Selanjutnya kita beralih kepada hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, kalian akan menunaikan hak-hak kepada pemiliknya pada hari kiamat, hingga ditegakkan qisas (pembalasan yang setimpal) bagi domba yang tidak bertanduk terhadap domba yang bertanduk.” (HR. Muslim no. 2582).
Domba jalha’ dan domba qarna’. Qarna’ maksudnya domba yang bertanduk, edangkan jalha’ adalah domba yang tidak bertanduk. Ketika kedua domba itu saling menanduk, yang satu bertanduk, dan yang satu tidak bertanduk, pada hari kiamat kelak akan ditegakkan qisas di antara keduanya.
Padahal hewan-hewan itu tidak dibebani kewajiban syariat. Namun, hal ini untuk menunjukkan kesempurnaan keadilan Allah ‘Azza wa Jalla. Binatang liar, hewan ternak, dan hewan-hewan lainnya akan dihimpunkan pada hari kiamat, hingga ditegakkan qisas bagi domba yang tidak bertanduk terhadap domba bertanduk yang telah menanduknya, sebagai bentuk ditampakkannya kesempurnaan keadilan Allah ‘Azza wa Jalla.
Kemudian setelah itu dikatakan kepada hewan-hewan tersebut, “Jadilah tanah!” Setelah dihimpunkan, dikatakan kepada hewan-hewan itu, “Jadilah tanah!” Ketika orang kafir melihat hal itu, ia pun berharap seandainya dirinya menjadi tanah. “Pada hari ketika manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku menjadi tanah.’” (QS. An-Naba’: 40).
Di sini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, kalian akan menunaikan hak-hak kepada pemiliknya.” Maksudnya, siapa yang memiliki tanggungan kezaliman terhadap saudaranya, hendaknya ia menunaikan hak saudaranya itu, mengembalikan hak yang telah dizaliminya, dan meminta agar saudaranya membebaskannya dari tuntutan tersebut, selama hal itu masih memungkinkan untuk dilakukan.
Jika tidak, pada hari kiamat kelak akan ditegakkan qisas di antara manusia, dengan pahala kebaikan dan dosa-dosa, dengan keadilan yang sempurna. Bahkan qisas ditegakkan bagi domba yang tidak bertanduk terhadap domba yang bertanduk.
Maka negeri akhirat adalah negeri keadilan mutlak: “Tidak ada kezaliman pada hari ini.” (QS. Ghafir: 17). Adapun dunia bukanlah negeri ditegakkannya keadilan secara sempurna. Di dunia ada orang yang zalim dan orang yang dizalimi. Terkadang Allah Ta’ala menangguhkan hukuman orang zalim hingga hari kiamat.
“Jangan sekali-kali engkau mengira Allah lengah terhadap apa yang dilakukan orang-orang zalim. Sesungguhnya Dia hanya menangguhkan mereka sampai hari ketika mata terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42). Dan bisa jadi Allah membalasnya serta menyegerakan hukumannya di dunia. Jadi, dunia bukanlah negeri keadilan mutlak.
Karena itu, sebagian orang berkata, “Mengapa kita tidak melihat Allah ‘Azza wa Jalla membalas orang zalim, padahal kita melihat ada orang yang melakukan kezaliman yang sangat besar dan semisalnya?” Kita katakan, dunia bukanlah negeri ditegakkannya keadilan secara sempurna. Di dunia ada orang yang zalim dan orang yang dizalimi.
Negeri dengan keadilan mutlak adalah negeri akhirat, ketika itu dikatakan, “Tidak ada kezaliman pada hari ini.” (QS. Ghafir: 17). “Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan atas apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada kezaliman pada hari ini. Sesungguhnya Allah Mahacepat perhitungan-Nya.” (QS. Ghafir: 17).
Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim mengoreksi dirinya sendiri. Dan jika ada hak seseorang yang masih menjadi tanggungannya, hendaknya ia mendatangi orang tersebut dan meminta agar dibebaskan dari tuntutannya hari ini, sebelum datang saat ketika tidak ada lagi dinar maupun dirham.
=====
نَنْتَقِلُ بَعْدَ ذَلِكَ إِلَى حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
الشَّاةُ الْجَلْحَاءُ وَالشَّاةُ الْقَرْنَاءُالْقَرْنَاءُ يَعْنِي ذَاتُ الْقَرْنِ وَالْجَلْحَاءُ يَعْنِي الَّتِي لَيْسَ لَهَا قَرْنٌ فَعِنْدَ تَنَاطُحِ هَاتَيْنِ الشَّاتَيْنِ شَاةٍ ذَاتِ قَرْنٍ وَشَاةٍ لَيْسَتْ ذَاتَ قَرْنٍ يَكُونُ هُنَاكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قِصَاصٌ بَيْنَهُمَا
مَعَ أَنَّ الْبَهَائِمَ غَيْرُ مُكَلَّفَةٍ وَلَكِنْ هَذَا مِنْ بَابِ إِظْهَارِ تَمَامِ عَدْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّهُ تُحْشَرُ الْوُحُوشُ وَالْبَهَائِمُ وَالْحَيَوَانَاتُ تُحْشَرُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ يَعْنِي الَّتِي لَا قَرْنَ لَهَا مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ الَّتِي نَطَحَتْهَا مِنْ بَابِ إِظْهَارِ تَمَامِ عَدْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ يُقَالُ لَهَا: كُونِي تُرَابًا يُقَالُ لِهَذِهِ الْحَيَوَانَاتِ بَعْدَ حَشْرِهَا: كُونِي تُرَابًا فَعِنْدَمَا يَرَى الْكَافِرُ ذَلِكَ يَتَمَنَّى أَنْ لَوْ كَانَ تُرَابًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
هُنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَعْنِي مَنْ كَانَ لِأَخِيهِ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ فَيَنْبَغِي أَنْ يُؤَدِّيَ الْحَقَّ لَهُ وَأَنْ يُرْجِعَ مَظْلَمَتَهُ وَأَنْ يَتَحَلَّلَ مِنْهُ مَا دَامَ بِالْإِمْكَانِ فِعْلُ ذَلِكَ
وَإِلَّا فَإِنَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَيَكُونُ الْقِصَاصُ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ فِي غَايَةِ الْعَدْلِ حَتَّى إِنَّهُ لَيُقَادُ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
فَالدَّارُ الْآخِرَةُ دَارُ الْعَدَالَةِ الْمُطْلَقَةِ: لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ أَمَّا الدُّنْيَا فَلَيْسَتْ بِدَارِ عَدَالَةٍ الدُّنْيَا فِيهَا ظَالِمٌ وَمَظْلُومٌ وَقَدْ يُؤَخِّرُ اللَّهُ تَعَالَى عُقُوبَةَ الظَّالِمِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ وَقَدْ يَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ وَيُعَجِّلُ عُقُوبَتَهُ فِي الدُّنْيَا فَالدُّنْيَا لَيْسَتْ بِدَارِ الْعَدَالَةِ الْمُطْلَقَةِ
فَبَعْضُ النَّاسِ يَقُولُ لِمَاذَا يَعْنِي لَا نَرَى أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْتَقِمُ مِنَ الظَّالِمِ وَنَحْنُ نَرَى هُنَاكَ مَنْ يَظْلِمُ ظُلْمًا فَاحِشًا وَنَحْوَ ذَلِكَ؟ نَقُولُ: الدُّنْيَا لَيْسَتْ بِدَارِ عَدَالَةٍ الدُّنْيَا فِيهَا ظَالِمٌ وَمَظْلُومٌ
دَارُ الْعَدَالَةِ الْمُطْلَقَةِ هِيَ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِنْدَمَا يُقَالُ: لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
وَلِذَلِكَ يَنْبَغِي أَنْ يُحَاسِبَ الْمُسْلِمُ نَفْسَهُ وَإِذَا كَانَ لِأَحَدٍ عِنْدَهُ حَقٌّ أَنْ يَذْهَبَ إِلَيْهِ وَيَتَحَلَّلَ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ