Tips agar Menjadi Orang yang Diberkahi – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Tips agar Menjadi Orang yang Diberkahi – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Penanya berkata, “Bagaimana cara agar menjadi seorang yang diberkahi?” Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, tentang Nabi-Nya, Isa yang berkata, “Dan Dia menjadikanku diberkahi di mana saja aku berada…” (QS. Maryam: 31) “Dan Dia menjadikanku diberkahi” Maka keberkahan tidak mungkin ada pada diri seorang hamba kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadikannya. Jika Allah menjadikannya diberkahi maka itu baru dapat terjadi dan tujuan yang agung itu baru dapat tercapai.

Dan keberkahan adalah karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keutamaan dari-Nya bagi hamba-Nya yang Dia kehendaki. Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman, “Namun Allahlah menyucikan siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa: 49) Dan juga berfirman, “Kalaulah bukan karena karunia dan rahmat Allah, niscaya tidak seorang pun dari kalian itu suci selama-lamanya, akan tetapi Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nur: 21)

Dan keberkahan yakni keteguhan di atas kebenaran dan peningkatan di dalamnya. Inilah maknanya. Yakni keteguhan di atas kebenaran dan peningkatan di dalamnya. Tujuan yang agung ini agar dapat dicapai oleh seorang hamba, memerlukan beberapa perkara. Di antaranya:

(PERTAMA)
Berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya, dengan memohon, berdoa, meminta, dan mengharap kepada Allah.  Dan salah satu doa yang berguna dalam perkara ini adalah:

ALLAAHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA WA ZAKKIHAA ANTA KHOIRU MAN ZAKKAA-HAA ANTA WALIY-YUHA WA MAULAAHAA

Ya Allah, anugerahkan ketakwaan kepadaku. Sucikanlah. Engkaulah sebaik-baik Zat yang mensucikannya. Engkau adalah pelindung dan penjaganya. Doa ini ada dalam Shahih Muslim. Dan juga doa-doa agung lainnya yang semisal.

Juga seperti doa,

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKATS-TSABAATA FIL AMRI WAL ‘AZIIMATA ‘ALAR-RUSYDI

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam semua urusan dan ketetapan hati dalam menempuh jalan yang benar.
Nabi ‘alaihis shalatu wassalam mengucapkannya dalam doa yang agung dan diberkahi yang beliau sampaikan kepada Syaddad bin Aus. Beliau bersabda, “Wahai Syaddad,…jika orang-orang memperbanyak dinar dan dirham, maka cukuplah kamu memperbanyak doa ini…”

Lalu Nabi mulai membaca doa ini melalui sabdanya,

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKATS-TSABAATA FIL AMRI WAL ‘AZIIMATA ‘ALAR-RUSYDI

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam semua urusan dan ketetapan hati dalam menempuh jalan yang benar.

WA-AS-ALUKA QOLBAN SALIIMAN WA LISAANAN SHOODIQON

Dan aku mohon kepada-Mu hati yang selamat dan lisan yang jujur.

WA-AS-ALUKA SYUKRO NI’MATIKA WA HUSNA IBAADATIK

Aku juga memohon kepada-Mu rasa syukur terhadap semua nikmat-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

WA AS-ALUKA MIN KHOIRI MAA TA’LAMU WA-A-‘UUDZUBIKA MIN SYAR-RI MAA TA’LAMU WA-ASTAGHFIRUKA MIM-MAA TA’LAMU INNAKA ANTA ‘ALLAAMUL-GHUYUUB

Aku juga memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui. Aku meminta ampunan kepada-Mu atas dosa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara ghaib.

(KEDUA)
Dan perkara yang kedua, ia harus mengerahkan sebab. Ia harus mengerahkan sebab untuk meraih keberkahan dengan menjaga waktunya dan melawan hawa nafsunya. Dan Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan orang-orang yang berjihad untuk meraih keridhaan Kami maka Kami pasti akan memberi petunjuk kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Dan dalam perkara ini terdapat risalah agung dan tulisan berharga dari seorang ulama yang sangat alim, Ibnu al-Qayyim rahimahullahu Ta’ala, yang dicetak dengan judul, “Risalah Ibnu al-Qayyim li-ahadi ikhwanihi” “Risalah Ibnu al-Qayyim untuk seorang saudaranya (sahabatnya)” Dan Allah ‘Azza wa Jalla telah memberi kemudahan di waktu yang telah lalu dalam mengadakan majelis untuk mempelajari risalah ini, karangan Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah (maksud Syaikh: Ibnu al-Qayyim -pen) rahimahullahu Ta’ala, dan majelis ini tersimpan dalam rekaman audio.

===============

يَقُوْلُ كَيْفَ يَكُونُ الرَّجُلُ مُبَارَكًا

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

فِي

نَبِيِّهِ عِيسَى قَالَ وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا حَيْثُ مَا (أَيْنَ مَا) كُنْتُ

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا

فَالْبَرَكَةُ لَا تَكُونُ فِي الْعَبْدِ إِلَّا بِجَعْلِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

إِذَا جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا

يَتَحَقَّقُ لَهُ هَذَا الْأَمْرُ

وَيَنَالُ هَذَا الْمَطْلَبَ الْعَظِيمَ

وَ

البَرَكَةُ

مِنَّةُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

وَفَضْلُهُ جَلَّ شَأْنُهُ عَلَى مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ

قَدْ قَالَ عَزَّ وَجَلَّ بَلِ اللهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ

وَقَالَ تَعَالَى وَلَوْلَا فَضْلُ اللهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ

مَا زَكَى مِنكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا

وَلَكِنَّ اللهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ

وَالْبَرَكَةُ تَعْنِي الثَّبَاتَ عَلَى الْحَقِّ وَالزِّيَادَةَ فِيهِ

هَذَا مَعْنَاهَا

تَعْنِي الثَّبَاتَ عَلَى الْحَقِّ وَالزِّيَادَةَ فِيهِ

وَهَذَا الْمَطْلَبُ الْجَلِيلُ

لِيَتَحَقَّقَ لِلْعَبْدِ يَحْتَاجُ إِلَى أُمُورٍ

مِنْهَا

اللُّجُوْءُ الصَّادِقُ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

بِالسُّؤَالِ وَالدُّعَاءِ وَالطَّلَبِ وَالْإِلْحَاحِ عَلَى اللهِ

وَمِنَ الدَّعَوَاتِ النَّافِعَةِ فِي هَذَا الْمَقَامِ

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

وَهُوَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ

وَنَحْوِهِ مِنَ الدَّعَوَاتِ الْعَظِيمَةِ

مِثْلُهُ أَيْضًا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

قَالَهُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فِي دَعْوَةٍ عَظِيمَةٍ مُبَارَكَةٍ

قَالَهَا لِشَدَّادِ ابْنِ أَوْسٍ قَالَ يَا شَدَّادَ

إِذَا اكْتَنَزَ النَّاسُ الدِّرْهَمَ وَالدِّينَارَ فَاكْتَنِزْ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ

وَبَدَأَهَا بِقَوْلِهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا

وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ

وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

الْأَمْرُ الثَّانِي أَنْ يَبْذُلَ السَّبَبَ

أَنْ يَبْذُلَ السَّبَبَ فِي نَيْلِ الْبَرَكَةِ وَتَحْصِيلِهَا بِحِفْظِ وَقْتِهِ

وَمُجَاهَدَةٍ فِي نَفْسِهِ

وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا

لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

وَفِي هَذَا الْبَابِ رِسَالَةٌ عَظِيمَةٌ

وَمُؤَلَّفٌ نَفِيسٌ

لِلْعَلَّامَةِ ابْنِ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى

مَطْبُوعٌ بِعُنْوَانٍ رِسَالَةُ ابْنِ الْقَيِّمِ لِأَحَدِ إِخْوَانِهِ

رِسَالَةُ ابْنِ الْقَيِّمِ لِأَحَدِ إِخْوَانِهِ

وَأَيْضًا يَسَّرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي وَقْتٍ مَضَى عَقْدَ مَجَالِسَ فِي مُدَارَسَةِ

هَذِهِ الرِّسَالَةِ لِشَيْخِ الْإِسْلَامِ

ابْنِ تَيْمِيَّةَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى وَهِيَ

مَحْفُوظَةٌ فِي تَسْجِيْلٍ صَوْتِيٍّ

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.