Ini adalah pahala puasa selama 5 ribu tahun, dan pahala Shalat Malam selama 5 ribu tahun. Namun, kelalaian dan kesibukan duniawi membuat kita lengah. Yaitu pada hari Jum’at: “Barang siapa yang mandi membasuh kepala dan seluruh badannya, lalu berangkat di awal waktu Shalat Jum’at, serta pergi dengan berjalan kaki, tidak menaiki kendaraan, lalu ia mendekat dengan imam, mendengarkan khutbah dengan saksama, maka dari setiap langkah yang ia ayunkan, ia akan mendapatkan pahala satu tahun puasa dan Shalat Malam.” (HR. Abu Daud).
Ini bukan balasan untuk satu rangkaian amalan tersebut secara utuh, bukan! Melainkan pahala untuk setiap langkahnya! “Ghossala waghtasala”, artinya mandi dengan mencuci kepalanya dan seluruh badannya. Ini pendapat yang paling kuat berkaitan dengan maknanya, dan ini pendapat mayoritas ulama. “Wabakkaro wabtakaro”, artinya berangkat di awal waktu Shalat Jum’at. Ia menyimak khutbah dari awal hingga akhir tanpa terlewat sedikit pun. “Serta pergi dengan berjalan kaki”, artinya ia menempuh seluruh perjalanannya dengan berjalan kaki tanpa menaiki kendaraan apa pun. “Ia lalu ia mendekat dengan imam, mendengarkan khutbah dengan saksama, maka dari setiap langkah yang ia ayunkan menuju masjid, ia akan mendapatkan pahala satu tahun puasa dan Shalat Malam.” (HR. Abu Daud).
Artinya, setiap satu langkah kaki, seolah-olah ia telah berpuasa setahun penuh, dan mendirikan Shalat Malam selama setahun penuh pula. Jika jarak rumahnya ke masjid adalah seribu langkah, maka itu setara dengan pahala seribu tahun. Seribu tahun! Pahala puasa selama seribu tahun! Serta pahala Shalat Malam selama seribu tahun! Apabila jarak antara dirinya dengan masjid adalah 5 kilometer atau sekitar lima ribu langkah, maka itu setara dengan pahala puasa selama lima ribu tahun, dan pahala Shalat Malam selama lima ribu tahun.
Namun, siapa di antara kita yang mengamalkannya saat ini? Banyak dari kita yang justru masih terlelap tidur di pagi hari Jum’at hingga mendekati waktu azan. Baru kemudian bergegas bangun, segera mandi, dan terburu-buru menuju masjid, dan ternyata imam sudah memulai khutbahnya. Betapa banyak pahala yang kita sia-siakan.
Saya sarankan kepada Anda semua, cobalah lakukan ini setidaknya sebulan sekali dalam hidup Anda. Atau setiap dua atau tiga bulan sekali. Di pagi hari Jum’at, setelah matahari terbit, Anda mandi janabah, memakai parfum terbaik, dan mengenakan pakaian paling bagus yang Anda miliki. Lalu Anda berangkat menuju masjid dengan berjalan kaki. Tidak harus ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, cukup Anda pergi ke masjid di lingkungan sekitar Anda yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Tentu, jika Anda bisa ke Masjid Nabawi, itu jauh lebih baik. Namun itu bukanlah sebuah keharusan. Kemudian Anda mendekat ke tempat imam, baik itu di shaf pertama atau shaf-shaf depan lainnya. Lalu Anda mendengarkan khutbahdengan penuh perhatian.
Anda pergi dengan berjalan kaki, Anda akan meraih pahala yang amat besar ini. Pintu surga itu luas, saudara-saudaraku! Jalan menuju surga juga pun luas dan lapang. Allah ‘Azza wa Jalla sangat ingin hamba-Nya masuk ke dalam surga. Oleh sebab itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” (HR. Bukhari). Kecuali yang enggan! Sahabat bertanya, “Siapakah yang enggan itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Siapa yang menaatiku pasti masuk surga, dan siapa yang mendurhakaiku, dialah orang yang enggan.” (HR. Bukhari).
=====
فَهَذَا أَجْرُ صِيَامِ خَمْسَةِ آلَافِ سَنَةٍ وَأَجْرُ قِيَامِ خَمْسَةِ آلَافِ سَنَةٍ لَكِنَّ الْغَفْلَةَ وَاللَّهْوَ بِالدُّنْيَا يَجْعَلُنَا نُقَصِّرُ يَعْنِي فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
مَا هُوَ يَعْنِي بِكُلِّ عَمَلِهِ لَا بِكُلِّ خُطْوَةٍ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ يَعْنِى غَسَّلَ رَأْسَهُ وَغَسَلَ بَقِيَّةَ جَسَدِهِ هَذَا أَرْجَحُ الْأَقْوَالِ فِيهَا وَهُوَ الَّذِي عَلَيْهِ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ بَكَّرَ ذَهَبَ فِي أَوَّلِ الْوَقْتِ وَسَمِعَ الْخُطْبَةَ مِنْ أَوَّلِهَا فَلَمْ يَفُتْهُ شَيْءٌ وَمَشَى فَكَانَ ذَهَابُهُ مَشْيًا وَلَمْ يَرْكَبْ فِي الطَّرِيقِ كُلِّهِ وَدَنَا مِنَ الْإِمَامِ وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
يَعْنِي بِكُلِّ خُطْوَةٍ كَأَنَّهُ صَامَ السَّنَةَ كَامِلَةً وَقَامَ السَّنَةَ كَامِلَةً فَإِذَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمَسْجِدِ أَلْفُ خُطْوَةٍ فَهَذِهِ أَلْفُ سَنَةٍ أَلْفُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامٍ أَلْفَ سَنَةٍ وَأَجْرُ قِيَامِ أَلْفِ سَنَةٍ وَإِذَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمَسْجِدِ خَمْسَةُ كِيلُو خَمْسَةُ آلَافٍ فَهَذَا أَجْرُ صِيَامِ خَمْسَةِ آلَافِ سَنَةٍ وَأَجْرُ قِيَامِ خَمْسَةِ آلَافِ سَنَةٍ
مَنْ الَّذِي يَفْعَلُ هَذَا مِنَّا الْيَوْمَ؟ يَبْقَى نَائِمًا فِي أَوَّلِ نَهَارِ الْجُمُعَةِ إِلَى قُرْبِ الْأَذَانِ يَقُومُ يَغْتَسِلُ بِسُرْعَةٍ وَيَذْهَبُ بِسُرْعَةٍ إِلَى الْمَسْجِدِ وَيَكُونُ الْإِمَامُ بَدَأَ فِي الْخُطْبَةِ كَمْ فَرَّطْنَا مِنْ أُجُورٍ؟
أَنَا أَقُولُ لِلْإِخْوَةِ لَوْ أَنْ تَجْعَلَ لَكَ فِي شَهْرِكَ جُمُعَةً هَكَذَا فِي شَهْرِكَ أَوْ فِي كُلِّ شَهْرَيْنِ أَوْ فِي كُلِّ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ أَوَّلَ نَهَارِ الْجُمُعَةِ بَعْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ اغْتَسَلْتَ وَمَسَسْتَ مِنْ طِيْبِكَ وَلَبِسْتَ مِنْ صَالِحِ ثِيَابِكَ وَذَهَبْتَ إلَى الْمَسْجِدِ مَشْيًا مَا هُوَ لَازِمٌ تَأْتِي إِلَى الْحَرَمِ مَا هُوَ لَازِمٌ تَأْتِي لِلْمَسْجِدِ النَّبَوِيِّ تَأْتِي إِلَى الْمَسْجِدِ مَسْجِدِ الْحَيِّ الَّذِي تَسْتَطِيعُ أَنْ تَمْشِيَ إِلَيْهِ وَإِذَا جِئْتَ لِلْمَسْجِدِ النَّبَوِيِّ فَهَذَا خَيْرٌ لَكِنَّ لَيْسَ بِلَازِمٍ وَدَنَوْتَ وَكُنْتَ فِي الصَّفِّ الْأَوَّلِ أَوْ نَحْوِهِ وَاسْتَمَعْتَ وَأَنْصَتَّ
وَكُنْتَ مَاشِيًا فِي ذَهَابِكَ تَفُوزُ بِهَذَا الْأَجْرِ الْعَظِيمِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَا إِخْوَةُ وَاسِعَةٌ وَطُرُقُ الْجَنَّةِ وَاسِعَةٌ فَسِيحَةٌ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ مِنَّا أَنْ نَدْخُلَ الجَنَّةَ وَلِذَلِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا وَمَنْ يَأْبَى يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى