Dalam menghadapi gangguan, kita mengenal tingkatan “berpaling dari orang-orang bodoh”, serta tingkatan “membalas keburukan dengan kebaikan”.
Jika Anda mampu, gapailah tingkatan membalas keburukan dengan kebaikan. Contohnya, jika ada orang yang mencela atau memaki Anda, balaslah dengan ucapan: “Semoga Allah memaafkan Anda, mengampuni Anda, dan membalas Anda dengan kebaikan.” Inilah cara membalas keburukan dengan kebaikan.
Namun, jika Anda belum mampu sampai ke tingkatan tersebut, minimal berpalinglah darinya. Cukup tinggalkan dan jangan hiraukan dia.
Hal serupa juga berlaku dalam interaksi di media sosial. Terkadang kita menjumpai orang-orang yang bersikap bodoh dan kurang akal, maka jangan terpancing untuk menanggapinya. Jangan tanggapi, lebih baik berpaling saja.
Sikap “berpaling” di zaman sekarang ini contoh nyatanya apa? Yaitu memblokir. Cukup blokir dia, maka Anda pun akan merasa tenang. Ini termasuk bentuk sikap berpaling dari orang-orang yang kurang akal.
Adapun jika Anda meladeninya dalam perdebatan atau keributan, maka Anda telah menurunkan derajat akhlak Anda ke tingkat akhlaknya. Seperti yang telah saya katakan, orang-orang tidak lagi dapat membedakan antara dirimu dan dirinya. Jika Anda terus berdebat dan cekcok dengan orang yang kurang akal, pada akhirnya orang-orang tidak dapat membedakan dirimu dengan dirinya.
=====
فَعِنْدَنَا مَرْتَبَةُ الْإِعْرَاضِ عَنِ الْجَاهِلِينَ وَعِنْدَنَا مَرْتَبَةُ دَفْعِ السَّيِّئَةِ بِالْحَسَنَةِ
فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَصِلَ إِلَى دَفْعِ السَّيِّئَةِ بِالْحَسَنَةِ مِثْلُ هَذَا الَّذِي يَسُبُّكَ وَيَشْتِمُكَ تَقُولُ عَفَا اللَّهُ عَنْكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا تَدْفَعُ السَّيِّئَةَ بِالْحَسَنَةِ
فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعِ الْوُصُولَ إِلَى هَذِهِ الْمَرْتَبَةِ فَلَا أَقَلَّ مِنْ أَنْ تُعْرِضَ عَنْهُ أَعْرِضْ عَنْهُ وَاتْرُكْهُ
وَمِثْلُ ذَلِكَ أَيْضًا فِي وَسَائِلِ التَّوَاصُلِ الِاجْتِمَاعِيِّ قَدْ يُوجَدُ بَعْضُ النَّاسِ عِنْدَهُمْ شَيْئًا مِنْ الْحُمْقِ وَالسَّفَهِ فَهُنَا لَا يُجَارِيهِمُ الْإِنْسَانُ لَا يُجَارِيهِمْ يُعْرِضُ عَنْهُمْ
الْإِعْرَاضُ يَعْنِي فِي وَقْتِنَا الْحَاضِرِ يُمَثِّلُ مَاذَا؟ مِثْلُ الْحَذْرِ تَحْذَرُهُ وَتَسْتَرِيحُ مِنْهُ هَذَا نَوْعٌ مِنَ الْإِعْرَاضِ عَنِ الْجَاهِلِينَ
فَأَمَّا أَنْ تَدْخُلَ مَعَهُ فِي نِقَاشٍ تَدْخُلُ مَعَهُ فِي إِشْكَالَاتٍفَإِنَّكَ تُنْزِلُ أَخْلَاقَكَ إِلَى مُسْتَوَى أَخْلَ اقِهِ وَكَمَا ذَكَرْتُ يَعْنِي أَنَّ النَّاسَ لَنْ تُفَرِّقَ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ إِذَا تَخَاصَمْتَ وَجَادَلْتَ الْأَحْمَقَ فِي النِّهَايَةِ النَّاسُ مَا تُفَرِّقُ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ