Kita memiliki banyak kelalaian. Sekiranya seseorang, ketika azan berkumandang, ia meninggalkan seluruh kesibukannya, sebagaimana dahulu para salaf melakukannya.
Diriwayatkan dari sebagian salaf, bahwa ketika ia mengangkat palunya—ia seorang pandai besi—ketika mengangkat palunya, lalu muazin mengumandangkan azan, “Allahu Akbar,” ia tidak jadi memukulkan palu itu. Ia langsung melemparnya dari tangannya (lalu segera ke Masjid).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu, ketika sedang membantu pekerjaan keluarganya, lalu, apabila azan berkumandang, beliau seakan-akan tidak lagi mengenal mereka.
Sekiranya setiap kita, apabila azan berkumandang, segera berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu segera berangkat menuju masjid, melaksanakan salat dua rakaat, kemudian membuka mushaf, berapa ayat yang bisa ia baca? Itu jauh lebih baik baginya daripada sibuk dengan urusan dunia, lalu mendapatkan harta yang melimpah.
Demi Allah, wahai saudara-saudaraku, orang-orang kaya yang sejati adalah Ahlul Qur’an. Orang-orang kaya yang benar-benar sukses, adalah mereka yang disibukkan dengan firman Allah. Mereka sibuk dengan Al-Qur’an.
=====
عِنْدَنَا إِهْمَالٌ كَثِيرٌ لَوْ أَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ تَرَكَ كُلَّ شَيْءٍ كَمَا كَانَ السَّلَفُ يَعْمَلُونَ
رُوِيَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ أَنَّهُ إِذَا رَفَعَ الْمِطْرَقَةَ حَدَّادٌ إِذَا رَفَعَ الْمِطْرَقَةَ فَقَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ مَا يُنْزِلُهَا يَرْمِيهَا مِنْ يَدِهِ
وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا أَذَّنَ كَأَنَّهُ لَا يَعْرِفُهُمْ
لَوْ أَنَّ الْوَاحِدَ مِنَّا إِذَا أَذَّنَ تَوَضَّأَ وَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ وَغَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ فَتَحَ الْمُصْحَفَ كَمْ آيَةً سَيَقْرَأُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَشْتَغِلَ بِالدُّنْيَا وَيُحَصِّلَ الْأَمْوَالَ الْعَظِيمَةَ
وَاللَّهِ يَا إِخْوَةُ الْأَغْنِيَاءُ حَقًّا هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ الْأَغْنِيَاءُ الْفَائِزُونَ هُمْ الَّذِينَ يَشْتَغِلُونَ بِكَلَامِ اللَّهِ يَشْتَغِلُونَ بِالْقُرْآنِ