Jangan Lewatkan! Rahasia Doa yang Tidak Akan Tertolak sebelum Berbuka Puasa #NasehatUlama

Doktor, semoga Allah memberkahi Anda. Orang ini bertanya, apa yang sebaiknya diucapkan oleh seorang muslim saat berbuka puasa? Mengingat ada beberapa doa, apakah doa-doa tersebut sahih?

Ya. Diriwayatkan secara sahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, bagi orang yang berpuasa, ada doa yang tidak akan tertolak saat ia berbuka.” (HR. Ibnu Majah). Hal ini telah disebutkan dalam hadits yang sahih, dan ini menunjukkan bahwa waktu berbuka adalah salah satu waktu yang mustajab.

Waktu itu beberapa saat sebelum berbuka. Beberapa saat sebelum berbuka, hendaknya orang yang berpuasa memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, meminta segala kebaikan dunia dan akhirat yang terlintas di hatinya. Memohon surga kepada Allah serta meminta perlindungan kepada-Nya dari api neraka.

Hendaknya ia mengutamakan doa-doa yang ringkas namun sarat makna. Seperti doa: ROBBANAA AATINAA FID DUN YAA HASANAH WA FIL AAKHIROTI HASANAH WAQINAA ‘ADZAABAN NAAR (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka), dan doa semisalnya.

Berdoa untuk diri sendiri, untuk anak-anaknya, dan untuk kaum muslimin. Mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla kebaikan dunia dan akhirat yang Anda sukai. Sebab, doa pada waktu tersebut sangat besar peluangnya untuk dikabulkan.

Adapun doa dengan redaksi kalimat tertentu, tidak ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ini. Sedangkan hadits yang diriwayatkan:
ALLAAHUMMA LAKA SHUMTU WA ‘ALAA RIZQIKA AFTHORTU (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka) FATAQOBBAL MINNII INNAKA ANTAS SAMII-’UL ‘ALIIM (maka terimalah puasa dariku, sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), hadits tersebut derajatnya lemah dari sisi sanad. Berdasarkan disiplin ilmu hadits, bukan hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun, ada doa yang sahih dibaca setelah berbuka puasa, yaitu jika rasa haus telah hilang, yaitu mengucapkan: DZAHABAZH ZHOMA-U WABTALLATIL ‘URUUQU WA TSABATAL AJRU IN SYAA ALLAAH (Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah). Doa ini diucapkan jika seseorang benar-benar merasa haus (dan rasa haus itu telah hilang setelah berbuka). Adapun jika ia tidak merasa haus, maka ia tidak perlu mengucapkan doa tersebut.

=====

دُكْتُورُ بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ هَذَا يَسْأَلُ يَقُولُ مَاذَا يَقُولُ الْمُسْلِمُ عِنْدَ إِفْطَارِهِ حَيْثُ أَنَّ هُنَاكَ يَعْنِي بَعْضَ الْأَدْعِيَةِ هَلْ صَحِيحٌ؟

نَعَمْ ثَبَتَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً مَا تُرَدُّ وَهَذَا قَدْ وَرَدَ فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ وَقْتُ الْإِفْطَارِ أَنَّهُ مِنْ أَوْقَاتِ الْإِجَابَةِ

وَهُوَ قُبَيْلَ الْإِفْطَارِ قُبَيْلَ الْإِفْطَارِ بِلَحَظَاتٍ يَنْبَغِي أَنْ يَغْتَنِمَ الصَّائِمُ هَذَا الْوَقْتَ وَأَنْ يَدْعُوَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا يَحْضُرُهُ مِنْ خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ يَسْأَلُ اللهَ الْجَنَّةَ يَسْتَعِيذُ بِاللهِ مِنَ النَّارِ

يَحْرِصُ عَلَى الْجَوَامِعِ مِنَ الدُّعَاءِ مِثْلَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَنَحْوِ ذَلِكَ

يَدْعُو لِنَفْسِهِ يَدْعُو لِأَوْلَادِهِ يَدْعُو لِلْمُسْلِمِينَ يَدْعُو اللهَ تَعَالَى بِمَا أَعْجَبَهُ مِنْ خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَهَذَا الدُّعَاءُ فِي هَذَا الْمَوْطِنِ حَرِيٌّ بِالْإِجَابَةِ

وَأَمَّا صِيغَةٌ مُعَيَّنَةٌ لَمْ يَثْبُتْ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا صِيغَةٌ مُعَيَّنَةٌ وَأَمَّا الْحَدِيثُ الَّذِي يُرْوَى اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ فَهَذَا الْحَدِيثُ ضَعِيفٌ مِنْ جِهَةِ الْإِسْنَادِ فَهُوَ مِنْ جِهَةِ الصِّنَاعَةِ لَا يَثْبُتُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

لَكِنْ ثَبَتَ بَعْدَ الْإِفْطَارِ إِذَا كَانَ قَدْ ظَمِئَ بِالْفِعْلِ أَنْ يَقُولَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ هَذَا إِذَا كَانَ قَدْ ظَمِئَ بِالْفِعْلِ أَمَّا إِذَا لَمْ يَكُنْ قَدْ ظَمِئَ فَلَا يَقُولُ هَذَا الدُّعَاءَ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.