Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa, beliau mengucapkan: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk.”
Doa ini termasuk doa yang paling agung dan paling bermanfaat. Doa ini diriwayatkan dalam hadis Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila orang-orang menyimpan emas dan perak, maka jadikanlah kalimat-kalimat ini sebagai simpananmu:
ALLAAHUMMA INNII AS ALUKATS TSABAATA FIL AMRI WAL ‘AZIIMATA ‘ALAR RUSYDI WA AS ALUKA SYUKRO NI’MATIK WA HUSNA ‘IBAADATIK WA AS ALUKA QOLBAN SALIIMAA WA LISAANAN SHOODIQOO WA AS ALUKA MIN KHOIRI MAA TA’LAM WA A ‘UUDZUBIKA MIN SYARRI MAA TA’LAM WA ASTAGHFIRUKA LIMAA TA’LAM
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam menjalankan agama, dan tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk. Aku memohon kepada-Mu agar dapat mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Aku memohon kepada-Mu hati yang selamat, dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui, aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Engkau ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang Engkau ketahui.” (HR. Ibnu Hibban).
Ini adalah doa yang sangat agung. Nabi ‘alaihish shalatu was salam menjadikannya sebagai harta simpanan yang semestinya dihafalkan oleh seorang muslim. Doa ini memuat kalimat-kalimat tersebut, di antaranya:
“Aku memohon kepada-Mu tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk.” Apabila seseorang diberi tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk, hal itu akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam perjalanannya menuju Allah ‘Azza wa Jalla dan dalam menguatkan ibadahnya. Karena itulah, semakin seseorang banyak beribadah kepada Allah, semakin kuat pula tekadnya.
Siapakah manusia yang paling banyak beribadah kepada Allah? Para nabi dan rasul. Lima rasul Ulul ‘Azmi. Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad ‘alaihimush shalatu was salam. Mengapa mereka dinamakan rasul-rasul Ulul ‘Azmi? Mengapa Allah Ta’ala menamai kelima rasul tersebut sebagai Ulul ‘Azmi? Karena mereka memiliki tekad yang sangat kuat untuk mengikuti petunjuk. Mereka adalah orang-orang yang memiliki tekad kuat dan keteguhan hati.
Karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla menamai mereka rasul-rasul Ulul ‘Azmi. Allah ‘Azza wa Jalla menamai mereka rasul-rasul Ulul ‘Azmi. Jadi, apabila seseorang dianugerahi tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk, maka itu akan memberinya kekuatan yang besar untuk beribadah.
Karena itulah, banyak orang mengetahui jalan yang benar, mengetahui kebaikan dan dapat membedakan yang hak dari yang batil, tetapi tidak memiliki tekad. Misalnya, ada orang berkata, “Aku tahu bahwa menjaga salat, seperti Salat Subuh berjamaah di masjid, merupakan jalan yang benar dan padanya terdapat kebaikan yang sangat besar.” Namun, ia tidak punya tekad untuk melakukannya. Jadi, ia tahu jalan yang benar, tetapi tidak punya tekad.
Sebaliknya, bisa jadi seseorang memiliki tekad, tetapi tanpa petunjuk. Tekadnya justru berada dalam kebatilan. Karena itu, di antara doa yang agung adalah engkau mengucapkan, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk.” Sungguh, doa ini termasuk doa yang paling bermanfaat dan paling agung.
=====
وَلِهَذَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ
وَهَذَا الدُّعَاءُ مِنْ أَعْظَمِ وَأَنْفَعِ الْأَدْعِيَةِ وَهَذَا الدُّعَاءُ وَرَدَ فِي حَدِيثِ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَنَزَ النَّاسُ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ فَاكْنُزْ هَذِهِ الْكَلِمَاتِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ
هَذَا الدُّعَاءُ دُعَاءٌ عَظِيمٌ جَعَلَهُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَنْزًا يَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَحْفَظَهُ مُشْتَمِلٌ عَلَى هَذِهِ الْكَلِمَاتِ وَمِنْهَا
أَسْأَلُكَ الْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ فَإِنَّ الْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ إِذَا رُزِقَ الْإِنْسَانُ إِيَّاهَا يَكُونُ لَهَا أَثَرٌ عَظِيمٌ فِي سَيْرِهِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَفِي قُوَّةِ عِبَادَتِهِ وَلِهَذَا كُلَّمَا كَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ عِبَادَةً لِلَّهِ كَانَ أَقْوَى عَزِيمَةً
مَنْ هُمْ أَكْثَرُ الْبَشَرِ عِبَادَةً لِلَّهِ؟ الْأَنْبِيَاءُ وَالرُّسُلُ مَنْ أَفْضَلُ الْأَنْبِيَاءِ وَالرُّسُلِ؟ أُولُو الْعَزْمِ الْخَمْسَةُ نُوحٌ وَإِبْرَاهِيمُ وَمُوسَى وَعِيسَى وَمُحَمَّدٌ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لِمَاذَا سُمُّوا أُولِي الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ؟ لِمَاذَا سَمَّى اللهُ تَعَالَى هَؤُلَاءِ الْخَمْسَةَ سَمَّاهُمْ بِأُولِي الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ؟ لِأَنَّ عِنْدَهُمْ قُوَّةَ عَزِيمَةٍ عَلَى الرُّشْدِ فَهُمْ أَصْحَابُ عَزْمٍ وَحَزْمٍ
فَسَمَّاهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ أُولِي الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ سَمَّاهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ أُولِي الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ فَالْعَزِيمَةُ عَلَى الرُّشْدِ إِذَا رُزِقَ الْإِنْسَانُ إِيَّاهَا فَإِنَّهَا تُعْطِيهِ قُوَّةً عَظِيمَةً عَلَى الْعِبَادَةِ
وَلِهَذَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ يَعْرِفُ الرُّشْدَ يَعْرِفُ الْخَيْرَ وَيَعْرِفُ الْحَقَّ مِنَ الْبَاطِلِ لَكِنْ مَا عِنْدَهُ عَزِيمَةٌ بَعْضُ النَّاسِ يَقُولُ: أَنَا أَعْرِفُ أَنَّ الْمُحَافَظَةَ مَثَلًا عَلَى الصَّلَاةِ صَلَاةِ الْفَجْرِ مَعَ الْجَمَاعَةِ فِي الْمَسْجِدِ أَنَّهَا رُشْدٌ وَأَنَّ فِيهَا خَيْرًا عَظِيمًا لَكِنْ لَيْسَ عِنْدَهُ عَزِيمَةٌ فَعِنْدَهُ رُشْدٌ وَلَيْسَ عِنْدَهُ عَزِيمَةٌ
وَقَدْ يَكُونُ عِنْدَهُ عَزِيمَةٌ لَكِنْ بِدُونِ رُشْدٍ عَزِيمَةٌ فِي الْبَاطِلِ وَلِذَلِكَ فَمِنَ الْأَدْعِيَةِ الْعَظِيمَةِ أَنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ فَإِنَّ هَذَا مِنْ أَنْفَعِ وَأَعْظَمِ الْأَدْعِيَةِ