Nasehat Dari Segelas Air

Suatu ketika al-Hasan al-Bashri diberi minuman air putih segar. Tatkala beliau memegang gelas berisi air tersebut tiba-tiba beliau pingsan. Gelas pun jatuh dari tangan beliau.  Setelah beliau siuman ditanyakan kepada beliau: “Ada apa wahai Abu Said?” Jawaban beliau: ذَكَرْتُ أُمْنِيَّةَ أَهْلِ النَّارِ حِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لِأَهْل الْجَنَّةِ Segelas air itu mengingatkan diriku dengan angan-angan penduduk neraka …

Baca selengkapnya…Nasehat Dari Segelas Air

Orang Yang Patut Dikasihani

Abdullah bin Mas’ud mengatakan: إِذَا كُنْتَ فِيْ خَلْوَتِكَ لَا تَبْكِي عَلَى خَطِيئَتِكَ وَلَا تَتَأَثَّرُ بِتِلَاوَةِ كِتَابِ رَبِّكَ فَاعْلَمْ أَنَّكَ مِسْكِيْنٌ قَدْ كَلَبَتْكَ خَطِيئَتُكَ “Jika dirimu ketika sepi sendiri tidak bisa menangisi dosa dan emosimu pun tidak terpengaruh oleh bacaan Al-Quran sadarilah bahwa dirimu adalah orang yang patut dikasihani. Dosa-dosa telah membelenggu dirimu.” (Halu as-Salaf ma’al …

Baca selengkapnya…Orang Yang Patut Dikasihani

Paling Hebat Dalam Ibadah

Said bin al-Musayyib, seorang ulama era tabi’in pernah ditanya mengenai orang yang paling hebat dalam beribadah kepada Allah.  Jawaban beliau,  رَجُلٌ اجْتَرَحَ مِنَ الذُّنُوْبِ فَكُلَّمَا ذَكَرَ ذُنُوْبَهُ احْتَقَرَ عَمَلَهُ “Orang yang melakukan sejumlah dosa lantas setiap kali teringat dosa-dosanya tersebut dia menganggap remeh amal sholih yang pernah dia lakukan.” (Shifah ash-Shofwah 2/665) Diantara label yang …

Baca selengkapnya…Paling Hebat Dalam Ibadah

Pendengar Yang Baik

‘Atha’ bin Abi Rabah, seorang ulama tabiin, mengatakan,  إِنَّ الرَّجُلَ يُحَدِّثُنِيْ بِالْحَدِيْثِ فَأَنْصِتُ لَهُ كَأَنِّيْ أَسْمَعُهُ وَقَدْ سَمِعْتُهُ قَبْلَ أَنْ يُوْلَدَ “Sungguh ada orang yang menyampaikan sebuah hadits. Akupun diam menyimak seakan aku baru pertama kali mendengar hadits tersebut padahal aku telah mendengar hadits tersebut sebelum dia lahir.” (Siyar A’lam an-Nubala’ 5/86) Diantara adab yang …

Baca selengkapnya…Pendengar Yang Baik

Obat Amarah

Nabi bersabda,  إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ   “Jika kalian emosi dan marah diam saja.” (HR Ahmad dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma) Kiat penting untuk mengendalikan amarah adalah diam, tidak ngomong dan tidak nulis. Orang yang sedang marah jika berbicara atau menulis itu dikendalikan oleh amarahnya, bukan oleh akal dan dirinya. Saat marah orang …

Baca selengkapnya…Obat Amarah

Penyakit Hati & Obatnya

Abdullah bin ‘Aun mengatakan,  ذِكْرُ النَّاسِ دَاءٌ وَذِكْرُ اللَّهِ دَوَاءٌ “Membicarakan orang itu penyakit hati, sedangkan membicarakan dan mengingat Allah itu obat penyakit hati.” (Siyar A’lam an-Nubala’ 6/365) Pada dasarnya membicarakan orang lain itu sumber penyakit hati.  Membicarakan kejelekan orang berdasarkan data akurat adalah ghibah, sebuah dosa besar.  Membicarakan kejelekan orang lain tanpa data adalah …

Baca selengkapnya…Penyakit Hati & Obatnya