Karena itu, wahai saudara-saudaraku, hendaknya seseorang senantiasa khawatir terhadap dirinya sendiri. “Dan ketahuilah bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya.” (QS. Al-Anfal: 24) Ia harus khawatir terhadap dirinya. Hari ini engkau taat, boleh jadi besok engkau menjadi pelaku maksiat. Hari ini engkau berada di atas sunah, boleh jadi besok engkau menjadi pelaku bid’ah. Hari ini engkau seorang muslim, boleh jadi besok engkau menjadi kafir.
Keadaan kita tidak lebih baik daripada sebagian orang yang dahulu menyaksikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung dan membersamai beliau, serta mendengar langsung sabda-sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian setelah itu, mereka murtad dari Islam dan keluar darinya.
Karena itu, siapa yang memperhatikan keadaan ini, niscaya rasa khawatir terhadap dirinya akan semakin besar. Maka ia tidak akan membawa dirinya ke dalam suatu urusan, kecuali yang sudah jelas baginya. Jika ada perkara yang belum jelas baginya, ia menyerahkannya kepada ahlinya, yaitu orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan agar urusan dikembalikan kepada mereka. Dengan begitu, ia menjaga agamanya. Namun, jika ia nekat masuk ke dalam perkara yang bukan kapasitasnya, boleh jadi ia akan berakhir pada kesudahan yang tidak terpuji.
Siapa yang membaca sejarah, ia akan menemukan banyak pelajaran di dalamnya. Bacalah sejarah, sebab di dalamnya terdapat banyak pelajaran. Banyak kaum tersesat, karena mereka tidak mengetahui kabar yang benar.
=====
لِذَلِكَ دَائِمًا يَا إِخْوَانُ الْإِنْسَانُ يَنْبَغِي أَنْ يَخَافَ عَلَى نَفْسِهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ يَخَافُ عَلَى نَفْسِهِ أَنْتَ الْيَوْمَ مُطِيعٌ وَرُبَّمَا تَكُونُ غَدًا عَاصِيًا وَأَنْتَ الْيَوْمَ سُنِّيٌّ وَرُبَّمَا تَكُونُ غَدًا مُبْتَدِعًا وَأَنْتَ الْيَوْمَ مُسْلِمٌ وَرُبَّمَا تَكُونُ غَدًا كَافِرًا
لَسْنَا فِي حَالٍ أَكْمَلَ مِنْ أُنَاسٍ كَانُوا فِي مَقَامِ مُشَاهَدَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصُحْبَتِهِ وَسَمَاعِ قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ ارْتَدُّوا بَعْدَ ذَلِكَ عَنِ الْإِسْلَامِ وَخَرَجُوا مِنْهُ
لِذَلِكَ مَنْ نَظَرَ إِلَى هَذِهِ الْحَالِ عَظُمَ خَوْفُهُ عَلَى نَفْسِهِ فَلَا يُورِدُ نَفْسَهُ إِلَّا فِيمَا تَبَيَّنَ لَهُ وَإِذَا لَمْ يَتَبَيَّنْ لَهُ شَيْءٌ وَكَلَ الْأَمْرَ إِلَى أَهْلِهِ الَّذِينَ أَمَرَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِالرَّدِّ إِلَيْهِمْ فَيَحْفَظُ بِذَلِكَ دِينَهُ وَإِنْ تَقَحَّمَ مَا لَيْسَ لَهُ فَإِنَّهُ رُبَّمَا صَارَ إِلَى عَاقِبَةٍ لَا تُحْمَدُ
وَمَنْ يَقْرَأ التَّارِيخَ يَجِدْ فِيهِ الْعِبَرَ اقْرَأ التَّارِيخَ إِذْ فِيهِ الْعِبَرُ ضَلَّ أَقْوَامٌ لَيْسَ يَدْرُونَ الْخَبَرَ