Beda Shalat Malam, Tarawih dan Witir – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Beda Shalat Malam, Tarawih dan Witir – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama Di antara perkara penting tentang Salat Tarawih, adalah perkara yang berkaitan dengan perbedaan antara Salat Tarawih, Salat Witir, dan Qiyamul Lail (Shalat Malam). Para ulama rahimahumullahu Ta’ala menyebutkan bahwa Qiyamul Lail (Shalat Malam) adalah yang paling umum. Qiyamul Lail mencakup Salat Tarawih, Salat …

Baca selengkapnya…Beda Shalat Malam, Tarawih dan Witir – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Shalat Tarawih Apakah Boleh Sendiri? – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Shalat Tarawih Apakah Boleh Sendiri? – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama Di antara hukum yang berkaitan dengan Salat Tarawih yang khusus baginya, bahkan bisa jadi inilah yang membedakannya dari Salat Malam, bahwa salah satu syarat Salat Tarawih adalah harus dilakukan secara berjamaah. Salat Tarawih tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri. Sehingga, barang siapa yang salat sendiri, maka …

Baca selengkapnya…Shalat Tarawih Apakah Boleh Sendiri? – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

3 Kriteria Penting I’tikaf – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

3 Kriteria Penting I’tikaf – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama Yang dimaksud dengan iktikaf adalah menetap di dalam masjid untuk melakukan ketaatan. Jadi ia berkaitan dengan dua perkara: (PERTAMA) Menetap di dalam masjid. Sehingga tidak dapat disebut iktikaf, kecuali dengan menetap di dalam masjid. Dengan demikian, menetapnya seseorang di dalam rumahnya tidak disebut dengan iktikaf …

Baca selengkapnya…3 Kriteria Penting I’tikaf – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

2 Bacaan Doa Setelah Shalat Witir – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

 

Terdapat dua lafaz yang diriwayatkan tentang doa yang dibaca setelah Salat Witir. Lafaz pertama adalah dengan membaca:
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS
(Mahasuci Allah Yang Maha Memiliki lagi Mahasuci)

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

Sedangkan lafaz kedua terdapat dalam riwayat ad-Daraquthni dengan sanad jayyid, bahwa seseorang hendaknya membaca sebagaimana yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan mengucapkan: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS ROBBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH

(Mahasuci Allah Yang Maha Memiliki lagi Mahasuci, Rabb para malaikat dan Jibril)

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS ROBBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS ROBBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH

Ini menunjukkan kepada kita bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang membaca lafaz pertama dan terkadang membaca lafaz kedua.

Dan diriwayatkan tentang doa ini, bahwa dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan bacaan yang ketiga.

Dan makna memanjangkan doa ini adalah dengan memanjangkan huruf madnya; yaitu Alif (ا), Wawu (و), dan Ya’ (ي).

Yakni dengan memanjangkan bacaannya: “SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS” seperti itu.

Dan Imam Ahmad berdalil dengan ucapan Abdurrahman bin Abza bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan bacaan tasbih, bahwa memanjangkan bacaan tasbih disyariatkan, bahkan disunnahkan.

Dan disyariatkan juga mengeraskan suara saat membacanya, dan inilah yang disunnahkan saat membaca lafaz doa ini.

================================================================================

وَقَدْ جَاءَ فِي لَفْظِ هَذَا الدُّعَاءِ الَّذِي يُقَالُ بَعْدَ الْوِتْرِ صِيْغَتَانِ

الصِّيغَةُ الْأُولَى أَنْ يَقُولَ الْمَرْءُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

وَالصِّيْغَةُ الثَّانِيَةُ جَاءَتْ عِنْدَ الدَّارَقُطْنِيِّ بِإِسْنَادٍ جَيِّدٍ

أَنَّ الْمَرْءَ يَقُولُ كَمَا فَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَقُولُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

وَهَذَا يَدُلُّنَا عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

رُبَّمَا أَتَى بِاللَّفْظِ الْأَوَّلِ وَرُبَّمَا أَتَى بِاللَّفْظِ الثَّانِي

وَهَذَا الدُّعَاءُ جَاءَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَمُدُّ الْجُمْلَةَ الثَّالِثَةَ

وَمَعْنَى مَدِّهَا أَيْ أَنَّهُ يَمُدُّ حَرْفَ الْمَدِّ فِيهَا وَهُوَ الْأَلِفُ وَالْوَاوُ وَالْيَاءُ

فَيَقُوْلُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ وَهَكَذَا

وَقَدِ اسْتَدَلَّ أَحْمَدُ مِنْ قَوْلِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَمُدُّ التَّسْبِيحَ

أَنَّهُ يُشْرَعُ فِيهِ الْجَهْرُ بَلْ يُنْدَبُ

وَيُشْرَعُ رَفْعُ الصَّوْتِ فِيهِ وَهَذَا هُوَ الْمَسْنُونُ فِي هَذِهِ اللَّفْظَةِ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Amalan Penting di 10 Hari Terakhir Ramadan – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

  4 Amalan Penting di 10 Hari Terakhir Ramadan – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama Para ulama rahimahumullahu Ta’ala telah menegaskan, bahwa amalan yang paling utama untuk dilakukan di sepuluh hari terakhir ini, ada empat amalan: PERTAMA: Amalan yang pertama adalah melazimi masjid dan banyak menetap di sana, dan salah satu cara melazimi masjid adalah …

Baca selengkapnya…4 Amalan Penting di 10 Hari Terakhir Ramadan – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Rahasia Berkahnya Sahur – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Rahasia Berkahnya Sahur – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama Ya, ini adalah hadis Anas, yang mengabarkan bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah, karena dalam makanan sahur ada keberkahan.” (HR. Bukhari) Saẖūr adalah makanan, yang dimakan. Adapun Suẖūr—dengan Ḍammah—adalah perbuatannya, seperti Waḍūʾ dan Wuḍūʾ. Waḍūʾ adalah air yang dipakai untuk wudu, dengan dibawa …

Baca selengkapnya…Rahasia Berkahnya Sahur – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama