Poin kelima: Pintu terdekat yang mengantarkan seseorang kepada Allah Jalla wa ‘Ala adalah menampakkan kefakirannya kepada-Nya Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu engkau menampakkan kefakiran dan ketergantunganmu kepada-Nya Subhanahu wa Ta’ala.
Demi Allah, inilah hakikat kebahagiaan seorang hamba. Inilah keadaan hamba-hamba Allah Jalla wa ‘Ala yang tulus: engkau menampakkan kefakiranmu kepada Allah dengan hati, lisan, dan anggota badanmu.
Menampakkan kefakiran ini termasuk perkara terbesar yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, ucapan seorang hamba, “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah,” merupakan salah satu perbendaharaan surga, sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ini adalah kalimat yang agung. Di dalamnya seorang hamba menyatakan dengan jelas kefakirannya kepada Allah Jalla wa ‘Ala, dan bahwa Rabbnya adalah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Selama engkau menyadari kefakiranmu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketahuilah bahwa engkau berada dalam kebaikan yang besar. Engkau merasa fakir kepada Allah Jalla wa ‘Ala, bahkan menampakkan kefakiran itu dengan seluruh relung jiwa dan anggota badanmu.
Hatimu menyuarakan kefakirannya kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Hatimu meyakini bahwa manusia tidak memiliki sesuatu pun dari dirinya sendiri dan tidak ada sesuatu pun yang bergantung kepadanya.
Segala urusan terlaksana dengan pertolongan Allah dan seluruhnya harus ditujukan kepada Allah. Inilah yang harus tertanam dalam hatimu pada setiap saat dalam hidupmu. Demikian pula, engkau menampakkan kefakiran itu dengan lisanmu.
Karena itu, di antara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dan selainnya, dan ini termasuk doa orang yang sedang ditimpa kesusahan, seorang hamba berdoa, “Ya Allah, rahmat-Mu yang kuharapkan. Janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.” (Lihat HR. Abu Daud no. 5090, dengan lafaz yang berbeda).
Mengapa? Karena jika manusia diserahkan kepada dirinya sendiri, niscaya ia akan tersesat. Ia akan terombang-ambing dalam kegelapan yang pekat. Sama sekali tidak ada harapan baginya untuk selamat, kecuali jika Allah mengurusnya dan ia berada dalam penjagaan, perlindungan, pemeliharaan, serta petunjuk-Nya Subhanahu wa Ta’ala.
Maka lisanmu senantiasa mengucapkannya. Lisanmu terus melantunkan hauqalah: “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.” — tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Engkau menyatakan kepada Allah bahwa engkau berlepas dari daya dan kekuatanmu sendiri, lalu bersandar kepada daya dan kekuatan-Nya Subhanahu wa Ta’ala.
Engkau menyatakan bahwa dirimu tidak memiliki apa pun bagi dirimu sendiri, dan bahwa seluruh urusan adalah milik Allah.
Demikian pula engkau menampakkan kefakiran kepada Allah Jalla wa ‘Ala melalui anggota badanmu, yaitu dengan bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Di antara bentuk terbesar dalam menampakkan kefakiran adalah salat, terutama rukuk, dan yang lebih agung lagi adalah sujud. Rukuk adalah pengagungan kepada Allah, sedangkan sujud adalah ketundukan dan kerendahan diri di hadapan-Nya. Keduanya merupakan wujud kefakiran kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka perbanyaklah salat, perbanyaklah rukuk, dan perbanyaklah sujud. Sebab, ini merupakan sarana yang mendatangkan rida Rabbmu Subhanahu wa Ta’ala kepadamu. Wallahul musta’an.
=====
الْمَسْأَلَةُ الْخَامِسَةُ: أَقْرَبُ الْأَبْوَابِ الْمُوصِلَةِ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا إِظْهَارُ الِافْتِقَارِ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ تُظْهِرَ فَقْرَكَ وَحَاجَتَكَ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَهَذَا وَاللهِ عَيْنُ سَعَادَةِ الْعَبْدِ وَهَذَا شَأْنُ الْخُلَّصِ مِنْ عِبَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلَا أَنْ تُظْهِرَ افْتِقَارَكَ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا بِقَلْبِكَ وَلِسَانِكَ وَجَوَارِحِكَ
هَذَا الْإِظْهَارُ مِنْ أَعْظَمِ مَا يُحِبُّهُ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَلِذَا كَانَ قَوْلُ الْعَبْدِ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، كَانَ كَنْزًا مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ، كَمَا أَخْبَرَ بِهَذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
هَذِهِ كَلِمَةٌ عَظِيمَةٌ فِيهَا تَصْرِيحُ الْعَبْدِ بِافْتِقَارِهِ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا، وَأَنَّ رَبَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
فَمَهْمَا كُنْتَ مُفْتَقِرًا إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، فَاعْلَمْ أَنَّكَ عَلَى خَيْرٍ عَظِيمٍ تَفْتَقِرُ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا، بَلْ تُظْهِرُ هَذَا الِافْتِقَارَ بِكُلِّ حَنَايَاكَ وَجَوَارِحِكَ
فَقَلْبُكَ يَنْطِقُ بِالِافْتِقَارِ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا هُوَ مُنْعَقِدٌ عَلَى أَنَّ الْإِنْسَانَ لَيْسَ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَا إِلَيْهِ شَيْءٌ
وَأَنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ بِاللهِ وَيَجِبُ أَنْ يَكُونَ لِلهِ. هَذَا مَا يَجِبُ أَنْ يَنْعَقِدَ عَلَيْهِ قَلْبُكَ فِي كُلِّ لَحْظَةٍ مِنْ لَحَظَاتِ حَيَاتِكَ وَكَذَلِكَ أَنْ تُظْهِرَ هَذَا الِافْتِقَارَ بِلِسَانِكَ
وَلِذَا كَانَ مِنْ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ وَغَيْرِهِ وَهُوَ مِنْ دُعَاءِ الْمَكْرُوبِ أَنْ يَقُولَ الْعَبْدُ اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ لَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
لِمَاذَا؟ لِأَنَّ الْإِنْسَانَ لَوْ وُكِلَ إِلَى نَفْسِهِ فَإِنَّهُ سَيَضِيعُ سَيَتِيهُ فِي ظَلَامٍ دَامِسٍ، فَلَيْسَ لَهُ أَمَلٌ فِي النَّجَاةِ قَطُّ إِلَّا بِأَنْ يَتَوَلَّاهُ اللهُ، وَأَنْ يَكُونَ فِي حِفْظِهِ وَكَلَاءَتِهِ وَرِعَايَتِهِ وَهِدَايَتِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
فَيَلْهَجُ لِسَانُكَ بِهَذَا، يَلْهَجُ لِسَانُكَ بِالْحَوْقَلَةِ. تَقُولُ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
تَبْرَأُ إِلَى اللهِ مِنْ حَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ إِلَى حَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
تُعْلِنُ أَنَّكَ لَا تَمْلِكُ شَيْئًا لِنَفْسِكَ، وَأَنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلهِ
وَأَيْضًا أَنْ تُظْهِرَ الِافْتِقَارَ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا بِجَوَارِحِكَ، وَذَلِكَ بِأَنْ تَجْتَهِدَ فِي عِبَادَةِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَمِنْ أَعْظَمِ مَا يُظْهِرُ الِافْتِقَارَ عِبَادَةُ الصَّلَاةِ، وَلَا سِيَّمَا الرُّكُوعُ، وَأَعْظَمُ مِنْهُ السُّجُودُ فَالرُّكُوعُ تَعْظِيمٌ لِلهِ، وَالسُّجُودُ ذُلٌّ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَكِلَاهُمَا افْتِقَارٌ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَأَكْثِرْ مِنَ الصَّلَاةِ، وَأَكْثِرْ مِنَ الرُّكُوعِ، وَأَكْثِرْ مِنَ السُّجُودِ فَإِنَّ هَذَا وَسِيلَةٌ مُرْضِيَةٌ لِرَبِّكَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَنْكَ. وَاللهُ الْمُسْتَعَانُ