Cara Paling Jitu Menguatkan Hafalan al-Quran – Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily

Cara Paling Jitu Menguatkan Hafalan al-Quran – Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily

Berdasarkan pengalaman, kami tidak mengetahui ada hal yang lebih efektif untuk menguatkan hafalan al-Quran selain salat malam. Jika Anda memurajaah (mengulang-ulang) hafalan al-Quran Anda di salat malam, tentu ini adalah cara murajaah yang terbaik. Baik Anda melakukan salat malam langsung setelah salat Isya’ atau di akhir malam.
Namun, hendaknya murajaah Anda; misalkan Anda memiliki target pribadi murajaah setengah juz setiap harinya,
maka target setengah juz ini hendaklah Anda baca dalam salat, hal ini akan memperkuat hafalan, kenapa? Karena seseorang ketika dia sedang salat akan mengerahkan seluruh kemampuannya karena dia tidak memegang mushaf, mushafnya jauh darinya.

Dia akan memaksimalkan segala kemampuannya sehingga ingatannya lebih kuat dan hafalannya semakin kokoh. Jika kalian menginginkan bukti, buktinya gampang! Kalian akan dapati bahwa orang yang jadi imam salat akan lebih hafal ayat yang sering dia ulang-ulang dalam salatnya. Bahkan walaupun dia telah menghafal 30 juz al-Quran, tetap saja ayat yang sering dia ulang-ulang dalam salat lebih kuat dalam ingatannya daripada ayat-ayat lainnya. Dan hal ini sudah kita ketahui bersama.

=======================

وَلَمْ نَعْلَمْ بِحَسَبِ التَّجْرِبَةِ أَقْوَى فِي تَثْبِيتِ الْحِفْظِ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ

لَوْ جَعَلْتَ مُرَاجَعَتَكَ لِمَا تَحْفَظُ فِي صَلَاةِ اللَّيْلِ لَكَانَتْ هَذِهِ أَحْسَنَ مُرَاجَعَةٍ

سَوَاءً كُنْتَ تُصَلِّي فِي أَوَّلِ اللَّيْلِ بَعْدَ الْعِشَاءِ مُبَاشَرَةً أَوْ فِي آخِرِ اللَّيْلِ

لَكِنْ اِجْعَلْ مُرَاجَعَتَكَ مَثَلًا لَوْ أَنَّكَ جَعَلْتَ لِنَفْسِكَ مُرَاجِعَةً لِنِصْفِ جُزْءٍ يَوْمِيًّا

هَذَا النِّصْفُ اقْرَأْهُ وَأَنْتَ تُصَلِّي هَذَا أَقْوَى فِي الْحِفْظِ لِمَاذَا؟

لِأَنَّ الْإِنْسَانَ وَهُوَ يُصَلِّي يَسْتَنْفِرُ جَمِيعَ طَاقَاتِهِ لَيْسَ مَعَهُ الْمُصْحَفُ الْمُصْحَفُ بَعِيدٌ عَنْهُ

فَيَسْتَنْفِرُ جَمِيعَ طَاقَاتِهِ فَتَكُوْنُ ذَاكِرَتُهُ أَقْوَى وَيَثْبُتُ الْحِفْظُ

وَإِنْ شِئْتُمْ دَلِيلًا فَالدَّلِيلُ سَهْلٌ تَجِدُ أَنَّ الْإِمَامَ الَّذِي يُصَلِّي بِالنَّاسِ أَحْفَظُ لِلْآيَاتِ الَّتِي يُكَرِّرُهَا عَادَةً فِي الصَّلَاةِ

حَتَّى لَوْ كَانَ حَافِظًا لِلْقُرْآنِ كُلِّهِ تَجِدُ أَنَّ حِفْظَهُ لِلْآيَاتِ الَّتِي يُكَرِّرُهَا بِالصَّلَاةِ أَقْوَى مِنْ حِفْظِهِ لِبَقِيَّةِ الْآيَاتِ وَهَذَا أَمْرٌ مَعْلُومٌ

Berjanjilah pada Dirimu Sendiri untuk Selalu Beramal Shalih – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr

Berjanjilah pada Dirimu Sendiri untuk Selalu Beramal Shalih – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr

Pembahasan kali ini adalah tentang bersungguh-sungguh beramal shalih. Amal shalih ini sangat penting dalam merealisasikan dan menambah iman seseorang. Amal shalih pada satu sisinya adalah bagian dari iman itu sendiri, turunannya dan cabangnya. Dan pada sisi lainnya, amal shalih itu adalah praktek nyata dari iman seseorang.
Oleh karena itulah seorang hamba perlu untuk ‘berjanji’ kepada dirinya sendiri untuk selalu konsisten di atas amal shalih yang mendekatkan dia kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Menjaga amal shalih ini merupakan salah satu hal terpenting yang bisa membantu seseorang menguatkan, mempertahankan dan menjaga imannya agar tidak hilang. Contohnya, shalat, Allah ta’ala telah berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. al-Ankabut: 45)
Betapa shalat itu mampu memperbaharui iman seseorang dan menjadi penghubung antara dia dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Lihat diri Anda! Ketika Anda mampu menjaga shalat ini; yaitu ketika Anda mengagungkan shalat dan meminta pertolongan Allah dengan mendirikan shalat, betapa ini memiliki pengaruh besar terhadap iman dalam hati Anda.

Dan lihatlah keadaan orang yang jauh dari shalat! Perhatikan bagaimana jauhnya ia dari shalat membuat lemah iman dalam hatinya.
Oleh sebab itulah ulama salaf -rahimahumullah- berkata bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
Taat itu akan menambah dan menguatkan iman; semakin Anda taat dan rajin ibadah maka itu akan menjadi sebab dan wasilah yang akan menguatkan iman Anda.

================================================================================

أَيْضًا فِي هَذَا الْمَقَامِ مُجَاهَدَةُ النَّفْسِ عَلَى الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ

الْأَعْمَالُ الصَّالِحَةُ ضَرُورِيَّةٌ جِدًّا فِي تَحْقِيقِ الْإِيمَانِ وَتَنْمِيَتِهِ

فَكَمَا أَنَّ الْأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ مِنْ جِهَةٍ هِيَ مِنَ الْإِيمَانِ وَخِصَالِهِ وَشُعَبِهِ فَإِنَّ مِنْ جِهَةٍ أُخْرَى تُحَقِّقَ الْإِيمَانَ

وَلِهَذَا يَحْتَاجُ الْعَبْدُ إِلَى تَعَاهُدِ نَفْسِهِ دَائِمًا بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ الْمُقَرِّبِ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

فَإِنَّ الْمُحَافَظَةَ عَلَى هَذِهِ الْأَعْمَالِ مِنْ أَعْظَمِ مَا يَكُونُ مَعُونَةً عَلَى تَقْوِيَةِ الْإِيمَانِ وَبَقَائِهِ وَحِفْظِهِ

خُذْ مِثَالًا عَلَى ذَلِكَ الصَّلَاةَ وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
الْعَنْكَبُوتُ – الْآيَةُ 45

كَمْ فِي الصَّلَاةِ مِنْ تَجْدِيدِ الْإِيمَانِ كَمْ فِيهَا مِنْ صِلَةٍ بِاللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

انْظُرْ فِي نَفْسِكَ عِنْدَمَا تَكُونُ مُحَافِظًا عَلَى هَذِهِ الصَّلَاةِ مُعَظِّمًا لَهَا مُعْتَنِيًا بِهَا كَمْ لَهَا مِنَ الْأَثَرِ عَلَى قَلْبِكَ فِي تَحْقِيقِ الْإِيمَانِ

وَانْظُرْ حَالَ مَنِ ابْتَعَدَ عَنْ هَذِهِ الصَّلَاةِ كَيْفَ أَنَّ بُعْدَهُ عَنْهَا تَوَلَّدَ عَنْهُ ضَعْفَ إِيمَانٍ فِي قَلْبِهِ أَوْ ضَعْفَ الْإِيمَانِ فِي قَلْبِهِ

وَلِهَذَا قَالَ السَّلَفُ رَحِمَهُمُ اللهُ الْإِيمَانُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ

فَالطَّاعَةُ تَزِيدُ الْإِيمَانَ وَتُقَوِّي الْإِيمَانَ كُلَّمَا ازْدَدْتَ طَاعَةً وَعِبَادَةً وَتَقَرُّبًا لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى كَانَ ذَلِكَ مِنَ الْأَسْبَابِ وَالْوَسَائِلِ الْمُعِينَةِ عَلَى تَقْوِيَةِ الْإِيمَانِ وَتَمْتِينِهِ

Apakah Musibahmu Karena Maksiat? – Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily #NasehatUlama

Apakah Musibahmu Karena Maksiat? – Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily #NasehatUlama Semoga Allah memberkahi Anda, wahai syeikh yang mulia.. bagaimana orang yang sedang diuji tahu bahwa musibah yang menimpanya adalah untuk mengangkat derajatnya dan bukan disebabkan dosa-dosanya? Memberikan musibah adalah satu dari perbuatan Allah ‘azza wa jalla. Allah ‘azza wa jalla tidak berbuat apapun kecuali dengan hikmah. …

Baca selengkapnya…Apakah Musibahmu Karena Maksiat? – Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily #NasehatUlama

Apakah ad-Dahr Termasuk Nama Allah? – Syaikh Shalih al-Ushoimi #NasehatUlama

Apakah ad-Dahr Termasuk Nama Allah? – Syaikh Shalih al-Ushoimi #NasehatUlama

Penanya ini berkata, “Apa makna perkataan Allah subhanahu wa ta’ala ‘Aku adalah ad-Dahr (Masa)’? Yaitu dalam hadis dari Abu Hurairah yang telah berlalu pembahasannya pada bab tentang larangan mencela masa dalam kitab Tauhid. Jawabannya adalah bahwa makna perkataan Allah ini adalah sebagaimana terdapat dalam hadis itu sendiri, “Aku yang membolak-balikkan siang dan malam.” (HR. Bukhari dan Muslim) “Aku yang membolak-balikkan siang dan malam.” Dan dalam riwayat Muslim, “… Dan hanya di tangan-Ku segala urusan.” Maksudnya, pergantian siang dan malam serta semua hal yang terjadi pada keduanya merupakan kuasa Allah subhanahu wa ta’ala.

Bukanlah maksudnya “ad-Dahr” adalah salah satu nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala. Pendapat ini salah satu kekeliruan Abu Muhammad bin Hazm. Karena nama-nama yang dikhususkan bagi Allah hanyalah nama-nama yang terbaik (asmaul husna). Allah berfirman: “Hanya milik Allah nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya.” (QS. al-A’raf: 180) Adapun ad-Dahr tidak mengandung kebagusan sehingga ia bukanlah nama Allah subhanahu wa ta’ala.

================================================================================

هَذَا السَّائِلُ يَقُولُ مَا مَعْنَى قَوْلِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنَا الدَّهْرُ

أَيْ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ الَّذِي مَرَّ عَلَيْنَا فِي بَابِ مَا جَاءَ فِي سَبِّ الدَّهْرِ فِي كِتَابِ التَّوْحِيدِ؟

وَالْجَوَابُ أَنَّ مَعْنَى هَذَا الْقَوْلِ هُوَ مَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ نَفْسِهِ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَفِي لَفْظٍ عِنْدَ مُسْلِمٍ بِيَدِي الْأَمْرُ

أَيْ أَنَّ تَقْلِيبَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَجَرَيَانَ الْأَمْرِ فِيهِمَا هُوَ لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

لَا أَنَّ الدَّهْرَ مِنْ أَسْمَاءِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَهَذَا الْقَوْلُ مِمَّا عُدَّ مِنْ غَلَطَاتِ أَبِي مُحَمَّدِ بْنِ حَزْمٍ

فَأَسْمَاءُ اللهِ مُخْتَصَّةٌ بِكَوْنِهَا حُسْنَى قَالَ تَعَالَى

وَلِلهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
الأَعْرَافُ – الآيَةُ 180

وَالْاِسْمُ الْمَذْكُورُ لَا حُسْنَ فِيهِ فَلَيْسَ اسْمًا لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

 

Lakukan 3 Perkara ini, Lalu Mintalah Pada Allah Apa yang Kamu Inginkan! – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr

Lakukan 3 Perkara ini, Lalu Mintalah Pada Allah Apa yang Kamu Inginkan! – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr Baik, ini adalah faidah yang disebutkan oleh penulis -rahimahullahu Ta’ala- Jika tiga perkara ini ada dalam diri seorang hamba Maka Allah tidak akan membuatnya kecewa dalam keinginannya Dan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- tidak akan menolak permintaannya Namun Dia akan …

Baca selengkapnya…Lakukan 3 Perkara ini, Lalu Mintalah Pada Allah Apa yang Kamu Inginkan! – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr

Allah Marah kepada Kamu yang Tidak Mau Berdoa – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Allah Marah kepada Kamu yang Tidak Mau Berdoa – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Semakin besar perhatian seorang hamba kepada doa Maka semakin besar pula kecintaan Allah baginya yang ia dapatkan Bahkan Nabi -‘alaihi asshalatu wassalam- bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih Allah cintai melebihi doa.” Dan beliau -‘alaihi asshalatu wassalam- juga bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Dia akan murka kepadanya.”

Allah akan murka jika kamu tidak meminta kepada-Nya, Sedangkan anak adam akan marah jika dimintai Allah -Subhanahu wa Ta’ala- mencintai orang-orang yang memohon dan berdoa Dan Dia -Subhanahu wa Ta’ala- berjanji akan mengabulkan doa mereka, Memberi apa yang mereka harapkan, Dan memenuhi apa yang mereka minta

Namun banyak dalil dari kitabullah dan sunnah Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa doa yang tidak akan ditolak memiliki syarat-syarat Penjelasannya terdapat dalam kitabullah dan sunnah Nabi-Nya -‘alaihi asshalatu wassalam- Para ulama menyebutnya dengan syarat-syarat dan adab-adab doa Dan hal ini sangat penting Orang yang berdoa harus memperhatikan adab-adab doa ini Agar doanya menjadi mustajab Dan ia harus menjauhi hal-hal yang menjadi penghalang dikabulkannya doa agar doanya tidak tertolak.

================================================================================

وَكُلَّمَا عَظُمَتْ عِنَايَةُ الْعَبْدِ بِالدُّعَاءِ

عَظُمَ حَظُّهُ وَنَصِيبُهُ مِنْ مَحَبَّةِ اللهِ لَهُ

بَلْ قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَّامُ

لَيْسَ شَيْءٌ أكْرَمُ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَّامُ

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

والله يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ

وَبُنِّيُّ آدَمَ حِينَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ

يُحِبُّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى السَّائِلِينَ الدَّاعِينَ

وَوَعَدَهُمْ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِأَنْ يُجِيبَ دُعَاءَهُمْ

وَأَنْ يُعْطِيَهُمْ رَجَاءَهُمْ

وَأَنْ يُحَقِّقَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى سُؤْلَهُمْ

لَكِنْ دَلَّتْ نُصُوصٌ عَدِيدَةٌ فِي كِتَابِ اللهِ

وَسُنَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَنَّ الدُّعَاءَ الَّذِي يُوْصَفُ بِأَنَّهُ لَا يَرُدُّ لَهُ ضَوَابِطُ

جَاءَ بَيَانُهَا فِي كِتَابِ اللهِ

وَسُنَّةِ نَبِيِّهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

يُسَمِّيهَا الْعُلَمَاءُ شُرُوطَ الدُّعَاءِ وَآدَابَهُ

وَهِي مُهِمَّةٌ جِدًّا

يَنْبَغِي لِلدَّاعِي مَعَ دعَائِه أَنْ يَتَحَرَّى آدَابَ الدُّعَاءِ

لِيَكُونَ الدُّعَاءُ مُسْتَجَابًا

وَأَنْ يَحْذَرَ مِنْ مَوَانِعِ الْإِجَابَةِ مِنْ أَجْلِ أَنْ لَا يُرَدُّ دُعَاءُهُ