Namun seseorang hendaknya menundukkan lisan ini dengan berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan membiasakannya,
hingga bila ia telah akrab dengan zikir, ia merasakan kelezatan dan manisnya di hatinya, dan merasakan pengaruhnya pada jiwa dan hatinya, pada agama dan dunianya.
Karena itu, di antara faedah tasbih dan zikir secara umum: ketenteraman hati, ketenangan jiwa, kelapangan dada, dan hilangnya kesempitan yang kadang menyelimuti dada seseorang.
Sebagaimana firman-Nya ‘Azza wa Jalla, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Dan Allah berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh, Kami benar-benar mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka, bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan jadilah engkau di antara orang-orang yang sujud. Sembahlah Rabbmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 97-99)
Allah memerintahkan beliau bertasbih dan beribadah sampai datang al-yaqin, yaitu kematian. Maka dengan tasbih dan ibadah, hilanglah kesempitan, lalu lapanglah dada.
Kelapangan dada, wahai saudara-saudaraku, perkara yang penting. Apabila dada seseorang lapang dan jiwanya tenteram, baiklah urusan, keadaan, dan amalnya. Apabila dadanya sempit dan selalu murung, itu memengaruhi dirinya, akhlaknya, perilakunya, dan seluruh amalnya.
Karena itu, doa pertama yang dipanjatkan Musa ketika dibebani tugas besar dan diutus Rabb semesta alam kepada Fir’aun: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku.” (QS. Thaha: 25-26)
Allah menyebut karunia-Nya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan melapangkan dadanya, Allah berfirman, “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? (Bukankah Kami telah) menghilangkan bebanmu darimu?” (QS. Asy-Syarh: 1-2) Al-Wizr (الْوِزْرُ) artinya dosa. Ini menunjukkan bahwa dosa termasuk sebab sempitnya dada.
Karena itu zikir, doa, dan istigfar, semuanya menjadi pembersih hati dari bekas-bekas dosa, dan dengan demikian mengantarkan hati pada keluasan dan kelapangannya.
Di antara faedah tasbih: hilangnya ujian dan kesusahan dunia yang dialami seseorang. Dalam hidup ini manusia menghadapi berbagai kesempitan, lalu datanglah zikir, tasbih, istigfar, dan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ibadah-ibadah agung ini menjadi sebab terbesar baginya untuk keluar dari kesempitan itu.
Ketika Nabi Yunus terjun ke laut dan ditelan ikan, lalu berada dalam kegelapan: gelapnya malam, laut, dan perut ikan; Allah menyelamatkannya dari kesempitan dan jalan buntu itu dengan sebab tasbih, zikir, dan doanya kepada Rabbnya, Subhanahu wa bihamdihi.
Allah Ta’ala berfirman, “Seandainya dia bukan termasuk orang-orang yang banyak bertasbih kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari berbangkit.” (QS. Ash-Shaffat: 143-144)
Nabi Yunus berkata saat berada di perut ikan di kedalaman lautan, “Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS. Al-Anbiya’: 87)
Nabi Yunus memuji Rabbnya dengan keesaan-Nya, bertawasul kepada Rabbnya dengan tasbih, dan mengakui kezalimannya terhadap diri sendiri. Nabi Yunus bertawasul kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kalimat-kalimat agung ini.
Maka datanglah jalan keluar dari Allah ‘Azza wa Jalla, ia keluar dari kesempitan dan jalan buntunya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkannya dengan berkah zikir dan tasbih.
Kalaulah tidak, sungguh manusia akan terus menghadapi perkara-perkara ini, sampai-sampai Rabb kita ‘Azza wa Jalla berfirman, “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.” (QS. Al-Balad: 4)
Al-Hasan rahimahullah berkata, “Kesempitan dunia dan kesulitan akhirat.” Inilah susah payah yang menanti manusia, wahai saudara-saudara: kesempitan dunia dan kesulitan akhirat. Dan kesulitan akhirat, wahai saudara-saudaraku, jauh lebih berat dan lebih besar daripada kesempitan dunia.
Lalu apa yang menyelamatkan manusia dari kesempitan itu? Ketika Rabb kita berfirman, “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah,” itu agar manusia mengetahui sebab-sebab susah payah itu, lalu mencegahnya sebelum terjadi, atau berusaha mengangkatnya setelah terjadi.
Mencegah dan mengangkatnya hanyalah dengan seorang hamba yang lemah dan hina mengenalkan diri kepada Rabbnya, dengan mensyukuri nikmat-Nya di waktu lapang dan senang. “Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia mengenalmu di waktu sempit.” (HR. Ahmad)
Di antara faedah tasbih dan tahlil: terhapusnya dosa, diampuninya kesalahan, dan dilipatgandakannya pahala dan kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis yang telah lalu: “Diampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih lautan.” (Muttafaqun ‘alaih)
Ketika orang-orang fakir Muhajirin mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Orang-orang kaya telah memborong pahala dan derajat yang tinggi,” Nabi bersabda, “Maukah kutunjukkan sesuatu yang bila kalian lakukan, kalian menyusul orang yang mendahului kalian, mengungguli orang setelah kalian, dan tidak ada yang menyamai kalian kecuali yang beramal seperti kalian?” Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau pun membimbing mereka untuk bertasbih seusai salat. (Muttafaqun ‘alaih)
Ibadah yang mulia dan agung, tetapi manusia meremehkannya, dan kadang meninggalkannya demi perkara-perkara sepele dan remeh.
Di antara faedah tasbih, wahai saudara-saudara: selain menyehatkan jiwa dan menenteramkan hati, ia juga kekuatan bagi badan. Ibadah-ibadah ini punya pengaruh yang besar, wahai saudara-saudara.
Ketika Fathimah meminta seorang pembantu, sebagaimana telah disebutkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbingnya untuk bertasbih. Ibadah menjelang tidur itu (yaitu zikir sebelum tidur) menguatkan dan menyegarkan. Kalau tidak, apa maknanya beliau memerintahkan ibadah ini secara khusus, dan menjelang tidur? Agar ia kuat menjalani urusan dan pekerjaan rumahnya.
Diriwayatkan dari Ali bahwa ia tidak pernah meninggalkan zikir ini sejak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya, bahkan dalam keadaan tersulit dan malam-malam terberat yang ia lalui, radhiyallahu ‘anhu wa ardhah.
Dan Nabi Hud berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Rabb kalian, kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras kepada kalian, menambahkan kekuatan di atas kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.” (QS. Hud: 52)
=====
لَكِنْ يَنْبَغِي لِلْإِنْسَانِ أَنْ يُذَلِّلَ هَذَا اللِّسَانَ بِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَيُطَوِّعَهُ لَهُ
حَتَّى إِذَا أَلِفَ الذِّكْرَ وَجَدَ لَذَّتَهُ وَحَلَاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ، وَوَجَدَ آثَارَهُ عَلَى نَفْسِهِ وَقَلْبِهِ، وَفِي دِينِهِ وَدُنْيَاهُ
وَلِهَذَا فَإِنَّ مِنْ فَوَائِدِ التَّسْبِيحِ وَالذِّكْرِ بِصِفَةٍ عَامَّةٍ: طُمَأْنِينَةُ الْقَلْبِ، وَرَاحَةُ النَّفْسِ، وَانْشِرَاحُ الصَّدْرِ، وَذَهَابُ الضِّيقِ الَّذِي يَكْتَنِفُ صَدْرَ الْإِنْسَانِ فِي بَعْضِ الْأَحْيَانِ
كَمَا قَالَ عَزَّ وَجَلَّ: ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
وَقَالَ مُخَاطِبًا نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
فَأَمَرَهُ بِالتَّسْبِيحِ وَالْعِبَادَةِ إِلَى أَنْ يَأْتِيَهُ الْيَقِينُ، وَهُوَ الْمَوْتُ. فَبِالتَّسْبِيحِ وَالْعِبَادَةِ زَوَالُ الضِّيقِ وَانْشِرَاحُ الصَّدْرِ
وَانْشِرَاحُ الصَّدْرِ يَا إِخْوَانِي أَمْرُهُ مُهِمٌّ. وَإِذَا انْشَرَحَ صَدْرُ الْإِنْسَانِ وَاطْمَأَنَّتْ نَفْسُهُ، حَسُنَتْ أُمُورُهُ وَأَحْوَالُهُ وَأَعْمَالُهُ. وَإِذَا كَانَ ضَيِّقَ الصَّدْرِ مُكْتَئِبًا دَائِمًا، فَإِنَّ ذَلِكَ يُؤَثِّرُ عَلَيْهِ وَعَلَى خُلُقِهِ وَسُلُوكِهِ وَسَائِرِ أَعْمَالِهِ
وَلِهَذَا كَانَتْ أَوَّلَ دَعْوَةٍ دَعَا بِهَا مُوسَى لَمَّا كُلِّفَ بِالْعَمَلِ الْعَظِيمِ، وَأَرْسَلَهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ إِلَى فِرْعَوْنَ، قَالَ: رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى
وَامْتَنَّ اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَنْ شَرَحَ صَدْرَهُ، فَقَالَ: أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ. وَالْوِزْرُ: الذَّنْبُ وَدَلَّ عَلَى أَنَّ الذُّنُوبَ مِنْ أَسْبَابِ الضِّيقِ فِي الصُّدُورِ
وَلِهَذَا كَانَ الذِّكْرُ وَالدُّعَاءُ وَالِاسْتِغْفَارُ كُلُّهَا مُطَهِّرَاتٍ لِلْقُلُوبِ مِنْ آثَارِهَا، وَبِالتَّالِي يُؤَدِّي ذَلِكَ إِلَى سَعَتِهَا وَانْشِرَاحِهَا
وَمِنْ فَوَائِدِ التَّسْبِيحِ: زَوَالُ مَا يُعَانِيهِ الْإِنْسَانُ مِنْ مِحَنِ الدُّنْيَا وَكُرُبَاتِهَا. فَإِنَّ الْإِنْسَانَ يَعْرِضُ لَهُ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا مَضَائِقُ، فَيَأْتِي الذِّكْرُ وَالتَّسْبِيحُ وَالِاسْتِغْفَارُ وَتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، تَأْتِي هَذِهِ الْعِبَادَاتُ الْجَلِيلَةُ لِتَكُونَ أَعْظَمَ سَبَبٍ لِخُرُوجِهِ مِنْ هَذِهِ الْمَضَائِقِ
وَلَمَّا وَقَعَ يُونُسُ فِي الْبَحْرِ وَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ، وَصَارَ فِي الظُّلُمَاتِ: ظُلُمَاتِ اللَّيْلِ وَالْبَحْرِ وَبَطْنِ الْحُوتِ، أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْ هَذَا الضِّيقِ وَمِنْ هَذَا الْمَضِيقِ بِتَسْبِيحِهِ وَذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ لِرَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ
فَقَالَ تَعَالَى: فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
وَكَانَ يَقُولُ وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ فِي لُجَجِ الْبِحَارِ: لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَـٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
فَيُثْنِي عَلَى رَبِّهِ بِوَحْدَانِيَّتِهِ، وَيَتَوَسَّلُ إِلَى رَبِّهِ بِتَسْبِيحِهِ، وَيُقِرُّ عَلَى نَفْسِهِ بِظُلْمِهِ لَهَا. يَتَوَسَّلُ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِهَذِهِ الْكَلِمَاتِ الْعَظِيمَةِ
فَيَأْتِي الْفَرَجُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَيَخْرُجُ مِنْ ضِيقِهِ وَمَضِيقِهِ، وَيُنْقِذُهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِبَرَكَةِ الذِّكْرِ وَالتَّسْبِيحِ
وَإِلَّا فَإِنَّ الْإِنْسَانَ تَعْرِضُ لَهُ هَذِهِ الْأُمُورُ وَيَتَعَرَّضُ لَهَا، حَتَّى قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ: لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِى كَبَدٍ
قَالَ الْحَسَنُ رَحِمَهُ اللَّهُ: مَضَائِقُ الدُّنْيَا وَشَدَائِدُ الْآخِرَةِ. هَذَا الْكَبَدُ الَّذِي يَنْتَظِرُ الْإِنْسَانَ يَا إِخْوَةُ: مَضَائِقُ الدُّنْيَا وَشَدَائِدُ الْآخِرَةِ. وَشَدَائِدُ الْآخِرَةِ يَا إِخْوَانِي أَشَدُّ وَأَشَدُّ وَأَعْظَمُ مِنْ مَضَائِقِ الدُّنْيَا
فَمَا الَّذِي يُنْقِذُ الْإِنْسَانَ مِنْ هَذِهِ الْمَضَائِقِ؟ عِنْدَمَا قَالَ رَبُّنَا: لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِى كَبَدٍ، حَتَّى يَعْلَمَ الْإِنْسَانُ مَا أَسْبَابُ الْكَبَدِ، حَتَّى يَدْفَعَهَا قَبْلَ أَنْ تَقَعَ، أَوْ يَسْعَى فِي رَفْعِهَا بَعْدَ وُقُوعِهَا
وَإِنَّمَا دَفْعُهَا وَرَفْعُهَا بِتَعَرُّفِ الْعَبْدِ الضَّعِيفِ الذَّلِيلِ إِلَى رَبِّهِ، بِنِعَمِهِ وَقْتَ رَخَائِهِ وَرَاحَتِهِ. تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
وَمِنْ فَوَائِدِ التَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ: تَكْفِيرُ الذُّنُوبِ، وَغُفْرَانُ السَّيِّئَاتِ، وَمُضَاعَفَةُ الْأُجُورِ وَالْحَسَنَاتِ، كَمَا ذُكِرَ فِي الْأَحَادِيثِ السَّالِفِ ذِكْرُهَا: غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
وَلَمَّا اشْتَكَى فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالُوا: ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ وَالدَّرَجَاتِ الْعُلَى. قَالَ: أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَسَبَقْتُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ، وَلَمْ يَكُنْ أَحَدٌ مِثْلَكُمْ إِلَّا مَنْ عَمِلَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ؟ قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَأَرْشَدَهُمْ إِلَى التَّسْبِيحِ عَقِبَ الصَّلَاةِ
عِبَادَاتٌ جَلِيلَةٌ وَعَظِيمَةٌ، يَتَهَاوَنُ الْإِنْسَانُ بِهَا، وَيَتْرُكُهَا أَحْيَانًا لِتَوَافِهِ الْأَعْمَالِ وَمُحَقَّرَاتِهَا
وَمِنْ فَوَائِدِ التَّسْبِيحِ يَا إِخْوَانُ: كَمَا أَنَّهُ صِحَّةٌ لِلنَّفْسِ وَطُمَأْنِينَةٌ لِلْقَلْبِ، فَهُوَ قُوَّةٌ لِلْبَدَنِ أَيْضًا. هَذِهِ الْعِبَادَاتُ لَهَا آثَارٌ عَظِيمَةٌ يَا إِخْوَانُ
وَلَمَّا طَلَبَتْ فَاطِمَةُ خَادِمًا، كَمَا ذُكِرَ، أَشَارَ إِلَيْهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّسْبِيحِ. فَإِنَّ الْعِبَادَةَ عِنْدَ النَّوْمِ تُقَوِّي وَتُنَشِّطُ. وَإِلَّا فَمَا مَعْنَاهُ أَنْ يَأْمُرَهَا بِهَذِهِ الْعِبَادَةِ بِخَاصَّةٍ وَعِنْدَ النَّوْمِ؟ حَتَّى تَقْوَى عَلَى أُمُورِهَا وَشُؤُونِ بَيْتِهَا
وَقَدْ وَرَدَ عَنْ عَلِيٍّ أَنَّهُ لَمْ يَتْرُكْ هَذَا الذِّكْرَ مُذْ أَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَتَّى فِي أَشَدِّ الْأُمُورِ وَأَشَدِّ اللَّيَالِي الَّتِي مَرَّتْ بِهِ
وَقَالَ هُودٌ لِقَوْمِهِ: وَيَـٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا۟ مُجْرِمِينَ