Melampaui batas dalam meminta.
Bentuk pertama melampaui batas dalam meminta: engkau berdoa dengan perincian-perincian.
Semestinya engkau berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan permintaan yang umum, bukan dengan perincian yang detail.
Karena itu diriwayatkan, salah seorang sahabat mendengar anaknya berdoa, mungkin anaknya pernah mendengar kisah dari berita Bani Israil atau selainnya, saya tidak tahu, ia mendengar anaknya berkata, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rumah putih di sebelah kanan pintu masuk surga!”
Ayahnya berkata kepadanya, “Hati-hati! Jangan begitu! Mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla surga Firdaus yang tertinggi.” Inilah permintaan yang umum.
Berdoalah kepada Allah dengan permintaan yang umum.
“Sungguh aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Akan datang kaum-kaum yang melampaui batas dalam doa mereka.” (Lihat HR. Abu Dawud no. 96)
Sebagian orang bila hendak berdoa, katakanlah ia ingin meminta harta, berkata, “Ya Allah, berilah aku harta sebanyak sekian.”
“Ya Allah, berilah aku rumah yang bentuknya begini.” “Ya Allah, berilah aku istri yang sifatnya begini: tingginya sekian, rambutnya begini, lebarnya sekian!”
Semua ini tidak boleh, ini termasuk melampaui batas. Mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla istri yang salihah.
“Dan orang-orang yang berkata…” Doa ini, hafalkanlah! Hafalkanlah, ia termasuk doa yang paling agung, karena ada dalam Kitab Allah ‘Azza wa Jalla:
“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.'” (QS. Al-Furqan: 74)
Mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar Dia memilihkan untukmu yang paling sempurna dan paling baik, sebab Allah ‘Azza wa Jalla lebih mengetahui dirimu daripada engkau sendiri.
Andai pilihan diserahkan kepadamu dalam seluruh urusanmu, niscaya engkau memilih yang lebih buruk daripada yang Allah ‘Azza wa Jalla tetapkan untukmu.
Karena itu, Abdullah bin Wahb meriwayatkan dari sebagian salaf, ia berkata, “Andai takdir disingkapkan, niscaya apa yang ditakdirkan akan dipuji!”
Andai seseorang merancang sendiri hidupnya: studinya, keuntungan dagangnya, sehat dan sakitnya, dan lainnya, niscaya apa yang Allah ‘Azza wa Jalla tetapkan lebih baik daripada yang ia inginkan untuk dirinya.
Demi Allah, karena sungguh Allah lebih sayang kepada seorang hamba daripada hamba itu kepada dirinya sendiri.
Jadi, jenis pertama: jangan meminta perincian-perincian. Mintalah kepada Allah yang umum. Mintalah kepada Allah, ucapkanlah, “Ya Allah, aku memohon surga kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”
Karena itu para ulama melarang seseorang meminta dalam salatnya dengan berkata, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tunggangan yang tangkas dan istri yang cantik!”
Sebab ini perincian, dan tidak pantas dalam salat engkau berdoa dengan perincian semacam ini.
Mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla pilihan yang terbaik dalam seluruh urusanmu. Mintalah kepada-Nya rezeki yang baik dan luas. Mintalah kepada-Nya ilmu yang bermanfaat, dan mintalah kepada-Nya perkara-perkara semacam ini, yang termasuk kalimat-kalimat yang ringkas tetapi luas maknanya (jawami’ul kalim).
=====
الِاعْتِدَاءُ فِي الطَّلَبِ
أَوَّلُ صِيغَةٍ فِي الِاعْتِدَاءِ فِي الطَّلَبِ: أَنْ تَدْعُوَ بِتَفَاصِيلِ الْأُمُورِ
إِذِ الْأَصْلُ أَنْ تَدْعُوَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِالْمُجْمَلَاتِ، وَلَا تَدْعُوَ بِالتَّفَاصِيلِ الدَّقِيقَةِ
وَلِذَلِكَ جَاءَ أَنَّ أَحَدَ الصَّحَابَةِ سَمِعَ ابْنَهُ وَهُوَ يَدْعُو رُبَّمَا ابْنُهُ سَمِعَ حَدِيثًا مِنْ أَخْبَارِ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَوْ مِنْ غَيْرِهَا، لَا أَعْلَمُ فَسَمِعَ ابْنَهُ وَهُوَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْبَيْتَ الْأَبْيَضَ عَلَى يَمِينِ الدَّاخِلِ فِي الْجَنَّةِ
فَقَالَ لَهُ أَبُوهُ احْذَرْ! إِيَّاكَ! اسْأَلِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى هَذَا إِجْمَالٌ فِي الطَّلَبِ
ادْعُ اللَّهَ بِالشَّيْءِ الْمُجْمَلِ
إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: سَيَأْتِي أَقْوَامٌ يَعْتَدُونَ فِي دُعَائِهِمْ
بَعْضُ النَّاسِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ، فَلْنَقُلْ يُرِيدُ أَنْ يَدْعُوَ بِمَالٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مَالًا قَدْرُهُ كَذَا
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي بَيْتًا هَيْئَتُهُ كَذَا اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي زَوْجَةً صِفَتُهَا كَذَا طُولُهَا كَذَا، وَشَعْرُهَا كَذَا، وَعَرْضُهَا كَذَا
كُلُّ هَذَا لَا يَجُوزُ، هَذَا مِنَ الِاعْتِدَاءِ اسْأَلِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ الزَّوْجَةَ الصَّالِحَةَ
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ هَذَا الدُّعَاءُ احْفَظْهُ! احْفَظْهُ، وَهُوَ مِنْ أَعْظَمِ الدُّعَاءِ لِأَنَّهُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ:
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اسْأَلِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَخْتَارَ لَكَ الْأَتَمَّ وَالْأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَعْلَمُ بِكَ مِنْ نَفْسِكَ
وَلَوْ وُكِّلَ الِاخْتِيَارُ لَكَ فِي كُلِّ أَمْرِكَ لَاخْتَرْتَ الْأَسْوَأَ مِمَّا قَضَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَكَ
لِذَا، رَوَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ أَنَّهُ قَالَ: لَوْ كُشِفَ الْقَدَرُ، لَحُمِدَ الْمَقْدُورُ
لَوْ أَنَّ الْمَرْءَ أَرَادَ أَنْ يُخَطِّطَ لِنَفْسِهِ فِي دِرَاسَتِهِ، وَرِبْحِهِ وَتِجَارَتِهِ، وَصِحَّتِهِ، وَسَقَمِهِ، وَغَيْرِ ذَلِكَ لَكَانَ مَا كَتَبَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِمَّا أَرَادَ لِنَفْسِهِ
وَأَيْمُ اللَّهِ، لِأَنَّ اللَّهَ أَرْحَمُ بِالْعَبْدِ مِنْ نَفْسِهِ
إِذًا النَّوْعُ الْأَوَّلُ: لَا تَسْأَلْ دَقَائِقَ الْأُمُورِ اسْأَلِ اللَّهَ الْمُجْمَلَ اسْأَلِ اللَّهَ، قُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
وَلِذَلِكَ نَهَى الْعُلَمَاءُ أَنَّ الْمَرْءَ يَسْأَلُ فِي صَلَاتِهِ فَيَقُولَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ دَابَّةً هِمْلَاجَةً، وَزَوْجَةً حَسْنَاءَ
لِأَنَّ هَذَا تَفَاصِيلُ، وَلَيْسَ مِنَ الْمُنَاسِبِ فِي الصَّلَاةِ أَنْ تَدْعُوَ بِهَذِهِ التَّفَاصِيلِ
وَإِنَّمَا اسْأَلِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ الْخِيرَةَ فِي أَمْرِكَ كُلِّهِ وَاسْأَلْهُ الرِّزْقَ الْحَسَنَ الْوَاسِعَ وَاسْأَلْهُ الْعِلْمَ النَّافِعَ
وَاسْأَلْهُ هَكَذَا مِنَ الْأُمُورِ الَّتِي فِيهَا مِنْ جَوَامِعِ الْكَلِمِ