Mereka mengira bahwa dengan tidak mau membayar zakat, mereka dapat menambah harta, membuat hartanya berlimpah, dan mereka pun bisa menikmatinya di dunia.
Namun, hakikatnya justru: “Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.” (QS. Ali Imran: 180)
Adapun keburukannya di akhirat, itu sudah jelas. Sedangkan keburukannya di dunia adalah: barang siapa yang tidak mau membayar zakat hartanya, ia akan kehilangan keberkahan harta itu.
Telah disebutkan dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Al-Humaidi dalam Al-Musnad dan Asy-Syafi’i dalam kitab-kitabnya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tidaklah zakat bercampur dengan suatu harta, melainkan akan merusaknya.” Sebagian perawi hadis ini — sebagaimana dinukil Al-Humaidi dalam Al-Musnad —menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “bercampurnya zakat dengan harta” adalah menunda pembayaran zakat setelah tiba waktu wajibnya ditunaikan. Jadi, menunda pembayaran zakat setelah wajib ditunaikan akan merusak harta tersebut.
Lalu bagaimana menurutmu dengan orang yang tidak membayar zakat hartanya sepanjang satu tahun penuh, bahkan enggan menunaikannya selama bertahun-tahun?
Tentu hal itu akan merusak hartanya. Lalu apabila ia merusak harta, maka juga akan merusak badan dan anak keturunan.
Betapa banyak orang yang menengadahkan kedua tangannya ke langit, berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, padahal makanannya haram, minumannya haram, dan ia hidup dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?! Orang yang enggan membayar zakat ini, hartanya rusak, sehingga makanannya pun menjadi haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?!
Hal yang sama juga berlaku pada kesalehan anak-anaknya, pada kebaikan jasadnya,
keberkahan waktunya, dan seterusnya. “Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.” (QS. Ali Imran: 180). “Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di leher mereka, di hari kiamat.” (QS. Ali Imran: 180).
Ketika seseorang berhias dengan hartanya dan menjadikannya kalung di lehernya,
memakai perhiasan emas dan perak sebagai kalung di lehernya, maka pada hari Kiamat ia dibalas dengan kebalikan dari apa yang ia inginkan: dikalungkan kepadanya seekor ular yang mengerikan rupanya, sementara semua orang menatapnya dan tahu bahwa ia dahulu enggan membayar zakat di dunia.
Ular itu terasa amat berat dan menyiksa setiap gerak dan langkahnya di hari Kiamat. Balasan itu setimpal dengan amalannya, belum lagi azab akhirat yang menantinya. “Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi…” (QS. Ali Imran: 180).
Makna “warisan” di sini — sebagaimana dijelaskan para ahli bahasa, di antaranya Ibnu Al-Anbari — adalah bahwa hanya Allah ‘Azza wa Jalla semata yang memiliki langit dan bumi. Maka harta-harta ini, pada hakikatnya, adalah milik Allah ‘Azza wa Jalla. Kita hanyalah pihak yang dititipi untuk menjaganya, sebagai khalifah di muka bumi.
Kita hanyalah para penerus, sebagian kita mewarisi dari sebagian yang lain dalam mengemban harta-harta ini. Sebagian kita pun mewarisi dari sebagian yang lain dalam mengemban tanah-tanah ini. Tanah yang engkau tinggali dan kau dirikan rumah di atasnya, dahulu dimiliki oleh banyak kaum yang hanya Allah yang mengetahui mereka, kemudian barulah beralih ke tanganmu. Lalu setelahmu, ia akan beralih lagi ke tangan orang-orang lain.
Manusia hanyalah para penerus di muka bumi, sebagian menggantikan sebagian yang lain, sementara mereka hanyalah pihak yang diserahi amanah atas harta milik Allah ‘Azza wa Jalla. Dan kewajiban terbesar yang harus ditunaikan seseorang dari harta itu adalah membayar zakatnya.
Dalam beberapa menit yang tersisa ini, jika masih memungkinkan, kita akan membahas — dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla — sebagian hukum-hukum zakat. Sebab kewajiban pertama berkaitan dengan zakat adalah seseorang harus mengetahui bahwa zakat itu wajib, kemudian mempelajari hukum-hukumnya. Dan saya akan menyebutkan sebagian hukum zakat yang paling penting secara singkat dan padat.
=====
يَظُنُّونَ أَنَّ مَنْعَهُمُ الزَّكَاةَ يَزِيدُ مَالَهُمْ وَيُوَفِّرُهُ وَيُمْكِنُهُمْ أَنْ يَتَمَتَّعُوا بِهِ فِي الدُّنْيَا لَكِنَّ الْحَقِيقَةَ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ
أَمَّا كَوْنُهُ شَرًّا فِي الْآخِرَةِ فَوَاضِحٌ وَأَمَّا كَوْنُهُ شَرًّا فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْ مَنَعَ زَكَاةَ مَالِهِ فَقَدَ بَرَكَةَ الْمَالِ
وَقَدْ جَاءَ فِي الْخَبَرِالَّذِي رَوَاهُ الْحُمَيْدِيُّ فِي الْمُسْنَدِ وَالشَّافِعِيُّ فِي كُتُبِهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا خَالَطَتِ الزَّكَاةُ مَالًا قَطُّ إِلَّا أَفْسَدَتْهُ جَاءَ عَنْ بَعْضِ رُوَاةِ الْحَدِيثِ كَمَا نَقَلَهُ الْحُمَيْدِيُّ فِي مُسْنَدِهِ قَالَ إِنَّ مُخَالَطَةَ الزَّكَاةِ لِلْمَالِ بِأَنْ يُؤَخِّرَ الزَّكَاةَ عَنْ وَقْتِ وُجُوبِهَا فَإِنَّ تَأْخِيرَ الزَّكَاةِ عَنْ وَقْتِ وُجُوبِهَا يُفْسِدُ الْمَالَ
فَمَا ظَنُّكَ بِمَنْ مَنَعَ زَكَاةَ مَالِهِ سَنَتَهُ كُلَّهَا وَامْتَنَعَ مِنْ أَدَائِهَا أَعْوَامًا مُتَعَدِّدَةً إِذًا تُفْسِدُ الْمَالَ وَإِذَا أَفْسَدَتِ الْمَالَ أَفْسَدَتِ الْبَدَنَ وَالْأَبْنَاءَ
رُبَّ رَجُلٍ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِحَرَامٍ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ هَذَا الَّذِي يَمْنَعُ الزَّكَاةَ يَفْسُدُ مَالُهُ فَيَكُونُ مَطْعَمُهُ حَرَامًا فَكَيْفَ يُسْتَجَابُ دُعَاؤُهُ
وَمِثْلُهُ يُقَالُ أَيْضًا فِي صَلَاحِ أَبْنَائِهِ وَمِثْلُهُ يُقَالُ أَيْضًا فِي صَلَاحِ جَسَدِهِ وَبَرَكَةِ وَقْتِهِ وَغَيْرِ ذَلِكَ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
لَمَّا كَانَ الْمَرْءُ يَتَجَمَّلُ بِالْمَالِ وَيَجْعَلُهُ طَوْقًا فِي عُنُقِهِ فَيَجْعَلُ الْحُلِيَّ ذَهَبًا وَفِضَّةً طَوْقًا فِي عُنُقِهِ عُوقِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِضِدِّ قَصْدِهِ فَيُطَوَّقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَيَّةً تَكُونُ سَيِّئَةَ الشَّكْلِ فَيَنْظُرُ النَّاسُ إِلَيْهِ وَقَدْ عَرَفُوا أَنَّهُ قَدْ مَنَعَ زَكَاةَ مَالِهِ فِي الدُّنْيَا
وَتَكُونُ ثَقِيلَةً عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُؤْذِيَةً لَهُ فِي حَرَكَتِهِ وَمَشْيِهِ فَالْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ نَاهِيكَ عَنْ عَذَابِ يَوْمِ الْآخِرَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
مَعْنَى الْمِيرَاثِ كَمَا قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ وَمِنْهُمُ ابْنُ الْأَنْبَارِيِّ أَيْ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ هُوَ الْمُنْفَرِدُ بِمِلْكِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَهَذِهِ الْأَمْوَالُ مُلْكُهَا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى الْحَقِيقَةِ وَإِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَحْفَظُونَ فِيهَا وَنَحْنُ خَلَائِفُ عَلَى الْأَرْضِ
فَنَحْنُ خَلَائِفُ بَعْضُنَا يَخْلُفُ بَعْضًا فِي هَذِهِ الْأَمْوَالِ وَبَعْضُنَا يَخْلُفُ بَعْضًا فِي هَذِهِ الْأَرْضِينَ فَهَذِهِ الْأَرْضُ الَّتِي تَسْكُنُهَا وَتَبْنِي بَيْتَكَ عَلَيْهَا كَانَتْ قَبْلَكَ لِأَقْوَامٍ وَفِئَامٍ اللَّهُ أَعْلَمُ بِهِمْ ثُمَّ صَارَتْ إِلَيْكَ ثُمَّ بَعْدَكَ سَتَصِيرُ إِلَى أُنَاسٍ آخَرِينَ
فَالْبَشَرُ خَلَائِفُ فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا وَهُمْ مُسْتَخْلَفُونَ فِي مَالِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَعْظَمُ مَا يَجِبُ أَنْ يُخْرِجَ الْمَرْءُ زَكَاةَ مَالِهِ
وَفِي هَذِهِ الدَّقَائِقِ الْبَاقِيَةِ إِنْ أَمْكَنَ سَنَتَحَدَّثُ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَنْ بَعْضِ أَحْكَامِ الزَّكَاةِ لِأَنَّ أَوَّلَ مَا يَجِبُ فِي الزَّكَاةِ أَنْ يَعْرِفَ الْمَرْءُ وُجُوبَ حُكْمِهَا ثُمَّ أَنْ يَتَعَلَّمَ أَحْكَامَهَا وَسَأَذْكُرُ بَعْضًا مِنْ أَهَمِّ أَحْكَامِ الزَّكَاةِ عَلَى سَبِيلِ السُّرْعَةِ وَالْإِيجَازِ