Untukmu yang Lalai dari Kematian – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Untukmu yang Lalai dari Kematian – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama Ibnu al-Jauzi rahimahullah berkata, “Wajib bagi orang yang tidak mengetahui kapan akan didatangi kematian… …” “Wajib bagi orang yang tidak mengetahui kapan akan didatangi kematian, untuk ia bersiap-siap dan tidak terlena dengan masa muda dan kesehatan karena yang paling sedikit meninggal adalah orang-orang tua dan …

Baca selengkapnya…Untukmu yang Lalai dari Kematian – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Untukmu yang Kesiangan Shalat Subuh – Syaikh Abdurrazzaq Al Badr #NasehatUlama

Untukmu yang Kesiangan Shalat Subuh – Syaikh Abdurrazzaq Al Badr #NasehatUlama

Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat Shalat Fajar …—yaitu Shalat Sunnah Qobliyah Subuh—lebih baik dari dunia dan seisinya.” “…lebih baik dari dunia dan seisinya.”

Mana yang lebih agung, Shalat Sunnah atau Shalat Fardhu? Shalat Sunnah Qobliyah Subuh atau Shalat Fardhu Subuh? Allah berfirman dalam Hadits Qudsi, “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku cintai daripada dengan apa yang Aku wajibkan.”

Maka, jika Shalat Sunnah Qobliyah Subuh lebih baik dari dunia dan seisinya, lalu bagaimana Shalat Fardhu Subuh? Bagaimana kedudukan Shalat Fardhu Subuh?

Di sini, kamu dapat mengetahui kerugian besar yang didapat oleh orang yang tidur dan tertinggal Shalat Subuh. Sungguh ia telah kehilangan dunia seluruhnya! Bahkan ia kehilangan apa yang lebih baik dari dunia seluruhnya! Sekarang jika ditawarkan kepada seseorang: salah satu kenikmatan dunia yang fana ini, dan ia dipanggil kepadanya di waktu pagi-pagi buta, pasti ia bersegera pergi kepadanya dengan cepat, agar ia tidak melewatkan kenikmatan dunia yang sedikit itu.

Jadi, orang yang melewatkan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh, berarti ia telah melewatkan pada hari itu sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan jika ia melewatkan Shalat Fardhu Subuh, maka bayangkan apa yang telah ia lewatkan?!

Jika yang sunnah saja lebih baik dari dunia dan seisinya, maka lihatlah kerugian besar yang didapatkan oleh orang yang melewatkan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan juga Shalat Subuh! Subhanallah, orang yang dimuliakan oleh Allah dengan dapat memegang awal hari.

Sebagian para salaf berkata, “Harimu seperti untamu, jika kamu memegang permulaannya, maka akhirnya juga akan mengikutimu.”

Jika seorang hamba mendapat taufik untuk dapat memegang hari sejak awal waktunya, Bagaimana cara memegang hari sejak awal waktunya? Memegang hari sejak awal waktunya, yaitu dengan mengerjakan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan Shalat Subuh.

Jika ia memegang hari sejak awal waktunya, maka ia akan dijaga dan diberi kecukupan sepanjang hari. Disebutkan dalam hadits yang menakjubkan—subhanallah!—yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, yang merupakan hadits shahih, yaitu dalam satu Hadits Qudsi, Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, … shalatlah untuk-Ku 4 rakaat di pagi hari, maka Aku akan memberimu kecukupan hingga akhir hari.”

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Menurutku yang dimaksud adalah Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan Shalat Subuh.” “…atau Shalat Subuh dan Shalat Sunnahnya.” “… shalatlah untuk-Ku 4 rakaat di pagi hari, maka Aku akan memberimu kecukupan hingga akhir hari.”

Oleh karena itu, orang yang diberi taufik oleh Allah untuk menjaga pelaksanaan Shalat Sunnah dan Fardhu Subuh ini, ia akan diberi kecukupan sepanjang hari. Dan disebutkan dalam hadits lain, “… maka ia berada dalam perlindungan Allah.”

Yakni dalam penjagaan dan pengawasan Allah. Jadi, orang yang melalaikan shalat ini akan mendapatkan kerugian yang besar! Dan diriwayatkan dalam hadits lain yang disebutkan, bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersegera melebihi ketika untuk mengerjakan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh.” Diriwayatkan juga, bahwa Nabi ‘alaihis shalatu wassalam tidak pernah meninggalkan dua rakaat sebelum subuh ini, baik ketika beliau sedang safar atau bermukim.

Semoga Allah menjadikan kita bermanfaat dan memberi taufik menuju segala kebaikan. Maha Suci dan segala puji bagi Engkau ya Allah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada Engkau. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada hamba dan Rasul-Mu, Nabi kami, Muhammad, dan para keluarga dan sahabatnya. Semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan.

===============================================================================

جَاءَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَكْعَتَيِ الْفَجْرَ

يَعْنِي النَّافِلَةَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

أَيُّهُمَا أَعْظَمُ النَّفْلُ أَوِ الْفَرِيضَةُ؟

نَافِلَةُ الْفَجْرِ أَوْ فَرِيضَةُ الْفَجْرِ؟

قَالَ اللهُ فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ مَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ

فَإِذَا كَانَتْ نَافِلَةُ الْفَجْرِ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

إِذَنْ كَيْفَ فَرِيضَةُ الْفَجْرِ؟

كَيْفَ الشَّأْنُ فِي فَرِيضَةِ الْفَجْرِ؟

وَهُنَا تُدْرِكُ الْحِرْمَانَ الْعَظِيمَ الَّذِي يَبُوءُ بِهِ مَنْ يَنَامُ عَنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ

خَسِرَ الدُّنْيَا كُلَّهَا

بَلْ خَسِرَ مَا هُوَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا كُلِّهَا

الْآنَ لَوْ عُرِضَ لِلْإِنْسَانِ

مَتَاعٌ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا الزَّائِلِ

وَدُعِيَ إِلَيْهِ مُبَكِّرًا فِي وَقْتٍ مُبَكِّرٍ

لَبَادَرَ إِلَيْهِ وَسَارَعَ

حَتَّى لَا يَفُوتَ عَلَيْهِ قَلِيلٌ مِنَ الدُّنْيَا

فَالَّذِي تَفُوتُهُ نَافِلَةُ الْفَجْرِ

فَاتَهُ فِي يَوْمِهِ شَيْءٌ هُوَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

وَإِذَا فَاتَتْهُ الْفَرِيضَةُ فَرِيضَةُ الْفَجْرِ فَأَيُّ شَيْءٍ فَاتَهُ

إِذَا كَانَتِ النَّافِلَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

فَانْظُرِ الْخُسْرَانَ الْعَظِيمَ الَّذِي يَبُوءُ بِهِ مَنْ

تَفُوتُهُ نَافِلَةُ الْفَجْرِ تَفُوتُهُ فَرِيضَةُ الْفَجْرِ

وَسُبْحَانَ اللهِ مَنْ يُكْرِمُهُ اللهُ

بِأَنْ يُمْسِكَ أَوَّلَ الْيَوْمِ

بَعْضُ السَّلَفِ قَالَ يَوْمُكَ مِثْلُ جَمَلِكَ

إِنْ أَمْسَكْتَ أَوَّلَهُ تَبِعَكَ آخِرُهُ

إِذَا وُفِّقَ الْعَبْدُ أَنَّهُ يُمْسِكُ الْيَوْمَ مِنْ أَوَّلِهِ

كَيْفَ يُمْسِكُ الْيَوْمَ مِنْ أَوَّلِهِ؟

يُمْسِكُ الْيَوْمَ مِنْ أَوَّلِهِ بِالنَّافِلَةِ نَافِلَةِ الْفَجْرِ وَفَرِيْضَةِ الْفَجْرِ

إِذَا أَمْسَكَ الْيَوْمَ مِنْ أَوَّلِهِ

حُفِظَ وَكُفِيَ فِي يَوْمِهِ كُلِّهِ

جَاءَ فِي حَدِيثٍ عَجِيبٍ سُبْحَانَ اللهِ فِي التِّرْمِذِيِّ وَهُوَ حَدِيثٌ ثَابِتٌ

حَدِيثٌ قُدْسِيٌّ يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ابْنَ آدَمَ

ارْكَعْ لِي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

قَالَ ابْنُ تَيْمِيَّةَ رَحِمَهُ اللهُ هُمَا عِنْدِي نَافِلَةُ الْفَجْر وَفَرِيْضَتُهَا

أَوْ فَرِيضَةُ الْفَجْرِ وَسُنَّتُهَا

ارْكَع لِي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

فَالَّذِي يُوَفِّقُهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِحِفْظِ هَذِهِ الصَّلَاةِ النَّافِلَةِ وَالْفَرِيْضَةِ كُفِيَ فِي يَوْمِهِ كُلِّهِ

وَجَاءَ فِي الْحَدِيثِ الْآخَرِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ

أَيْ حِفْظِهِ وَرِعَايَتِهِ

فَمَنْ يُضَيِّعُ هَذِهِ الصَّلَاةَ خَسِرَ خُسْرَانًا عَظِيمًا

وَفِي الْحَدِيثِ الْآخَرِ الَّذِي أَوْرَدَهُ

قَالَتْ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَيْءٍ مِنْ نَوَافِلَ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى

الرَّكْعَتَيْنِ قَبْل الْفَجْرِ

وَجَاءَ أَيْضًا أَنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

مَا تَرَكَ هَاتَيْنِ الرَّكْعَتَيْنِ لَا فِي سَفَرٍ وَلَا فِي حَضَرٍ

نَفَعَنَا اللهُ أَجْمَعِينَ وَوَفَّقَنَا لِكُلِّ خَيْرٍ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا

 

6 Hal Penting Zakat Fitrah – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama

6 Hal Penting Zakat Fitrah – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama (PERTAMA) Ia berkata: Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, “Nabi mem-fardhu-kan Zakat Fitri (Zakat Fitrah).” Pada riwayat lain “…Zakat Ramadan.” Dan sabda Nabi “Mem-fardhu-kan” menunjukkan bahwa Zakat Fitrah adalah wajib. Menyelisihi pendapat Dawud az-Zahiri yang mengatakan bahwa Zakat Fitrah tidak wajib. Nabi bersabda, “Wajib atas …

Baca selengkapnya…6 Hal Penting Zakat Fitrah – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama

Wasiat Ramadan Syaikh Saad asy-Syatsri #NasehatUlama

Wasiat Ramadan Syaikh Saad asy-Syatsri #NasehatUlama

Kita harus menghadirkan rasa bahwa Salat Tarawih ini adalah nikmat, bukan beban, melainkan keutamaan, Allah ingin mengangkat derajat kita dengan Salat Tarawih.

Semua ketaatan dan ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan adalah sebagian kelezatan dunia yang kita harapkan pahalanya pada hari Kiamat.

Seorang Mukmin harus menjadikan seluruh hidupnya untuk Allah, dimulai dari Ramadan ini.

Pada bulan Ramadan, berbuka adalah ibadah, sahur adalah ibadah, dan tidur pun adalah ibadah. Pekerjaan yang seseorang lakukan adalah ibadah, dan belajar di bulan Ramadan adalah ibadah.

Kita jadikan semua amalan kita sebagai ibadah. Kita bergaul dengan orang lain adalah ibadah. Hendaknya kita jadikan seluruh hidup kita ibadah, sebagaimana ketika Ramadan, yang kemudian kita niatkan semua perbuatan kita untuk Allah, sehingga kita selalu menjadi penyembah Allah, sebagaimana firman-Nya Ta’ālā: “Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An’am: 162)

Sehingga, ini menjadi wasiat untuk semuanya, agar mereka memulai dari Ramadan ini hingga tahun-tahun ke depannya untuk menjadikan semua perbuatan mereka untuk Allah. Jika Anda makan bersama keluarga Anda, niatkan ikhlas karena Allah. Jika Anda memberi nasihat kepada anak-anak, atau berkata-kata baik kepada mereka, niatkan ikhlas karena Allah.

Jika Anda berinteraksi dengan baik dengan orang lain, jika Anda bersabar terhadap keburukan orang lain, Jika Anda meminta maaf atas kesalahan yang pernah Anda perbuat, Jika Anda melakukan tugas atau pekerjaan apa pun, niatkan ikhlas karena Allah. niatkan ikhlas karena Allah. jadikan itu ikhlas karena Allah ʿAzza wa Jalla. Semoga Allah memberkahi Anda.

================================================================================

عَلَيْنَا أَنْ نَسْتَشْعِرَ

أَنَّ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ هَذِهِ نِعْمَةٌ

لَيْسَتِ التَّكْلِيفَ إِنَّمَا هِيَ فَضِيلَةٌ

يُرِيدُ اللهُ أَنْ يَرْفَعَ دَرَجَاتِنَا بِصَلَاةِ التَّرَاوِيحِ

الطَّاعَاتُ وَالْعِبَادَاتُ الَّتِي نَفْعَلُهَا فِي رَمَضَانَ

هَذِهِ مِنْ لَذَائِذِ الدُّنْيَا الَّتِي نَرْجُو

ثَوَابَهَا وَذُخْرَهَا فِي يَوْمِ الْقِيَامَةِ

الْمُؤْمِنُ يَنْبَغِي بِأَنْ يَجْعَلَ حَيَاتَهُ كُلَّهَا لِلهِ

يَنْطَلِقُ مِنْ رَمَضَانَ

فِي رَمَضَانَ الْإِفْطَارُ عِبَادَةٌ

وَالسُّحُورُ عِبَادَةٌ

وَالنَّوْمُ عِبَادَةٌ

وَأَدَاءُ الْإِنْسَانِ لِعَمَلِهِ عِبَادَةٌ

وَالدِّرَاسَةُ فِي رَمَضَانَ عِبَادَةٌ

وَكُلُّ أَعْمَالِنَا نَجْعَلُهَا عِبَادَةً

تَوَاصُلُنَا مَعَ الْآخَرِينَ عِبَادَةٌ

يَنْبَغِي بِنَا أَنْ نَجْعَلَ حَيَاتَنَا كُلَّهَا عِبَادَةً كَمَا هِيَ فِي رَمَضَانَ

وَمِنْ ثَمَّ نَقْصِدُ بِأَعْمَالِنَا أَنْ تَكُونَ لِلهِ

أَنْ نَكُونَ عَابِدِيْنَ لِلهِ كَمَا قَالَ تَعَالَى

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي

وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَلِذَلِكَ فَالْوَصِيَّةُ لِلْجَمِيعِ

أَنْ يَنْطَلِقُوا مِنْ رَمَضَانَ إِلَى بَقِيَّةِ الْعَامِ

بِجَعْلِ جَمِيعِ تَصَرُّفَاتِهِمْ لِلهِ

إِذَا حَضَرْتَ الْخُبْزَ لِأَهْلِكَ خُلَّ لِلهِ

إِذَا تَكَلَّمْتَ مَعَ الصَّغِيرِ بِنُكْتَةٍ

وَبِلَفْظَةٍ جَمِيلَةِ خُلَّهَا لِلهِ

إِذَا أَحْسَنْتَ التَّعَامُلَ مَعَ الْآخَرِينَ

إِذَا صَبَرْتَ عَلَى أَذَى الْآخَرِينَ

خُلَّهَا لِلهِ

إِذَا اعْتَذَرْتَ مِنَ الْخَطَأِ فَعَلْتَ

خُلَّ لِلهِ

إِذَا قُمْتَ بِأَيِّ نَشَاطٍ أَوْ أَيِّ عَمَلٍ

اجْعَلْهُ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ

بَارَكَ اللهُ فِيكَ

 

Penting: Tutup Ramadanmu dengan Istighfar! – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama

Penting: Tutup Ramadanmu dengan Istighfar! – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama Perbanyaklah beristighfar, karena dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak beristighfar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh aku beristighfar kepada Allah dalam sehari semalam, sebanyak tujuh puluh kali.” Dan Ibnu Umar berkata, “Dulu kami menghitung bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu …

Baca selengkapnya…Penting: Tutup Ramadanmu dengan Istighfar! – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama

Niat I’tikaf yang Benar – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama

Niat I’tikaf yang Benar – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama Ketika kita membahas niat iktikaf, aku ingin kalian perhatikan baik-baik, bahwa yang dimaksud dengan niat di sini adalah niat berdiam di masjid. Beginilah niatnya. Jadi, niat yang dimaksud di sini tidak perlu niat-niat tambahan selain itu, karena iktikaf maknanya berdiam di dalam masjid, sehingga iktikaf …

Baca selengkapnya…Niat I’tikaf yang Benar – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ar #NasehatUlama