَلَا يُمْكِنُ طَرْقُ جَمِيعِ الْجَوَانِبِ، لَكِنْ إِذَا كَانَ هُنَاكَ مَنْ سَعَى فِي ذَلِكَ فَيَجُودُ بِخِبْرَتِهِ عَلَى الْآخَرِينَ أَوْ إِذَا رَأَى الْمَرْءُ أَنَّهُ سَيَبْدَأُ فِي ذَلِكَ، يُشَاوِرُ إِخْوَانَهُ وَلَا بُدَّ أَنَّ هُنَاكَ تَجَارِبَ كَثِيرَةً فِي هَذَا الْمَجَالِ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.