5 Cara Mengangkat Tangan Ketika Berdoa – Syaikh Abdussalam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Engkau berdiri sambil menengadahkan kedua tangan ke langit, berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Para ulama menyebutkan bahwa tata cara berdoa dengan menengadahkan tangan itu ada lima bentuk.

Bentuk pertama dari kelima cara ini: menjadikan bagian dalam kedua telapak tangan mengarah ke wajahmu dan ke langit.Posisi kedua tanganmu seperti ini. Bagian dalam kedua telapak tangan menghadap wajahmu, karena pandanganmu tertuju ke bagian dalam kedua telapak tangan saat berdoa, sementara kedua telapak tangan itu menghadap ke langit.Para ulama berkata, hikmahnya adalah sebagai bentuk pengharapan baik bahwa jawaban doa dan rahmat Allah akan turun di antara kedua telapak tanganmu.

Bentuk kedua: menjadikan bagian dalam kedua telapak tangan menghadap wajahmu, sedangkan ujung jari-jemari menghadap ke langit, engkau posisikan keduanya di depan wajahmu seperti ini. Lalu engkau berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Cara ini dibolehkan.

Bentuk ketiga: menjadikan bagian dalam kedua telapak tanganmu menghadap ke langit, sedangkan punggung telapak tangan mengarah ke wajahmu. Bagian dalam kedua telapak tangan menghadap langit, punggungnya ke arah wajahmu, dan posisinya seperti ini. Jadi, kedua tangan berada di atas kepalamu. Bagian dalamnya mengarah ke wajahmu, karena engkau berdoa sambil melihat kedua telapak tanganmu. Ibnu Rajab menyebutkan bahwa sebagian ulama fikih memahami bahwa seseorang berdoa dengan cara seperti ini, yakni menjadikan punggung telapak tangan menghadap wajah, sekaligus menghadap langit. Namun Ibnu Rajab mengingkari pemahaman ini dan berkata, “Cara ini tidak dapat dijadikan pegangan.” Ini hanyalah pendapat sebagian ulama belakangan, dan pendapat ini tidak benar. Adapun berdoa dengan punggung telapak tangan, caranya akan saya jelaskan sebentar lagi.

Bentuk keempat: menjadikan punggung kedua telapak tangan menghadap ke langit, sedangkan bagian dalam telapak tangan menghadap ke wajahnya, yakni dengan cara seperti ini. Alih-alih menjadikan bagian dalam ke arah langit dan punggung searah wajahnya, punggungnya dihadapkan ke langit dan bagian dalamnya menghadap wajah, seperti ini. Cara ini diriwayatkan dari sejumlah ulama salaf, ada pula riwayat tentangnya, tapi tidak sahih. Bahwa doa meminta sesuatu yang diharapkan dilakukan dengan menengadahkan bagian dalam telapak tangan.

Jadi, bentuk pertama, kedua, dan ketiga digunakan untuk berdoa memohon sesuatu yang diharapkan. Apabila engkau memohon surga kepada Allah ‘Azza wa Jalla, rezeki, amalan yang baik, keturunan yang saleh, dan semisalnya. Apa pun yang engkau harapkan dari Allah, maka doanya dilakukan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke atas. Sedangkan doa memohon perlindungan — ketika engkau takut musuh atau khawatir terhadap sesuatu — maka engkau berdoa dengan menengadahkan punggung telapak tangan, seperti ini. Inilah cara berdoa saat memohon perlindungan. Para ulama mengatakan hikmahnya — dan ilmu yang pasti hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla — adalah sebagai ungkapan harapan agar Allah mengangkat apa yang engkau takuti dan menjauhkan keburukan itu darimu. Maka diharapkan demikianlah yang terwujud. Hal ini diriwayatkan dari sejumlah ulama salaf, di antaranya Ja’far Ash-Shadiq dan yang lainnya, semoga Allah merahmati mereka semua. Pendapat Ja’far ini dinukil oleh As-Sarkhasi dalam Al-Mabsuth, dan para ulama lain pun menyandarkannya kepada beliau. Jadi, itulah empat bentuk cara menengadahkan tangan dalam berdoa.

Ada bentuk kelima: cara ini dipakai terutama saat berdesakan, seperti ketika engkau hendak naik kereta api atau mobil, tanpa perlu menengadahkan tangan, cukup dengan mengisyaratkan jari (telunjuk). Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadis Ibnu Abbas bahwa beliau berisyarat dengan jari (telunjuk) saat berdoa. Saat berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, angkatlah jari (telunjuk)mu: “Ya Allah, ampunilah aku.” “Ya Allah, rahmatilah aku.” “Ya Allah, maafkanlah kesalahanku.” Mengisyaratkan jari saat berdoa di luar salat merupakan sebab terkabulnya doa. Namun dilarang berisyarat dengan dua jari. Cukup satu jari saja. Esakan Allah, esakan Allah! Engkau berisyarat dengan satu jari sebagai simbol keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

=====

وَتَكُونُ وَاقِفًا مَادًّا يَدَيْكَ إِلَى السَّمَاءِ تَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَقَدْ ذَكَرَ الْعُلَمَاءُ صِفَةَ الدُّعَاءِ بِمَدِّ الْيَدَيْنِ أَنَّ لَهَا خَمْسَ صِيَغٍ

أَوَّلُ هَذِهِ الصِّيَغِ الْخَمْسِ أَنْ تَجْعَلَ بَاطِنَ كَفَّيْكَ لِوَجْهِكَ وَلِلسَّمَاءِ فَتَكُونُ هَكَذَا جَاعِلًا لَهُمَا فَيَدَاكَ بَطْنُهُمَا لِوَجْهِكَ لِأَنَّكَ تَجْعَلُ بَصَرَكَ إِلَى بَاطِنِ كَفَّيْكَ فِي الدُّعَاءِ وَهُمَا إِلَى السَّمَاءِ قَالَ أَهْلُ الْعِلْمِ مِنْ بَابِ الْحِكْمَةِ وَهَذَا تَفَاؤُلًا بِنُزُولِ الْإِجَابَةِ وَالرَّحْمَةِ بَيْنَ كَفَّيْكَ

وَالصُّورَةُ الثَّانِيَةُ أَنْ تَجْعَلَ بَاطِنَ الْكَفَّيْنِ إِلَى وَجْهِكَ وَأَطْرَافَهُمَا إِلَى السَّمَاءِ فَتَجْعَلُهُمَا قِبَلَ وَجْهِكَ بِهَذِهِ الصِّفَةِ فَتَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهَذَا جَائِزٌ

وَالصُّورَةُ الثَّالِثَةُ أَنْ تَجْعَلَ بَاطِنَ كَفَّيْكَ إِلَى السَّمَاءِ وَظُهُورُهُمَا إِلَى وَجْهِكَ فَتَجْعَلُ بَاطِنَهُمَا إِلَى السَّمَاءِ وَظُهُورَهُمَا إِلَى وَجْهِكَ وَهَذَا صِفَتُهُ عَلَى هَذِهِ الصُّورَةِ فَتَكُونُ الْيَدَانِ فَوْقَ رَأْسِكَ وَالْبَاطِنُ جِهَةَ الْوَجْهِ لِأَنَّكَ تَدْعُو وَتَنْظُرُ إِلَى كَفَّيْكَ وَقَدْ ذَكَرَ ابْنُ رَجَبٍ أَنَّ بَعْضًا مِنَ الْفُقَهَاءِ فَهِمَ أَنَّهُ يَدْعُو بِهَذِهِ الصِّفَةِ فَيَجْعَلُ ظَاهِرَ الْكَفَّيْنِ قِبَلَ وَجْهِهِ وَقِبَلَ السَّمَاءِ وَأَنْكَرَهَا ابْنُ رَجَبٍ وَقَالَ هَذَا غَيْرُ مُعْتَبَرٍ وَإِنَّمَا هَذَا مِنْ كَلَامِ بَعْضِ الْمُتَأَخِّرِينَ وَهُوَ غَيْرُ صَحِيحٍ وَإِنَّمَا الدُّعَاءُ بِظُهُورِ الْأَكُفِّ الصِّفَةُ الَّتِي سَأَذْكُرُهَا لَكَ بَعْدَ قَلِيلٍ

الصُّورَةُ الرَّابِعَةُ هُوَ أَنْ يَجْعَلَ ظُهُورَ كَفَّيْهِ إِلَى السَّمَاءِ وَبَاطِنُهُمَا إِلَى وَجْهِهِ وَهِيَ بِهَذِهِ الصُّورَةِ فَبَدَلًا مِنْ أَنْ يَجْعَلَ بَاطِنَهُمَا إِلَى السَّمَاءِ وَظُهُورَهُمَا إِلَى وَجْهِهِ يَجْعَلُ ظَاهِرَهُمَا إِلَى السَّمَاءِ وَبَاطِنَهُمَا إِلَى وَجْهِهِ هَكَذَا وَقَدْ جَاءَ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ السَّلَفِ وَرُوِيَ فِيهِ خَبَرٌ لَكِنْ لَا يَثْبُتُ أَنَّ الدُّعَاءَ لِلرَّغْبَةِ بِبُطُونِ الْأَكُفِّ

فَالصُّورَةُ الْأُولَى وَالثَّانِيَةُ وَالثَّالِثَةُ لِلرَّغْبَةِ إِذَا رَجَوْتَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ الْجَنَّةَ وَرَجَوْتَهُ الرِّزْقَ وَصَلَاحَ الْعَمَلِ وَصَلَاحَ الذُّرِّيَّةِ وَنَحْوَ ذَلِكَ أَيُّ شَيْءٍ تَرْغَبُهُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَكُونُ بِظُهُورِ الْأَكُفِّ وَأَمَّا دُعَاءُ الرَّهْبَةِ إِذَا خِفْتَ عَدُوًّا وَخَشِيتَ شَيْئًا فَتَدْعُو بِظُهُورِ الْأَكُفِّ فَتَدْعُو هَكَذَا هَذَا عِنْدَ الرَّهْبَةِ يَقُولُونَ تَفَاؤُلٌ هَكَذَا قَالُوا حِكْمَةٌ الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حِكْمَةً أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَرْفَعُ عَنْكَ مَا خِفْتَهُ وَيَدْفَعُ عَنْكَ هَذَا الشَّرَّ فَيَكُونُ كَذَلِكَ وَقَدْ رُوِيَ ذَلِكَ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ السَّلَفِ مِنْهُمْ جَعْفَرٌ الصَّادِقُ وَغَيْرُهُ مِنَ السَّلَفِ رَحِمَهُمُ اللَّهُ تَعَالَى وَنَقَلَ قَوْلَ جَعْفَرٍ السَّرْخَسِيُّ فِي الْمَبْسُوطِ وَغَيْرُهُ أَسْنَدَ ذَلِكَ هَذِهِ إِذًا دُعَاءٌ لَهُ صِيَغٌ أَرْبَعٌ

هُنَاكَ صِيغَةٌ خَامِسَةٌ تُسْتَعْمَلُ خَاصَّةً فِي وَقْتِ الزِّحَامِ عِنْدَمَا تَكُونُ تُرِيدُ أَنْ تَرْكَبَ الْقِطَارَ أَوْ تُرِيدُ أَنْ تَرْكَبَ السَّيَّارَةَ مِنْ غَيْرِ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ وَهُوَ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعِكَ وَقَدْ جَاءَ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يُشَارُ بِالْأُصْبُعِ بِالدُّعَاءِ فَيَدْعُو بِهِ فَإِذَا دَعَوْتَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَشِرْ بِأُصْبُعِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي اللَّهُمَّ تَجَاوَزْ عَنِّي فَإِنَّ إِشَارَتَكَ فِي دُعَائِكَ خَارِجَ الصَّلَاةِ هَذَا سَبَبٌ لِإِجَابَتِهِ أَنْ تُشِيرَ بِالْأُصْبُعِ وَنُهِيَ أَنْ نُشِيرَ بِأُصْبُعَيْنِ وَإِنَّمَا تُشِيرُ بِأُصْبُعٍ وَاحِدٍ وَحِّدْ وَحِّدْ وَتُشِيرُ بِأُصْبُعٍ وَاحِدٍ إِشَارَةً لِلْوَحْدَانِيَّةِ لِلَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.