MENGAPA DOA ORANG YANG TERZALIMI DAN ORANG YANG TERDESAK MUDAH DIKABULKAN?

Mengapa doa orang yang terzalimi dikabulkan? Doa orang yang terzalimi dikabulkan karena ketika mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya, ia berdoa dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan dan kejujuran.

Selain itu, karena Allah tidak mencintai orang-orang yang zalim. Orang yang terzalimi ini telah mengalami suatu kezaliman, sedangkan Allah Ta’ala tidak mencintai orang-orang yang zalim. Orang yang terzalimi itu berdoa kepada Allah Ta’ala dengan hati yang penuh kepedihan, dengan ikhlas dan jujur, sehingga doanya dikabulkan.

Oleh karena itu, orang yang tidak terzalimi pun, jika berdoa kepada Allah Ta’ala dengan keadaan hati seperti orang yang terzalimi, maka pada umumnya doanya juga akan dikabulkan. Karena itu pula, doa orang yang berada dalam keadaan terdesak dikabulkan.

“Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang berada dalam kesulitan (terdesak) apabila ia berdoa kepada-Nya?” (QS. An-Naml: 62). Mengapa doa orang yang terdesak dikabulkan? Karena orang yang terdesak berdoa dengan keikhlasan yang sangat dalam, dan ia berdoa kepada Allah Ta’ala dengan hati yang sepenuhnya tertuju kepada Rabbnya Subhanahu wa Ta’ala.

Maka apabila keadaanmu ketika berdoa telah seperti keadaan orang yang terdesak dan orang yang terzalimi, maka doa itu akan dikabulkan. Bahkan sebab ini, yakni keikhlasan yang sangat dalam, rasa sangat memerlukan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan ikhlas, kembali kepada-Nya, dan menghadapkan hati sepenuhnya kepada-Nya, menjadi begitu kuat hingga mengalahkan penghalang terkabulnya doa, meskipun penghalang itu berupa kesyirikan.

Karena itu, Allah Ta’ala mengabarkan tentang orang-orang musyrik, “Apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya. Namun, ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke daratan, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan-Nya.” (QS. Al-’Ankabut: 65). Padahal mereka adalah orang-orang musyrik, sedangkan kesyirikan termasuk penghalang terkabulnya doa.

Meski demikian, ketika mereka sampai pada keadaan yang sangat terdesak, mereka pun berdoa kepada Allah Ta’ala dalam keadaan benar-benar terdesak. Allah Ta’ala mengabulkan doa mereka dan menyelamatkan mereka dari kesulitan yang sedang mereka alami. “Apabila mereka naik kapal,” yakni ketika mereka ditimpa kesulitan, mereka pun berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya. “Namun, ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke daratan, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan-Nya.” (QS. Al-’Ankabut: 65).

=====

لِمَاذَا تُسْتَجَابُ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ؟ تُسْتَجَابُ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ لِأَنَّ الْمَظْلُومَ عِنْدَمَا يَدْعُو عَلَى ظَالِمِهِ يَدْعُو بِحَرَارَةٍ وَبِإِخْلَاصٍ وَبِصِدْقٍ

وَكَذَلِكَ أَيْضًا لِأَنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ فَهَذَا الْمَظْلُومُ إِنْسَانٌ تَعَرَّضَ لِمَظْلَمَةٍ وَاللَّهُ تَعَالَى لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ وَهَذَا الْمَظْلُومُ يَدْعُو اللَّهَ تَعَالَى بِحُرْقَةٍ وَبِإِخْلَاصٍ وَصِدْقٍ فَتُسْتَجَابُ دَعْوَتُهُ

وَلِذَلِكَ غَيْرُ الْمَظْلُومِ إِذَا دَعَا اللَّهَ تَعَالَى بِنَفْسِ الْمَشَاعِرِ الَّتِي يَدْعُو بِهَا الْمَظْلُومُ فَإِنَّهُ أَيْضًا فِي الْغَالِبِ تُسْتَجَابُ دَعْوَتُهُ وَلِهَذَا تُسْتَجَابُ دَعْوَةُ الْمُضْطَرِّ

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ لِمَاذَا تُسْتَجَابُ دَعْوَةُ الْمُضْطَرِّ؟ لِأَنَّ الْمُضْطَرَّ يَدْعُو بِإِخْلَاصٍ شَدِيدٍ وَيَدْعُو اللَّهَ تَعَالَى بِقَلْبٍ مُقْبِلٍ عَلَى رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

فَإِذَا وَصَلَتْ حَالَتُكَ مِثْلَ حَالَةِ الْمُضْطَرِّ وَالْمَظْلُومِ عِنْدَ الدُّعَاءِ فَإِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ بَلْ إِنَّ هَذَا السَّبَبَ وَهُوَ يَعْنِي الْإِخْلَاصُ الشَّدِيدُ وَالِاضْطِرَارُ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَدُعَاءُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِإِخْلَاصٍ وَبِإِنَابَةٍ وَبِإِقْبَالٍ يَقْوَى حَتَّى عَلَى دَفْعِ الْمَانِعِ مِنْ إِجَابَةِ الدُّعَاءِ وَإِنْ كَانَ الْمَانِعُ شِرْكًا

وَلِهَذَا أَخْبَرَ اللَّهُ تَعَالَى عَنِ الْمُشْرِكِينَ فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ مَعَ أَنَّهُمْ مُشْرِكُونَ وَالشِّرْكُ مِنْ مَوَانِعِ الْإِجَابَةِ

وَمَعَ ذَلِكَ إِذَا وَصَلُوا إِلَى حَالِ الِاضْطِرَارِ وَدَعَوُا اللَّهَ تَعَالَى وَهُمْ مُضْطَرُّونَ اسْتَجَابَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُمْ فَنَجَّاهُمْ مِمَّا هُمْ فِيهِ مِنَ الْكُرَبِ فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ يَعْنِي وَأَصَابَتْهُمْ كُرْبَةٌ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.