Penanya: Apa makna hadis “Itulah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin”? (HR. Muslim)
Mohon beri contoh-contohnya, semoga Anda diberi pahala.
Seorang mukmin diberi kabar gembira di dunia atas amal salehnya dari beberapa sisi.
Pertama: bila Allah melapangkan dadanya untuk beramal saleh, hatinya menjadi tenteram dengannya dan bergembira karenanya,
maka itu tanda bahwa Allah Ta’ala telah menetapkannya termasuk orang-orang yang berbahagia.
Berdasarkan firman Allah Tabaraka wa Ta’ala,
“Maka, siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
serta membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), Kami akan memudahkannya menuju kemudahan (kebahagiaan).” (QS. Al-Lail: 5-7)
Yang menunjukkan ini juga: ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam mengabarkan bahwa setiap manusia telah ditetapkan tempat duduknya di surga atau neraka,
para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa kita tidak meninggalkan amal saja dan bersandar pada apa yang telah ditetapkan?”
Nabi bersabda, “Beramallah, sebab setiap orang dimudahkan menuju apa yang ia diciptakan untuknya.” (Muttafaq ‘alaih)
Lalu Nabi membaca,
“Maka, siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, serta membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),
Kami akan memudahkannya menuju kemudahan (kebahagiaan).
Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan (pahala) yang terbaik,
Kami akan memudahkannya menuju kesukaran.” (QS. Al-Lail: 5-10)
Maka di antara kabar gembira bagi mukmin adalah ia merasakan dalam dirinya kelapangan terhadap amal-amal saleh, rida kepadanya, dan ketenteraman dengannya.
Karena itulah salat menjadi penyejuk mata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam.
Kabar gembira lainnya bagi mukmin: orang-orang memujinya dengan kebaikan,
sebab pujian orang-orang kepadanya dengan kebaikan adalah kesaksian dari mereka bahwa ia termasuk orang baik.
Dan umat ini adalah para saksi, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“…agar Rasul menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.” (QS. Al-Hajj: 78)
Ketika sebuah jenazah lewat dan orang-orang memujinya dengan kebaikan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda, “Wajabat (telah pasti).”
Maksudnya: telah pasti surga baginya.
Beliau bersabda kepada para sahabat, “Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi.” (Muttafaq ‘alaih)
Maka bila seseorang tidak mendengar dari orang-orang kecuali pujian kepadanya,
itu termasuk nikmat Allah atasnya, dan itu kabar gembira baginya.
Di antara kabar gembira yang disegerakan bagi mukmin, ia diperlihatkan mimpi-mimpi yang baik dalam tidur.
Ada orang datang kepadanya dan berkata, “Aku bermimpi begini dan begini tentangmu,”
dan orang lain berkata, “Aku bermimpi begini dan begini.”
Atau ia sendiri bermimpi tentang dirinya sesuatu yang baik.
Ini termasuk kabar gembira yang disegerakan bagi orang-orang beriman.
Jadi ada tiga perkara, semuanya kabar gembira yang disegerakan bagi mukmin.
Maka bergembiralah seorang laki-laki, dan bergembiralah seorang perempuan, bila masing-masing mendapati amal saleh dimudahkan baginya,
dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melapangkan dadanya untuk Islam.
Allah Ta’ala berfirman, “Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya untuk (menerima) Islam lalu dia mendapat cahaya dari Rabbnya…” (QS. Az-Zumar: 22)
Demikian.
Penanya: Barakallahu fikum, Syaikh yang mulia.
=====
يَقُولُ: مَا مَعْنَى الْحَدِيثِ الَّذِي يَقُولُ: تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ؟
فَأَرْجُو إِعْطَائِي أَمْثِلَةً لِذَلِكَ مَأْجُورِينَ
الْمُؤْمِنُ يُبَشَّرُ فِي الدُّنْيَا بِعَمَلِهِ الصَّالِحِ مِنْ عِدَّةِ وُجُوهٍ
أَوَّلًا: إِذَا شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْعَمَلِ الصَّالِحِ وَصَارَ يَطْمَئِنُّ إِلَيْهِ وَيَفْرَحُ بِهِ
كَانَ هَذَا دَلِيلًا عَلَى أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى كَتَبَهُ مِنَ السُّعَدَاءِ
لِقَوْلِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ
وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ
وَيَدُلُّ لِهَذَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَخْبَرَ أَنَّ كُلَّ إِنْسَانٍ قَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ
فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَلَا نَدَعُ الْعَمَلَ وَنَتَّكِلُ عَلَى مَا كُتِبَ؟
قَالَ: اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
ثُمَّ قَرَأَ
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ
وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ
فَمِنْ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ أَنْ يَجِدَ الْمُؤْمِنُ مِنْ نَفْسِهِ رَاحَةً لِلْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَرِضًا بِهَا وَطُمَأْنِينَةً إِلَيْهَا
وَلِهَذَا كَانَتِ الصَّلَاةُ قُرَّةَ عَيْنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ
وَمِنَ الْبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِ: أَنْ يُثْنِيَ النَّاسُ عَلَيْهِ خَيْرًا
فَإِنَّ ثَنَاءَ النَّاسِ عَلَيْهِ بِالْخَيْرِ شَهَادَةٌ مِنْهُمْ لَهُ عَلَى أَنَّهُ مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ
وَهَذِهِ الْأُمَّةُ هُمُ الشُّهَدَاءُ كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى
لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ
وَلَمَّا مَرَّتْ جِنَازَةٌ أَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ: وَجَبَتْ
يَعْنِي: وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
وَقَالَ لِلصَّحَابَةِ: أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ
فَإِذَا كَانَ الْإِنْسَانُ لَا يَسْمَعُ مِنَ النَّاسِ إِلَّا الثَّنَاءَ عَلَيْهِ
فَهَذِهِ مِنْ نِعْمَةِ اللَّهِ عَلَيْهِ، وَهِيَ بُشْرَى لَهُ
وَمِنْهَا أَيْ مِنْ عَاجِلِ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ أَنْ تُرَى لَهُ الْمَرَائِي الْحَسَنَةُ فِي الْمَنَامِ
يَأْتِيهِ هَذَا وَيَقُولُ: رَأَيْتُ كَذَا وَرَأَيْتُ كَذَا
وَالثَّانِي يَقُولُ: رَأَيْتُ كَذَا وَرَأَيْتُ كَذَا.
أَوْ يَرَى هُوَ بِنَفْسِهِ لِنَفْسِهِ خَيْرًا
فَإِنَّ هَذِهِ مِنْ عَاجِلِ بُشْرَى الْمُؤْمِنِينَ
فَهَذِهِ ثَلَاثَةُ أُمُورٍ، كُلُّهَا مِنْ عَاجِلِ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ
فَلْيَبْشِرِ الرَّجُلُ، وَلْتَبْشِرِ الْمَرْأَةُ إِذَا رَأَى كُلٌّ مِنْهُمَا أَنَّ الْعَمَلَ مُيَسَّرٌ لَهُ
وَأَنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى قَدْ شَرَحَ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ
نَعَمْ
بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ فَضِيلَةَ الشَّيْخِ