Berjanjilah pada Dirimu Sendiri untuk Selalu Beramal Shalih – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr

Berjanjilah pada Dirimu Sendiri untuk Selalu Beramal Shalih – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr

أَيْضًا فِي هَذَا الْمَقَامِ مُجَاهَدَةُ النَّفْسِ عَلَى الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ

Pembahasan kali ini adalah tentang bersungguh-sungguh beramal shalih.

الْأَعْمَالُ الصَّالِحَةُ ضَرُورِيَّةٌ جِدًّا فِي تَحْقِيقِ الْإِيمَانِ وَتَنْمِيَتِهِ

Amal shalih ini sangat penting dalam merealisasikan dan menambah iman seseorang.

فَكَمَا أَنَّ الْأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ مِنْ جِهَةٍ هِيَ مِنَ الْإِيمَانِ وَخِصَالِهِ وَشُعَبِهِ فَإِنَّ مِنْ جِهَةٍ أُخْرَى تُحَقِّقَ الْإِيمَانَ

Amal shalih pada satu sisinya adalah bagian dari iman itu sendiri, turunannya dan cabangnya. Dan pada sisi lainnya, amal shalih itu adalah praktek nyata dari iman seseorang.

وَلِهَذَا يَحْتَاجُ الْعَبْدُ إِلَى تَعَاهُدِ نَفْسِهِ دَائِمًا بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ الْمُقَرِّبِ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

Oleh karena itulah seorang hamba perlu untuk ‘berjanji’ kepada dirinya sendiri untuk selalu konsisten di atas amal shalih yang mendekatkan dia kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

فَإِنَّ الْمُحَافَظَةَ عَلَى هَذِهِ الْأَعْمَالِ مِنْ أَعْظَمِ مَا يَكُونُ مَعُونَةً عَلَى تَقْوِيَةِ الْإِيمَانِ وَبَقَائِهِ وَحِفْظِهِ

Menjaga amal shalih ini merupakan salah satu hal terpenting yang bisa membantu seseorang menguatkan, mempertahankan dan menjaga imannya agar tidak hilang.

خُذْ مِثَالًا عَلَى ذَلِكَ الصَّلَاةَ وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
الْعَنْكَبُوتُ – الْآيَةُ 45

Contohnya, shalat, Allah ta’ala telah berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. al-Ankabut: 45)

كَمْ فِي الصَّلَاةِ مِنْ تَجْدِيدِ الْإِيمَانِ كَمْ فِيهَا مِنْ صِلَةٍ بِاللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

Betapa shalat itu mampu memperbaharui iman seseorang dan menjadi penghubung antara dia dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

انْظُرْ فِي نَفْسِكَ عِنْدَمَا تَكُونُ مُحَافِظًا عَلَى هَذِهِ الصَّلَاةِ مُعَظِّمًا لَهَا مُعْتَنِيًا بِهَا كَمْ لَهَا مِنَ الْأَثَرِ عَلَى قَلْبِكَ فِي تَحْقِيقِ الْإِيمَانِ

Lihat diri Anda! Ketika Anda mampu menjaga shalat ini; yaitu ketika Anda mengagungkan shalat dan meminta pertolongan Allah dengan mendirikan shalat, betapa ini memiliki pengaruh besar terhadap iman dalam hati Anda.

وَانْظُرْ حَالَ مَنِ ابْتَعَدَ عَنْ هَذِهِ الصَّلَاةِ كَيْفَ أَنَّ بُعْدَهُ عَنْهَا تَوَلَّدَ عَنْهُ ضَعْفَ إِيمَانٍ فِي قَلْبِهِ أَوْ ضَعْفَ الْإِيمَانِ فِي قَلْبِهِ

Dan lihatlah keadaan orang yang jauh dari shalat! Perhatikan bagaimana jauhnya ia dari shalat membuat lemah iman dalam hatinya.

وَلِهَذَا قَالَ السَّلَفُ رَحِمَهُمُ اللهُ الْإِيمَانُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ

Oleh sebab itulah ulama salaf -rahimahumullah- berkata bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

فَالطَّاعَةُ تَزِيدُ الْإِيمَانَ وَتُقَوِّي الْإِيمَانَ كُلَّمَا ازْدَدْتَ طَاعَةً وَعِبَادَةً وَتَقَرُّبًا لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى كَانَ ذَلِكَ مِنَ الْأَسْبَابِ وَالْوَسَائِلِ الْمُعِينَةِ عَلَى تَقْوِيَةِ الْإِيمَانِ وَتَمْتِينِهِ

Taat itu akan menambah dan menguatkan iman; semakin Anda taat dan rajin ibadah maka itu akan menjadi sebab dan wasilah yang akan menguatkan iman Anda.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.