Kenapa Salat Terasa Biasa Saja? Sulit Khusyuk? Ini Rahasia Agar Ibadah Terasa Nikmat

Wahai Syaikh kami, kita mulai dengan pertanyaan dari salah seorang saudari kita, yaitu Ummu Muhammad. Ia bertanya, “Bagaimana agar hati bisa hadir dalam ibadah?” “Bagaimana seseorang berdoa dengan hati yang hadir dan benar-benar merasakan doanya?” “Bagaimana seseorang bisa bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, serta berbaik sangka kepada Allah ‘Azza wa Jalla?”

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Semoga Allah melimpahkan selawat, salam, dan keberkahan kepada hamba dan utusan-Nya, Nabi kita Muhammad, serta kepada keluarga, para sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti petunjuknya hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Agar seorang muslim dapat mewujudkan makna-makna ini, ia harus memiliki bashirah dalam agama dan ilmu. Ia juga harus berusaha menuntut ilmu agar bisa mewujudkan amalan-amalan hati tersebut. Selain itu, ia juga dituntut untuk bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu. Sebab, nafsu memerlukan perjuangan untuk ditundukkan. Begitu pula berjuang melawan setan, musuh manusia.

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”

Lalu, bagaimana seseorang bisa menghadirkan hati dalam salat? Bagaimana agar bisa khusyuk? Ini memerlukan perjuangan yang besar. Perjuangan besar melawan nafsu, dan perjuangan besar melawan setan, hingga hal itu benar-benar terwujud pada dirinya.

Di antara perkara lain yang menjadi sebab seseorang dapat meraih kenikmatan dalam beribadah dan kehadiran hati adalah lisannya selalu basah dengan zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, jika lisan seseorang senantiasa basah dengan zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka keterikatannya kepada Allah akan menguat, sedangkan keterikatannya pada perkara duniawi akan melemah. Sehingga hatinya menjadi lembut dan khusyuk.

Karena itulah, pernah datang seseorang kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah dan menanyakan hal ini. Ia berkata, “Aku merasakan hatiku keras. Bagaimana cara menghilangkan kerasnya hati ini?” Beliau menjawab, “Lelehkanlah kerasnya hatimu dengan memperbanyak zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”

Jika seseorang terlalu terikat dengan urusan dunia dan perkara materi, ia akan lalai dan melemah. Ia pun melakukan ibadah seolah-olah hanya rutinitas biasa. Ia tidak lagi merasakan nikmat dan manisnya ibadah.

Namun, jika keterikatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla menguat, dan itu diraih dengan memperbanyak zikir kepada-Nya, maka hati akan menjadi khusyuk dan lembut. Seiring berjalannya waktu, seorang muslim pun akan merasakan nikmatnya ibadah.

=====

شَيْخَنَا، نَبْدَأُ بِسُؤَالٍ مِنْ أَحَدِ الْإِخْوَةِ أَوْ إِحْدَى الْأَخَوَاتِ، الْأُخْتُ أُمُّ مُحَمَّدٍ تَقُولُ: كَيْفَ يَكُونُ حُضُورُ الْقَلْبِ فِي الْعِبَادَةِ؟ كَيْفَ يَدْعُو الْإِنْسَانُ وَيَكُونُ قَلْبُهُ حَاضِرًا وَيَسْتَشْعِرُ الدُّعَاءَ؟ وَكَيْفَ يَكُونُ الْإِنْسَانُ مُتَوَكِّلًا عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ وَكَذَلِكَ مُحْسِنَ الظَّنِّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ؟

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ أَمَّا بَعْدُ

فَحَتَّى يُحَقِّقَ الْمُسْلِمُ هَذِهِ الْمَعَانِيَ، لَا بُدَّ مِنَ الْبَصِيرَةِ فِي الدِّينِ وَالْعِلْمِ وَأَنْ يَسْعَى الْمُسْلِمُ لِطَلَبِ الْعِلْمِ حَتَّى يُحَقِّقَ هَذِهِ الْأَعْمَالَ الْقَلْبِيَّةَ كَذَلِكَ أَيْضًا مَطْلُوبٌ مِنْهُ الْمُجَاهَدَةُ فَالنَّفْسُ تَحْتَاجُ إِلَى مُجَاهَدَةٍ كَذَلِكَ مُجَاهَدَةُ الشَّيْطَانِ عَدُوِّ الْإِنْسَانِ

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

فَكَيْفَ يُحَقِّقُ الْإِنْسَانُ حُضُورَ الْقَلْبِ فِي الصَّلَاةِ؟ كَيْفَ يُحَقِّقُ الْخُشُوعَ؟ هَذَا يَحْتَاجُ إِلَى مُجَاهَدَةٍ عَظِيمَةٍ مُجَاهَدَةٍ عَظِيمَةٍ لِلنَّفْسِ وَمُجَاهَدَةٍ عَظِيمَةٍ لِلشَّيْطَانِ حَتَّى يُتَحَقَّقَ لَهُ ذَلِكَ

وَأَيْضًا مِنَ الْأُمُورِ الَّتِي يُحَصِّلُ بِهَا الْإِنْسَانُ لَذَّةَ الْعِبَادَةِ وَالْحُضُورَ الْقَلْبِيَّ أَنْ يَكُونَ لِسَانُهُ رَطْبًا بِذِكْرِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ لِأَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا كَانَ لِسَانُهُ رَطْبًا بِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَوِيَ تَعَلُّقُهُ بِاللَّهِ وَضَعُفَ تَعَلُّقُهُ بِالْأُمُورِ الْمَادِّيَّةِ فَيَرِقُّ قَلْبُهُ وَيَخْشَعُ

وَلِهَذَا جَاءَ رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ وَسَأَلَهُ هَذَا السُّؤَالَ وَقَالَ: إِنِّي أَجِدُ قَسْوَةً فِي قَلْبِي فَكَيْفَ أُزِيلُ هَذِهِ الْقَسْوَةَ؟ قَالَ: أَذِبْ قَسْوَةَ قَلْبِكَ بِكَثْرَةِ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

فَالْإِنْسَانُ إِذَا تَعَلَّقَ بِأُمُورِ الدُّنْيَا وَتَعَلَّقَ بِالْمَادَّةِ غَفَلَ وَضَعُفَ وَأَصْبَحَ يُؤَدِّي الْعِبَادَاتِ وَكَأَنَّهَا عَادَاتٌ وَلَا يَجِدُ لَذَّةً وَلَا حَلَاوَةً لِلْعِبَادَةِ

لَكِنْ إِذَا قَوِيَ التَّعَلُّقُ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَذَلِكَ بِكَثْرَةِ ذِكْرِهِ فَإِنَّ الْقَلْبَ يَخْشَعُ وَيَرِقُّ وَيَجِدُ الْمُسْلِمُ مَعَ مُرُورِ الْوَقْتِ لَذَّةَ الْعِبَادَةِ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.