Adapun orang-orang yang mendapat hidayah, ahli iman dan tauhid, mereka merasa cukup dengan Allah, bukan merasa cukup tanpa Allah.
Ahli iman dan tauhid meyakini bahwa Allah lebih baik dan lebih kekal. Mereka merasa cukup dengan Allah.
Merasa cukup dengan Allah adalah hakikat merasa fakir kepada-Nya. Siapa yang benar-benar merasa fakir kepada Allah, sungguh ia telah merasa cukup dengan Allah.
Siapa yang merasa cukup dengan Allah, Allah akan mencukupinya dari bergantung kepada makhluk. Maka hakikat kefakiran yang tercela adalah fakir kepada makhluk.
Sedangkan hakikat kefakiran yang terpuji adalah fakir kepada Al-Haqq, yaitu Allah. Dan hakikat kekayaan yang terpuji adalah kaya dengan Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Penjelasan yang tepat adalah, kekayaan yang diminta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Rabbnya adalah kekayaan hati dengan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Adapun kaya dengan harta, itu bisa dimiliki orang saleh maupun orang buruk. Harta itu, dari sisi zatnya, tidak dipuji dan tidak pula dicela.
Yang terpuji secara mutlak adalah hati yang kaya dengan Allah Tabaraka wa Ta’ala, sekaligus fakir kepada-Nya. Sedangkan yang tercela adalah ketika manusia merasa fakir kepada selain Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Hakikat yang tidak boleh dilalaikan seorang muslim adalah bahwa tidak ada kecukupan tanpa Allah Tabaraka wa Ta’ala, sebagaimana tidak ada keberadaan tanpa-Nya Tabaraka wa Ta’ala.
Jika engkau ingin menjadi orang yang benar-benar kaya, maksudku menjadi orang yang benar-benar fakir kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka engkau harus bersungguh-sungguh melawan dirimu, dengan engkau melihat setiap bagian terkecil dalam dirimu, lahir maupun batin, semuanya fakir kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Baik dari sisi bahwa Dia adalah Rabb, maupun dari sisi bahwa Dia adalah Ilah yang berhak diibadahi. Hal ini hanya terwujud dengan dua sebab. Pertama, mengenal hakikat rububiyah dan uluhiyah. Kedua, mengenal hakikat diri dan penghambaan.
Siapa yang bersungguh-sungguh melawan dirinya untuk mewujudkan dua perkara ini dan mencapainya, maka bergembiralah. Dengan taufik Allah ‘Azza wa Jalla dan karunia-Nya, ia telah sampai kepada keadaan fakir kepada Allah. Maksudku, kepada keadaan merasa cukup dengan-Nya. Wallahu Jalla wa ‘Ala a’lam.
=====
أَمَّا أَهْلُ الْهِدَايَةِ، أَهْلُ الْإِيمَانِ وَالتَّوْحِيدِ، فَإِنَّهُمْ مُسْتَغْنُونَ بِاللهِ لَا عَنْهُ أَهْلُ الْإِيمَانِ وَالتَّوْحِيدِ يَعْتَقِدُونَ أَنَّ اللهَ خَيْرٌ وَأَبْقَى، يَسْتَغْنُونَ بِاللهِ
وَالِاسْتِغْنَاءُ بِاللهِ هُوَ عَيْنُ الِافْتِقَارِ إِلَيْهِ، فَمَنِ افْتَقَرَ إِلَى اللهِ فَقَدِ اسْتَغْنَى بِاللهِ
وَمَنِ اسْتَغْنَى بِاللهِ أَغْنَاهُ اللهُ عَنْ خَلْقِهِ. فَحَقِيقَةُ الْفَقْرِ الْمَمْقُوتِ الْمَذْمُومِ هُوَ الْفَقْرُ إِلَى الْخَلْقِ
وَحَقِيقَةُ الْفَقْرِ الْمَمْدُوحِ هُوَ الْفَقْرُ إِلَى الْحَقِّ، وَحَقِيقَةُ الْغِنَى الْمَمْدُوحِ هُوَ الْغِنَى بِاللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
وَالتَّحْقِيقُ أَنَّ الْغِنَى الَّذِي سَأَلَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبَّهُ إِنَّمَا هُوَ غِنَى الْقَلْبِ بِاللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَمَّا الْغِنَى بِالْمَالِ، فَإِنَّهُ قَدْ يَكُونُ عِنْدَ الصَّالِحِ وَالطَّالِحِ، وَهَذَا مِنْ حَيْثُ هُوَ لَا يُمْدَحُ وَلَا يُذَمُّ
إِنَّمَا الْمَمْدُوحُ مُطْلَقًا هُوَ غِنَى الْقَلْبِ بِاللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَفَقْرُهُ إِلَيْهِ، وَالْمَذْمُومُ أَنْ يَفْتَقِرَ الْإِنْسَانُ إِلَى غَيْرِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
الْحَقِيقَةُ الَّتِي لَا يَجُوزُ أَنْ يَغْفَلَ عَنْهَا مُسْلِمٌ أَنَّهُ لَا غِنَى عَنِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، كَمَا أَنَّهُ لَا وُجُودَ بِغَيْرِهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
وَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْغِنَى، أَعْنِي أَنْ تَكُونَ مِنْ أَهْلِ الِافْتِقَارِ الصَّادِقِ إِلَى اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَعَلَيْكَ أَنْ تُجَاهِدَ نَفْسَكَ بِأَنْ تَرَى كُلَّ ذَرَّةٍ فِيكَ ظَاهِرَةً أَوْ بَاطِنَةً مُفْتَقِرَةً إِلَى اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
مِنْ حَيْثُ كَوْنُهُ رَبًّا، وَمِنْ حَيْثُ كَوْنُهُ إِلَهًا مَعْبُودًا وَهَذَا إِنَّمَا يَتَحَقَّقُ بِسَبَبَيْنِ: الْأَوَّلُ مَعْرِفَةُ حَقِيقَةِ الرُّبُوبِيَّةِ وَالْأُلُوهِيَّةِ، وَالثَّانِي مَعْرِفَةُ حَقِيقَةِ النَّفْسِ وَالْعُبُودِيَّةِ
مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي تَحْقِيقِ هَذَيْنِ الْأَمْرَيْنِ وَالْوُصُولِ إِلَيْهِمَا، فَلْيُبْشِرْ بِأَنَّهُ قَدْ وَصَلَ بِتَوْفِيقِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنْعَامِهِ إِلَى الِافْتِقَارِ إِلَى اللهِ، أَعْنِي إِلَى الِاسْتِغْنَاءِ بِهِ. وَاللهُ جَلَّ وَعَلَا أَعْلَمُ