Iblis tidak akan membiarkanmu! Selagi kamu masih hidup, dia tidak akan membiarkanmu! Sebagaimana kata Ibnul Qayyim: “Iblis itu mengendus isi hati seorang hamba. Iblis akan masuk melalui celah mana pun yang ia sanggup masuki.”
Orang-orang berdiri di barisan shalat yang sama, tapi mayoritas mereka tidak benar-benar menghadirkan hatinya. Anehnya, pikiran mereka tidak melayang pada hal yang sama.
Orang yang suka ilmu, Iblis akan menggodanya dengan urusan ilmu. Saat ia memulai shalat: “Allahu Akbar!” Iblis segera membisikkan sebuah masalah ilmiah. “Masalah ini ada perselisihan pendapat, jawabannya begini dan begitu…” Sampai ketika ia salam dari shalatnya, masalah ilmiah itu mendadak hilang dari pikirannya.
Bagi penyuka sepak bola, Iblis datang membawa urusan bola. Bagi yang hobi memasak, Iblis datang membawa urusan memasak. Masing-masing digoda sesuai minatnya, hingga ia dapat mengalihkan hatinya dari shalatnya.
Maka dari itu, hal ini perlu perjuangan yang besar. Setiap kali Iblis mulai mencuri perhatian hati seseorang, ia harus segera memaksanya kembali fokus. Sembari memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Ketahuilah, kekhusyukan dalam shalat tidak akan mudah bagi Anda, hingga Anda bersungguh-sungguh dan bersabar dalam waktu yang lama. Sampai akhirnya Anda meraih khusyuk, yang merupakan nikmat dunia yang terbesar. Sebuah kelezatan yang tiada tandingannya.
=====
إِبْلِيسُ لَنْ يَتْرُكَكَ مَا دُمْتَ حَيًّا لَنْ يَتْرُكَكَ وَكَمَا قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ يَشَامُ قَلْبَ الْعَبْدِ وَيَأْتِيهِ مِنْ حَيْثُ يَسْتَطِيعُ
النَّاسُ يُصَلُّونَ فِي صَفٍّ وَاحِدٍ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يُحْضِرُونَ قُلُوبَهُمْ لَكِنْ لَيْسَ فِي شَيْءٍ وَاحِدٍ
الَّذِي يُحِبُّ الْعِلْمَ يُجِيبُ لَهُ إِبْلِيسُ الْعِلْمَ إِذَا قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ جَابَ لَهُ إِبْلِيسُ مَسْأَلَةً وَعَلَيْهَا إِشْكَالٌ وَهَذَا يُحَلُّ بِكَذَا وَهَذَا كَذَا حَتَّى إِذَا سَلَّمَ رَاحَتِ الْمَسْأَلَةُ
وَالَّذِي يُحِبُّ الْكُرَةَ يَأْتِيهِ بِالْكُرَةِ وَالَّذِي يُحِبُّ الطَّبْخَ يَأْتِيهِ بِالطَّبْخِ وَكُلٌّ يَأْتِيهِ بِمَا يَرَى حَتَّى يَصْرِفَ قَلْبَهُ عَنْ صَلَاتِهِ
فَالْأَمْرُ يَحْتَاجُ إِلَى جِهَادٍ أَوَّلُ مَا يَأْخُذُ إِبْلِيسُ الْقَلْبَ يُعِيدُهُ الْإِنْسَانُ وَيَسْتَعِيذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاعْلَمْ أَنَّ أَمْرَ الصَّلَاةِ لَنْ يَسْتَقِيمَ لَكَ حَتَّى تُجَاهِدَ وَتَصْبِرَ صَبْرًا طَوِيلًا فَتَصِلُ إِلَى الْخُشُوعِ الَّذِي هُوَ أَعْظَمُ نِعَمِ الدُّنْيَا لَذَّةٌ مَا بَعْدَهَا لَذَّةٌ