6 Ide Sedekah di Bulan Ramadhan – Syaikh Sa’ad al-Khatslan #NasehatUlama

Syaikh Saad, mari kita awali pembahasan kita dengan ulasan singkat, mengenai keteladanan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bersedekah di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabat beliau. Serta bagi siapa saja yang mengikuti petunjuknya dan meniti sunnahnya hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan. Beliau jauh lebih dermawan lagi saat bulan Ramadan, ketika malaikat Jibril menemui beliau untuk bertadarus Al-Qur’an bersama beliau. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangi oleh Jibril, beliau menjadi jauh lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berembus.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang murah hati dan dermawan tapi kedermawanan beliau akan berlipat ganda di bulan yang penuh berkah ini. Maka, sudah sepatutnya kita meneladani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hendaknya sifat murah hati dan dermawan itu tampak nyata pada diri seseorang, terutama di bulan ini; bulan yang penuh kedermawanan, kebaikan, dan kebajikan.

Sebagai langkah awal, seseorang harus memeriksa harta yang ia miliki, lalu menunaikan zakatnya apabila sudah mencapai syarat wajib zakat, dengan hati yang lapang dalam menunaikannya. Setelah itu, ia dapat memperbanyak pemberian, infak, dan sedekah di berbagai jalan kebaikan.

Di antara contohnya, memberi buka puasa bagi orang yang berpuasa. “Barang siapa yang memberi buka puasa, maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Ibnu Majah). Hal ini juga mencakup amalan memberi makan secara umum.

Contoh lainnya adalah membantu para fakir dan miskin. Termasuk juga melunasi utang orang-orang yang terlilit utang berat (gharimin). Sebab dalam hal ini terdapat pahala yang agung dan ganjaran yang melimpah. Betapa banyak orang yang terlilit utang, hingga beban utang tersebut semakin menumpuk. Betapa banyak orang berutang yang bebannya telah menggunung, hingga mungkin ia harus dipenjara karenanya. Mungkin pula ia terpaksa meninggalkan keluarga serta anak-anaknya, sehingga ia terhalang untuk berkumpul bersama mereka karena jeratan utang ini. Maka, sungguh luar biasa pahala bagi orang yang membantu mereka yang terlilit utang, serta melunasi utang yang mereka pikul, agar mereka bisa berkumpul kembali dengan keluarga mereka, dan berbahagia karena telah terbebas dari penjara. Pahala amalan ini sangatlah agung di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

Demikian pula dengan membantu para janda dan anak yatim. “Orang yang menyantuni janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari & Muslim). “Aku dan pengasuh anak yatim di surga seperti ini (beliau memberi isyarat kedekatan).” (HR. Bukhari).

Demikianlah kita dapati bahwa jalan-jalan kebaikan itu banyak dan beragam. Maka, hendaklah setiap orang setelah menunaikan zakat, ia memiliki antusiasme untuk turut bersedekah dan berinfak di berbagai jalan kebaikan.

=====

لَوْ نَبْدَأُ الْحَدِيثَ شَيْخَ سَعْدٍ بِحَدِيثٍ قَصِيرٍ عَنْ حَالِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ الصَّدَقَةِ فِي رَمَضَانَ الْمُبَارَكِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَاتَّبَعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ أَمَّا بَعْدُ

فَقَدْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

كَانَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَرِيمًا جَوَادًا لَكِنْ كَانَ يَتَضَاعَفُ جُودُهُ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ فَيَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَقْتَدِيَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْ يَظْهَرَ الْجُودُ وَالْكَرَمُ عَلَى الْإِنْسَانِ فِي هَذَا الشَّهْرِ شَهْرِ الْجُودِ وَالْخَيْرِ وَالْإِحْسَانِ

وَيَتَفَقَّدَ أَوَّلًا الْأَمْوَالَ الَّتِي عِنْدَهُ فَيُخْرِجَ الزَّكَاةَ فِيمَا وَجَبَتْ فِيهِ الزَّكَاةُ طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ يُكْثِرُ مِنَ الْبَذْلِ وَالْإِنْفَاقِ وَالصَّدَقَاتِ فِي سُبُلِ الْخَيْرِ

وَمِنْ ذَلِكَ تَفْطِيرُ الصَّائِمِينَ وَمَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَيَدْخُلُ فِيهِ إِطْعَامُ الطَّعَامِ

وَمِنْ ذَلِكَ مُسَاعَدَةُ الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَمِنْ ذَلِكَ تَسْدِيدُ الدُّيُونِ عَنِ الْغَارِمِينَ فَإِنَّ فِي هَذَا أَجْرًا عَظِيمًا وَثَوَابًا جَزِيلًا كَمْ مِنْ إِنْسَانٍ مَدِينٌ تَرَاكَمَتْ عَلَيْهِ الدُّيُونُ كَمْ مِنْ إِنْسَانٍ مَدِينٍ قَدْ تَرَاكَمَتْ عَلَيْهِ الدُّيُونُ وَرُبَّمَا حُبِسَ بِسَبَبِ ذَلِكَ الدَّيْنِ وَرُبَّمَا يَكُونُ مِنْ خَلْفِهِ أُسْرَةٌ وَأَطْفَالٌ وَقَدْ حُرِمَ مِنَ الِاجْتِمَاعِ بِهِمْ بِسَبَبِ هَذِهِ الدُّيُونِ فَمَا أَعْظَمَ أَجْرَ مَنْ سَاعَدَ هَؤُلَاءِ الْمَدِينِينَ وَسَدَّدَ عَنْهُمُ الدُّيُونَ الَّتِي عَلَيْهِمْ وَلِكَيْ يَجْتَمِعُوا بِأُسَرِهِمْ وَيَسْعَدُوا بِالْخُرُوجِ مِنَ السِّجْنِ هَذَا أَجْرُهُ عَظِيمٌ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

هَكَذَا أَيْضًا مُسَاعَدَةُ الْأَرَامِلِ وَالْأَيْتَامِ وَالسَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ وَأَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

وَهَكَذَا نَجِدُ أَنَّ سُبُلَ الْخَيْرِ كَثِيرَةٌ وَمُتَعَدِّدَةٌ فَيَنْبَغِي لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَحْرِصَ بَعْدَ إِخْرَاجِ الزَّكَاةِ أَنْ يَكُونَ لَهُ بَذْلٌ وَإِنْفَاقٌ فِي سُبُلِ الْخَيْرِ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.