Tidaklah dituntut hanyalah sekadar engkau beribadah kepada Allah. Tidak. Namun, engkau dituntut merasakan kelezatan dalam beribadah kepada-Nya.
Hendaknya ibadahmu kepada Allah menjadi kenikmatan yang menenteramkan hatimu. Bagaimana hal itu terwujud?
Wahai orang-orang yang mulia, ada perbedaan besar antara dua orang. Orang pertama berwudu dan melaksanakan salat hanya untuk menunaikan kewajiban, melepaskan tanggungannya, dan takut hukuman karena meninggalkan kewajiban yang Allah perintahkan.
Orang lain pun berpuasa Ramadan dengan cara yang sama: menunaikan kewajiban dan tidak berbuka dengan sengaja tanpa uzur atau alasan yang dibenarkan syariat. Ia melakukannya sekadar untuk menunaikan kewajiban dan melepaskan tanggungan. Demikian pula kewajiban-kewajiban lainnya.
Ada perbedaan besar antara orang tadi dengan orang lain yang berwudu seraya menikmati kenyataan bahwa ia sedang berada dalam keadaan suci yang dicintai oleh Allah, Ia menghayati bahwa Allah mengampuni dosa-dosanya bersama setiap tetes air wudu yang menetes dari anggota badannya. Ia selalu mengingat bahwa setiap kali selesai berwudu, delapan pintu surga dibukakan untuknya. Ia menikmati setiap wudu yang dilakukannya.
Ketika bangkit menuju salat, hatinya telah lebih dahulu melangkah, penuh kegembiraan dan kerinduan untuk berdiri di hadapan Allah. Ketika ia salat, membaca, atau mendengarkan bacaan imam, hatinya menjadi tenteram dengan firman Allah. Ketika rukuk, ia merasakan nikmatnya mengagungkan Allah.Ketika bangkit dari rukuk, hatinya lebih dahulu melantunkan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum lisannya. Ketika sujud, ia mengagungkan Allah dan merasakan bahwa saat itulah dirinya berada paling dekat dengan Rabb-nya. Ia pun memanjatkan doa-doa, menyampaikan segala hajat dan urusan-urusan terpentingnya, serta memohon kepada Allah dengan penuh adab, penghambaan, ketundukan, dan kerendahan diri.
Kelezatan dalam ibadah dan kenikmatan yang dirasakan di dalamnya inilah yang mendatangkan segala kebahagiaan hidup yang mengikutinya.
Benar, hidupnya tetap tidak akan lepas dari penyakit, musibah, kegundahan, sesak dada, dan berbagai kesulitan lainnya.
Akan tetapi, ketika ia telah merasakan nikmatnya menghamba kepada Allah, segala musibah dan ragam ujian dalam hidup berubah menjadi sesuatu yang hanya singgah dan tidak banyak ia hiraukan. Seakan-akan ia hanya berpapasan dengan sesuatu yang sebentar lagi segera akan berlalu. Maka engkau akan melihatnya, betapapun beban kehidupan berhimpun menghimpitnya,
ia tetap termasuk manusia yang paling tenteram hatinya dan paling damai hidupnya. Padahal hartanya tidak bertambah, kemiskinannya belum sirna, dan utangnya pun belum terlunasi.
Namun Allah ‘Azza wa Jalla telah memenuhi hatinya dengan rida, kegembiraan, dan ketenteraman.
Sungguh, ini merupakan perkara yang menakjubkan. Engkau akan menemukannya pada hamba-hamba tulus yang Allah pilih untuk merasakan makna ini.
=====
لَيْسَ الْمَطْلُوبُ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ فَحَسْبُ، لَا بَلْ أَنْ تَتَلَذَّذَ بِعِبَادَتِكَ لِلهِ
أَنْ تَكُونَ عِبَادَتُكَ لِلهِ نَعِيمًا يَأْنَسُ بِهِ قَلْبُكَ كَيْفَ هَذَا؟
فَرْقٌ يَا كِرَامُ بَيْنَ اثْنَيْنِ يَتَوَضَّأُ أَحَدُهُمَا وَيُصَلِّي أَدَاءً لِلْوَاجِبِ وَإِبْرَاءً لِذِمَّتِهِ، وَخَشْيَةً مِنَ الْعِقَابِ عَلَى تَرْكِ الْوَاجِبِ الَّذِي أَمَرَهُ اللهُ
وَآخَرُ كَذَلِكَ يَصُومُ رَمَضَانَ، يَفْعَلُ الْوَاجِبَ، وَيَتْرُكُ الْفِطْرَ عَمْدًا بِلَا عُذْرٍ وَلَا شَيْءٍ مِمَّا سَوَّغَتْهُ الشَّرِيعَةُ أَدَاءً لِلْوَاجِبِ، وَإِبْرَاءً لِلذِّمَّةِ، وَسَائِرِ الْوَاجِبَاتِ كَذَلِكَ
فَرْقٌ بَيْنَ هَذَا، وَآخَرَ يَتَوَضَّأُ مُسْتَمْتِعًا أَنَّهُ فِي طَهَارَةٍ يُحِبُّهَا اللهُ مُسْتَشْعِرًا أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ ذُنُوبَهُ مَعَ كُلِّ قَطْرَةٍ تَقْطُرُ مِنْهَا أَعْضَاؤُهُ بِمَاءِ الْوُضُوءِ مُسْتَصْحِبًا أَنَّهُ كُلَّمَا فَرَغَ مِنْ وُضُوءٍ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَتَلَذَّذُ بِكُلِّ وُضُوءٍ يَتَوَضَّأُهُ
فَإِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قَامَ وَقَلْبُهُ يَسْبِقُهُ فَرَحًا وَشَوْقًا إِلَى الْوُقُوفِ بَيْنَ يَدَيِ اللهِ فَإِذَا صَلَّى وَقَرَأَ أَوْ سَمِعَ قِرَاءَةَ الْإِمَامِ أَنِسَ بِكَلَامِ اللهِ وَإِذَا رَكَعَ تَلَذَّذَ بِتَعْظِيمِ اللهِ وَإِذَا رَفَعَ لَهِجَ قَلْبُهُ قَبْلَ لِسَانِهِ حَمْدًا لِلهِ سُبْحَانَهُ وَإِذَا سَجَدَ عَظَّمَ اللهَ وَشَعَرَ أَنَّهُ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ إِلَى رَبِّهِ فَرَفَعَ الدَّعَوَاتِ وَرَفَعَ الْحَوَائِجَ وَالْمُهِمَّاتِ وَسَأَلَ اللهَ بِأَدَبٍ وَعُبُودِيَّةٍ وَخُضُوعٍ وَذُلٍّ
هَذَا التَّلَذُّذُ بِالْعِبَادَةِ وَالتَّنَعُّمُ بِهَا يُسْتَجْلَبُ بِهِ كُلُّ مَا وَرَاءَ ذَلِكَ مِنْ سَعَادَةِ الْحَيَاةِ نَعَمْ، هُوَ لَنْ يَخْلُوَ فِي حَيَاتِهِ مِنْ مَرَضٍ وَلَا مُصِيبَةٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا ضِيقِ صَدْرٍ وَلَا
لَكِنَّهُ لَمَّا اسْتَمْتَعَ بِعُبُودِيَّتِهِ لِلهِ تَحَوَّلَتْ تِلْكَ الْمَصَائِبُ فِي الْحَيَاةِ وَوُجُوهُ الِابْتِلَاءَاتِ إِلَى أَمْرٍ عَابِرٍ لَا يُلْقِي لَهُ بَالًا فَكَأَنَّمَا مَرَّ بِشَيْءٍ يُوشِكُ أَنْ يَنْصَرِفَ فَتَرَاهُ مَهْمَا اجْتَمَعَتْ عَلَيْهِ هُمُومُ الْحَيَاةِ هُوَ مِنْ أَهْنَأِ النَّاسِ قَلْبًا، وَمِنْ أَطْيَبِهِمْ عَيْشًا مَا كَثُرَ مَالُهُ وَلَا ذَهَبَ فَقْرُهُ، وَلَا قُضِيَ دَيْنُهُ
لَكِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ مَلَأَ قَلْبَهُ رِضًا وَسُرُورًا وَأُنْسًا هَذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ تَجِدُهُ عِنْدَ الْخُلَّصِ مِنَ الَّذِينَ اصْطَفَاهُمُ اللهُ لِهَذَا الْمَعْنَى