Penulis rahimahullah berkata: Diriwayatkan Al-Baihaqi dari Anas radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, “Seandainya kalian tidak berbuat dosa, aku khawatir kalian tertimpa sesuatu yang lebih berat dari itu: ujub (kagum pada diri sendiri).” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Dalam lafaz aslinya: “ujub, ujub.” Nabi ‘alaihish shalatu was salam mengulanginya untuk menambah rasa jera dan peringatan.
Nabi bersabda, “Seandainya kalian tidak berbuat dosa, aku khawatir kalian tertimpa sesuatu yang lebih berat dari itu: ujub.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Perhatikan sekarang, agar maknanya jelas bagimu: ada dosa-dosa, yakni dosa secara umum, maksiat yang dilakukan manusia, dan ada ujub.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhawatirkan ujub atas umat ini lebih daripada kekhawatiran beliau terhadap dosa-dosa.
“Aku khawatir kalian tertimpa sesuatu yang lebih berat dari itu.” Artinya, adanya dosa pada diri seseorang justru menjadi sebab keselamatannya dari ujub.
Kapan? Setiap kali jiwanya mulai membisikkan atau rasa kagum mulai bergerak dalam dirinya, ia berkata, “Tidak, mau ke mana kau? Lihat amal-amalmu sendiri!”
Misalnya ia kagum pada ilmunya, atau kagum pada ibadahnya,
atau kagum pada kebaikan dan kedermawanannya, atau kagum pada sedekah-sedekahnya, lalu ujub mulai menimpanya,
ia berkata, “Tidak, sadarlah! Lihat dosa-dosa yang ada padamu.” Ia pun mulai memandang dosa-dosanya, dan ujub itu lenyap darinya.
Dosa secara umum: seseorang mengakui bahwa ia bersalah, lalu mengharap tobat.
Namun ujub, apakah seperti itu? Tidak. Orang yang ujub memang memandang dirinya baik, memandang tidak ada yang lebih baik darinya.
Bahkan tobat pun mungkin tidak ada tempatnya pada dirinya, karena ujub telah menguasainya dan membuatnya lupa segalanya.
Maka berbeda antara orang yang berdosa, tahu bahwa ia berdosa, dan berharap Allah ‘Azza wa Jalla menerima tobatnya, dengan orang yang kagum pada amalnya, sehingga ia jauh dari tobat.
=====
قَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى: وَلِلْبَيْهَقِيِّ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَرْفُوعًا: لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ: الْعُجْبَ
فِي الْأَصْلِ: ”الْعُجْبَ، الْعُجْبَ“ كَرَّرَهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ زِيَادَةً فِي التَّنْفِيرِ وَالتَّحْذِيرِ
قَالَ: لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا، لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ: الْعُجْبَ
لَاحِظِ الْآنَ حَتَّى يَتَّضِحَ لَكَ الْمَعْنَى: الذُّنُوبُ عُمُومُ الذُّنُوبِ، الْمَعَاصِي الَّتِي يَرْتَكِبُهَا الْإِنْسَانُ وَالْعُجْبُ
وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَافَ عَلَى الْأُمَّةِ مِنَ الْعُجْبِ أَشَدَّ خَوْفِهِ عَلَيْهِمْ مِنَ الذُّنُوبِ
لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ. يَعْنِي أَنَّ وُجُودَ الذُّنُوبِ فِي الْإِنْسَانِ فِيهِ سَلَامَةٌ لَهُ مِنَ الْعُجْبِ
مَتَى؟ كُلَّمَا بَدَأَتْ تَتَحَدَّثُهُ نَفْسُهُ أَوْ تَتَحَرَّكُ فِي نَفْسِهِ الْإِعْجَابُ، يَقُولُ: لَا، وين رايح؟ شوف أَعْمَالَكَ أَنْتَ
إِذَا مَثَلًا أُعْجِبَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ، أَوْ مَثَلًا أُعْجِبَ بِشَيْءٍ مِنْ عِبَادَتِهِ
أَوْ أُعْجِبَ مَثَلًا بِشَيْءٍ مِنْ بِرِّهِ وَإِحْسَانِهِ، أَوْ أُعْجِبَ بِشَيْءٍ مِنْ صَدَقَاتِهِ وَبَدَأَ يُصِيبُهُ الْعُجْبُ
قَالَ: لَا، انْتَبِهْ! شوف الذُّنُوب اللي عِنْدَكَ. وَيَبْدَأُ يَنْظُرُ فِي الذُّنُوبِ فَيَزُولُ عَنْهُ الْعُجْبُ
الذُّنُوبُ عُمُومًا يَعْتَرِفُ الْإِنْسَانُ أَنَّهُ مُقَصِّرٌ فِيهَا فَيَرْجُو التَّوْبَةَ
لَكِن الْعُجْبُ هَلْ هُوَ بِهَذِهِ الصِّفَةِ؟ لَا الْعُجْبُ هُوَ أَصْلًا يَرَى صَلَاحَ نَفْسِهِ، يَرَى أَنَّهُ لَا أَحْسَنَ مِنْهُ
حَتَّى التَّوْبَةُ يُمْكِنُ مَا لَهَا مَجَالٌ عِنْدَهُ، لِأَنَّهُ سَيْطَرَ عَلَيْهِ الْعُجْبُ فَأَنْسَاهُ كُلَّ شَيْءٍ
فَفَرْقٌ بَيْنَ مَنْ هُوَ مُذْنِبٌ وَيَعْرِفُ أَنَّهُ مُذْنِبٌ وَيَرْجُو مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِ
وَبَيْنَ مَنْ هُوَ مُعْجَبٌ بِعَمَلِهِ فَيَكُونُ بَعِيدًا عَنِ التَّوْبَةِ