Dua Bukti Aqidah Imam Nawawi Bukan Asyariyah Tapi Ahlusunah-Syaikh Shalih Al-Ushaimi #NasehatUlama

Dua Bukti Aqidah Imam Nawawi Bukan Asyariyah Tapi Ahlusunah-Syaikh Shalih Al-Ushaimi #NasehatUlama Ya, Ahsanallahu ilaikum. Bismillahirrahmanirrahim. Imam an-Nawawi rahimahullahu Ta’ala berkata, “Hadits ke-20”. Sebelumnya, kita telah membahas tentang Imam an-Nawawi. Kamu masih ingat pembahasan ini? Kita telah membahasnya. (Lanjutkan) “Imam Nawawi berkata, …” Ya. Bagaimana Imam an-Nawawi? Bagaimana, wahai Abdullah? Ya. asy-Syaikh Fahd bin Humayyin …

Baca selengkapnya…Dua Bukti Aqidah Imam Nawawi Bukan Asyariyah Tapi Ahlusunah-Syaikh Shalih Al-Ushaimi #NasehatUlama

Takbiratul Ihram yang Bikin Shalat Kamu Batal – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama

Takbiratul Ihram yang Bikin Shalat Kamu Batal – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama Takbiratul ihram adalah takbir yang pertama kali dibaca ketika shalat, sebagai pembuka shalat. Dengan membaca “Allaahu akbar” sembari mengangkat kedua tangan. Takbiratul ihram artinya “takbir yang mengharamkan”, karena takbir ini menjadi batas diharamkannya melakukan hal lain yang tidak berkaitan dengan shalat. Segala …

Baca selengkapnya…Takbiratul Ihram yang Bikin Shalat Kamu Batal – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama

Dua Syarat Bolehnya Baca Alquran di HP – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Dua Syarat Bolehnya Baca Alquran di HP – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Semoga Allah melimpahkan kebaikan kepada Anda. Ada yang bertanya tentang apa hukum membaca al-Quran melalui aplikasi al-Quran yang ada di telepon genggam (HP)?

Boleh, asalkan terpenuhi dua syarat ini:

PERTAMA:
Tidak adanya kesalahan pada susunan dan isi dari aplikasi al-Quran dalam perangkat (HP) tersebut, karena, katanya, terkadang ada beberapa kekeliruan pada sebagian aplikasi al-Quran, namun sebagian aplikasi al-Quran yang lain memasang naskah al-Quran yang benar, dan dengan teliti, sehingga tidak ada kekeliruan. Jadi, yang pertama, dia yakin bahwa tidak ada kekeliruan pada aplikasi al-Quran tersebut.

KEDUA:
Tidak ada resiko bahaya baginya, jika menggunakan aplikasi al-Quran tersebut. Jika memang dia aman dari berbagai resiko bahaya. Jika dia membaca al-Quran dengan melihat perangkat (HP) itu dalam jangka waktu lama beresiko membahayakan matanya, maka ini terlarang, karena seorang Muslim dituntut untuk menjaga penglihatannya dari berbagai hal yang bisa merusaknya. Dan karena perangkat semacam ini membahayakan mata, maka di perusahaan, yayasan, atau lembaga yang memiliki karyawan yang pekerjaanya sering berhadapan dengan perangkat-perangkat ini, sebaiknya diberi tambahan tunjangan untuknya, karena mereka tahu bahwa seiring berjalannya waktu akan ada pengaruh terhadap penglihatan. Jadi, jika seseorang tahu bahwa membaca melalui aplikasi al-Quran akan berdampak terhadap penglihatannya, maka sebaiknya dia membaca dari mushaf kertas yang lebih aman— dengan izin Allah Tabāraka wa Ta’ālā—dari resiko bahaya. Wallāhua’lam.

==============================================================================

أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكُمْ

يَسْأَلُ عَنْ حُكْمِ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ

مِنَ الْمُصْحَفِ الْإِلِكْتُرُونِيِّ الَّذِي فِي الْهَاتِفِ النَّقَّالِ

لَا حَرَجَ فِي ذَلِكَ إِذَا أَمِنَ مِنْ أَمْرَيْنِ

الْأَوَّلُ سَلَامَةُ الْمُصْحَفِ الْمُرَكَّبَ وَالْمَوْضُوعَ فِي هَذَا الْجِهَازِ مِنَ الْخَطَأِ

لِأَنَّهُ نُقِلَ أَنَّ بَعْضَهَا قَدْ يَكُونُ فِيهَا أَخْطَاءٌ

وَبَعْضُهَا وَضَعَ النُّسَخَ الصَّحِيحَةَ وَبِإِتْقَانٍ فَهِيَ سَالِمَةٌ مِنَ الْأَخْطَاءِ

فَإِذَا اطْمَئَنَّ إِلَى سَلَامَةٍ مِنَ الْخَطَأِ هَذَا النَّاحِيَةُ الْأُولَى

وَالنَّاحِيَةُ الثَّانِيَةُ إِذَا السَّائِلُ إِذَا أَيْضًا أَمِنَ مِنْ حُصُولِ الضَّرَرِ

إِذَا أَمِنَ مِنْ حُصُولِ الضَّرَرِ

فَإِذَا كَانَ النَّظَرُ إِلَى هَذَا الْجِهَازِ قِرَاءَةَ الْمُصْحَفِ فَتْرَةً طَوِيْلَةً

يَضُرُّ بَصَرَهُ يُؤَثِّرُ عَلَى بَصَرِهِ

فَيُنْهَى عَنْ ذَلِكَ لِأَنَّ الْمُسْلِمَ مُطَالَبٌ بِأَنْ يَحْفَظَ بَصَرَهُ

مِنَ الْأَشْيَاءِ الَّتِي تُؤْذِيهِ

وَلِكَوْنِ هَذِهِ الْأَجْهِزَةِ تُضِرُّ بِالْبَصَرِ

فِي الشَّرِكَاتِ وَالْمُؤَسَّسَاتِ وَالْجِهَاتِ إِذَا كَانَ الْمُوَظَّفُ

عَمَلُهُ فِي تِلْكَ الْأَجْهِزَةِ عَمَلًا فِي تِلْكَ الْأَجْهِزَةِ يُضَافُ لَهُ الرَّاتِبُ الْبَدَلُ

لِأَنَّهُمْ يَعْلَمُونَ أَنَّ مَعَ الْوَقْتِ تُؤَثِّرُ عَلَى الْبَصَرِ

فَإِذَا كَانَ يَعْلَمُ أَنَّهَا تُؤَثِّرُ عَلَى بَصَرِهِ

فَيَقْرَأُ فِي الْمَصَاحِفِ الْوَرَقِيَّةِ الَّتِي يَأْمَنُ

بِإِذْنِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْ مَضَرَّتِهَا عَلَيْهِ فِي هَذَا الْجَانِبِ

وَاللهُ أَعْلَمُ

Empat Dosa Besar yang Nabi Sebut di Khutbah Wada’ – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Empat Dosa Besar yang Nabi Sebut di Khutbah Wada’ – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama (DOSA BESAR KEDUA: MEMBUNUH) Kemudian dosa besar dan berat setelah dosa ini (dosa syirik) adalah membunuh. Yaitu membunuh jiwa yang terjaga dan terlarang untuk dibunuh. Membunuh adalah dosa yang paling besar setelah dosa syirik. Pembunuhan ini, sama saja, sama saja, antara …

Baca selengkapnya…Empat Dosa Besar yang Nabi Sebut di Khutbah Wada’ – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Tiga Cara Mengetahui: Dia Wali atau Bukan? – Syaikh Abdurrazaaq Al-Badr #NasehatUlama

Tiga Cara Mengetahui: Dia Wali atau Bukan? – Syaikh Abdurrazaaq Al-Badr #NasehatUlama Ada perkataan yang membuatku takjub, yang diucapkan al-Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullahu Ta’ala.Sungguh kalimat yang begitu berharga. Aku mendapatkannya dalam kitab beliau, “Ar-Ruh”. Beliau rahimahullahu Ta’ala berkata di kitab tersebut, -karena perkara ini mungkin membingungkan bagi sebagian orang-, beliau rahimahullah berkata, “Jika ini membingungkanmu …

Baca selengkapnya…Tiga Cara Mengetahui: Dia Wali atau Bukan? – Syaikh Abdurrazaaq Al-Badr #NasehatUlama

Obat Penyakit Syahwat – Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Ma’yuf #NasehatUlama

Obat Penyakit Syahwat – Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Ma’yuf #NasehatUlama Terkadang, seseorang diuji dengan godaan berbagai syahwat dan kecintaan kepada hal-hal haram, sehingga ia menjadi hamba hina yang dikuasai hawa nafsunya, yang selalu mengajak kepada keburukan. Maka ia terjerumus ke dalam kerusakan dan terperosok ke dalam perkara-perkara mungkar. Kemudian, ia berangan-angan agar dapat terbebas dari …

Baca selengkapnya…Obat Penyakit Syahwat – Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Ma’yuf #NasehatUlama