Pertanyaan. Saudara kita, Muhammad, memiliki sebuah kemusykilan. Apakah amal ketaatan dihadiri malaikat dan juga setan? Maksudnya, apakah setan juga hadir pada sebagian amal ketaatan?
Ya, setan bisa saja hadir pada sebagian amal ketaatan. Karena itu, ketika orang yang salat mengucapkan takbiratul ihram dalam salatnya, setan datang untuk membisikkan waswas kepadanya, padahal salat adalah ketaatan. Setan juga bisa hadir pada amal ketaatan lain untuk mengacaukannya.
Karena itulah Allah Ta’ala memerintahkan orang yang membaca Al-Qur’an agar berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk (membaca ta’awudz). “Apabila engkau membaca Al-Qur’an, berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
Dengan demikian, yang dapat mengusir setan adalah berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)
Jika godaan setan datang kepada seseorang saat ia sedang berbuat taat, baik dalam salat maupun selainnya, hendaklah ia mengucapkan: A-’UUDZU BILLAAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIM
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Jika ia mengucapkannya, setan akan lari darinya, dan godaan setan langsung tersingkir darinya.
Bahkan, jika ia sedang salat, lalu godaan dan bisikan setan semakin banyak mengganggunya, disyariatkan baginya meludah ringan (ke kiri) sebanyak tiga kali, lalu mengucapkan: A-’UUDZU BILLAAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIM. Sebagaimana tuntunan yang diberikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jadi, setan bisa hadir pada sebagian ibadah untuk merusaknya bagi seorang muslim. Seorang muslim harus waspada dan selalu sadar bahwa setan adalah musuhnya, dan selalu mengintainya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya setan itu musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia musuh.” (QS. Fathir: 6) “Jadikanlah ia musuh,” yaitu dengan selalu menyadari bahwa musuh ini terus mengintai kalian.
Tidaklah seorang muslim menempuh jalan kebaikan, melainkan setan menghadangnya. Setan berusaha melemahkan semangatnya dari jalan itu. Serta berusaha menghiasi maksiat agar tampak indah baginya.
Setan adalah musuh manusia. “Sesungguhnya setan itu musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia musuh. Sesungguhnya ia hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)
Di antara rahmat Allah Ta’ala, Allah Ta’ala menjadikan bagi seorang muslim senjata untuk membela dan melindungi dirinya, yaitu zikir-zikir. Di antaranya adalah berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Maka, perkara terbesar yang mengusir setan adalah berlindung kepada Allah. Setiap kali setan datang, ucapkanlah: A-’UUDZU BILLAAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIM.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. ROBBI A-’UUDZUBIKA MIN HAMAZAATISY SYAYAATHIIN WA A-’UUDZUBIKA ROBBI AY-YAHDHURUUN Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, ya Rabbku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS. Al-Mukminun: 97–98)
Demikian.
=====
الْأَسْئِلَةُ، أَخُونَا مُحَمَّدٌ عِنْدَهُ إِشْكَالِيَّةٌ أَوِ اسْتِشْكَالٌ هَلِ الطَّاعَةُ يَحْضُرُهَا الْمَلَكُ وَالشَّيْطَانُ أَيْضًا؟ يَعْنِي: الشَّيْطَانُ يَحْضُرُ بَعْضَ الطَّاعَاتِ؟
نَعَمْ، الشَّيْطَانُ قَدْ يَحْضُرُ بَعْضَ الطَّاعَاتِ لِذَلِكَ إِذَا كَبَّرَ الْمُصَلِّي فِي صَلَاتِهِ أَتَى يُوَسْوِسُ لِلْمُصَلِّي مَعَ كَوْنِ الصَّلَاةِ طَاعَةً وَقَدْ أَيْضًا يَحْضُرُ طَاعَاتٍ أُخْرَى أَيْضًا لِأَجْلِ التَّشْوِيشِ
وَلِهَذَا أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ بِالِاسْتِعَاذَةِ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَعَلَى ذَلِكَ فَالَّذِي يَطْرُدُ الشَّيْطَانَ هُوَ الِاسْتِعَاذَةُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
فَإِذَا أَتَتْ وَسَاوِسُ الشَّيْطَانِ لِلْإِنْسَانِ فِي الطَّاعَةِ، سَوَاءٌ كَانَ فِي الصَّلَاةِ أَوْ فِي غَيْرِهَا، يَقُولُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ سَيَجِدُ أَنَّ الشَّيْطَانَ يَهْرُبُ مِنْهُ وَتَنْقَشِعُ عَنْهُ وَسَاوِسُ الشَّيْطَانِ مُبَاشَرَةً
بَلْ إِنَّهُ إِذَا كَانَ فِي صَلَاتِهِ وَكَثُرَتْ عَلَيْهِ الْوَسَاوِسُ وَالْهَوَاجِسُ يُشْرَعُ لَهُ أَنْ يَنْفُثَ ثَلَاثًا وَأَنْ يَقُولَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ كَمَا أَرْشَدَ لِذَلِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَالشَّيْطَانُ قَدْ يَحْضُرُ بَعْضَ الْعِبَادَاتِ لِأَجْلِ إِفْسَادِهَا عَلَى الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ أَنْ يَكُونَ حَذِرًا وَأَنْ يَسْتَحْضِرَ أَنَّ هَذَا الشَّيْطَانَ عَدُوٌّ لَهُ وَأَنَّهُ لَهُ بِالْمِرْصَادِ كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا، وَذَلِكَ بِاسْتِحْضَارِ أَنَّ هَذَا الْعَدُوَّ أَنَّهُ مُتَرَبِّصٌ بِكُمْ
مَا أَنْ يَسْلُكَ الْمُسْلِمُ طَرِيقَ الْخَيْرِ إِلَّا وَيَقِفُ لَهُ بِالْمِرْصَادِ وَيُحَاوِلُ أَنْ يُثَبِّطَهُ عَنْ هَذَا الطَّرِيقِ وَيُحَاوِلُ أَنْ يُزَيِّنَ لَهُ الْمَعْصِيَةَ
فَهُوَ عَدُوٌّ لِلْإِنْسَانِ: إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
وَمِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِ أَسْلِحَةً يَتَسَلَّحُ بِهَا وَيَتَحَصَّنُ بِهَا، وَهِيَ الْأَذْكَارُ وَمِنْ ذَلِكَ الِاسْتِعَاذَةُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَأَعْظَمُ مَا يَطْرُدُ الشَّيْطَانَ الِاسْتِعَاذَةُ بِاللَّهِ كُلَّمَا أَتَى الشَّيْطَانُ يَقُولُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
نَعَمْ