Cemas Mikirin Besok? Dengarkan Nasihat Ini – Syaikh Abdussalam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam menyukai sikap optimis. Beliau suka bersikap optimis terhadap apa yang akan datang.

Disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi, dan At-Tirmidzi menilainya hadis hasan, dari hadis Ibnu Mas’ud secara mauquf, dan diriwayatkan pula secara marfu’, “Malaikat memiliki bisikan dalam hati anak Adam, dan setan pun memiliki bisikan.”

Bisikan setan maksudnya adalah kedekatannya dengan hati manusia. Bisikan malaikat juga maksudnya adalah kedekatannya dengan hati manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun bisikan setan, yaitu setan membuat manusia sedih.” Setan membuatmu sedih terhadap masa depan.

Setan sering mendatangi anak Adam dan sering berada dekat dengannya. Lalu setan membuat manusia bersedih atas masa lalu, dan menakut-nakutinya terhadap masa depan. Maka, engkau pun melihat orang yang sedang didekati setan, ia merasa takut terhadap apa yang akan terjadi esok hari. Bisa jadi ia cemas terhadap nasib anaknya, padahal ia sendiri belum menikah.

Bisa jadi ia cemas terhadap kesehatannya, padahal ia sedang sangat sehat. Engkau melihatnya memikirkan masa tua dan keadaan dirinya kelak. Bisa jadi ia cemas terhadap hartanya, padahal perdagangannya sedang untung.

Itu semua tidak lain berasal dari setan, agar ia bersedih dan semakin gelisah. Namun, seorang mukmin tahu bahwa apa yang akan datang, terjadi dengan ketetapan dan takdir Allah. Ia juga tahu bahwa kegelisahan itu hanya merusak harinya, dan tidak memperbaiki esoknya.

Siapa yang terlalu gelisah hari ini karena memikirkan esok, sejatinya ia sedang merusak harinya. Padahal esoknya tidak akan berubah dari apa yang telah Allah ‘Azza wa Jalla tetapkan baginya.

Di antara yang pernah disebutkan dalam sebagian surat kabar, bahwa ada seorang pria di Inggris yang melakukan penelitian, sekitar 25 tahun yang lalu. Ia mendatangi para siswa sekolah menengah, dan mengumpulkan lebih dari 100 siswa. Ia bertanya, “Kalian ingin menjadi apa di masa depan?” Maka, setiap siswa pun menyusun rencana masa depannya, dan menentukan arah hidupnya.

Kemudian, sekitar 20 tahun setelah itu, peneliti tersebut mencoba mencari mereka lagi. Namun, ia hanya menemukan sekitar 70 persen dari mereka. Adapun 30 persen sisanya, ia tidak menemukan jalan untuk melacak mereka. Mungkin mereka telah meninggal, atau ada sebab lain.

Kemudian ia mencermati 70 persen tersebut, untuk melihat siapa di antara mereka yang hidupnya berjalan sesuai rencana. Ternyata ia menemukan bahwa yang berhasil tidak lebih dari 3 persen saja. Selebihnya, hidup mereka berjalan tidak sesuai rencana yang pernah mereka susun.

Meskipun ini berkaitan dengan hal lain, ia tetap memberi pelajaran untuk pembahasan kita. Karena seberapa pun besarnya engkau berambisi terhadap masa depan, ia tetap berada dalam ketetapan dan takdir Allah. Maka, lakukanlah sebab-sebab yang mampu engkau lakukan. Adapun perkara gaib, ilmunya hanya ada di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

Perkara kedua, apabila seorang mukmin ditimpa kegelisahan dan kesedihan, ia mengusirnya dengan berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam banyak berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla untuk menghilangkan kegelisahan dan kesedihan dari beliau.

Dalam Shahih Al-Bukhari, dari hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku menemani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama delapan tahun, Beliau sering berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan mengucapkan, ALLAAHUMMA INNII A-’UUDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI
‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan.’” Tidaklah seseorang mengangkat kedua tangannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla, lalu menyeru dan bermunajat kepada-Nya, memohon dengan sungguh-sungguh dan mengadukan isi hatinya kepada-Nya, melainkan Allah akan memberi jalan keluar dari kegelisahannya, menghilangkan kesusahannya dan apa yang membahayakannya.

“Bukankah Dia yang mengabulkan doa orang yang terdesak ketika ia berdoa kepada-Nya dan menghilangkan kesusahan?” (QS. An-Naml: 62)

Itulah Allah ‘Azza wa Jalla.

Telah sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak takdir selain doa.” (HR. Ibnu Majah)

Maka, kegelisahan apa pun yang menimpamu, dan urusan apa pun yang engkau takutkan, lalu engkau berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan jujur dan baik dalam doamu, maka Allah akan menghilangkan kegelisahan dan kesusahan itu darimu.

=====

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْفَأْلُ يُحِبُّ أَنْ يَتَفَاءَلَ لِمَا سَيَأْتِي

وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَلِكَ فِيمَا رَوَى التِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ، مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ مَوْقُوفًا، وَرُوِيَ مَرْفُوعً وَلِلْمَلَكِ بِابْنِ آدَمَ لَمَّةٌ، وَلِلشَّيْطَانِ لَمَّةٌ

لَمَّةُ الشَّيْطَانِ أَيْ قُرْبُهُ وَلَمَّةُ الْمَلَكِ أَيْ قُرْبُهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يُحَزِّنُهُ يُحَزِّنُهُ، يُحَزِّنُكَ فِيمَا سَيَأْتِي

فَالشَّيْطَانُ يَأْتِي لِابْنِ آدَمَ كَثِيرًا وَيَكُونُ قَرِيبًا مِنْهُمْ فِي أَحَايِينَ كَثِيرَةٍ فَيُحَزِّنُهُ عَلَى مَا مَضَى وَيُخَوِّفُهُ مَا سَيَأْتِي فَتَرَى الْمَرْءَ الَّذِي كَانَ الشَّيْطَانُ مِنْهُ فِي لَمَّةٍ وَقُرْبٍ يَخَافُ مَا سَيَكُونُ فِي الْغَدِ بَّمَا خَافَ عَلَى وَلَدِهِ وَهُوَ لَمْ يَتَزَوَّجْ بَعْدُ

وَرُبَّمَا خَافَ عَلَى صِحَّتِهِ وَهُوَ فِي أَكْمَلِ الصِّحَّةِ فَتَرَاهُ يُفَكِّرُ فِي الْهَرَمِ وَمَا سَيَكُونُ عَلَيْهِ ذَلِكَ الْيَوْمُ وَرُبَّمَا خَافَ عَلَى مَالِهِ وَتِجَارَتُهُ رَابِحَةٌ

وَمَا ذَاكَ إِلَّا مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَهُ وَيَزِيدَ هَمَّهُ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ يَعْلَمُ أَنَّ مَا سَيَأْتِي بِقَضَاءِ اللهِ وَقَدَرِهِ وَأَنَّ هَذَا الْهَمَّ إِنَّمَا هُوَ مُفْسِدٌ لِيَوْمِهِ وَلَيْسَ مُصْلِحًا لِغَدِهِ

فَمَنِ اهْتَمَّ فِي هَذَا الْيَوْمِ لِلْغَدِ فَإِنَّهُ فِي الْحَقِيقَةِ أَفْسَدَ يَوْمَهُ وَغَدُهُ لَمْ يَتَغَيَّرْ مَا كَتَبَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ

وَمِمَّا ذُكِرَ أَوْ ذُكِرَ فِي بَعْضِ الصُّحُفِ السَّيَّارَةِ أَنَّ رَجُلًا فِي إِنْجِلْتَرَا عَمِلَ بَحْثًا قَبْلَ نَحْوِ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ عَامًاأَتَى لِطُلَّابِ الْمَرْحَلَةِ الثَّانَوِيَّةِ وَجَمَعَ مَا يَزِيدُ عَلَى مِئَةٍ مِنْهُمْ وَقَالَ: مَاذَا تُرِيدُونَ أَنْ تَكُونُوا فِي الْغَدِ؟ فَكُلٌّ خَطَّطَ لِمُسْتَقْبَلِهِ وَحَدَّدَ مَسَارَ حَيَاتِهِ

ثُمَّ بَعْدَ نَحْوٍ مِنْ عِشْرِينَ عَامًا حَاوَلَ أَنْ يَبْحَثَ عَنْ أُولَئِكَ الْقَوْمِ فَمَا وَجَدَ مِنْهُمْ إِلَّا نَحْوًا مِنْ سَبْعِينَ بِالْمِئَةِ وَأَمَّا الثَّلَاثُونَ الْآخَرُونَ فَلَمْ يَجِدْ لَهُمْ طَرِيقًا إِمَّا أَنَّهُمْ تُوُفُّوا أَوْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ

ثُمَّ نَظَرَ فِي هَؤُلَاءِ فَمَنْ كَانَتْ حَيَاتُهُ عَلَى وِفْقِ مَا خَطَّطَ لَهُ فَوَجَدَ أَنَّهَا لَمْ تَتَجَاوَزْ نِسْبَتُهُمْ ثَلَاثَةً بِالْمِئَةِ وَمَا عَدَاهُمْ سَارَتْ حَيَاتُهُمْ عَلَى غَيْرِ مَا خَطَّطَ

وَهَذَا وَإِنْ كَانَ لِأَمْرٍ آخَرَ فَإِنَّهُ يَدُلُّنَا عَلَى مَا نَحْنُ فِيهِ فَإِنَّكَ مَهْمَا حَرَصْتَ عَلَى الْغَدِ فَإِنَّ الْغَدَ بِقَضَاءِ اللهِ وَقَدَرِهِ وَأَنْتَ ابْذُلِ الْأَسْبَابَ عَلَى قَدْرِ اسْتِطَاعَتِكَ وَالْغَيْبُ عِلْمُهُ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

أَمْرًا ثَانِيًا، الْمُؤْمِنُ إِذَا جَاءَهُ شَيْءٌ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ يَطْرُدُهُ بِدُعَاءِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَقَدْ كَانَ نَبِيُّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ مِنْ دُعَاءِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِإِزَالَةِ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ عَنْهُ

فِي صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ مِنْ حَدِيثِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: صَحِبْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَمَانِيَ سِنِينَ فَكَانَ يَدْعُو اللهَ عَزَّ وَجَلَّ كَثِيرًا، فَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ فَمَا رَفَعَ أَحَدٌ يَدَيْهِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَنَادَاهُ وَنَاجَاهُ وَابْتَهَلَ إِلَيْهِ وَشَكَا إِلَيْهِ نَجْوَاهُ إِلَّا فَرَّجَ اللهُ هَمَّهُ وَأَزَالَ عَنْهُ غَمَّهُ وَمَا أَضَرَّ بِهِ

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

ذَلِكُم هُوَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

وَقَدْ ثَبَتَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَإِنَّهُ لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ

فَمَهْمَا نَزَلَ بِكَ مِنْ هَمٍّ وَمَهْمَا خِفْتَ مِنْ أَمْرٍ فَدَعَوْتَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ صَادِقًا فِي دُعَائِكَ مُحْسِنًا فِيهِ فَإِنَّ اللهَ سَيُزِيلُ عَنْكَ هَذَا الْهَمَّ وَالْغَمَّ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.