Sulit Lepas dari Maksiat? Jangan Tinggalkan Doa Ini – Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad

Satu nasihat yang saya harapkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar Allah menjadikannya sangat bermanfaat. Nasihat ini untuk para pelaku maksiat, orang-orang yang menyia-nyiakan dan melalaikan ketaatan kepada Allah.

Di antara nasihat terbaik untuk mereka adalah agar memperbanyak doa kepada Allah agar Allah memberinya hidayah. Mereka dinasihati dengan ini. Misalnya, dikatakan kepadanya, “Perbanyaklah membaca doa ini:

ALLAAHUMMAHDINII WA SADDID NII ‘Ya Allah, berilah aku hidayah dan bimbinglah aku kepada kelurusan.’” (HR. An-Nasa’i)

Dikatakan kepadanya, “Doa ini lafaznya singkat, tetapi merangkum seluruh kebaikan bagimu. Perbanyaklah membaca doa ini!

Hadapkan hatimu kepada Allah dan perbanyaklah membaca doa ini:

ALLAAHUMMAHDINII WA SADDID NII ‘Ya Allah, berilah aku hidayah dan bimbinglah aku kepada kelurusan.’” (HR. An-Nasa’i)

Apa yang Allah firmankan dalam hadis ini? “Mintalah hidayah kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian hidayah.” (HR. Muslim) Artinya, “Mintalah hidayah kepada-Ku.”

Arahkanlah ia kepada permohonan ini. Ajarkanlah ia untuk memohon kepada Allah, hingga seorang hamba menyadari kelemahan dan kefakirannya kepada Rabb-nya, agar Allah memberinya hidayah.

Sebab, dalam kehidupan ini, berbagai perkara mengepungnya dari banyak arah. Begitu banyak perkara menguasai dan menghimpitnya: dari arah setan dan dari dorongan jiwanya sendiri,dari teman-teman yang buruk dan berbagai fitnah dunia. Begitu banyak perkara menghimpitnya, sementara dirinya berada dalam keadaan yang sangat lemah. Tidak ada yang dapat melindunginya selain Allah, dan tidak ada yang dapat menyelamatkannya dari semua itu selain Allah.

Maka arahan terbaik yang dapat diberikan kepadanya adalah berdoa. Ia dinasihati agar memperbanyak doa. Dikatakan kepadanya, “Wahai Fulan, perbanyaklah memohon hidayah kepada Allah.

ALLAAHUMMAHDINII ‘Ya Allah, berilah aku hidayah.’

ALLAAHUMMAHDINII FIIMAN HADAITA ‘Ya Allah, berilah aku hidayah bersama orang-orang yang telah Engkau beri hidayah.’ (HR. Abu Daud)

ALLAAHUMMA INNII AS ALUKAL HIDAAYAH ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon hidayah kepada-Mu.’

IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM ‘Tunjukilah kami jalan yang lurus.’ (QS. Al-Fatihah: 6)

ALLAAHUMMA INNII AS ALUKAL HUDAA WAT TUQOO WAL ‘IFFATA WAL GHINAA ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kehormatan diri, dan kecukupan.’” (HR. Muslim)

Ada banyak doa yang memuat permohonan ini. Maka ia diarahkan untuk mengamalkannya. Bersamaan dengan arahan untuk berdoa, dikatakan pula kepadanya, “Bersungguh-sungguhlah menundukkan hawa nafsumu. Iringilah doa dengan kesungguhan dalam melawan hawa nafsu.”

Jika ia menggabungkan doa dengan perjuangan menundukkan hawa nafsunya, ia akan diberi hidayah dengan izin Allah. Allah Jalla wa ‘Ala berfirman dalam hadis ini, “Mintalah hidayah kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian hidayah.” (HR. Muslim)

Ini berkaitan dengan memohon hidayah. Adapun tentang bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu, Allah Jalla wa ‘Ala berfirman, “Orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

=====

نَصِيحَةٌ أَرْجُو اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُعَظِّمَ النَّفْعَ بِهَا وَهِيَ… الْعُصَاةُ الْمُضَيِّعُونَ الْمُفَرِّطُونَ الْمُتَهَاوِنُونَ فِي طَاعَةِ اللهِ

مِنْ خَيْرِ مَا يُرْشَدُ إِلَيْهِ وَيُوصَى بِهِ أَنْ يُكْثِرَ مِنْ دُعَاءِ اللهِ أَنْ يَهْدِيَهُ يُنْصَحُ بِهَذَا يُقَالُ لَهُ مَثَلًا: أَكْثِرْ مِنْ هَذَا الدُّعَاءِ

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي

يُقَالُ: هَذَا دُعَاءٌ مُخْتَصَرَةٌ أَلْفَاظُهُ جَمَعَ لَكَ الْخَيْرَ أَكْثِرْ مِنْ هَذَا الدُّعَاءِ

أَقْبِلْ عَلَى اللهِ بِقَلْبِكَ وَأَكْثِرْ مِنْ هَذَا الدُّعَاءِ

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي

مَاذَا قَالَ اللهُ هُنَا؟ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ يَعْنِي: اطْلُبُوا مِنِّي الْهِدَايَةَ

أَرْشِدْهُ إِلَى هَذَا الطَّلَبِ عَلِّمْهُ أَنْ يَطْلُبَ مِنَ اللهِ حَتَّى يَسْتَشْعِرَ الْعَبْدُ ضَعْفَهُ وَفَقْرَهُ إِلَى رَبِّهِ أَنْ يَهْدِيَهُ

لِأَنَّهُ فِي هَذِهِ الْحَيَاةِ تَسَلَّطَتْ عَلَيْهِ أُمُورٌ مِنْ جِهَاتٍ تَسَلَّطَتْ عَلَيْهِ أُمُورٌ كَثِيرَةٌ مِنْ جِهَةِ الشَّيْطَانِ مِنْ جِهَةٍ، وَالنَّفْسِ مِنْ جِهَةٍ وَقُرَنَاءِ السُّوءِ مِنْ جِهَةٍ، وَفِتَنِ الدُّنْيَا مِنْ جِهَةٍ تَسَلَّطَتْ عَلَيْهِ أُمُورٌ كَثِيرَةٌ فَهُوَ فِي غَايَةِ الضَّعْفِ لَا عَاصِمَ لَهُ إِلَّا اللهُ وَلَا مُخَلِّصَ لَهُ مِنْ ذَلِكَ إِلَّا اللهُ

فَخَيْرُ مَا يُرْشَدُ إِلَيْهِ الدُّعَاءُ يُوصَى بِالدُّعَاءِ، يُقَالُ لَهُ: يَا فُلَانُ، أَكْثِرْ مِنْ سُؤَالِ اللهِ الْهِدَايَةَ

اللَّهُمَّ اهْدِنِي

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهِدَايَةَ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعِفَّةَ وَالْغِنَى

أَدْعِيَةٌ كَثِيرَةٌ فِي هَذَا الْمَطْلَبِ فَيُرْشَدُ إِلَى ذَلِكَ وَمَعَ إِرْشَادِهِ إِلَى الدُّعَاءِ يُقَالُ لَهُ أَيْضًا وَجَاهِدْ نَفْسَكَ أَتْبِعِ الدُّعَاءَ بِالْمُجَاهَدَةِ

فَإِذَا جَمَعَ بَيْنَ الدُّعَاءِ وَالْمُجَاهَدَةِ لِلنَّفْسِ هُدِيَ بِإِذْنِ اللهِ اللهُ جَلَّ وَعَلَا قَالَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ

هَذَا فِي السُّؤَالِ وَفِي الْمُجَاهَدَةِ قَالَ جَلَّ وَعَلَا وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.