Sahabat Sejati

Sahabat Sejati, Sahabat yang Memberikan Manfaat Dunia maupun Akhirat Guruku, Hamam, kata Bisyr bin Harits berpesan kepadaku,  كُلُّ صَدِيْقٍ لَكَ لَا تَنْتَفِعُ بِصَدَاقَتِهِ فَانْفِ صَدَاقَتِهِ عَنْكَ “Semua sahabat yang engkau tidak bisa mendapatkan manfaat dengan bersahabat dengannya tinggalkanlah bersahabat dengannya.” Kutanyakan kepada beliau tentang indikator mendapatkan manfaat dari bersahabat dengan seseorang. Jawaban Sang Guru sebagai …

Baca selengkapnya…Sahabat Sejati

Tips Berakhlak Mulia

Tips Berakhlak Mulia قيل لعبدالله بن المبارك -رحمه الله تعالى أجمل لنا حسن الخلق في كلمة؟ فقال:اترك الغضب Ditanyakan kepada Abdullah bin Mubarok, “Simpulkan untuk kami apa itu akhlak mulia dalam satu kalimat pendek.” Jawaban beliau, “Tinggalkan amarah.” (Ihya Ulumuddin 3/166)  Orang yang tidak bisa mengendalikan lisan dan tangannya ketika marah adalah orang yang gagal …

Baca selengkapnya…Tips Berakhlak Mulia

Ular Berbahaya

Imam Asy-Syafi’i mengatakan: اِحْفَظْ لِسَانَكَ أَيُّهَا الْإِنْسَانُ لَا يَلْدَغَنَّكَ إِنَّهُ ثُعْبَانٌ “Kontrol lisanmu wahai manusia. Jangan sampai dia menggigitmu. Sungguh lisan itu ular besar yang berbahaya.” (Mirqah al-Mafatih 1/185) Imam Asy-Syafi’i memberi gelar ular besar untuk lisan. Ini menunjukkan bahaya lisan.  Lisan atau lidah adalah anggota badan yang paling banyak beraktivitas tanpa kenal lelah.  Sebagaimana …

Baca selengkapnya…Ular Berbahaya

Dua Ngantuk Yang Berbeda

والنعاس في الحرب، وعند الخوف دليل على الأمن، وهو من الله. وفي الصلاة، ومجالس الذكر والعلم من الشيطان Ibnul Qoyyim mengatakan, “Rasa kantuk ketika perang dan kondisi takut itu tanda ketenangan hati. Itulah rasa kantuk yang berasal dari Allah. Sedangkan rasa kantuk ketika sholat, di majelis dzikir dan ketika pengajian itu berasal dari setan” (Zadul …

Baca selengkapnya…Dua Ngantuk Yang Berbeda

Jangan Remehkan

Ibnu Abdil Barr, ulama besar bermazhab Maliki mengatakan,  لَا يَنْبَغِي لِلْعَاقِلِ الْمُؤْمِنِ أَنْ يَحْتَقِرَ شَيْئًا مِنْ أَعْمَالِ الْبِرِّ فَرُبَّمَا غُفِرَ لَهُ بِأَقَلِّهَا “Seorang mukmin yang berakal tidak akan meremehkan sedikitpun amal kebaikan karena boleh jadi seorang itu dapat ampunan dosa dengan amal yang sangat kecil.” (at-Tamhid karya Ibnu Abdil Bart 23/12) Seorang mukmin yang berakal …

Baca selengkapnya…Jangan Remehkan

Menyesal Yang Terpuji

Menyesal Yang Terpuji Abdullah bin Mas’ud mengatakan,  مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْئٍ نَدْمِي عَلَى يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ نَقَصَ فِيْهِ أَجَلِيْ وَلَمْ يَزِدْ فِيْهِ عَمَلِيْ “Aku tidak pernah memiliki penyesalan yang demikian mendalam dibandingkan dengan penyesalanku akan berlalunya satu hari yang amalku tidak bertambah pada hari itu padahal ajalku semakin berkurang.” (Qimah az-Zaman inda al-Ulama hlm 47, …

Baca selengkapnya…Menyesal Yang Terpuji