Indikator Mencintai Allah

Seorang ahli ibadah yang biasa disebut Dzun Nun mendapatkan pertanyaan, “Kapan aku dinilai mencintai Tuhanku? “.  Jawaban beliau:  إِذَا كَانَ مَا يُبْغِضُهُ عِنْدَكَ أَمَرُّ مِنَ الصَّبِرِ “Jika hal-hal yang Allah benci  (baca: maksiat) menurut perasaanmu lebih pahit dibandingkan brotowali (tanaman super pahit)” (Tafsir Ibnu Rajab al-Hanbali 1/503) Penggemar maksiat adalah orang yang menyakini jeleknya maksiat …

Baca selengkapnya…Indikator Mencintai Allah

Ini Dia Perhiasan Seorang Muslim 

Imam Asy-Syafi’i mengatakan:   عَلَيْكَ بِالزُّهْدِ فَالزُّهْدُ عَلَى الزَّاهِدِ أَحْسَنُ مِنَ الْحُلِيِّ عَلَى النَّاهِدِ   “Miliki sifat zuhud karena zuhud itu lebih indah dibandingkan perhiasan emas perak bagi gadis cantik.” (Bustanul Arifin karya Imam an-Nawawi hlm 137) Yang memperindah seorang muslim adalah akhlak mulia. Diantara akhlak mulia adalah zuhud.  Zuhud tidak berarti miskin papa tanpa …

Baca selengkapnya…Ini Dia Perhiasan Seorang Muslim 

Istri Sholihah Bukan Bagian dari Dunia

قال أبو سليمان الداراني رحمه الله: الزوجة الصالحة ليست من الدنيا فإنها تفرغك للآخرة وإنما تفريغها بتدبير المنزل وبقضاء الشهوة جميعاً. Abu Sulaiman ad-Darani mengatakan, “Isteri sholihah itu bukan bagian dari dunia yang melalaikan karena isteri sholihah itu membuat Anda wahai suami menjadi fokus. Hal itu karena isteri bertanggung jawab membereskan pekerjaan rumah dan menyebabkan …

Baca selengkapnya…Istri Sholihah Bukan Bagian dari Dunia

Karakter Musibah

ما من شيء إلا يبدو صغيرا ثم يكبر إلا المصيبة فإنها تبدو كبيرة ثم تصغر Wahab bin Munabbih mengatakan, “Segala sesuatu pada awalnya kecil lantas membesar kecuali musibah. Pada awal terjadinya musibah itu besar. Seiring berjalannya waktu musibah tersebut mengecil.” (Hilyatul Auliya 4/63) Musibah itu mudah mengecil jika orang yang mengalaminya tidak memikirkannya dan menyibukkan …

Baca selengkapnya…Karakter Musibah

Nasehat Dari Segelas Air

Suatu ketika al-Hasan al-Bashri diberi minuman air putih segar. Tatkala beliau memegang gelas berisi air tersebut tiba-tiba beliau pingsan. Gelas pun jatuh dari tangan beliau.  Setelah beliau siuman ditanyakan kepada beliau: “Ada apa wahai Abu Said?” Jawaban beliau: ذَكَرْتُ أُمْنِيَّةَ أَهْلِ النَّارِ حِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لِأَهْل الْجَنَّةِ Segelas air itu mengingatkan diriku dengan angan-angan penduduk neraka …

Baca selengkapnya…Nasehat Dari Segelas Air

Orang Yang Patut Dikasihani

Abdullah bin Mas’ud mengatakan: إِذَا كُنْتَ فِيْ خَلْوَتِكَ لَا تَبْكِي عَلَى خَطِيئَتِكَ وَلَا تَتَأَثَّرُ بِتِلَاوَةِ كِتَابِ رَبِّكَ فَاعْلَمْ أَنَّكَ مِسْكِيْنٌ قَدْ كَلَبَتْكَ خَطِيئَتُكَ “Jika dirimu ketika sepi sendiri tidak bisa menangisi dosa dan emosimu pun tidak terpengaruh oleh bacaan Al-Quran sadarilah bahwa dirimu adalah orang yang patut dikasihani. Dosa-dosa telah membelenggu dirimu.” (Halu as-Salaf ma’al …

Baca selengkapnya…Orang Yang Patut Dikasihani