Inspirasi dari Nabi Tentang Adab Berdebat – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid #NasehatUlama

Inspirasi dari Nabi Tentang Adab Berdebat – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid #NasehatUlama

 

 

 

Salah satu adab berdebat tentunya adalah mendengar dengan seksama. Dan adab itu dapat menawan hati. Adab dapat menawan hati. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdebat dengan ‘Utbah bin Rabi’ah, salah seorang pembesar di kaumnya. Suatu hari ‘Utbah duduk di tempat pertemuan kaum Quraisy, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di masjid sendirian, yakni di Masjidil Haram. ‘Utbah lalu berkata, “Wahai kaum Quraisy, bagaimana jika aku menemui Muhammad untuk berbicara dengannya, dan menawarkan kepadanya beberapa hal, barangkali dia mau menerima sebagiannya? Lalu kita dapat memberi apa yang dia mau, agar dia dapat berhenti mengganggu kita.” Perkataan ini mereka sepakati ketika Hamzah baru masuk Islam. Dan mereka melihat pengikut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin bertambah Mereka menjawab, “Baik wahai Abu Walid (panggilan ‘Utbah), pergi dan bicaralah dengannya!” Maka ‘Utbah pergi menghadap beliau. ‘Utbah pun duduk di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berkata, “Wahai keponakanku, Kamu telah mengetahui bahwa dirimu berasal dari keluarga yang dipercaya dan kedudukan nasab yang tinggi. Dan kamu telah datang pada kaummu dengan perkara yang agung; Dengan perkara itu kamu pecah belah kesatuan mereka, kamu anggap bodoh para pemimpin mereka, kamu cela sesembahan dan agama mereka, dan kamu anggap kafir nenek moyang mereka. Maka dengarkanlah, aku akan menawarkan beberapa perkara untuk kamu pertimbangkan Barangkali kamu dapat menerima sebagiannya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah wahai Abu al-Walid, aku akan mendengarkan…” Tentu beliau memanggil dengan kun-yahnya…untuk menghormati dan menghargai ‘Utbah, orang yang memiliki kedudukan ini. Beliau bersabda, “Katakanlah wahai Abu al-Walid, aku akan mendengarkan…” ‘Utbah berkata, “Wahai keponakanku,..jika dengan perkara yang kamu bawa ini kamu menginginkan harta, kami akan mengumpulkan harta kami untukmu, sehingga kamu menjadi paling kaya di antara kami. Jika dengannya kamu ingin kehormatan, maka kami akan menjadikanmu pembesar kami, sehingga kami tidak akan mengambil keputusan tanpa persetujuanmu. Jika kamu ingin kekuasaan, maka kami akan menjadikanmu penguasa kami. Dan jika yang mendatangimu itu adalah penampakan yang kamu lihat, -yakni jin yang menampakkan diri dan mengikutimu- yang tidak dapat kamu lawan, maka kami akan mencarikanmu pengobatan…dan kami akan mengerahkan harta kami hingga kamu dapat sembuh,..karena mungkin jin itu dapat menguasai seseorang hingga ia diobati.”…

Ketika ‘Utbah selesai berbicara, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengarkannya, Maka beliau bertanya, “Apakah kamu sudah selesai wahai Abu al-Walid?” Dia menjawab, “Ya.” Beliau berkata, “Kalau begitu dengarkan aku.” Dia menjawab, “Baiklah.” Ini adalah hal yang harus dia lakukan. Karena Rasulullah telah mendengarkannya, maka dia juga harus mendengarkan beliau. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Bismillahirrahmanirrahim Haa miim…Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. Mereka berkata: “Hati kami berada dalam keadaan tertutup dari apa yang kamu ajak kami kepadanya…” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus membaca surat ini kepadanya. Dan ketika ‘Utbah mendengarnya, ia terdiam, Dan meletakkan dua tangannya di belakang punggungnya bersandar pada kedua tangannya itu, seraya mendengarkan Rasulullah dengan seksama.

Dalam ayat-ayat ini terkandung ancaman; “Jika mereka berpaling maka katakanlah: ‘Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud’.” Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat ini sampai selesai, Dan ketika membaca surat ini beliau bersujud pada ayat sajdah di dalamnya. Kemudian beliau bersabda, “Apakah kamu telah mendengarnya wahai Abu al-Walid? Maka itulah ancaman bagimu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengarkan terlebih dahulu kemudian baru berbicara. Beliau menjadikan kemampuan mendengar sebagai perantara untuk berdakwah, sehingga lawan debatnya mau tidak mau harus mendengarkan juga. Dan…Inilah adab yang sangat kita butuhkan, yaitu adab seorang pendebat dalam mendengarkan lawan debatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengarkan ucapan ‘Utbah……dengan seksama. Dan menampakkan perhatian kepadanya. Dan barangsiapa yang dapat mendengarkan dengan baik, maka ia dapat membantah dengan baik. ‘Utbah sangat tertarik untuk mendengarkan…karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendengar dengan baik.

Inti dari adab adalah memahami dan mendengarkan lawan bicara. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui kesalahan apa yang dibawa ‘Utbah, namun beliau ingin mendengarkan terlebih dahulu seluruh perkataannya, agar beliau dapat membantahnya. Dan sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara, beliau bertanya, “Apakah kamu telah selesai wahai Abu al-Walid?” “Apakah kamu telah selesai berbicara wahai Abu al-Walid?” “Apakah kamu telah mengatakan seluruh yang ingin kamu katakan?” Metode ini sangat berguna, bermanfaat, dan singkat. Dan dengan ini kamu dapat memahami apa yang ingin dikatakan lawan bicara.

================================================================================

مِنْ آدَابِ الحِوَارِ طَبْعًا الْإِصْغَاءُ وَحُسْنُ الِاسْتِمَاعِ

وَالْأَدَبُ يَأْسِرُ

الْأَدَبُ يَأْسِرُ

وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فِي نِقَاشِهِ مَعَ عُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَكَانَ سَيِّدًا فِي قَوْمِهِ

قَالَ يَوْمًا وَهُوَ جَالِسٌ فِي نَادِي قُرَيْشٍ

وَنَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ وَحْدَهُ

مَسْجِدِ الْحَرَامِ

فَقَالَ لَهُمْ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ أَلَا أَقُومُ إِلَى مُحَمَّدٍ فَأُكَلِّمَهُ ؟

وَأَعْرِضَ عَلَيْهِ أُمُوْرًا لَعَلَّهُ يَقْبَلُ بَعْضَهَا ؟

فَنُعْطِيَهُ أَيَّهَا شَاءَ وَيَكُفَّ عَنَّا ؟

وَكَانَ هَذَا الْكَلَامُ قَالُوا حِينَ أَسْلَمَ حَمْزَةُ

وَرَأَوْا أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُونَ وَيَكْثُرُونَ

فَقَالُوا بَلَى يَا أَبَا الْوَلِيدِ قُمْ إِلَيْهِ فَكَلِّمْهُ

فَقَامَ إِلَيْهِ عُتْبَةُ

حَتَّى جَلَسَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ

يَا ابْنَ أَخِي

إِنَّكَ مِنَّا حَيْثُ قَدْ عَلِمْتَ مِنَ الثِّقَةِ فِي الْعَشِيرَةِ

وَالْمَكَانِ فِي النَّسَبِ

وَإِنَّكَ قَدْ أَتَيْتَ قَوْمَكَ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ

فَرَّقْتَ بِهِ جَمَاعَتَهُمْ

وَسَفَّهْتَ بِهِ أَحْلَامَهُمْ

وَعِبْتَ بِهِ آلِهَتَهُمْ وَدِينَهُمْ

وَكَفَّرْتَ بِهِ مَنْ مَضَى مِنْ آبَائِهِمْ

فَاسْمَعْ مِنِّي أَعْرِضُ عَلَيْكَ أُمُورًا تَنْظُرُ فِيهَا

لَعَلَّكَ تَقْبَلُ مِنَّا بَعْضَهَا

فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قُلْ يَا أَبَا الْوَلِيدِ أَسْمَعُ

طَبْعًا التَّكْنِيَةُ هَذِهِ

فِيهَا يَعْنِي تَقْدِيرٌ مُرَاعَاةٌ

لِهَذَا الرَّجُلِ صَاحِبِ الْمَكَانَةِ

قَالَ قُلْ يَا أَبَا الْوَلِيدِ أَسْمَعُ

قَالَ يَا ابْنَ أَخِي

إِنْ كُنْتَ إِنَّمَا تُرِيدُ بِمَا جِئْتَ بِهِ مِنْ هَذَا الْأَمْرِ مَالًا

جَمَعْنَا لَك مِنْ أَمْوَالِنَا حَتَّى تَكُونَ أَكْثَرَنَا مَالًا

وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ بِهِ شَرَفًا سَوَّدْنَاكَ عَلَيْنَا

حَتَّى لَا نَقْطَعَ أَمْرًا دُوْنَكَ

وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ مُلْكًا مَلَّكْنَاكَ عَلَيْنَا

وَإِنْ كَانَ هَذَا الَّذِي يَأْتِيكَ رَئِيًّا تَرَاهُ

يَعْنِي تَابِعًا مِنَ الْجِنِّ يَتَرَاءَى لَكَ

لَا تَسْتَطِيعُ رَدَّهُ عَنْ نَفْسِكَ

طَلَبْنَا لَكَ الطِّبَّ

وَبَذَلْنَا فِيهِ أَمْوَالَنَا حَتَّى نُبْرِئَكَ مِنْهُ

فَإِنَّهُ رُبَّمَا غَلَبَ التَّابِعُ عَلَى الرَّجُلِ

حَتَّى يُدَاوَى مِنْهُ

فَلَمَّا فَرَغَ عُتْبَةُ

وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَمِعُ مِنْهُ

قَالَ أَقَدْ فَرَغْتَ يَا أَبَا الْوَلِيدِ ؟

قَالَ نَعَمْ

قَالَ فَاسْمَعْ مِنِّي

قَالَ أَفْعَلُ

هَذَا شَيْءٌ فَرَضَ نَفْسَهُ

مَا دَامَ اِسْتَمَعَ إِلَيْهِ لَا بُدَّ الْآخَرُ أَنْ يَسْتَمِعَ

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

حم

تَنْزِيْلٌ مِنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا

عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا

فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ

مِمَّا تَدْعُوْنَآ إِلَيْهِ

وَمَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَيْهِ

فَلَمَّا سَمِعَ عُتْبَةُ أَنْصَتَ

وَأَلْقَى يَدَيْهِ خَلْفَ ظَهْرِهِ

مُعْتَمِدًا عَلَيْهِمَا يَسْتَمِعُ مِنْهُ

وَفِي الْآيَاتِ

وَعِيدٌ

فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنْذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ

وَالنَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

فِي قِرَاءَتِهِ أَكْمَلَ الْقِرَاءَةَ

وَفِي هَذِهِ السُّورَةِ سَجَدَ

فِي مَوْضِعِ السَّجْدَةِ

ثُمَّ قَالَ قَدْ سَمِعْتَ يَا أَبَا الْوَلِيدِ مَا سَمِعْتَ ؟

فَأَنْتَ وَذَاكَ

النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ اِسْتَمَعَ أَوَّلًا

ثُمَّ تَكَلَّمَ

وَاسْتَعْمَلَ الْإِنْصَاتَ وَسِيْلَةً لِلدَّعْوَةِ

وَكَان لاَ بُدَّ لِلْمُقَابِلِ أَنْ يُنْصِتَ

وَ

هَذَا الْأَدَبُ نَحْتَاجُهُ جِدًّا

اسْتِمَاعُ الْمُحَاوِرِ لِمُحَاوِرِهِ

وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَابَعَ عُتْبَةَ

بِاعْتِنَاءٍ

وَأَظْهَرَ لَهُ الْإِنْصَاتَ

وَمَنْ أَحْسَنَ الِاسْتِمَاعَ أَحْسَنَ الرَّدَّ

وَقَدْ تَشَوَّقَ عُتْبَةُ لِلسَّمَاعِ

بَعْدَ هَذَا الْإِنْصَاتِ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

رَأْسُ الْأَدَبِ حُسْنُ الْفَهْمِ وَالتَّفَهُّمُ وَالْإِصْغَاءُ لِلْمُتَكَلِّمِ

وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْلَمُ بُطْلَانَ مَا جَاءَ بِهِ عُتْبَةُ

لَكِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَسْتَفْرِغَ مَا لَدَيْهِ

لِيَرُدَّ عَلَيْهِ

وَقَبْلَ مَا يَتَكَلَّمُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ قَالَ

أَقَدْ فَرَغْتَ يَا أَبَا الْوَلِيدِ ؟

أَقَدْ فَرَغْتَ يَا أَبَا الْوَلِيدِ ؟

قُلْتَ كُلَّ مَا عِنْدَكَ ؟ خَلَاص ؟

هَذَا أَجْدَى وَأَنْفَعُ وَأَخْصَرُ وَأَفْيَدُ

وَتَفْهَمُ مَاذَا يَقُولُ الْخَصْمُ

 

Ibadah Hati yang Menuntunmu Bahagia Dunia dan Akhirat – Syaikh Sa’ad asy-Syatsri

Ibadah Hati yang Menuntunmu Bahagia Dunia dan Akhirat – Syaikh Sa’ad asy-Syatsri

“Mereka itu mengharapkan rahmat Allah.” (QS. Al-Baqarah: 218) Apa yang dimaksud dengan Roja’ (pengharapan)? Yaitu kamu mengharap dari Allah ‘Azza wa Jalla agar mengaruniakanmu perbuatan baik. Bukankah Dia Dzat yang paling pemurah? Dan Dzat yang paling dermawan? Bukankah Dia Maha Benar dalam janji-Nya? “Dan siapakah yang paling benar perkataannya daripada Allah?” (QS. An-Nisa’: 122) Maka dari itu. Berbaik sangkalah kamu kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (dalam hadits qudsi). Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku maka biarlah dia berprasangka kepada-Ku semaunya. Jika kamu berprasangka baik kepada Allah, maka kebaikan akan mendatangimu.

Namun lakukanlah sebab-sebabnya. Jangan kamu berkata, “Aku berprasangka baik kepada Allah”, sedangkan kamu menyelisihi perintah dan larangan-Nya. Kamu berharap kepada Allah agar memberimu petunjuk, kamu berharap kepada Allah agar menolongmu, kamu berharap kepada Allah agar memberimu rezeki, kamu berharap kepada Allah agar menjadikan bagimu pahala besar, dengan melakukan dakwah dan memberi petunjuk untuk orang lain maka sungguh Allah Jalla wa ‘Ala sesuai dengan prasangkamu kepada-Nya. Allah telah berjanji kepadamu dan Dia benar dalam janji-Nya. Kalian ingin rezeki? Kalian ingin uang? Ingin? Jangan sampai dunia menjadi tujuan terbesar kalian. Namun jadikan akhirat tujuan kalian, maka dunia akan mendatangi kalian dan ia dalam keadaan tertunduk.

================================================================================

أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللهِ

أَيْش مَعْنَى الرَّجَاءِ؟

أَنْ تُأَمِّلَ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

أَنْ يَنَالَكَ بِفِعْلِ الْخَيْرِ

أَلَيْسَ هُوَ الْأَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ؟

وَأَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ؟

أَلَيْسَ هُوَ الصَّادِقُ فِي وَعْدِهِ؟

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللهِ قِيلًا؟

وَبِالتَّالِي

تُحْسِنُ الظَّنَّ فِي اللهِ جَلَّ وَعَلَا

وَاللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ

فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ

إِنْ ظَنَنْتَ فِي اللهِ الْخَيْرَ جَاءَكَ

بَسْ اِفْعَلْ أَسْبَابَهُ

مَا هُوَ تَقُولُ أَظُنُّ فِي اللهِ الْخَيْرَ وَأَنْتَ

مُخَالِفٌ لِأَمْرِهِ وَنَهْيِهِ

تَرْجُو مِنَ اللهِ أَنْ يَهْدِيَكَ

تَرْجُو مِنَ اللهِ أَنْ يَنْصُرَكَ

تَرْجُو مِنَ اللهِ أَنْ يَرْزُقَكَ

تَرْجُو مِنَ اللهِ أَنْ يَجْعَلَ

لَكَ أَجْرًا عَظِيْمًا بِدَعْوَةِ الْخَلْقِ وَهِدَايَتِهِمْ

وَاللهُ جَلَّ وَعَلَا عِنْدَ ظَنِّكَ

وَقَدْ وَعَدَكَ وَهُوَ صَادِقٌ

تُرِيدُونَ الرِّزْقَ؟

تُحِبُّوْنَ الْفُلُوسَ؟

تُحِبُّونَ؟

لَا تَكُنْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّكُمْ

لِتَكُنِ الْآخِرَةُ هَمَّكُمْ

وَتَأْتِيْكُمُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin tentang Gurunya #NasehatUlama

Cerita Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin tentang Gurunya #NasehatUlama Ia berkata, “Syaikh yang terhormat, orangtuaku dan syaikhku, yang terhormat asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin. Amma ba’du: – Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh – Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Setiap kali aku membaca kitab karangan al-Imam al-‘Allamah, asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’di; maka kitab itu akan menarik hatiku dan metodenya membuatku takjub, …

Baca selengkapnya…Cerita Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin tentang Gurunya #NasehatUlama

Begini Cara Nabi Sholat Tarawih dan Witir – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid #NasehatUlama

Begini Cara Nabi Sholat Tarawih dan Witir – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid #NasehatUlama

Nabi ‘alaiṣ ṣalātu was salām dulu melaksanakan Salat Tarawih sebelas rakaat, tapi bagaimana caranya?

“Beliau salat dua rakaat kemudian salam, setelah itu dua rakaat kemudian salam, dan jangan tanya tentang panjang dan bagusnya salat beliau kemudian beliau salat dua rakaat kemudian salam, setelah itu dua rakaat kemudian salam, dan jangan tanya tentang panjang dan bagusnya salat beliau
kemudian beliau Salat Witir tiga rakaat.” (HR. Bukhari)

Beliau pernah mengawali bacaannya (setelah Al-Fatihah) dengan Al-Baqarah, kemudian An-Nisa, dan kemudian Ali Imran dalam satu rakaat. Jumlah rakaat lebih dari sebelas rakaat juga benar.

Namun sunahnya adalah sebelas rakaat secara santai namun jika seseorang ingin menambahnya, tidak mengapa

Nabi ‘alaiṣ ṣalātu was salām bersabda, “Salat malam adalah dua rakaat – dua rakaat, jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu subuh, maka hendaknya kemudian dia salat satu rakaat yang menjadi Salat Witir dari salat yang telah dia laksanakan.” (HR. Bukhari)

Jika seseorang telah Salat Witir bersama imam namun ingin melanjutkan lagi salat dua rakaat – dua rakaat
tanpa mengulangi witir lagi, maka tidak mengapa.

===============================================================================

النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانَ يُصَلِّي إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً لَكِنْ كَيْفَ؟

مَثْنَى مَثْنَى أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ

وَمَثْنَى مَثْنَى أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ

ثُمَّ يُوْتِرُ بِثَلَاثٍ – رَوَاهُ البُخَارِيُّ

مَرَّةً افْتَتَحَ الْبَقَرَةَ ثُمَّ النِّسَاءَ ثُمَّ آلَ الْعِمْرَانَ فِي رَكْعَةٍ

الزِّيَادَةُ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً صَحِيحَةٌ

لَكِنَّ السُّنَّةَ إِحْدَى عَشَرَ مُتَأَنِّيَةً فَإِذَا زَادَ الْإِنْسَانُ لَا بَأْسَ

قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً

تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى – رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ‏

إِذَا أَوْتَرَ مَعَ الْإِمَامِ أَحَبَّ أَنْ يُكْمِلَ مَثْنَى مَثْنَى

بِدُونِ إِعَادَةِ الْوِتْرِ لَا بَأْسَ

3 Kelompok Manusia yang Tidak Allah Terima Shalat Mereka – Syaikh Shalih al-Fauzan #NasehatUlama

3 Kelompok Manusia yang Tidak Allah Terima Shalat Mereka – Syaikh Shalih al-Fauzan #NasehatUlama Hadis dari Ibnu Umar -radhiallahu ‘anhuma- secara marfu’, “Ada 3 kelompok manusia yang tidak Allah terima shalat mereka: Pertama: Orang yang mengimami suatu kaum (sekelompok orang) namun mereka membenci dia, … Kedua: Orang yang melaksanakan shalat setelah terlewat waktunya, … Ketiga: …

Baca selengkapnya…3 Kelompok Manusia yang Tidak Allah Terima Shalat Mereka – Syaikh Shalih al-Fauzan #NasehatUlama

164 Contoh Amalan di Bulan Dzulhijjah – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama

164 Contoh Amalan di Bulan Dzulhijjah – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama

Segala puji hanya bagi Allah.
“Tidak ada hari dimana amal-amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini.” (HR. Bukhari)
Yaitu pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan amal saleh ada banyak sekali, alḥamdulillāh.
Allah mensyariatkan bagi kita berbagai amalan yang dapat meningkatkan iman kita.
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh niscaya akan mendapatkan ampunan, surga-surga, dan kenikmatan yang kekal. Mari, sekarang kami akan tunjukkan beberapa amal saleh.
Saya yang akan menyebutkannya, sedangkan Anda menghafal dan mencatatnya ya…

Di antara amal-amal tersebut adalah: (1) Salat Wajib, (2) Puasa sunah, (3) Wukuf di Arafah, (4) Bersedekah, (5) Membaca tahlil (Laa ilaaha illallaah), tasbih (Subhanallaah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allaahu Akbar), dan (6) Membaca kalimat ‘Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh’ adalah harta karun (HR. Bukhari dan Muslim), (7) Mengikuti bacaan muadzin, (8) Beristighfar, (9) Berdoa, (10) Bershalawat kepada Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, (11) Membaca al-Quran serta mentadaburinya, menghafalnya, mempelajarinya, membaca tafsirnya, dan mengajarkannya, terutama mengajarkan al-Fatihah untuk anak-anak, (12) Taubat, (13) Berbakti kepada orang tua, (14) Menjalin hubungan dengan kerabat dan teman-teman orang tua, (15) Memuliakan tamu dan mengantarnya, maksudnya ketika dia hendak pulang, Anda ikut keluar menyertai dia,

(16) Berperilaku baik dengan tetangga, (17) Menyebarkan salam, (18) Memberi makanan, (19) Bertutur kata yang baik, (20) Salat malam, (21) Salat sunah rawatib, (22) Salat Ḍuḥā, (23) Zikir pagi dan sore, serta zikir-zikir lain dalam berbagai kesempatan, seperti (24) Doa ketika masuk dan keluar masjid, (25) Doa ketika masuk rumah, (26) Doa sebelum tidur, dan banyak sekali doa yang lainnya, (27) Tidur dalam keadaan berwudu, (28) Mandi untuk salat Jumat, (29) Menggunakan wewangian untuk salat Jumat, (30) Datang ke masjid lebih awal, dan (31) Duduk di dekat imam, (32) Mengisi shaf yang kosong. Ini semua adalah amal saleh, bahkan ketika berjalan melangkah untuk menutup shaf yang kosong dan menyamakan shaf dari kedua sisinya, mengisi shaf terdepan dulu baru shaf belakangnya,

kemudian (33) Tersenyum, (34) Merenungkan tanda-tanda keagungan Allah di alam ini, seperti matahari, bulan, dan bintang, (35) Menahan diri dan bersabar terhadap perilaku buruk muslim yang lain, serta bergaul dengan baik, berkasih sayang, dan berlemah lembut kepada mereka, (36) Menampakkan wajah yang ceria, (37) Mengendalikan amarah, tidak marah, (38) Memenuhi janji, (39) Salat Taubat, (40) Salat dua rakaat setelah wudu, (41) Memberi nasehat, (42) Mengajari orang yang tidak paham, (43) Mengajak pada kebaikan dan mencegah terjadinya kemungkaran (amar maruf nahi munkar), (44) Menolong orang yang terzalimi, (45) Menundukkan pandangan, (46) Mengunjungi saudara sesama muslim,

(47) Datang melayat jenazah, (48) Mengunjungi orang yang tertimpa musibah, (49) Menjenguk orang yang sakit, (50) Memenuhi undangan saudara Anda, (51) Menghibur orang yang sedang bersedih hingga sirna murung di wajahnya, (52) Selepas salat menunggu salat berikutnya, (53) Mendatangi pengajian di masjid, menjawab bacaan muazin (lihat no. 7), (54) Memuliakan orang yang berilmu, (55) Membantah pemikiran menyimpang, (56) Menyebarkan sunah Nabi, (57) Memberikan hadiah, (58) Berjabat tangan karena Allah, (59) Memuliakan orang yang lebih tua, (60) Melunasi hutang orang yang terlilit hutang, (61) Menghutangi orang yang membutuhkan, (62) Memberi penundaan bagi orang yang kesulitan melunasi hutang, (63) Membatalkan hutang atau meringankannya, (64) Membantu melunasi hutang orang-orang yang terlilit hutang,

(65) Mencukupi kebutuhan orang-orang yang sedang kesulitan, 66) Memberikan rekomendasi dalam kebaikan, (67) Menghilangkan kekecewaan orang lain, yaitu dalam akad jual beli atau sewa menyewa, Anda menyetujuinya membatalkan akad atau Anda relakan hak Anda, padahal dia sudah terikat pada akad tersebut (iqalatu al-bai’), (68) Menyingkirkan gangguan, (69) Memudahkan dalam berjual beli, (70) Menutupi aib muslim yang lain, (71) Memelihara anak yatim, (72) Menolong para janda dan membantu kebutuhan dan urusan mereka, (73) Membangun masjid, (74) Menunjukkan kebaikan, (75) Mencetak buku, (76) Menyebarkan ilmu di dunia maya, (77) Memberi nasehat ataupun mendengarkannya, (78) Memberikan hadiah kepada fakir miskin, misalnya, memberikan kambing agar mereka dapat berkurban, (79) Menikah, dan ini adalah amal saleh yang sangat agung, termasuk juga menolong orang yang hendak menikah,

(80) Menikahkan orang yang tidak mampu, (81) Mendamaikan dua orang yang berselisih, (82) Bersahabat dengan orang yang baik, (83) Memberikan wakaf, Anda berwakaf karena Allah, (84) Haji mabrur, (85) Mencintai karena Allah, (86) Memberi maaf, (87) Anda membantu orang yang bekerja atau Anda bantu orang yang tidak punya pekerjaan (HR. Muslim), atau (88) Memberi pelatihan secara gratis atau mengajarkan keterampilan tertentu, misalnya pemrograman, (89) Membuat orang senang, memberi makan (lihat no. 18), (90) Membelai kepala anak yatim, begitu pula (91) Menjaga wudu, setiap kali wudu Anda batal, Anda berwudu lagi, (92) Menanggung kebutuhan anak-anak perempuan dan saudara-saudara perempuan, (93) Menafkahi anak dan istri, (94) Seora g istri yang memenuhi ajakan suaminya untuk tidur (jima’), taat kepadanya, dan memelihara rumahnya, (95) Membersihkan masjid, (96) Memberikan air dengan berbagai cara untuk mendatangkan air, seperti menggali sumur, membuat parit, menyediakan lemari es, (97) Berterima kasih, memberi imbalan, dan mendoakan orang yang berbuat baik kepada Anda, oleh karena itu mengucapkan “Jazākallāhu khairā” (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) adalah amalan yang agung,

(98) Menangis karena Allah, (99) Memohon mati syahid kepada Allah, (100) Berkumpul ketika makan, (101) Mengenakan pakaian putih, (102) Menyemir uban (dengan warna selain hitam), (103) Menanam tanaman dengan niat baik, memenuhi hajat dan kebutuhan kaum muslimin (lihat no. 65), (104) Memohonkan ampun untuk kaum muslimin yang pria ataupun wanita, (105) Menjaga kehormatan pasangannya (suami istri), (106) Mengharap pahala ketika meruqyah, maksudnya Anda meruqyah dengan gratis, membacakan ruqyah, ruqyah! (107) Menolong anak-anak Anda, (108) Memandikan dan mengkafani jenazah dengan hanya mengharap pahala, (109) Membunuh cicak, (110) Menyegerakan berbuka ketika puasa dan (111) Mengakhirkan makan sahur, (112) Memberikan ucapan selamat kepada seorang muslim atas nikmat yang dia dapatkan, (113) Anda menulis wasiat sesuai syariat, (114) Memberi pakaian kepada seorang muslim, (115) Mendahulukan kaki kanan ketika memakai sandal dan mendahulukan kaki kiri saat melepasnya, (116) Minum sambil duduk, (117) Men-talqin “Lā ilāha illallāh” kepada orang yang hampir meninggal,

(118) Mengawali segala perkara yang baik dengan lafal “Bismillāh”, (119) Merutinkan menggunakan siwak, (120) Melunasi hutang dengan yang lebih baik, (121) Salat Istikhārah, (122) Sujud syukur, (123) Membatalkan sumpah karena alasan yang dibenarkan syariat dengan tetap melakukan kafārahnya, (124) Membantu istri di rumah, (125) Berjalan ke masjid, (126) Salat menghadap sutrah, (127) Memperbagus bacaan al-Quran, (128) Izin sebelum masuk suatu tempat, (129) Menahan (menutup mulut) ketika menguap, (130) Menggemukkan binatang kurban, (131) Duduk setelah Salat Subuh hingga matahari terbit, (132) Mengirimkan hewan sembelihan ke kota Mekkah bagi orang yang tidak berhaji, ini adalah salah satu sunah yang dilupakan, mengirimkan hewan sembelihan ke kota Mekkah bagi orang yang tidak berhaji, seseorang mengirimkan binatang sembelihan ke Mekkah untuk disembelih di sana (133) Memerintahkan istri dan anak untuk melaksanakan salat, (134) Salat dua rakaat ketika masuk rumah dan sebelum keluar rumah,

(135) Mengusap wajah dengan telapak tangan ketika terbangun dari tidur untuk Salat Malam kemudian (136) Membaca beberapa ayat terakhir surat Ali Imran, (137) Menyempurnakan wudu, (138) Mendoakan orang yang bersin, (139) Memberi arahan orang yang tanya jalan jika membutuhkan, (140) Mengucapkan “Subḥānal malikil quddūs” tiga kali setelah Salat Witir, (141) Tidur dalam keadaan suci, (142) Menenangkan orang sedang panik, (143) Memberi tempat istirahat bagi musafir, (144) Memberikan wewangian untuk masjid, (145) Menjadi haji pengganti untuk keluarganya dengan cara yang baik, atau untuk keluarga yang di penjara atau yang semisalnya, (146) Membagi-bagikan mushaf al-Quran di masjid-masjid,

(147) Menyebarkan ilmu melalui aplikasi, situs web, channel, siaran TV dan radio, dan media-media lainnya, (148) Menyelenggarakan pembelajaran, kajian, dan daurah-daurah ilmiah, (149) Salat ‘Idul Aḍḥā, (150) Meminjamkan pakaian, perhiasan, perabotan, perkakas, atau segala hal yang bermanfaat, (151) Mendirikan lembaga dan yayasan amal, (152) Menanggung kebutuhan orang yang sedang melaksanakan haji, atau (153) Anda membiayai orang pergi berhaji, (154) Meringankan beban penuntut ilmu dan menanggung kebutuhan mereka, (155) Menyusun untuk anak-anak kaum muslimin buku atau aplikasi yang bermanfaat untuk mereka, (156) Menukil ilmu dengan amanah, “Semoga Allah memuliakan orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia menjaganya, menghafalnya, dan menyampaikannya pada orang lain.” (HR. Tirmizi),

(157) Membela kehormatan kaum muslimin, (158) Mendengarkan Al-Quran, (159) Memberi hadiah dan motivasi dalam ilmu dan kebaikan, (160) Berkasih sayang dengan anak-anak, (161) Mengingatkan orang saat ada momen-momen kebaikan, (162) Menjaga dan menunaikan amanah, (163) Mengobati orang sakit karena Allah, bagi mereka yang ahli dalam hal tersebut, (164) Berbuat baik kepada binatang dan burung.

Inilah sejumlah amal kebaikan dan amal saleh. Semoga kita bisa mengamalkan sebagiannya dalam sepuluh hari bulan Dzulhijjah ini. Kita memohon kepada Allah subhānahu wa ta’alā agar menerima amal-amal kita
dan menolong kita agar selalu mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya, dan beribadah dengan baik kepada-Nya.

===============================================================================

الْحَمْدُ لِلهِ

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللهِ فِيهِنَّ

مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ – رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

عَشْرُ ذِي الْحِجَّةِ

وَالْأَعْمَالُ الصَّالِحَةُ كَثِيْرَةٌ جِدًّا وَالْحَمْدُ لِلهِ

شَرَعَ اللهُ لَنَا مِنَ الْأَعْمَالِ مَا نَزْدَادُ بِهِ إِيْمَانًا

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ

وَجَنَّاتٍ وَنَعِيمٌ مُقِيمٌ

فَتَعَالَوْا بِنَا نَسْتَعْرِضُ الْآنَ طَائِفَةً مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ

أَنَا أَسْرُدُهَا وَأَنْتُمْ تَحْفَظُونَ وَتُسَجِّلُونَ

فَمِنْهَا الصَّلَاةُ الْفَرِيضَةُ وَالصِّيَامُ النَّافِلَةُ وَعَرَفَةُ

وَالصَّدَقَةُ وَالتَّهْلِيلُ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّحْمِيدُ وَالتَّكْبِيرُ

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْكَنْزُ – مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

وَالتَّرْدِيدُ مَعَ الْمُؤَذِّنِ وَالْاِسْتِغْفَارُ وَالدُّعَاءُ وَالصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

وَتِلَاوَةُ الْقُرْآنِ وَتَدَبُّرُهُ وَحِفْظُهُ وَمُدَارَسَتُهُ وَقِرَاءَةُ تَفْسِيرِهِ

وَتَعْلِيمُهُ وَخُصُوصًا الْفَاتِحَةَ لِلصِّغَارِ

وَالتَّوْبَةُ وَبِرُّ الْوَالِدَيْنِ وَصِلَةُ الرَّحِمِ وَصِلَةُ أَصْدِقَاءِ الْأَبَوَيْنِ

وَإِكْرَامُ الضَّيْفِ وَتَشْيِيْعُ الضَّيْفِ يَعْنِي إِذَا خَرَجَ لِيَنْصَرِفَ تَخْرُجُ مَعَهُ

وَحُسْنُ الْجِوَارِ وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ وَحُسْنُ الْكَلَامِ

وَقِيَامُ اللَّيْلِ وَالْسُّنَنُ الرَّوَاتِبُ وَصَلَاةُ الضُّحَى

وَأَذْكَارُ الصَّبَاحِ وَالْمَسَاءِ وَأَذْكَارُ الْأَحْوَالِ الْمُخْتَلِفَةِ دُخُولُ الْمَسْجِدِ وَالْخُرُوجُ

دُخُولُ الْبَيْتِ وَكَذَلِكَ عِنْدَ النَّوْمِ كَثِيرَةٌ

النَّوْمُ عَلَى طَهَارَةٍ وَغُسْلُ الْجُمُعَةِ

وَالتَّطَيُّبُ لِلْجُمُعَةِ وَالتَّبْكِيرُ وَالدُّنُوُّ مِنَ الْإِمَامِ

وَسَدُّ فُرْجَةٍ كُلُّ أَعْمَالٍ صَالِحَةٍ هَذِهِ

حَتَّى لَوْ خَطْوَةً خَطْوَةً يَسُدُّ فُرْجَةَ الصَّفِّ

وَإِتْمَامُ الصَّفِّ مِنْ طَرَفَيْنِ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ

وَالتَّبَسُّمُ وَالتَّفَكُّرُ فِي آيَاتِ اللهِ الْكَوْنِيَّةِ

الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ وَالنُّجُومِ

وَاحْتِمَالُ الْأَذَى مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالصَّبْرُ عَلَيْهِمْ

وَمُعَامَلَتُهُمْ بِالْحُسْنَى وَالرِّفْقُ وَالتَّأَنِّيُّ

وَطَلَاقَةُ الْوَجْهِ وَكَظْمُ الْغَيْظِ وَرَدُّ الْغَضَبِ وَإِنْجَازُ الْوَعْدِ

وَصَلَاةُ التَّوْبَةِ وَرَكَعَتَا الْوُضُوءِ وَالنَّصِيحَةُ

وَتَعْلِيمُ الْجَاهِلِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكِرِ

وَنُصْرَةُ الْمَظْلُومِ وَغَضُّ الْبَصَرِ وَزِيَارَةُ الْإِخْوَانِ فِي اللهِ

وَحُضُورُ الْجَنَائِزِ وَالتَّعْزِيَةُ الْمُصَابِ وَعِيَادَةُ الْمَرْضَى

وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ دَعْوَةِ أَخِيكَ وَمُوَاسَاةُ الْمَحْزُونِ حَتَّى تَنْفَرِدَ أَسَارِيرُهُ

وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ وَإِتْيَانُ حِلَقِ الْعِلْمِ فِي الْمَسَاجِدِ

وَالتَّرْدِيدُ خَلْفَ الْمُؤَذِّنِ وَإكْرَامُ الْعُلَمَاءِ وَالرَّدُّ عَلَى الشُّبُهَاتِ

وَنَشْرُ السُّنَنِ وَالْهَدِيَّةُ وَالْمُصَافَحَةُ لِلهِ

وَتَوْقِيرُ الْكَبِيرِ وَقَضَاءُ الدَّيْنِ عَنِ الْمَدِينِ

وَإِقْرَاضُ الْمُحْتَاجِ وَإِنْظَارُ الْمُعْسِرِ

وَإِسْقَاطُ الدَّينِ أَوِ التَّخْفِيفُ وَالسَّعْيُ فِي سَدَادِ دُيُونِ الْغَارِمِينَ

وَسَدَادِ فَوَاتِيرِ الْمُحْتَاجِينَ

وَالشَّفَاعَةُ الْحَسَنَةُ وَإِقَالَةُ النَّادِمِ

يَعْنِي فِي عَقْدِ البَيْعِ أَوْ عَقْدِ الْإِجَارَةِ أَنْ تَنْسَحِبَ مِنْهُ فَتَسْمَحَ لَهُ مَعَ أَنَّ الْعَقْدَ لَزِمَهُ

وَإِمَاطَةُ الْأَذَى وَالتَّسَامُحُ فِي الْبَيْعِ وَالشِّرَاءِ وَالسَّتْرُ عَلَى الْمُسْلِمِينَ

وَكَفَالَةُ الْيَتِيمِ وَالسَّعْيُ عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَقَضَاءُ حَاجَاتِ الْأَرْمَلَةِ وَالْمُعَامَلَاتِ

وَبِنَاءُ الْمَسَاجِدِ وَالدِّلَالَةُ عَلَى الْخَيْرِ وَطِبَاعَةُ الْكُتُبِ

وَنَشْرُ الْعِلْمِ فِي الشَّبَكَاتِ وَالْوَعْظُ وَسَمَاعُ الْمَوَاعِظِ

وَالْإِهْدَاءُ الْفَقِيرِ إِهْدَاءُ الْفَقِيرِ شَاةً لِيُضَحِّيَ بِهَا

وَالزَّوَاجُ مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ الْعَظِيمَةِ وَالْإِعَانَةُ عَلَى الزَّوَاجِ

وَتَزْوِيجُ الْفَقِيرِ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ الْمُتَخَاصِمَينِ

وَمُصَاحَبَةُ الْأَخْيَارِ وَالْوَقْفُ أَنْ تُوْقِفَ لِلهِ

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْعَفْوُ

وَاَنْ تُعِينَ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعَ لِأَخْرَقَ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

أَوِ التَّدْرِيبُ بِالْمَجَّانِيِّ وَتَعْلِيمُ صَنْعَةٍ كَالْبَرْمَجَةِ

وَإِدْخَالُ السُّرُورِ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ وَمَسْحُ رَأْسِ الْيَتِيمِ

وَالْمُحَافَظَةُ عَلَى الوُضُوءِ كُلَّمَا انْتَقَضَ الْوُضُوءُ تَتَوَضَّأُ

وَإِعَالَةُ الْبَنَاتِ وَالْأَخَوَاتِ وَالنَّفَقَةُ عَلَى الزَّوْجَةِ وَالْأَوْلَادِ

وَإِجَابَةُ الْمَرْأَةِ دَعْوَةَ الزَّوْجِ لِلْفِرَاشِ وَطَاعَتُهَا لَهُ وَخِدْمَةُ بَيْتِهِ

وَتَنْظِيفُ الْمَسَاجِدِ وَسُقْيُ الْمَاءِ بِجَمِيعِ أَنْوَاعِ سِقَايَاتِ الْمَاءِ

حَفْرِ بِئْرٍ إِجْرَاءِ النَّهْرِ وَضْعِ الْبَرَّادِ

وَشُكْرُ الْمَعْرُوفِ وَمُكَافَأَةُ فَاعِلِهِ وَالدُّعَاءُ لَهُ إِذَا صَنَعَ لَكَ مَعْرُوفًا

فَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا هَذَا عَمَلٌ خَيْرٌ عَظِيمٌ

وَالْبُكَاءُ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَسُؤَالُ اللهِ الشَّهَادَةَ

وَالْاِجْتِمَاعُ عَلَى الطَّعَامِ وَلُبْسُ الْبَيَاضِ وَصِبْغُ الشَّيْبِ

وَغَرْسُ الزَّرْعِ بِنِيَّةٍ حَسَنَةٍ وَقَضَاءُ حَوَائِجِ الْمُسْلِمِينَ

وَالْاِسْتِغْفَارُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

وَإِعْفَافُ الزَّوْجَةِ

وَالْاِحْتِسَابُ فِي رُقِيَّةٍ تَرْقِي مَجَّانًا رُقْيَةٌ رُقْيَةٌ

وَتُعَوِّلُ أَوْلَادَكَ

وَتَغْسِيلُ الْمَوْتَى وَتَكْفينُهُمُ احْتِسَابًا

وَقَتْلُ الْأَوْزَاغِ وَتَعْجِيلُ الْفِطْرِ فِي الصِّيَامِ وَتَأْخِيرُ السُّحُورِ

وَتَهْنِئَةُ الْمُسْلِمِ عَلَى النِّعْمَةِ تَحْصُلُ لَهُ

وَكِتَابَةُ وَصِيَّتِكَ بِحَقٍّ وَكِسْوَةُ الْمُسْلِمِ

تَنَعُّلُ بِالْيَمِينِ وَالْخَلَعُ بِالشِّمَالِ

وَالشُّرْبُ قَاعِدًا وَالتَّلْقِينُ الْمُحْتَضَرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

وَالْبَدْءُ بِبسْمِ اللهِ فِي الْأُمُورِ

وَالْحِرْصُ عَلَى السِّوَاكِ وَرَدُّ الْقَرْضِ بِأَحْسَنَ

وَصَلَاةُ الِاسْتِخَارَةِ وَسُجُودُ الشُّكْرِ

وَالْعُدُولُ عَنِ الْيَمِينِ وَالْقَسَمِ لِلْمَصْلَحَةِ الشَّرْعِيَّةِ مَعَ إِخْرَاجِ الكَفَّارَةِ

وَمُعَاوَنَةُ الْأَهْلِ فِي الْمَنْزِلِ وَالْمَشْيُ إِلَى الْمَسَاجِدِ والصَّلَاةُ إِلَى السُّتْرَةِ

وَتَحْسِينُ الصَّوْتِ فِي الْقُرْآنِ وَالْاِسْتِئْذَانُ قَبْلَ الدُّخُولِ

وَرَدُّ التَّثَاؤُبِ وَتَسْمِينُ الْأَضَاحِي

وَالْجُلُوسُ بَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ إِلَى ارْتِفَاعِ الشَّمْسِ

وَإِرْسَالُ الهَدْيِ إِلَى مَكَّةَ لِغَيْرِ الْحَاجِّ

هَذِهِ مِنَ السُّنَّةِ المَنْسِيَّةِ يَعْنِي إِرْسَالُ الهَدْيِ إِلَى مَكَّةَ لِغَيْرِ الْحَاجِّ

يُرْسَلُ إِلَى مَكَّةَ الهَدْيُ يُذْبَحُ هُنَاكَ

وَأَمْرُ الْأَهْلِ وَالْأَوْلَادِ بِالصَّلَاةِ

وَصَلَاةُ رَكْعَتَيْنِ عِنْدَ دُخُولِ الْمَنْزِلِ وَقَبْلَ الْخُرُوجِ مِنْهُ

وَمَسْحُ الْوَجْهِ بِالْيَدِ عِنْدَ الْقِيَامِ مِنَ النَّوْمِ

لِصَلَاةِ اللَّيْلِ وَتِلَاوَةُ أَوَاخِرِ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ

وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ وتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ

وَإِرْشَادُ الْمُسْتَدِلِّ عَلَى الْحَاجَةِ

وَقَوْلُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثًا بَعْدَ رَكْعَةِ الْوِتْرِ

وَالنَّوْمُ عَلَى طَهَارَةٍ وَمُؤَانَسَةُ الْمُسْتَوْحِشِ وَإِيوَاءُ الْغَرِيبِ

وَتَبْخِيرُ الْمَسَاجِدِ وَتَطْيِيبُهَا وَخِلَافَاتُ الْحَاجِّ فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ

كَذَلِكَ أَهَالِي السُّجَنَاءِ وَنَحْوِهِمْ

وَتَوْزِيعُ الْمَصَاحِفِ فِي الْمَسَاجِدِ

نَشْرُ الْعِلْمِ فِي التَّطْبِيقَاتِ وَالْمَوَاقِعِ وَالْقَنَوَاتِ
وَالإِذَاعَاتِ وَسَائِرِ الْوَسَائِلِ

إِقَامَةُ الدُّرُوسِ وَالْمُحَاضَرَاتِ وَالدَّوْرَاتِ الْعِلْمِيَّةِ وَصَلَاةُ الْعِيدِ

إِعَارَةُ الثِّيَابِ وَالْحُلِيِّ وَالْآنِيَةِ وَالْأَجْهِزَةِ وَكُلِّ مَا يَنْفَعُ

إِقَامَةُ الْجَمْعِيَّاتِ الْخَيْرِيَّةِ وَالْمُؤَسَّسَاتِ الْخَيْرِيَّةِ

التَّكَفُّلُ بِنَفَقَةِ الْحُجَّاجِ

أَوْ حَاجُّ يَحُجُّ عَلَى نَفَقَتِكَ

تَفْرِيغُ طَلَبَةِ الْعِلْمِ وَالْقِيَامُ بِنَفَقَاتِهِمْ

إِعْدَادُ الْكُتُبِ وَالْبَرَامِجِ لِأَطْفَالِ الْمُسْلِمِينَ النَّافِعَةِ لَهُمْ

نَقْلُ الْعِلْمِ بِأَمَانَةٍ

نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي

فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا – رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

الدِّفَاعُ عَنْ أَعْرَاضِ الْمُسْلِمِينَ سَمَاعُ الْقُرْآنِ الْجَوَائِزُ وَالتَّشْجِيعُ فِي الْعِلْمِ وَالْخَيْرِ

مُلَاطَفَةُ الصِّبْيَانِ التَّذْكِيرُ بِمُنَاسَبَاتِ الْخَيْرِ

حِفْظُ الْأَمَانَاتِ وأَدَائُهَا مُعَالَجَةُ الْمَرْضَى لِمَنْ يُحْسِنُ ذَلِكَ احْتِسَابًا

وَالْإِحْسَانُ إِلَى الْبَهَائِمِ وَالطُّيُورِ

فَهَذِهِ طَائِفَةٌ مِنَ الْأَعْمَالِ الْخَيْرِيَّةِ الصَّالِحَةِ

لَعَلَّنَا نَقُومُ بِبَعْضِهَا فِي هَذِهِ الْعَشْرِ

نَسْأَلُ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ يَتَقَبَّلَ مِنَّا

وَأَنْ يُعِينَنَا عَلَى ذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ وَحُسْنِ عِبَادَتِهِ