Pahami Bacaan al-Fatihah Anda – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama

Pahami Bacaan al-Fatihah Anda – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama

Jadi, wahai Anda yang diberi taufik, dalami dan pelajari firman Allah ʿAzza wa Jalla, dan renungkan makna-maknanya, karena orang yang membaca firman Allah ʿAzza wa Jalla, sedangkan dia mengetahui maknanya, maka zikir lisannya akan selaras dengan zikir hatinya, sehingga zikirnya menjadi zikir lisan dan hati sekaligus.

Seseorang yang mengucap pujian kepada-Nya (dalam surat al-Fatihah) “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” sedangkan dia tidak mengetahui maknanya, pahalanya tidak sama dengan orang yang membaca dan memahami apa makna pujian bagi-Nya, apa makna rububiyah-Nya, makna Allah Jalla wa ʿAlā sebagai Tuhan semesta alam, apa makna ar-Rahman dan ar-Rahim?

Kemudian ketika dia membaca, “Hanya Engkau yang kami sembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” dia menadaburkan kalimat ini, yang secara khusus dibahas dalam buku berjilid-jilid. Kitab Ibnul Qayyim, Madārij as-Sālikīn, dan sebelum itu ada kitab karya Syekh Abu Ishaq atau Abu Ismail al-Anshari, yang ditulis hanya untuk menjabarkan dan menjelaskan bagaimana cara manusia berpegang teguh dengan ayat, “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” mengandung pendahuluan Maʿmūl atas ʿĀmilnya dan pendahuluan objek atas predikat dan subjeknya yang menunjukkan ‘pembatasan’ kepada kita, maka artinya Anda berkata, “Wahai Tuhanku, aku tidak meminta pertolongan kecuali hanya kepada-Mu. Aku tidak beribadah kecuali hanya kepada-Mu. Aku tidak menyembah kecuali hanya Engkau.” “Hanya Engkaulah yang kami sembah, …” ini adalah kesempurnaan tauhid. “… hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan.” ini adalah kesempurnaan keyakinan kepada Allah ʿAzza wa Jalla yang termasuk amalan hati. Jadi, tadaburkan! Siapa di antara kita yang menadaburkannya? Jadi, orang-orang dalam membaca Al-Qur’an tidaklah sama (pahalanya). Semakin seseorang paham, maka semakin sempurna pahalanya. Oleh karena itu, sebuah ibadah—dan membaca Al-Qur’an termasuk ibadah— sebuah ibadah yang dilakukan orang yang berilmu lebih besar pahalanya di sisi Allah ʿAzza wa Jalla daripada ibadahnya seorang ahli ibadah (yang tanpa ilmu). Jadi, wahai Anda yang diberi taufik, perhatikan pengetahuan Anda terhadap firman Allah ʿAzza wa Jalla! Ketahuilah bahwa Anda tidak akan mencapai batas dalam memahami makna-maknanya, dikarenakan kitab ini (Al-Qur’an) tidak akan pernah habis keajaibannya.

======================================================================================================

إِذَنْ أَيُّهَا الْمُوَفَّقُ تَفَقَّهْ

وَتَعَلَّمْ كَلَامَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

وَتَفَكَّرْ فِي مَعَانِيهِ

لِأَنَّ الَّذِي يَقْرَأُ كَلَامَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

وَهُوَ يَعْلَمُ الْمَعَانِي

فَإِنَّ ذِكْرَ اللِّسَانِ يُوَاطِئُ ذِكْرَ الْقَلْبِ

فَيَكُونُ ذِكْرُهُ ذِكْرَ لِسَانٍ وَقَلْبٍ مَعًا

لَيْسَ الَّذِي يَقْرَأُ الْحَمْدَ

ٱلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَهُوَ لَا يَفْقَهُ مَعْنَاهَا

كَأَجْرِ الَّذِي يَقْرَأُهَا وَهُوَ يَفْهَمُ

مَا مَعْنَى الْحَمْدِ

وَمَا مَعْنَى الرُّبُوبِيَّةِ

وَمَا مَعْنَى كَوْنِ اللهِ جَلَّ وَعَلَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

وَمَا مَعْنَى الرَّحْمَنِ

وَمَا مَعْنَى الرَّحِيمِ

ثُمَّ إِذَا أَتَى

إِيَّاكَ نَعْبُدُ

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

تَأَمَّلَ هَذِهِ الْكَلِمَةَ

الَّتِي أُفْرِدَتْ فِيهَا مُجَلَّدَاتٌ

كِتَابُ ابْنِ الْقَيِّمِ مَدَارِجُ السَّالِكِينَ

وَقَبْلَهُ كِتَابُ الشَّيْخِ أَبِي إِسْحَاقَ… أَبِي إِسْمَاعِيلَ الْأَنْصَارِيِّ

إِنَّمَا هُوَ فِي شَرْحِ وَبَيَانِ

كَيْفَ يَكُونُ النَّاسُ فِي التَّمَسُّكِ

بِإِيَّاكَ نَعْبُدُ

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

فِيهَا تَقْدِيمُ الْمَعْمُولِ عَلَى الْعَامِلِ

وَتَقْدِيمُ الْمَفْعُولِ عَلَى الْفِعْلِ وَفَاعِلِهِ

وَهَذَا يَدُلُّنَا عَلَى الْحَصْرِ

فَأَنْتَ تَقُولُ: يَا رَبِّي

لَا أَسْتَعِينُ إِلَّا بِكَ

وَلَا أَعْبُدُ إِلَّا لَكَ

وَلَا أَعْبُدُ إِلَّا أَنْتَ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ – هَذَا كَمَالُ التَّوْحِيدِ

إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

هَذَا كَمَالُ الْيَقِينِ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ

وَهُوَ أَفْعَالُ الْقَلْبِ

إِذَنْ تَأَمَّلْ مَنْ مِنَّا يَتَأَمَّلُ؟

لِذَا لَمْ يَكُنِ النَّاسُ فِي قِرَاءَةِ كِتَابِ اللهِ سَوَاءً

كُلَّمَا كَانَ أَعْلَمَ كُلَّمَا كَانَ أَجْرُهُ أَتَمَّ

وَلِذَا كَانَتِ الْعِبَادَةُ وَمِنَ الْعِبَادَةِ قِرَاءَةُ كَلَامِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

لِذَا كَانَتِ الْعِبَادَةُ مِنَ الْعَالِمِ

أَجْرُهَا عِنْدَ الله عَزَّ وَجَلَّ أَعْظَمُ

مِنْ أَجْرِهَا مِنَ الْعَابِدِ

إِذَنْ أَيَّهَا الْمُوَفَّقُ

اعْتَنِ بِمَعْرِفَةِ كَلَامِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

وَاعْلَمْ أَنَّكَ لَنْ تَبْلُغَ مُنْتَهَى مَعْرِفَةِ مَعَانِيْهِ

فَإِنَّ هَذَا الْكِتَابَ لَا تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.