Ketika engkau berdoa kepada Allah, mintalah sebesar kerajaan dan kekayaan-Nya, bukan berdasarkan kefakiranmu, wahai hamba yang miskin.
Dialah Allah, penguasa alam semesta, yang memberi karunia dan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dialah Allah, yang Mahakuasa atas segala sesuatu, yang di tangan-Nya terdapat seluruh perbendaharaan langit dan bumi. Dialah Allah, yang apabila menghendaki sesuatu, cukup berfirman: “Jadilah!”, maka jadilah.
Berdoalah kepada Allah Azza wa Jalla dan jangan merasa Allah terlalu lama mengabulkan doamu. Berdoalah kepada Allah! Ketahuilah, setiap kali engkau berdoa pada-Nya, pilihannya: Allah pasti akan memberimu, atau Allah pasti akan memberimu. Demi Allah, selamanya tidak akan ada kemungkinan ketiga selain itu. Demi Allah, Allah pasti akan memberimu.
Namun, sebagaimana sabda Nabi ‘alaihish shalatu wassalam: “Tidaklah seorang Muslim memanjatkan doa kepada Allah dengan suatu permohonan yang tidak mengandung dosa atau pemutusan silaturahim, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara: Bisa jadi doanya langsung dikabulkan di dunia, yaitu Allah mewujudkan apa yang engkau pinta. Beliau melanjutkan: Atau akan dipalingkan darinya keburukan yang sebanding dengan doanya.” Sebanding dengan banyaknya doamu, Allah akan memalingkan keburukan darimu.Engkau telah banyak berdoa, tapi belum terwujud, maka percayalah bahwa Allah sebenarnya telah menyelamatkanmu dari berbagai petaka besar. Dan yang ketiga, sabda Nabi, “…bisa jadi doa itu disimpan sebagai pahala di akhirat.” Itu akan menjadi tabungan pahala bagimu, saat engkau berjumpa dengan Allah.
Ketika engkau bangkit pada hari kiamat, engkau mendapati pahala-pahala kebaikan yang belum pernah engkau lakukan, serta ganjaran besar yang bukan berasal dari ibadah-ibadahmu, melainkan semua itu merupakan tabungan dari doa-doa yang belum terwujud selama engkau hidup di dunia.
Demi Allah, saya rasa, jika kelak kita melihat doa-doa yang menjadi tabungan di akhirat tersebut, niscaya kita akan berandai-andai agar Allah tidak mengabulkan satu pun permintaan kita selama hidup di dunia. Bukankah sudah saya katakan, setiap kali engkau berseru: “Ya Rabb,” Allah pasti akan memberimu. Demi Allah, pilihannya: Allah pasti akan memberimu, atau Allah pasti akan memberimu. Tidak ada kemungkinan ketiga selain itu.
=====
عِنْدَمَا تَدْعُو اللهَ ادْعُهُ وَاطْلُبْ عَلَى قَدْرِ مُلْكِهِ وَغِنَاهُ لَا عَلَى قَدْرِ فَقْرِكَ يَا مِسْكِينُ
اللهُ الْمَالِكُ مَالِكُ الْمُلْكِ يُعْطِي وَيَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ الْقَادِرُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مَنْ بِيَدِهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَنْ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
اُدْعُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا تَسْتَبْطِئَنَّ الْإِجَابَةَاُدْعُ اللهَ وَاعْلَمْ أَنَّكَ مَهْمَا دَعَوْتَهُ إِمَّا أَنْ يُعْطِيَكَ وَإِمَّا أَنْ يُعْطِيَك أَبَدًا وَاللهِ لَا ثَالِثَ لَهُمَا وَاللهِ يُعْطِيكَ اللهُ
لَكِنْ كَمَا قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُسْتَجَابَ دَعْوَتُهُ يُحَقِّقُ اللهُ لَكَ مَا طَلَبْتَ قَالَ: وَإِمَّا أَنْ يُصْرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلُهَا بِقَدْرِ مَا تَدْعُو يَصْرِفُ اللهُ عَنْكَ مِنَ السُّوءِ دَعَوْتَ كَثِيرًا مَا تَحَقَّقَتْ ثِقْ أَنَّ اللهَ صَرَفَ عَنْكَ سُوءًا كَثِيرًا وَالثَّالِثَةُ قَالَ: وَإِمَّا أَنْ تُدَّخَرَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ يَكُونُ رَصِيدًا لَكَ يَوْمَ تَلْقَى اللهَ
فَإِذَا جِئْتَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجَدْتَ حَسَنَاتٍ مَا فَعَلْتَهَا وَأُجُورًا لَيْسَ لِعِبَادَاتٍ تَقَرَّبْتَ بِهَا بَلْ هِيَ كَانَتْ رَصِيدَ دَعَوَاتٍ مَا تَحَقَّقَتْ فِي دُنْيَاكَ
أَظُنُّ وَاللهِ أَنَّنَا لَوْ رَأَيْنَا تِلْكَ الدَّعَوَاتِ الَّتِي أَضْحَتْ رَصِيدًا فِي الْآخِرَةِ لَتَمَنَّيْنَا أَلَّا يَسْتَجِيبَ اللهُ لَنَا دَعْوَةً فِي دُنْيَانَا أَمَا قُلْتُ لَكَ مَا قُلْتَ يَا رَبِّ إِلَّا أَعْطَاكَ وَاللهِ إِمَّا أَنْ يُعْطِيَكَ وَإِمَّا أَنْ يُعْطِيَكَ لَا ثَالِثَ لَهُمَا