Tips Sukses Belajar: 3 dari Pancaindra Ini Harus Fokus Ketika Belajar – Syaikh Shalih al-Ushoimi

Tips Sukses Belajar: 3 dari Pancaindra ini Harus Fokus Ketika Belajar – Syaikh Shalih al-Ushoimi

ثُمَّ بَيَّنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مَوَارِدَ الْعِلْمِ
Kemudian Allah ‘Azza wa Jalla menjelaskan sumber-sumber ilmu
وَالْقُوَّةِ الْمَوْصِلَةِ إِلَيْهِ
dan indra yang dapat mengantarkan kepada ilmu,

وَهِي السَّمْعُ وَالْبَصَرُ وَالْفُؤَادُ
yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati

هَذِهِ الْقُوَّةُ الثَّلَاثُ هِي الَّتِي تُدْرِكُ بِهَا الْعِلْمَ
Tiga indra inilah yang menjadi jalan untuk mendapatkan ilmu

فَيَنْبَغِي أَنْ تَجْمَعَ فِي الدَّرْسِ
Maka ketika sedang belajar, kamu harus memfokuskan…

بَصَرَكَ وَسَمْعَكَ وَفُؤَادَكَ
penglihatan, pendengaran, dan hatimu.

حَتَّى يَسْتَقِرَّ مَا يُلْقَى إِلَيْكَ مِنَ الْعِلْمِ فِي نَفْسِكَ
Agar ilmu yang disampaikan kepadamu dapat menetap dalam dirimu

فَحِيْنَئِذٍ عَنْدَمَا يَحْضُرُ الطَّالِبُ
Maka ketika ada murid yang menghadiri pelajaran,

وَيُبَدِّدُ بَصَرَهُ
namun memalingkan penglihatannya kesana kemari

فَتَارَةً يُقَلِّبُ صَفَحَاتِ الْكِتَابِ وَيَنْظُرُ الْأَحَادِيثَ الْمُسْتَقْبَلَةَ
Terkadang membolak-balikkan kitab dan melihat hadits-hadits yang akan dipelajari

وَتَارَةً يَنْظُرُ عَنْ يَمِينِهِ وَيَنْظُرُ عَنْ شِمَالِهِ
Dan terkadang melihat ke kanan dan ke kiri

وَيُعَدِّدُ تَارَةً الْأَنْوَارَ الْمُنْطَفِئَةَ فِي شَرَائِطِ الْمَسْجِدِ فِي سَقْفِ الْمَسْجِدِ
Terkadang menghitung lampu yang mati, yang ada di atap masjid

فَمِثْلُ هَذَا قَدْ أَضْعَفَ قُوَّتَهُ الْبَصَرِيَّةَ
Maka yang seperti ini telah melemahkan kemampuan indra penglihatannya

فَهُوَ أَشْبَهُ بِمَنْ يُرِيدُ أَنْ يَتَبَرَّدَ بِالْهَوَاءِ
Hal ini seperti orang yang ingin mencari angin karena kepanasan

وَيَفْتَحُ نَافِذَةً تَارَةً وَيُغْلِقُهَا تَارَةً أُخْرَى
Namun dia terus membuka dan menutup jendela berulang kali

فَيَحْصُلُ لَهُ ضَعْفٌ مِنْ جِهَةِ الْبَصَرِ
Pada akhirnya dia menjadi lemah dari sisi penglihatan

بِخِلَافِ مَنْ يَجْمَعُ بَصَرَهُ
Berbeda dengan orang yang memfokuskan pandangannya…

عَلَى الْأَحَادِيثِ إِذَا قُرِئَتْ وَالتَّرْجَمَةِ إِذَا ذُكِرَ
Pada hadits-hadits yang dibaca dan pada biografi yang disebutkan

وَمِثْلُهُ كَذَلِكَ إِذَا بَدَّدَ سَمْعَهُ وَفَرَّقَهُ
Demikian pula dengan orang yang tidak memfokuskan pendengarannya

فَإِنَّهُ يَحْصُلُ لَهُ ضَعْفٌ فِي الْإِدْرَاكِ
Maka ia juga akan lemah dalam menangkap ilmu,

بِحَسَبِ مَا يَفُوتُهُ مِنَ السَّمْعِ
sesuai dengan tingkat fokus pendengarannya

وَمِنْ أَعْظَمِ مُثُلِهِ فِي الْأَزْمِنَةِ الْمُتَأَخِّرَةِ هَذِهِ الْهَوَاتِفُ الْجَوَّالَةُ
Dan contoh yang paling jelas di zaman sekarang ini adalah handphone

فَعَنْدَمَا يَرُنُّ الْجَوَّالُ
Ketika handphone itu berdering…

يُسَبِّبُ تَشْوِيشًا عَلَى صَاحِبِهِ وَعَلَى الآخَرِيْنَ فِي أسْمَاعِهِمْ
maka akan mengganggu pemiliknya dan orang lain dalam memfokuskan pendengaran

وَيَشُقُّ غَالِبًا أَنْ تَجْتَذِبَ سَمْعَكَ مِنَ الرُّكُوْنِ وَالْإِصْغَاءِ إِلَيْهِ
Dan biasanya sangat sulit bagimu untuk memalingkan pendengaran dari suara handphone itu

وَمِنْهُ وَهُوَ أَشَدُّ
Dan yang lebih parah dari itu,

أَنْ يُهَاتِفَ بِالْجَوَّالِ فَيَسْمَعُ مَا يُقَالُ إِلَيْهِ
jika dia menelpon dan mendengar apa yang dikatakan padanya.

وَمِنْ هَذَا الْجِنْسِ الرَّسَائِلُ الصَّوْتِيَّةُ
Termasuk dalam jenis ini juga, pesan suara.

فَتَجِدُ بَعْضَ الطَّلَبَةِ فِي الدَّرْسِ
Terkadang ada murid ketika dalam pelajaran,

وَلَا يُجِيبُ عَلَى الْجَوَّالِ حَقِيقَةً وَيُجِيبُ عَلَيْهِ حُكْمًا
dia seperti tidak menjawab panggilan telepon, namun pada hakikatnya dia menjawabnya…

يُشَغِّلُ الرِّسَالَةَ الصَّوْتِيَّةَ ثُمَّ يُمْسِكُ هَاتِفَهُ بِهَذَا الشَّكْلِ
dia membuka pesan suara, kemudian memegang handphone-nya seperti ini.

أَنْتَ الْخَاسِرُ الْأكْبَرُ
Kamulah orang yang paling merugi

فَإِنَّهُ يَفُوتُكَ مِنَ الْعِلْمِ بِقَدْرِ مَا يَفُوتُكَ مِنَ السَّمْعِ
Karena ilmu yang kamu lewatkan, tergantung dengan pendengaran yang tidak kamu fokuskan

وَأَشَدُّهُ فَوْتًا مَجَالِسُ السَّمَاعِ فِي الْحَديثِ النَّبَوِيِّ أَوْ غَيْرِهِ مِنَ الْكُتُبِ
Terlebih lagi adalah yang terlewatkan di majelis periwayatan hadits Nabi atau periwayatan kitab

فَإِنَّ قُوَّةَ السَّمْعِ وَاحدَةٌ
Sebab pendengaran hanya mampu fokus pada satu hal,

فَإِمَّا أَنْ تَسْتَمِعَ وَتَسْمَعَ مَا يُقْرَأُ وَيُلْقَى
Antara kamu mendengar apa yang dibaca dan disampaikan

وَإِمَّا أَنْ تَسْمَعَ غَيْرَهُ
Atau mendengar selain itu.

فَمَثَلًا الَّذِي يَجْلِسُ فِي سَمَاعٍ لِلْبُخَارِيِّ أَوْ لِكِتَابِ التَّوْحِيدِ
Sebagai contoh, orang yang hadir di majelis periwayatan Shahih al-Bukhari atau Kitab at-Tauhid

ثُمَّ يُتَّصَلُ بِهِ فَيَرُدُّ وَيُكَلِّمُ شَيْئًا قَلِيلَا
Kemudian ada yang menelepon dan dia mengangkatnya, lalu dia berbicara sebentar

كَدَقِيْقَةٍ أَوْ دَقيقَتَيْنِ وَثَلَاثٍ وَأَرْبَعٍ أَوْ خَمْسٍ ثُمَّ يُغْلِقُهُ
Satu, dua, tiga, empat, atau lima menit; kemudian dia menutup teleponnya

هَذَا حَصَلَ لَهُ السَّمَاعُ كَامِلًا أَمْ عَلَيْهِ فَوْتٌ ؟
Apakah dia mendengar periwayatan itu seluruhnya atau ada yang terlewat?

عَلَيْهِ الْفَوْتُ لِأَنَّهُ هَذِهِ الْمُدَّةُ كَانَ سَمْعُهُ مَشْغُولًا بِغَيْرِ مَا يُقْرَأُ
Ada yang terlewat, karena ketika itu pendengarannya sibuk dengan selain apa yang dibacakan

فَحِيْنَئِذٍ يَكُونُ قَدْ فَاتَهُ
Dengan demikian, ada yang terlewat darinya.

وَأهْلُ الْعِلْمِ كَانُوا يَتَوَقَّوْنَ فِي الْوَاوِ وَالْفَاءِ فِي فَوْتِهَا فِي السَّمَاعِ
Padahal dahulu para ulama takut terlewat darinya huruf Wawu dan Fa’ saat mendengar riwayat

وَالْآنَ تَجِدُ مِنَ النَّاسِ مَنْ يَسْتَجِيزُ
Namun sekarang ada sebagian orang meminta ijazah,..

أَنَّهُ يَفُوتُهُ أَشْيَاءٌ كَثِيرَةٌ
dan telah terlewat darinya banyak hal

ثُمَّ يَكْتُبُ لَهُ سَمِعَ كَامِلًا
Akan tetapi ditulis baginya, ‘telah mendengarkan sepenuhnya’.

فَفِي أَحَدِ الْمَجَالِسِ
Pada salah satu majelis,

اِغْتَنَمَ أحَدُهُمْ وَجُودَ فَرَاغٍ فِي آخِرِ الْمَسْجِدِ
Salah satu dari mereka memanfaatkan tempat kosong di belakang masjid

ثُمَّ ذَهَبَ فَنَامَ نَوْمَةً يَسِيرَةً تَبْلُغُ سَاعَةً
Dia datang ke sana dan tidur sejenak, sekitar satu jam

ثُمَّ رَجَعَ لِيَجْلِسَ فِي الْمَجْلِسِ
Lalu dia kembali untuk mengikuti majelis itu

وَيَأْخُذُ وَرَقَةً مَكْتُوبٌ فِيهَا
dan mengambil kertas yang telah tertulis padanya

سَمِعَ كِتَابَ كَذَا وَكَذَا كَامِلًا فُلَانٌ بْن فُلَانٍ
‘Telah mendengar kitab ini dan ini seluruhnya: Fulan bin Fulan’.

وَتَارَةً يَخْرُجُونَ مُدَّةً طَوِيلَةً
Terkadang mereka juga keluar majelis dalam waktu lama

وَيَحْصُلُ لَهُمْ فَوْتٌ فِي السَّمَاعِ
sehingga ada riwayat yang tidak mereka dengarkan

وَتَارَةً يَسْمَعُونَ بِهَذِهِ الْهَوَاتِفِ الْجَوَّالَةِ وَبِغَيْرِهَا
Terkadang mereka mendengar riwayat melalui handphone dan lainnya,

وَيَكُونُ السَّمَاعُ غَيْرَ وَاضِحٍ
dan dia tidak dapat mendengar dengan jelas

وَمَعَ ذَلِكَ يُكْتَبُ السَّمَاعُ الْكَامِلُ
Namun tetap saja ditulis baginya, ‘Telah mendengarnya seluruhnya’

وَهَذَا إِذَا خَفِيَ عَلَى النَّاسِ
Meskipun hal ini tidak diketahui manusia,

لَا يَخْفَى عَلَى رَبِّ النَّاسِ
namun tidak dapat tersembunyi dari Tuhan seluruh manusia.

وَلَا يَرُوجُ فِي صَنْعَةِ الْعِلْمِ إِلَّا الصِّدْقُ
Tidak ada yang mempermudah perolehan ilmu kecuali kejujuran

قَالَ وَكِيعٌ لَا يَرْتَفِعُ فِي هَذِهِ الصَّنْعَةِ إِلَّا صَادِقٌ
Imam Waki’ berkata, “Tidak ada yang dapat unggul dalam hal ini (menuntut ilmu) kecuali orang jujur.”

الْعِلْمُ الرَّافِعُ الْخَافِضُ فِيهِ هُوَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
Yang meninggikan dan merendahkan seseorang dalam ilmu adalah Allah -Subhanahu wa Ta’ala-

وَعِنْدَ مُسْلِمٍ مِنْ حَديثِ عُمَرَ بْن الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari hadits Umar bin Khattab -radhiyallahu ‘anhu-

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
Bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْقُرْآنِ أَقْوَامًا
“Sesungguhnya dengan al-Qur’an ini Allah meninggikan beberapa kaum,

وَيَخْفِضُ بِهِ آخَرِيْنَ
dan dengannya merendahkan yang lain.”

فَالَّذِي بِيدِهِ الرَّفْعُ وَالْخَفْضُ فِي الْعِلْمِ
Yang berkuasa untuk meninggikan dan merendahkan dalam ilmu

هُوَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
adalah Allah -Subhanahu wa Ta’ala-

وَإِذَا غَشَّ الْإِنْسَانُ فِيهِ وَضَعَ مِنْ نَفْسِهِ
Jika seseorang berbuat curang dalam mendapat ilmu, maka Allah akan merendahkannya

وَلَحِقَهُ السُّوءُ فِيمَا يَسْتَقْبِلُ مِنْ أيَّامِهِ
dan mendatangkan keburukan padanya di masa depan

وَمِنْ هَذَا الْجِنْسِ تَبْدِيدُ قُوَّةِ السَّمَاعِ
Termasuk hal ini juga, mencerai-berai fokus indra pendengaran

عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ
seperti yang telah kita jelaskan

فَيَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ قُوَّةُ السَّمْعِ حَاضِرَةً
Maka indra pendengaran harus fokus saat pelajaran

وَكَذَلِكَ يَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ قُوَّةُ الْقَلْبِ حَاضِرَةً
Begitu pula dengan hati yang juga harus ikut fokus saat pelajaran

فَيَجْمَعُ قَلْبَهُ بِالْكُلِّيَّةِ
Yaitu dengan memfokuskan pikiran sepenuhnya

عَلَى الْكَلَامِ الَّذِي يُلْقَى إِلَيْهِ
pada ucapan yang disampaikan kepadanya

فَلَا يُرْسِلُ بَصَرَهُ وَيُقْبِلُ بِأُذُنِهِ
Bukan dengan memfokuskan penglihatan dan pendengarannya…

وَالْقَلْبُ مِنْهُ فِي كُلِّ وَادٍ شَعْبَةٍ
namun hatinya pergi entah kemana,

فَهَذَا لَا يَنْفَعُ
Karena ini tidak akan berguna

فَالْقُوَّةُ هُنَا تَكُونُ ضَعِيفَةٌ
Sebab saat itu kemampuan indra akan melemah

وَأَشَدُّ الْقُوَّةِ مَضَرَّةً إِذَا فُقِدَتْ هِي قُوَّةُ الْقَلْبِ
Dan indra yang paling berpengaruh ketika tidak fokus adalah hati

فَإِذَا كَانَ الْإِنْسَانُ يَحْضُرُ مَجْلِسَ الدَّرْسِ وَيَسْمَعُ وَيُبْصِرُ الشَّيْخَ وَلَا يَلْتَفِتُ
Jika seseorang hadir di majelis pelajaran dengan mendengar dan melihat syeikh tanpa menoleh

وَلَكِنَّهُ يُفَكِّرُ الْآنَ بِقَلْبِهِ
Namun saat itu dia memikirkan dalam hatinya,

بَعْدَ هَذَا الدَّرْسِ إِذَا خَرَجْنَا كَيْفَ أُرَتِّبُ؟
Saat kita keluar setelah pelajaran ini, apa yang harus aku lakukan?

أَيْنَ سَنَذْهَبُ؟
Kemana kita akan pergi?

هَلْ مِنَ الْمُنَاسِبِ أَنْ يَكُونَ وَقْتٌ فَنَذْهَبُ وَنَجْلِسُ وَنَتَقَهْوَى؟
Bagus tidak jika kita menyisihkan waktu untuk pergi nongkrong dan minum kopi?

ثُمَّ أَيْنَ نَتَقَهْوَى؟
Dimana kita akan minum kopi?

هَلْ مِنَ الْمُنَاسِبِ لِلْمَكَانِ الْفُلَاَنِيِّ؟
Cocok tidak di tempat yang itu?

هَلْ تَكُونُ قَهْوَةً فَقَطْ أَمْ يَكُونُ مَعَ الْقَهْوَةِ عَشَاءٌ؟
Apakah cukup kopi saja atau dengan makan malam juga?

وَسَرْحَانُ فِي الدَّرْسِ عَلَى هَذِهِ الْأَفْكَارِ أَوْ غَيْرِهَا مِنَ الْأَفْكَارِ
Dan terus melayang-layang dengan pikiran-pikiran itu dan lainnya pada saat pelajaran

فَمِثْلُ هَذَا قُوَّتُهُ الْقَلْبِيَّةُ غَيْرُ مُجْتَمِعَةٍ
Dalam keadaan seperti itu, hatinya tidak akan fokus

فَعِنْدَ ذَلِكَ يَضْعُفُ إِدْرَاكُهُ
Sehingga kemampuannya dalam menangkap ilmu akan melemah

فَلَا بُدَّ مِنْ وُجُودِ الْقُوَّةِ الْمُدْرِكَةِ لِلْعِلْمِ
Maka selain harus adanya indra untuk menangkap ilmu,

حَاضِرَةً فِي مَجْلِسِ الدَّرْسِ
indra itu juga harus fokus saat berada di majelis ilmu.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.