Saat Hati Sudah Lelah Melawan Dosa, Inilah Nasihat Setengah Halaman Ibnu Taimiyyah

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Pasal: Lalu jika ditanyakan: Di tengah semua keadaan itu, adakah obatnya untuk penyakit jiwa yang sulit disembuhkan ini, penawar untuk sihir yang mematikan ini, serta solusi mengatasi kerusakan yang menimpa jiwa ini? Adakah jalan yang lurus menuju taufik Allah? Mungkinkah orang yang mabuk oleh khamar hawa nafsu bisa sadar kembali? Mungkinkah orang yang diperbudak cinta bisa mengendalikan hatinya, padahal cinta itu telah merasuk ke lubuk hatinya yang paling dalam?

Ya, pertanyaan ini, bagaimana beliau membukanya di awal? Lalu jika ditanyakan: Di tengah semua keadaan itu, adakah obatnya Seolah beliau mengisyaratkan bahwa ini adalah kembali kepada. Bagaimanapun, pertanyaan inilah yang menjadi fondasi seluruh kitab ini.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah—yang Ibnul Qayyim adalah murid beliau—pernah diajukan pertanyaan yang sama persis, bahkan redaksinya hampir sama dengan yang disebut Ibnul Qayyim. Mari kita dengar sekali lagi pertanyaan yang disebut oleh Ibnul Qayyim. Lalu setelah itu, kita baca pertanyaan yang diajukan kepada Ibnu Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah menjawab pertanyaan ini hanya dalam setengah halaman kertas. Ibnul Qayyim menjawabnya dalam satu jilid kitab. Sedangkan Ibnu Taimiyyah menjawabnya dalam setengah halaman saja. Namun, jawabannya sangat padat makna.

Menurut saya, jawaban ini lebih dari cukup bagi siapa saja yang diberi taufik untuk mengamalkannya, sungguh padat makna. Oleh karena itu, lembaran ini—insya Allah—mulai hari ini akan menyebar ke berbagai penjuru, agar masyarakat bisa mengambil manfaat dan saling bantu membagikannya. Manfaatnya bagi orang banyak sangat besar, dan inilah yang dijawab oleh Ibnu Taimiyyah. Pertanyaan ini dijawab Ibnul Qayyim dalam satu jilid kitab, sedangkan Ibnu Taimiyyah menjawabnya dalam setengah halaman, tapi ringkasan yang sangat luar biasa dan bermanfaat dalam pembahasan ini.

Sekarang, simaklah pertanyaan untuk Ibnu Taimiyyah beserta jawabannya: Syaikhul Islam —semoga Allah meridainya dan membalasnya dengan surga— ditanya: Apa obat bagi seseorang yang penyakitnya telah menguasai dirinya? Apa pula solusi bagi orang yang jiwanya telah dikuasai kerusakan? Apa yang harus dilakukan oleh orang yang dikalahkan rasa malas? Apa pula jalan menuju taufik Allah? Apa solusi bagi orang yang diserang kebingungan? Saat ingin mendekat kepada Allah, hawa nafsunya menghalangi dirinya. Ketika ia ingin mengambil pelajaran, pikirannya justru berkecamuk. Saat ia ingin mulai beramal, rasa lemah justru melumpuhkannya.

Hawa nafsu telah menguasainya. Engkau melihatnya sepanjang waktu dalam kebingungan: tampak sadar, tapi sesungguhnya ia sedang mabuk. Setiap ia berusaha mendekat kepada orang yang dicintainya, semua upayanya tercerai-berai, sementara keterasingan justru terus menyambung. Ia tinggalkan keluarga dan orang-orang dekatnya, berharap menemukan ketenangan jiwa, tapi justru nyanyian yang melalaikan yang menopangnya. Tak bertambah pada dirinya selain kebingungan dan melemahnya tekad. Sungguhkah begini, di tangan mereka, siapa yang memohon perlindungan justru dihinakan?

Maka beliau —semoga Allah meridainya— menjawab: Itulah pertanyaan tadi. Jawabannya singkat, tapi sebagaimana saya sebutkan, padat dan sangat bermanfaat. Beliau —semoga Allah meridainya— menjawab: Obatnya adalah berlindung kepada Allah Ta’ala dan terus merendahkan diri kepada-Nya. Hendaknya ia mempelajari doa-doa yang diajarkan Nabi. Hendaknya pula ia bersungguh-sungguh berdoa di waktu-waktu mustajab, seperti di penghujung malam, antara azan dan iqamah, saat sujud (dalam salat), dan di akhir salat.

Hendaknya ia mengiringi semua itu dengan istighfar. Sebab siapa yang beristighfar, lalu bertobat kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya kenikmatan yang baik hingga waktu yang telah ditetapkan. Hendaknya pula ia merutinkan membaca zikir pagi, zikir petang, dan zikir sebelum tidur, serta bersabar menghadapi berbagai hambatan dan penghalang. Sebab, tidak lama kemudian, Allah akan menguatkannya dengan pertolongan dari sisi-Nya, dan menanamkan iman di dalam hatinya. Hendaknya ia bersungguh-sungguh menyempurnakan salat lima waktu, lahir maupun batin, karena salat adalah tiang agama.

Serta jadikanlah LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM sebagai zikir yang paling sering ia ucapkan. Serta jadikanlah LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM sebagai zikir yang paling sering ia ucapkan. Artinya ia memperbanyak mengucapkannya, seperti disebutkan dalam hadis: “Perbanyaklah ucapan LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH…” (HR. Ahmad). Dengan kalimat itu, seseorang mampu memikul beban berat, menghadapi kesulitan besar, dan meraih derajat mulia. Jangan pernah bosan berdoa dan bermohon pada Allah. Sebab doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, lalu berkata: “Aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.” Ketahuilah, pertolongan datang bersama kesabaran, jalan keluar hadir bersama kesempitan, dan bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Tak seorang pun—bahkan nabi, apalagi selainnya—meraih kebaikan besar kecuali dengan kesabaran. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Jawaban ini sungguh luar biasa. Meski singkat dan ringkas, jawaban ini begitu lengkap: memadai, menyembuhkan, dan mencukupi. Saya menyarankan agar jawaban ini disebarkan seluas-luasnya. Semoga Allah memberi manfaat dengannya kepada hamba-hamba-Nya, terutama mereka yang sedang diuji dengan persoalan seperti ini. Inilah kebingungan mereka, inilah luka mereka, dan inilah harapan mereka untuk terbebas dari dosa. Kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar memberi kita taufik untuk meraih setiap kebaikan, dan menjadikan kita pembuka pintu kebaikan serta penutup pintu keburukan.

Semoga Allah memberi kita hidayah, memudahkan hidayah untuk kita, menjadikan kita sebab hidayah bagi orang lain, dan memudahkan jalan hidayah bagi kita. Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada hamba dan rasul-Mu, Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

=====

قَالَ رَحِمَهُ اللهُ: فَصْلٌ: فَإِنْ قِيلَ: وَهَلْ مَعَ ذَلِكَ كُلِّهِ مِنْ دَوَاءٍ لِهَذَا الدَّاءِ العُضَالِ، وَرُقْيَةٍ لِهَذَا السِّحْرِ القَتَّالِ وَمَا الِاحْتِيَالُ لِدَفْعِ هَذَا الخَبَالِ؟ وَهَلْ مِنْ طَرِيقٍ قَاصِدٍ إِلَى التَّوْفِيقِ؟ وَهَلْ يُمْكِنُ السَّكْرَانَ بِخَمْرَةِ الهَوَى أَنْ يَفِيقَ؟ وَهَلْ يَمْلِكُ العَاشِقُ قَلْبَهُ وَالعِشْقُ قَدْ وَصَلَ إِلَى سُوَيْدَائِهِ؟

نَعَمْ، هَذَا السُّؤَالُ قَدَّمَهُ بِمَاذَا قَالَ فِي بِدَايَتِهِ فَإِنْ قِيلَ: وَهَلْ مَعَ ذَلِكَ كُلِّهِ مِنْ دَوَاءٍ؟ كَأَنَّهُ أَشَارَ إِلَى أَنَّهُ أَنَّهُ عَوْدَةٌ إِلَى عَلَى كُلٍّ، هَذَا السُّؤَالُ هُوَ الَّذِي بَنَى عَلَيْهِ الكِتَابَ كُلَّهُ

شَيْخُ الإِسْلَامِ ابْنُ تَيْمِيَّةَ الَّذِي تِلْمِيذُهُ ابْنُ القَيِّمِ سُئِلَ السُّؤَالُ نَفْسُهُ يَكَادُ يَكُونُ بِحُرُوفِهِ هَذَا الَّذِي ذَكَرَهُ ابْنُ القَيِّمِ يَعْنِي نَسْمَعُ مَرَّةً ثَانِيَةً السُّؤَالَ الَّذِي ذَكَرَهُ ابْنُ القَيِّمِ ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ َقْرَأُ السُّؤَالَ الَّذِي وُجِّهَ لِابْنِ تَيْمِيَّةَ وَأَجَابَ فِي نِصْفِ وَرَقَةٍ، أَجَابَ عَلَى هَذَا السُّؤَالِ فِي نِصْفِ وَرَقَةٍ ابْنُ القَيِّمِ أَجَابَ فِي كِتَابٍ مُجَلَّدٍ وَابْنُ تَيْمِيَّةَ أَجَابَ فِي نِصْفِ وَرَقَةٍ لَكِنَّهَا مَلِيئَةٌ

أَرَى فِيهَا يَعْنِي كِفَايَةً عَظِيمَةً جِدًّا لِمَنْ وُفِّقَ لِلْعَمَلِ بِهَا، مَلِيئَةٌ جِدًّا وَلِهَذَا هَذِهِ الوَرَقَةُ مِنَ اليَوْمِ تَنْطَلِقُ إِنْ شَاءَ اللهُ إِلَى جِهَاتٍ كَثِيرَةٍ يَسْتَفِيدُ مِنْهَا النَّاسُ، يَكُونُ هُنَاكَ تَعَاوُنٌ فِي إِيصَالِهَا وَنَفْعُ النَّاسِ بِهَا عَظِيمٌ جِدًّا، فَهَذَا الَّذِي أَجَابَ عَنْهُ ابْنُ تَيْمِيَّةَ أَجَابَ عَنْهُ هُنَا ابْنُ القَيِّمِ فِي مُجَلَّدٍ أَجَابَ عَنْهَا ابْنُ تَيْمِيَّةَ فِي نِصْفِ وَرَقَةٍ، لَكِنْ خُلَاصَةٌ عَظِيمَةٌ جِدًّا وَنَافِعَةٌ فِي هَذَا البَابِ

اسْمَعُوا الآنَ السُّؤَالَ الَّذِي وُجِّهَ لِابْنِ تَيْمِيَّةَ وَجَوَابَهُ عَلَيْهِ سُئِلَ شَيْخُ الإِسْلَامِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَأَثَابَهُ الجَنَّةَ مَا دَوَاءُ مَنْ تَحَكَّمَ فِيهِ الدَّاءُ؟ وَمَا الِاحْتِيَالُ فِيمَنْ تَسَلَّطَ عَلَيْهِ الخَبَالُ؟ وَمَا العَمَلُ فِيمَنْ غَلَبَ عَلَيْهِ الكَسَلُ؟ وَمَا الطَّرِيقُ إِلَى التَّوْفِيقِ؟ وَمَا الحِيلَةُ فِيمَنْ سَطَتْ عَلَيْهِ الحَيْرَةُ؟ إِنْ قَصَدَ التَّوَجُّهَ إِلَى اللهِ مَنَعَهُ هَوَاهُ وَإِنْ رَامَ الِادِّكَارَ غَلَبَ عَلَيْهِ الِافْتِكَارُ وَإِنْ أَرَادَ يَشْتَغِلُ لَمْ يُطَاوِعْهُ الفَشَلُ

غَلَبَ الهَوَى فَتَرَاهُ فِي أَوْقَاتِهِ حَيْرَانَ صَاحٍ بَلْ هُوَ السَّكْرَانُ إِنْ رَامَ قُرْبًا لِلْحَبِيبِ تَفَرَّقَتْ أَسْبَابُهُ وَتَوَاصَلَ الهِجْرَانُ هَجَرَ الأَقَارِبَ وَالمَعَارِفَ عَلَّهُ يَجِدُ الغِنَى وَعَلَى الغِنَاءِ يُعَانُ مَا ازْدَادَ إِلَّا حَيْرَةً وَتَوَانِيًا أَكَذَا بِهِمْ مَنْ يَسْتَجِيرُ يُهَانُ

فَأَجَابَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ هَذَا الآنَ السُّؤَالُ الجَوَابُ يَعْنِي مُخْتَصَرٌ لَكِنْ كَمَا ذَكَرْتُ وَافٍ وَنَافِعٌ جِدًّا، نَعَمْ فَأَجَابَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ دَوَاؤُهُ الِالْتِجَاءُ إِلَى اللهِ تَعَالَى، وَدَوَامُ التَّضَرُّعِ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَالدُّعَاءُ بِأَنْ يَتَعَلَّمَ الأَدْعِيَةَ المَأْثُورَةَ وَيَتَوَخَّى الدُّعَاءَ فِي مَظَانِّ الإِجَابَةِ مِثْلَ آخِرِ اللَّيْلِ وَأَوْقَاتِ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ، وَفِي سُجُودِهِ، وَفِي أَدْبَارِ الصَّلَوَاتِ

وَيَضُمُّ إِلَى ذَلِكَ الاسْتِغْفَارَ فَإِنَّهُ مَنِ اسْتَغْفَرَ اللهَ ثُمَّ تَابَ إِلَيْهِ مَتَّعَهُ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَلْيَتَّخِذْ وِرْدًا مِنَ الأَذْكَارِ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَوَقْتَ النَّوْمِ وَلْيَصْبِرْ عَلَى مَا يَعْرِضُ لَهُ مِنَ المَوَانِعِ وَالصَّوَارِفِ فَإِنَّهُ لَا يَلْبَثُ أَنْ يُؤَيِّدَهُ اللهُ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيَكْتُبَ الإِيمَانَ فِي قَلْبِهِ وَلْيَحْرِصْ عَلَى إِكْمَالِ الفَرَائِضِ مِنَ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ بِبَاطِنِهِ وَظَاهِرِهِ فَإِنَّهَا عَمُودُ الدِّينِ

وَلْتَكُنْ هِجِّيرَاهُ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ وَلْتَكُنْ هِجِّيرَاهُ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ يَعْنِي يُكْثِرُ مِنْهَا، مِثْلَ مَا فِي الحَدِيثِ: أَكْثِرُوا مِنْ قَولِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَإِنَّهُ بِهَا يَحْمِلُ الأَثْقَالَ، وَيُكَابِدُ الأَهْوَالَ، وَيَنَالُ رَفِيعَ الأَحْوَالِ وَلَا يَسْأَمْ مِنَ الدُّعَاءِ وَالطَّلَبِ فَإِنَّ العَبْدَ يُسْتَجَابُ لَهُ مَا لَمْ يَعْجَلْ فَيَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي وَلْيَعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْرًاوَلَمْ يَنَلْ أَحَدٌ شَيْئًا مِنْ جَسِيمِ الخَيْرِ — نَبِيٌّ فَمَنْ دُونَهُ — إِلَّا بِالصَّبْرِ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ

هَذَا الجَوَابُ جَوَابٌ عَظِيمٌ جِدًّا وَهُوَ مَعَ وَجَازَتِهِ وَاخْتِصَارِهِ فِيهِ وَفَاءٌ وَفِيهِ شِفَاءٌ وَفِيهِ كِفَايَةٌ وَأَنْصَحُ بِأَنْ يُنْشَرَ عَلَى نِطَاقٍ وَاسِعٍ جِدًّا يَنْفَعُ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِهِ عِبَادَ اللهِ، وَخَاصَّةً المُبْتَلِينَ الَّذِينَ هَذَا سُؤَالُهُمْ وَهَذِه حَيْرَتُهُمْ وَهَذِه آلَامُهُمْ، وَهَذِه رَغْبَتُهُمْ فِي الفَكَاكِ مِنَ الذُّنُوبِ وَالخَلَاصِ مِنْهَا نَسْأَلُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُوفِّقَنَا أَجْمَعِينَ بِكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ يَجْعَلَنَا مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ

وَأَنْ يَهْدِيَنَا وَيَهْدِيَ لَنَا وَيَهْدِيَ بِنَا، وَأَنْ يُيَسِّرَ الهُدَى لَنَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.